
Raquille seketika meluncur untuk mengejar kuda tersebut. Walaupun tidak memiliki pergerakan yang sangat cepat seperti kuda tersebut, namun Raquille tetap mampu melihat arah meluncur serta kemana arah pergi, hingga dirinya tidak akan kehilangan hewan tersebut lagi.
**
Ketika kuda tersebut berhenti, tak berapa lama kemudian Raquille pun datang, dan dengan cepat langsung meluncur hendak menangkap kuda tersebut, namun sekali lagi kuda tersebut dengan sangat cepat kembali bergerak melarikan diri dari Raquille.
Pemuda Elfman itu pun kembali mengejar arah pergi dari kuda tersebut dan tetap tidak mau menyerah, yang penting dirinya masih bisa arah kemana kuda tersebut pergi.
***
Di sisi pulau yang lain, tampak Hyphilia sedang duduk di atas sebuah bebatuan yang berada di pinggiran sebuah sungai.
Elfman perempuan itu tampak musak serta bosan karena ide yang dikatakan olehnya sendiri saat masih berada di dalam pesawat pasukan Pavonas ternyata memang tidak bisa membuat dirinya menemukan kuda yang menjadi salah satu dari ketiga belas harta karun tersebut.
Bahkan semua dari mereka yang mencoba hal tersebut memang kenyataannya tidak kunjung menemui hewan yang mereka cari tersebut.
Disaat sedang bersantai melepaskan penatnya, tiba-tiba dari seberang datang seekor kuda putih yang perlahan-lahan mendekat ke sungai kemudian meminum air yang berada di sungai tersebut.
Sejenak Hyphilia memperhatikan kuda tersebut dan akhirnya menoleh ke arah lain karena berpikir bahwa kuda putih yang berada di seberang sungai tersebut sama saja dengan kuda-kuda yang lain.
Akan tetapi, tanpa Elfman perempuan itu sadari, kuda putih yang sedang minum di seberang sungai tersebut merupakan kuda dari salah satu ketiga belas harta karun yang mereka cari-cari selama ini.
“Eh… Raquille…” Seketika dari arah atas Hyphilia pun terkejut melihat Raquille meluncur.
Hyphilia pun mengikuti arah meluncur dari pemuda Elfman itu, yang ternyata menuju ke arah kuda putih yang berada si seberang sungai.
Ketika Raquille hendak menangkap kuda putih tersebut, hewan itu seketika kembali bergerak. Kuda putih itu meluncur melewati Hyphilia, hingga membuat Hyphilia seketika terkejut dengan kecepatan yang tidak lazim dari kuda tersebut. Di saat itu pun Hyphilia langsung menyadari bahwa kuda putih yang sebelumnya berada di seberang sungai ternyata merupakan salah satu dari harta karun yang mereka cari.
“Eh… Kakak…” Melihat Hyphilia di seberang sungai, Raquille lantas datang menghampirinya.
“Kakak… Ada apa denganmu?” Tanya Raquille, melihat Hyphilia hanya terdiam serta menunjukan ekspresi terkejut.
“Kakak… Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?” Masih tetap diam, Raquille sontak kembali bertanya sambil memegang kedua pundak Elfman perempuan itu.
“Aku tidak meyangka ternyata kuda yang kulihat di seberang sungai barusan adalah harta karun yang kita cari-cari…” Ucap Hyphilia, akhirnya menjawab pertanyaan dari Raquille.
“Jika saja aku tahu lebih awal, mungkin aku sudah mencoba untuk menangkapnya,” lanjut Hyphilia.
“Iya, walaupun kau mencoba menangkap kuda tadi, tapi aku masih kurang yakin kau bisa berhasil, karena sedari tadi aku dan Haltryg sudah mencobanya berkali-kali, namun tetap tidak bisa menangkap hewan itu.”
Disaat Raquille sedang berbicara, tiba-tiba kuda tersebut kembali muncul tepat ditempat dimana dia berada sebelumnya.
“Raquille, itu dia…”
Melihat Hyphilia menunjuk ke belakang Raquille pun lantas menoleh, dan akhirnya melihat kembali kuda putih tersebut.
Layaknya sedang menantang Raquille, kuda putih itu lebih memilih untuk kembali dibandingkan harus melarikan diri dikarenakan seberapa kuat pun Raquille mencoba untuk menangkapnya, kuda bisa dengan mudah lepas dari jangkauan pemuda Elfman tersebut.
“Baiklah… Kurasa kali akan berbeda,” ucap Raquille.
“Raquille… Jika kau mengetahui bahwa kuda itu memiliki pergerakan yang sangat cepat, kenapa kau tidak menggunakan belati itu dari tadi?” Tanya Hyphilia pada Raquille, karena mengetahui pasti kemampuan dari senjata suci yang dipegang oleh pemuda Elfman itu.
“Sebelumnya aku belum mengetahui bahwa pergerakan kuda itu memang secepat kilat seperti yang dijelaskan oleh Yang mulia Harmae… Setelah aku mengetahuinya, aku sempat meremehkan hewan itu dan berniat menangkapnya tanpa bantuan apapun…” Jawab Raquille.
Raquille pun memasang kuda-kuda sambil mengacungkan belati unik yang dipegangnya tersebut ke arah belakang.
Pemuda Elfman itu seketika mengaktifkan kekuatan dari senjata sucinya tersebut, hingga memancarkan pancaran proyeksi elemen petir berwarna merah, yang terus menjalar hingga ke seluruh tubuhnya.
Dalam sekejap Raquille meluncur dengan sangat cepatnya, hingga pergerakannya tidak dapat dilihat ataupun diperhatikan oleh Hyphilia.
Dalam sepersekian detik, Hyphilia lantas melihat bahwa Raquille telah berhasil menunggangi kuda tersebut. Dalam sekejap, kuda itu seketika bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ketika merasakan Raquille telah berada di atasnya.
Di dalam kecepatan yang setarah dengan cahaya, Raquille pun mencoba untuk mengendalikan kuda tersebut, namun entah kenapa hewan itu terus bergerak tanpa arah dan tujuan yang pasti, layaknya sedang meronta-ronta tidak mau dinaiki oleh pemuda Elfman tersebut.
Sambil menggunakan proyeksi elemen petir berwarna merah, yang dibentuknya layaknya sebuah tali, Raquille pun tetap masih tidak bisa mengendalikan arah bergerak dari kuda tersebut.
“Hei kuda sialan, ayo tenanglah…” Ucap Raquille, nampak kesal dengan kelakuan dari hewan itu.
“Uwaah…!” Tiba-tiba Kuda itu seketika mengangkat tubuh bagian belakangnya, hingga Raquille sontak terlempar dengan kecepatan yang tinggi.
***
Di padang rumput yang lain, terlihat Phyton nampak kewalahan terus mencoba mencari kuda yang sebenarnya sudah ditemukan oleh Raquille, menggunakan cara yang dikatakan oleh Hyphilia sebelumnya.
“Eh…” Tiba-tiba Phyton terkejut ketika sesuatu seketika menghantam permukaan yang berada di dekatnya.
“Tuan Raquille…” Phyton pun lebih terkejut ketika sesuatu yang menghantam permukaan itu ternyata merupakan Raquille.
Melihat pemuda Elfman tersebut, Phyon pun merasa khawatir kemudian langsung datang menghampirinya.
“Apa yang terjadi padamu?” Tanya Phyton.
“Aku sebenarnya sudah menemukan kuda itu, dan sempat menungganginya… Namun, kuda itu tetap tidak bisa dikendalikan olehku… Phyton, apa kau mengetahui sesuatu mengapa hewan itu sulit ditaklukan?” Jawab Raquille, kemudian bertanya kepada pemuda itu.
“Aku juga tidak tahu mengapa kuda itu tidak bisa ditaklukan,” jawab Phyton, tidak mengetahui alasan tersebut.
Tidak mau memikirkan alasan tersebut, Raquille pun lantas pergi untuk mencari kuda itu kembali bersama dengan Phyton.
***
Beberapa saat kemudian, terlihat Hyphilia sedang duduk di pinggir sungai sambil memperhatikan ke seberang sungai, yang ternyata kuda yang mereka cari kembali berada di tempat itu.
Walaupun kini telah mengetahui kuda tersebut, namun Hyphilia tetap diam memperhatikan karena mengetahui bahwa jika dia mencoba untuk menangkap kuda itu, kuda tersebut tetap akan berusaha melarikan diri.