The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 208 - Hyphillia menaklukan kuda kilat



Tak berapa lama, Raquille dan Phyton pun datang ke tempat itu dan langsung menghampiri Hyphila yang sedang memperhatikan kuda tersebut di seberang sungai.


Raquille mampu kembali ke tempat tersebut, karena mengetahui hawa keberadaan dari kuda yang merupakan salah satu harta karun tersebut dengan menggunakan kekuatan insting emas miliknya.


“Jadi, kuda itu kembali lagi ke tempat ini… Apa mungkin ini adalah tempat kesukaannya?” Ucap Raquille, nampak bertanya-tanya mengapa kuda tersebut kembali lagi di tempat tersebut.


“Bukannya tadi kau sudah menunggangi kuda itu?” Tanya Hyphilia, penasaran melihat Raquille tidak lagi menunggangi kuda yang berada di seberang sungai tersebut.


“Sebenarnya aku sempat berhasil menungganginya, namun entah kenapa aku sulit mengendalikannya,” jawab Raquille.


“Tapi, kenapa kau tidak bisa berusaha mengirim kuda itu ke dalam ruang spasialmu sendiri?” Tanya Phyton.


“Aku sempat melakukannya, tapi aku tetap tidak bisa mengirimnya ke dalam ruang spasial milikku… Aku harus terlebih dahulu mengendalikannya. Ini sama halnya seperti sebuah senjata suci, jika kalian masih belum bisa mengaktifkan kekuatan pelepasan pertama, maka senjata suci tersebut masih belum berada dibawah kendali kalian, dan secara langsung kalian tidak bisa menyimpannya ke dalam ruang spasial milik kalian sendiri,” jawab Raquille, menjelaskannya kepada Phyton.


Phyton pun mengerti dengan penjelasan pemuda Elfman tersebut, dan percaya bahwa sesulit itu harus mendapatkan salah satu harta karun yang merupakan seekor kuda tersebut.


Pemuda Elfman itu kemudian memikirkan alasan mengapa kuda tersebut sulit sekali untuk ditaklukan olehnya. Semakin keras pemuda Elfman itu berpikir, semakin dirinya pun menjadi pusing karena tidak bisa menemukan serta menjawab solusi dari masalah tersebut.


Raquille seketika melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah kuda tersebut, namun dengan cepat hewan itu bergerak menghindarinya dan kembali lagi ke tempatnya berdiri semula.


“Bagaimana caranya menaklukan heran itu?” Gumam Raquille, nampak kebingungan tidak dapat menemukan alasan tersebut.


Disaat Raquille bahkan Phyton pun kebingungan menemukan cara untuk menaklukan kuda putih itu, tiba-tiba Hyphilia tampak menemukan sebuah cara.


“Kurasa aku tahu sesuatu… Raquille, mana cincin yang kita temukan sebelumnya?”


“Memangnya kenapa?” Tanya Raquille, penasaran ketika Hyphilia meminta cincin tersebut.


“Sudah berikan saja cincin itu,” ucap Hyphilia, memaksa Raquille untuk memberikan cincin tersebut kepadanya.


Raquille pun langsung mengakses sihir ruang untuk memunculkan sebuah kotak yang disimpan ke dalam ruang spasial miliknya. Setelah kotak tersebut muncul, Raquille kemudian membuka kotak itu, yang di dalamnya terdapat sebuah cincin yang diminta oleh Hyphilia.


“Baiklah, pakaikan cincin itu padaku,” ucap Hyphilia.


“Eh… Kakak, kau ingin memakai cincin ini?” Tanya Raquille, terkejut mendengar pernyataan dari Elfman perempuan itu.


“Tentu saja, untuk apa aku memintanya darimu?”


“Ayo cepat pakaikan padaku…” Ucap Hyphilia, menyuruh pemuda Elfman itu memakaikan cincin tersebut ke jarinya.


Raquille pun nampak keheranan melihat Hyphilia menyuruh dirinya harus memasangkan cincin tersebut layaknya seperti sedang melamar, padahal Elfman perempuan itu setidaknya bisa menggunakannya sendiri.


“Kakak, apakah kita akan menikah setelah lamaranku ini?” Tanya Raquille, sedikit menggoda Elfman perempuan itu.


“Tentu saja tidak… Jangan berpikir macam-macam,” jawab Hyphilia, menyangga pertanyaan pemuda Elfman itu.


Raquille pun memakaikan cincin tersebut ke salah satu jari dari Hyphilia. Setelah cincin tersebut terpakai, Hyphilia kemudian berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan dari cincin tersebut.


*


“Apakah mungkin aku akan menikah dengan Hyphilia? Walaupun aku masih merasa bersalah kepada Aguirre, tapi apa boleh buat… Aku tetap harus melakukan kewajibanku sebagai putra mahkota.”


“Aku merasa senang tuan Raquille akhirnya bisa melamar tuan putri… Aku jadi merasa tidak enak berada disini, mengganggu momen mereka.”


Hyphilia bahkan mampu mendengar ucapan dalam benak masing-masing dari Raquille dan Phyton.


**


“Hei, bocah-bocah, hentikan pikiran aneh kalian itu… Aku menyuruh memakaikan cincin ini bukan untuk dilamar.”


Mendengar ucapan dari Hyphilia, Raquille dan Phyton pun lantas terkejut, tidak menyangka bahwa Elfman perempuan itu dapat mendengarkan suara hati mereka saat menggunakan kekuatan dari cincin yang merupakan salah satu dari harta karun tersebut.


Hyphilia lalu mengangkat salah satu tangannya ke arah kuda putih yang berada di seberang sungai, yang membuat hewan itu seketika berhenti melakukan aktivitas meminum air sungai, kemudian mengangkat kepalanya menatap ke arah Hyphilia.


Sambil tetap mengangkat tangannya Hyphilia kemudian berjalan perlahan-lahan mendekati kuda putih itu. Elfman perempuan itu tidak lupa mengakses kekuatan sihirnya, agar dirinya bisa berjalan di atas untuk terus mendekati hewan tersebut.


Raquille dan Phyton pun nampak penasaran melihat bahwa kuda tersebut layaknya seperti sedang terhipnotis ketika merasakan pancaran kekuatan dari cincin yang dikenakan oleh Elfman perempuan tersebut.


“Saking banyaknya hal yang kupikirkan, aku sampai lupa berpikir bahwa kemungkinan dari ketiga belas harta karun yang sulit untuk didapatkan sepertinya akan lebih mudah dengan menggunakan harta karun yang lain, seperti yang kau lakukan pada baju zirah berwujud naga sebelumnya,” ucap Raquille pada Phyton.


“Benar tuan Raquille… Aku juga tidak sempat memikirkan hal itu,” respon Phyton.


**


Kembali pada Hyphilia yang masih perlahan-lahan mendekati kuda putih itu. Sembari mendekat, salah satu tangan Hyphilia sontak memunculkan rantai pisau yang merupakan senjata sucinya tersebut.


Setelah Hyphilia berhasil mendekati kuda tersebut, Elfman perempuan itu kemudian mengelus-ngelus hewan itu terlebih dahulu, yang langsung membuat Raquille serta Phyton pun terkejut melihat bahwa kuda tersebut tidak lari ketika didekati bahkan disentuh oleh Hyphilia.


Karena kuda tersebut tidak berusaha untuk kabur, tanpa berlama-lama lagi Hyphilia langsung menunggangi kuda tersebut sambil melingkari senjata sucinya ke leher kuda tersebut layaknya sebuah relang untuk mengendalikan kuda tersebut.


**


Ketika Hyphilia mengendalikan kuda tersebut untuk meluncur, Raquille dan Phyton pun lantas terkejut melihat pergerakan hewan tersebut yang sangat cepat layaknya menghilang di depan mereka.


Mereka tampak lebih terkejut ketika Hyphilia tiba-tiba muncul bersama kuda tersebut dalam sekejap tepat di depan mereka berdua.


“Ternyata cincin ini mampu membuat kuda putih ini menjadi lebih tenang, sehingga bisa dengan mudah dikendalikan,” ucap Hyphilia.


“Kurasa kuda itu cocok untukmu kakak… Lagipula, aku juga ingat bahwa kemampuan mengunggangi kuda masih lebih baik dibandingkan denganku… Kurasa kau lebih baik memegang cincin itu juga untuk bisa mengendalikan kuda itu.” Melihat hal tersebut, Raquille pun merasa senang dan lantas mempercayakan Elfman perempuan itu untuk memegang sementara kedua harta karun tersebut.


Setelah Raquille mengatakan hal tersebut, Hyphilia kemudian memacu kuda itu untuk terbang ke langit dengan kecepatan setarah dengan cahaya.