The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 189 - Akademi sihir Brizora



“Kita sudah seperti para perompak yang sedang pemburu harta karun saja,” gumam Raquille memperhatikan peta yang diberikan oleh Folvest.


“Sebagian besar harta karun yang muncul berada di wilayah Brizora ini, karena itu pasukan Ierua selalu bersikeras masuk ke wilayah kami…”


“Walaupun pasukan Brizora sudah meningkatkan penjagaan di selat antara pulau Briizora dan pulau Ierua, namun kita juga harus tetap bersiaga serta cepat mengumpulkan harta karun itu sebelum pergi ke pulau Ierua untuk mengumpulkan sebagian harta karun itu,” ucap Folvest, menjelaskan hal tersebut kepada Raquille serta para Venerate Blueland.


“Kalau begitu kami akan mencari harta karun yang berada di daerah Oaksland, bagian utara pulau ini…” Ucap Raquille.


“Tuan muda, apa kau yakin tidak akan mengambil bagian terdekat saja?” Tanya Folvest.


“Kalian saja yang mencari harta karun di bagian selatan saja, untuk bagian utara biar kami urus,” jawab Raquille.


“Baiklah jika kau memaksa.” Folvest pun sontak menyetujui ucapan Raquille, dimana para Venerate Brizora akan mencari terlebih dahulu di bagian selatan pulau Brizora, sementara Raquille dan para Venerate Blueland akan mencari harta karun yang berada di bagian utara pulau Brizora.


“Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang…” Ucap Raquille, mengajak semua Venerate untuk berangkat mengumpulkan ketiga belas harta karun tersebut.


***


Di luar kastil Raquille, Hyphilia, Haltyrg, Arn, Anhilde dan Asulf seketika terbang ke langit dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat pertama, dimana salah satu dari ketiga belas harta karun tersebut berada.


Begitu juga dangan Folvest beserta dua Continent Venerate Brizora yang sebelumnya berhadapan dengan Raquille dan yang lain, juga terbang ke langit menuju arah lain, ke tempat satu salah harta karun tersebut berada.


***


Berpindah ke negeri Pavonas, dimana Phyton beserta beberapa Venerate Pavonas yang sebelumnya merupakan mantan prajurit negeri Brizora serta prajurit negeri Ierua tampak memasuki sebuah pesawat untuk menuju ke suatu tempat.


“Phyton, apa kau yakin kita akan pergi Ierua?” Di dalam pesawat, Venerate bernama Sciath lantas bertanya kepada Phyton mengenai kesiapan pemuda itu yang ternyata akan menuju ke negeri Ierua.


“Tentu saja aku yakin tuan Sciath… Walaupun sebenarnya salah satu dari ketiga belas harta karun ini telah kupengang dan kubawa jauh-jauh, tapi sepertinya takdir tetap membuatku harus kembali ke Ierua untuk menghentikan Yang mulia Sheafear serta kakekku,” jawab Phyton, sambil memunculkan pedang senjata suci miliknya, yang ternyata merupakan sebuah pedang dengan kekuatan elemen api berwarna hitam, salah satu dari ketiga belas harta karun.


Setelah mendnegar pernyataan dari Phyton bahwa pemuda itu telah membulatkan tekadnya, Sciath pun bersama salah satu Venerate Pavonas langsung menduduki kursi pengemudi untuk mengendalikan pesawat yang dinaiki oleh mereka.


**


Tak berapa lama, pesawat tersebut perlahan-lahan mulai naik ke atas, kemudian meluncur dan terbang dengan kecepatan penuh menuju ke negeri Ierua.


***


Beberapa saat kemudian, waktu pun berlalu, Raquille bersama para Venerate Blueland lain yang sebelumnya terbang dari kota Lenond, akhirnya sampai di daerah utara Brizora bernama Ocksland.


Sesuai dengan lokasi tempat dari salah satu ketiga belas harta karun tersebut, Raquille dan yang lain kini dibawah ke sebuah kompleks bangunan besar yang berada di salah satu semenanjung di bagian utara pulau Brizora tersebut.


“Sesuai yang kuduga, ternyata kita sampai di akademi sihir yang berada di negeri ini,” ucap Raquille.


Kompleks bangunan yang luas di depan mereka tersebut sendiri merupakan sebuah akademi sihir yang mirip seperti akademi sihir yang berada di negeri Blueland, dimana untuk para Venerate yang berada di negeri tersebut hanya sebagian saja yang merupakan seorang penyihir, sedangkan sebagian merupakan para kesatria.


Raquille dan yang lain berjalan perlahan mendekati akademi sihir tersebut. Tiba-tiba mereka langsung disegap oleh para murid-murid yang kemungkinan berada pada tingkatan Division Venerate sampai pada tingkatan District Venerate.


“Kami sudah kedatangan kalian wahai prajurit Ierua,” ucap salah satu murid akademi sihir Brizora, salah menyangka bahwa Raquille dan yang lain merupakan Venerate yang berasal dari negeri Ierua.


“Mohon maaf semuanya, sepertinya kalian sudah salah paham, kami bukanlah pasukan Ierua seperti yang kalian kira,” ucap Raquille.


*


“Walaupun tujuan kami datang kemari juga sama seperti mereka,” sambung pemuda Elfman itu dalam hati.


**


“Kalian Ierua… Lalu kalian berasal darimana?” Tanya salah satu murid.


“Biar kujelaskan… Kami berasal dari negeri Blueland, kami adalah pasukan yang sudah diijinkan oleh Yang mulia ratu Harmae untuk mengambil salah satu dari tiga belas harta karun, yang kemungkinan berada di tempat ini,” ucap Raquille, menjelaskannya kepada para murid-murid akademi sihir itu.


“Berarti kalian memang memiliki tujuan yang sama seperti pasukan Ierua…” Respon salah satu murid akademi.


“Tentu saja… Tapi, setidaknya kami sudah mendapatkan ijin dari ratu kalian,” gumam Raquille, nampak sedikit kesal harus menjelaskannya kedua kali.


“Entahlah kalian adalah Ierua atau Blueland, yang pasti kami ditugaskan untuk menjaga tempat ini.”


Semua murid-murid akademi sihir itu pun langsung meluncur hendak menyerang Raquille dan yang lain.


“Haah… Harry, tunjukan kepada mereka, apakah mereka sudah pantas menjaga tempat ini dibandingkan para tetua akademi,” ucap Raquille, memberi kesempatan kepada Haltryg untuk melawan semua murid-murid akademi tersebut.


“Sesuai yang kau katakan kakak.”


Haltryg dengan cepat meluncur ke depan Raquille lalu tiba-tiba memancarkan sebuah proyeksi energi, meluas ke arah para murid-murid.


Murid-murid akademi itu seketika jatuh terkapar dan dalam sekejap langsung tak sadarkan diri.


Setelah mengalahkan para murid-murid akademi Haltryg tiba-tiba menoleh dan menunjukan ekspresi kesal ke arah Raquille.


“Harry, kau baik-baik saja?” Raquille menjadi heran melihat ekspresi pemuda itu dan sontak bertanya kepadanya.


“Kakak, selama ini kau salah menyebut namaku… Namaku adalah Haltryg,” ucap pemuda itu dengan nada tinggi kepada Raquille, kini sudah tidak tahan lagi mendengar Raquille menyebut salah namanya.


“Baik-baik Haltryg aku tidak akan salah menyebut namamu lagi,” ucap Raquille sambil mengangkat kedua tangannya.


“Wah… Wah… Sepertinya akademi ini kedatangan seorang tamu.” Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan nampak sedang berbicara.


Haltryg yang menghadap ke belakang kemudian langsung menoleh ke depan. Semua Venerate Blueland pun tiba-tiba melihat seorang wanita muda tampak sedang duduk di atas gerbang masuk akademi sihir tersebut.


“Mau apa kalian kemari, para Venerate Blueland?” Tanya perempuan itu.


“Kami datang untuk mengambil salah satu harta karun yang kemungkinan berada di dalam akademi sihir ini,” jawab Raquille.


Perempuan itu tiba-tiba tersenyum ketika mendengar jawaban dari pemuda Elfman itu.