The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 150 - Pertarungan dengan para Continent Venerate



“Kekuatan macam apa itu?” Ucap Raquille, bertanya-tanya serta terkejut melihat bangunan yang menerima serangan proyeksi energi merah milik Aguirre seketika lenyap tak bersisa.


Namun, disaat pemuda Raquille sedang mengalihkan perhatiannya, salah satu Continent Venerate yang pernah ditangkap oleh Vahal pun langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi, membuat pemuda Elfman itu langsung terhempas.


“Setidaknya perhatian sekitarmu dulu sebelum mengalihkan pandanganmu,” ucap Continent Venerate tersebut.


Ketika Raquille kembali berdiri karena serangan yang diterimanya masih belum berefek apa-apa, tiba-tiba pemuda Elfman itu merasakan sebuah tekanan yang kuat, membuatnya dalam sekejap sulit untuk bergerak.


Hal tersebut ternyata dilakukan oleh Venerate bernama Verre, dimana dia memanipulasi tekanan gravitasi disekitar Raquille, yang bahkan jauh lebih kuat saat Aguirre mendapatkan hal yang sama ketika adik dari Venerate tersebut melakukannya.


“Sial…” Umpat Raquille, tidak bisa bergerak sedikitpun karena tekanan gravitasi di sekitarnya begitu kuat.


Verre kemudian menggerakkan sebuah puing bangunan yang berukuran sangat besar naik pada ketinggian lebih dari lima ribu meter.


Ketika puing bangunan itu berada di atas kelapa Raquille, Verre pun langsung menghilangkan kendalinya terhadap puing tersebut hingga terjun bebas kebawah dengan kecepatan tinggi.


“Gold instrict…” Sepersekian detik sebelum puing tersebut menyentuh permukaan, Raquille dengan cepat mengaktifkan kekuatan makhluk sucinya hingga dalam sekejap berpindah ke tempat yang lain.


“Sialan…” Umpat Verre dengan kesal, tidak menyangka bahwa Raquille bisa dengan mudah menghindar.


Melihat keberadaan dari pemuda itu, salah satu Venerate sebelumnya menyerangnya dengan cepat langsung melancarkan serangan proyeksi dalam skala yang besar.


Serangan yang meluncur tersebut hampir saja diterima oleh Raquille, karena pemuda Elfman itu dalam sekejap kembali berpindah tempat.


Serangan itu terus meluncur hingga menghantam bagian bawah dari sebuah bangunan pencakar langit.


Ketika bagian bawahnya hancur, bangunan tersebut lantas perlahan-lahan roboh ke arah Verre sedang berdiri di dekat tempat itu.


Dalam sekejap Verre menggunakan kekuatan telekinesisnya, membongkar struktur bangunan tersebut menjadi bagian-bagian kecil hingga tidak jatuh menimpanya.


“Tuan Grossen… Hati-hati dengan seranganmu,” ucap Verre pada Continent Venerate bernama Grossen itu.


“Maaf, aku tidak menyangka kau berada disana,” balas Venerate tersebut.


Mereka berdua kemudian saling mendekat untuk mengantisipasi Raquille yang masih belum diketahui keberadaannya setelah berpindah tempat.


“Aku disini…”


Ketika mendengar suara dari belakang, yang ternyata merupakan Raquille, Venerate bernama Grossen itu pun langsung melancarkan serangan proyeksinya ke arah pemuda Elfman itu.


“Wah… Hampir saja…” Akan tetapi, Raquille dalam sekejap menghilang dan kini telah berada di depan mereka berdua.


Melihat pemuda Elfman itu, Verre pun dengan refleks menggunakan kekuatan manipulasi gravitasinya, meningkatkan tekanan disekitar mereka semua.


“Hahaha… Aku tidak menyangka kau bisa terkena imbas dari kekuatanmu sendiri,” ucap Raquille sambil tertawa, menyindir pemuda bernama Verre itu serta rekannya karena tiba-tiba tersungkur akibat tekanan gravitasi yang kuat.


Merasa terhina dengan sindiran pemuda Elfman itu, Verre menjadi hingga meningkatkan kekuatannya. Kini pemuda itu mengakses kekuatan telekinesisnya, memecah bangunan-bangunan yang berada di sekitarnya menjadi puing-puing yang lebih kecil ukurannya.


Dengan emosi, Verre langsung meluncurkan puing-puing bangunan tersebut dengan cepat ke arah Raquille.


Melihat serangan tersebut, dengan sigap Raquille mengibaskan kedua tangannya, menciptakan pancaran proyeksi energi berwarna emas yang sontak membuat puing-puing bangunan yang meluncur ke aranya seketika lenyap.


Raquille selanjutnya menjentikkan jarinya, yang tiba-tiba memunculkan kembali puing-puing bangunan tersebut dari beberapa portal yang berada disekitar dua Continent Venerate itu.


Grossen dengan refleks terbang ke udara menghindari luncuran puing-puing bangunan yang meluncur ke arahnya.


“Verre!” Teriak Grossen, tidak menyangka pemuda itu menerima serangannya sendiri.


“Setidaknya perhatian sekitarmu dulu sebelum mengalihkan pandanganmu.” Dalam sekejap Raquille muncul di dekat Grossen.


“Akh!” Akibat mengalihkan perhatiannya, Continent Venerate itu lantas mendapatkan serangan tebasan proyeksi energi emas dari kibasan pedang milik Raquille, hingga membuatnya jatuh terkapar tak sadarkan diri.


Setelah mengalahkan Verre dan Grossen dalam waktu yang hampir sama, kekuatan makhluk suci yang dimiliki Raquille pun menghilang, hingga membuat warna matanya kembali seperti semula.


***


Di sisi lain, tiga Continent yang segan untuk melawan Aguirre hanya bisa berdiam diri memperhatikan pria Elfman itu yang masih belum bergerak untuk melancarkan sebuah serangan.


Mereka nampak sedikit bimbang akibat melihat efek serangan proyeksi energi berwana merah yang dalam sekejap melenyapkan sebuah bangunan sebelumnya.


Entah apa yang harus mereka lakukan saat ini untuk bisa menyerang Elfman itu karena jika sekali mendapatkan serangan, maka hal tersebut akan berdampak sangat buruk bagi mereka.


***


Di sisi yang lain juga, dimana dua Continent Venerate yang sedang berhadapan dengan Alyara kini mulai kewalahan karena tidak bisa menyentuh putri Morseli tersebut.


“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…” Tiba-tiba sebuah serangan proyeksi cahaya muncul tepat di depan Alyara.


“Akh…” Walaupun tidak mengenainya karena sebuah penghalang yang melindunginya, namun kedua mata Alyara nampak kesakitan melihat pancaran sinar dari cahaya tersebut.


Putri Morseli itu pun jatuh berlutut sambil menutup kedua matanya yang kesakitan menggunakan kedua tangannya.


“Aku tidak percaya, kekuatan sekuat itu, ternyata penangkalnya hanyalah cahaya suci seperti ini.” Seketika Anatoliv muncul diantara dua Venerate yang melawan putri Morseli itu.


“Kalau begitu berarti sepasang mata cantikmu itu adalah sebuah kuasa gelap,” ucap perempuan itu.


Melihat sebuah kesempatan, dua Continent Venerate yang bersama Anatoliv pun langsung melancarkan serangan proyeksi mereka secara bersamaan ke arah Alyara.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Akan tetapi, tiba-tiba Hefaistos dan Gahaelix muncul dengan menggabungkan kekuatan mereka, sama-sama menciptakan sebuah perisai proyeksi, menahan serangan yang dilancarkan oleh dua Venerate Pavonas tersebut.


“Tidak mungkin… Bukankah kalian sedang berada di penjara,” ucap Anatoliv, terkejut melihat presiden penyihir serta Continent Venerate dari negeri Lightio itu.


“Mungkin saja ini adalah perbuatan bocah itu, karena hanya dia yang bisa membebaskan mereka,” ucap salah satu Venerate, menduga bahwa orang yang telah membebaskan dua Venerate Lightio itu.


“Haniwa… Apa yang dia pikirkan? Sebenarnya dia berada di pihak mana?” Ucap Anatoliv karena menduga bahwa orang yang membebaskan mereka merupakan Haniwa.


Tidak punya pilihan lain, ketiga Venerate Pavonas itu lantas meluncur ke arah Hefaistos dan Gahaelix, walaupun mereka bertiga akan tetap dikalahkan karena salah satu dari dua Venerate Lightio itu merupakan seorang World Venerate.


“Ventus sillabare…” Melihat tiga Continent Venerate itu meluncur, Hefaistos dengan cepat melancarkan serangan elemen angin.


Efek dari serangan tersebut hanya membuat Anatoliv terhempas ke jarak yang cukup jauh, sedangkan dua Venerate yang bersamanya masih bisa bertahan serta berusaha untuk mencapai Hefaistos dan Gahaelix.


“Lassair ghorm… Unbearable heat…” Salah satu Venerate kemudian melancarkan serangan elemen api berwarna biru dalam skala yang besar.


“Glacies sillabare… Chilling projection…” Dengan cepat Hefaistos langsung membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan proyeksi elemen es.


“Uakh…!” Serangan dari Hefaistos lebih mendominasi hingga membuat Venerate tersebut terhempas.


Tiba-tiba tanpa pemimpin negeri Lightio itu sadari, sebuah sabit dari Venerate Pavonas yang satunya meluncur hampir mendekati lehernya.