
Efek pengaktifan kekuatan Arvhen seketika menciptakan hempasan angin yang sangat kuat, hingga Sirozovia yang berada di tempat itu kesulitan untuk menahannya.
“Kuharap kali ini hasilnya tidak akan sama seperti sebelumnya,” ucap Arvhen.
“God holy flame aura…” Tanpa menghiraukan Arvhen, Spirgios langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar hingga membuat pemimpin negeri Graina itu seketika terhempas dari tempatnya berdiri.
Spirgios bergerak mendekati Arvhen dan kemudian kembali melancarkan serangan elemen apinya, yang kini memecah menjadi beberapa bagian.
Serangan yang meluncur itu dengan mudah dapat dihindari oleh Arvhen, akan tetapi Spirgios hanya memanfaatkannya untuk membuat pemimpin negeri Graina itu menjadi sibuk.
“God flame… Deadly superior rolling punches…”
“Akh…” Arvhen yang menjadi sibuk, seketika menerima serangan kepalan api dari Spirgios hingga membuat tersungkur di tanah.
Dalam kesempatan tersebut Spirgios secara bertubi-tubi melancarkan serangan kepalan apinya pada pemimpin Graina itu sampai-sampai tanah pijakan disekitar mereka hancur berkeping-keping.
Saat merasa Arvhen kini sudah tidak berdaya, Spirgios perlahan-lahan berdiri dan berjalan meninggalkan pria itu.
“Hahaha…”
Ternyata serangan tersebut masih belum bisa mengalahkan pemimpin Graina itu. Arvhen tertawa dengan liciknya setelah menerima serangan bertubi-tubi dari Spirgios, dia kemudian perlahan mulai berdiri kembali.
“Jadi ini kekuatan dari makhluk yang sudah berumur lebih dari satu milenium lamanya… Heh, sangat mengecewakan,” ucap Arvhen dengan ekspresi menyeringai, merendahkan Spirgios.
“Kalau begitu, akan kutunjukkan kekuatanku yang sebenarnya…”
Arvhen meningkatkan kekuatannya, membuat kedua matanya memancarkan cahaya hijau yang terang.
Spirgios mengedipkan matanya sekali, sontak pria Graina itu menghilang dari hadapannya. Saat spirgios menyadari Arvhen kini telah berada jauh dibelakangnya.
“Akh…” Entah apa yang terjadi, Spirgios tiba-tiba menerima serangan tebasan secara bertubi-tubi hingga membuatnya menjerit kesakitan.
“Howling tempest… Holy rolling wind…”
Arvhen menciptakan sebuah topan raksasa sampai membuat Spirgios terangkat berputar-putar didalamnya.
“Akh…!” Teriak Spirgios, menjerit tercabik-cabik di dalam topan tersebut.
**
Di atas tembok kota terlihat Auremil kembali tersadar. Pria itu melihat Sirozovia dengan keadaan khawatir sedang menyaksikan Spirgios.
“Zovia…” Ucap Auremil memanggil saudaranya.
“Kakak…” Sirozovia pun langsung menghampiri saudaranya tersebut.
“Apa yang terjadi?” Tanya Auremil.
“Pria itu, raja Geracie, kurasa dia tidak bisa mengimbangi kekuatan Arvhen,” jawab Sirozovia.
“Aku harus membantunya…” Tanpa pikir panjang lagi, Sirozovia seketika pergi meninggalkan Auremil untuk membantu Spirgios.
“Tidak, Zovia…! Jangan kesana!” Karena keadaan yang lemah pria itu hanya bisa memanggil saudaranya agar tidak pergi mendekat.
**
Spirgios terkapar tidak berdaya di depan Arvhen, yang kini telah memunculkan sebuah pedang untuk mengakhirinya.
Arvhen mengangkat pedang yang dipegangnya, seketika senjata tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang.
“Tekhnika ekzortsista… Soul vanisher slash…” Arvhen sontak mengayunkan pedangnya tersebut ke arah Spirgios.
“Akh…”
Akan tetapi Sirozovia tiba-tiba muncul, yang sontak membuat perempuan itu menerima serangan dari Arvhen.
**
“Zovia…!” Teriak Auremil, menyaksikan saudaranya ditebas oleh Arvhen.
**
Sirozovia seketika jatuh terkapar. Keadaan fisiknya tiba-tiba menurun drastis.
Tanpa berkata apapun, kedua mata Sirozovia mulai tertutup dan perempuan akhirnya kehilangan kesadarannya.
Arvhen yang berada di depan mereka hanya bisa terdiam karena telah melakukan sebuah kesalahan.
Kekuatan yang diincar pria itu tidak bisa lagi diambil oleh mereka, karena jika wadah dari kekuatan tersebut mati, maka kekuatan makhluk suci itu akan terlepas untuk mencari pengganti sendiri.
Melihat orang yang dicintainya telah terkapar tak berdaya, amarah Spirgios tiba-tiba memuncak. Pria itu berdiri dengan ekspresi geram menatap Arvhen.
Pertarungan kedua World Venerate itu pun berlanjut hingga salah satu diantara mereka tidak kuat lagi untuk bergerak.
***
“Haah… Haah…”
Beberapa saat kemudian, pertarungan antara Spirgios dan Arvhen berakhir. Hasilnya tetap sama, Arvhen masih tetap berdiri walaupun telah kehabisan sebagian besar energinya.
Sedangkan Spirgios terkapar menatap langit dengan perasaan sedih setelah kehilangan orang yang berharga baginya.
“Prajurit senja, kuakui kau memang kuat… Sebagai gantinya, aku serta pasukanku akan mundur sekarang…”
“Lagipula tujuan kami yang sebenarnya sudah tidak bisa kami dapatkan lagi… Aku juga merelakan sebagian wilayah yang dikuasai oleh Nascunia maupun Geracie.”
Setelah mengucapkan hal tersebut, Arvhen pergi meninggalkan Spirgios.
***
Di sisi lain, pasukan Graina yang sedang berhadapan dengan Silvensi seketika mundur. Semua prajurit Graina yang turun, dengan cepat kembali naik ke atas pesawat mereka dan pergi meninggalkan kota tersebut.
Beberapa prajurit Graina juga tidak lupa untuk membawa Egata yang sebelumnya telah berhasil dikalahkan.
***
Kembali pada Spirgios yang terkapar. Pria itu kembali menatap Sirozovia yang sudah tidak berdaya dipangkuan Auremil.
Dengan perasaan menyesal pria itu hanya bisa meratapi kesedihannya karena tidak bisa melindungi perempuan tersebut.
–Tahun 1431 sampai 1441–
Setelah peperangan tersebut Sirozovia dinyatakan telah meninggal akibat menerima serangan mematikan yang membuat jiwanya lenyap dalam seketika.
Begitu juga dengan salah satu prajurit Continent Venerate Geracie, Vyalko Hrisvakos, yang juga telah dinyatakan meninggalkan akibat menerima serangan yang sama.
Sepuluh tahun berlalu, Auremil yang akhirnya mencapai tingkatan World Venerate menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Nascunia.
Karena merasa hormat kepada adiknya, Auremil mengganti nama belakangnya menjadi Sirozov. Nama clan ini nantinya yang akan menjadi clan pemimpin negeri Nascunia secara turun-temurun walaupun nantinya negeri tersebut akan berubah dari negeri monarki menjadi negeri republik.
Sedangkan Spirgios sejak hari itu merasa sangat menyesal. Dia mempercayai salah satu World Venerate Geracie, Ancliedes Magchora untuk menggantikannya memimpin negeri Geracie.
Spirgios pergi berdiam dan menyendiri ke sebuah pulau yang berada di selatan wilayah negeri Geracie.
Pria itu berpesan kepada Ancliedes untuk selalu menjaga hubungan baik dengan negeri Nascunia, namun Ancliedes tidak mengindahkan kata dari rajanya tersebut.
–Abad 15 sampai 31–
Selama kepemimpinan Ancliedes, negeri Geracie menjadi negeri yang ditakuti karena dapat berkembang menjadi negeri kuat dari sebelumnya.
Ancliedes menerapkan aturan kepada para Venerate muda Geracie untuk berlatih keras agar dapat naik ke tingkatan lebih tinggi dan menjadi prajurit Venerate yang kuat.
Geracie selalu menindas negeri Nascunia, Tsureya dan negeri-negeri yang berada di sekitar benua Antikara.
Ancliedes selalu berpesan kepada keturunan clan Magchora yang menjadi pemimpin negeri Geracie bahwa nantinya kekuatan makhluk suci kekangan surgawi akan muncul ke salah satu anggota clan Krozoff ataupun clan Sirozov di masa depan nantinya.
Sampai pada kepemimpinan Chrolexius pada abad ketiga puluh satu, mereka akhirnya mendengar bahwa kekuatan kekangan surgawi akhirnya muncul kepada salah satu perempuan dari anggota clan Sirozov dalam garis keturunan Auremil.
Chrolexius tidak mengetahui dengan pasti siapa perempuan yang memiliki kekuatan tersebut hingga membuatnya menyerang negeri Nascunia untuk membuat perempuan tersebut, yang tidak lain merupakan Zitkavena Sirozov muncul.
–10 Juli 3029–
Kembali ke masa sekarang, setelah selesai mengingat memori masa lalunya, Spirgios terlihat tampak tersenyum.
Sambil berjalan bersama dengan para prajurit Geracie meninggalkan negeri Nascunia, pria menatap ke langit mengenang kenangan yang pernah dia sesali sebelumnya.