
Raquille meluncur dengan cepat ke arah Cadhan sambil mengayunkan pedangnya. Raquille pun dengan mudah beradaptasi mengendalikan kekuatan dari pedang tersebut hingga langsung mampu melancarkan sebuah serangan proyeksi energi dari senjata yang digenggam olehnya.
Cadhan pun hanya bisa mengangah karena tidak akan sempat untuk menghindar ketika melihat serangan proyeksi energi dari Raquille yang dengan cepatnya meluncur ke arahnya.
Dalam sekejap, sebuah serangan proyeksi energi yang lain tiba-tiba meluncur menerjang serangan proyeksi energi dari Raquille hingga lenyap.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Saat serangan proyeksi yang entah darimana berasal tersebut meluncur ke arahnya, dengan sigap pemuda Elfman itu langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahannya.
Serangan proyeksi energi tersebut berhasil ditahan oleh Raquille sampai lenyap, namun dalam sepersekian detik Raquille pun terkejut melihat seorang pria yang merupakan Sheafear, sang raja dari negeri Ierua tiba-tiba sudah berada di depannya sambil memegang sebuah pedang di tangannya.
“Akh…” Dalam sekejap, raja negeri Ierua itu seketika mengibaskan pedang yang digenggamnya hingga menciptakan sebuah tebasan proyeksi energi, yang sontak menghancurkan perisai proyeksi Raquille, dan langsung membuat pemuda Elfman itu pun terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Hal tersebut pun langsung membuat Raquille tersungkur di tanah, namun dengan sigap pemuda Elfman itu langsung berdiri kembali untuk melihat seorang pria yang mennyerangnya barusan.
“Sheafear… Bukankah aku benar…” Ucap Raquille, mengenali raja negeri Ierua itu.
“Aku tidak menyangka bahwa ras Elfman ternyata yang terpilih untuk mencabut pedang legendaris itu yang selama ini sulit untuk ditaklukan oleh para World Venerate di kawasan ini…” Balas Sheafear sambil perlahan-lahan mendekat ke arah Raquille.
Setelah Sheafear menghampiri Raquille, kedua World Venerate itu pun saling bertatapan dengan ekspresi yang serius.
“Kalau begitu ayo kita bertarung… Apakah kau bisa menandingi kekuatan dari pedang Nuagarach yang kupegang ini, yang memiliki kekuatan hampir sama dengan pedang Hylgwyn itu,” ucap Sheafear, menantang pemuda Elfman itu untuk bertarung dengannya.
“Haah… Aku tidak menyangka bahkan beberapa hari ini aku sudah berhadapan dengan tujuh World Venerate… Jika ditambah denganmu, maka sudah menjadi delapan.”
Raquille pun langsung membahas tentang hal lain, dimana dirinya sudah berhadapan dengan beberapa World Venerate, diantara mereka merupakan Iardan, Folvest, Magelline, Modolf, Claus, Aisling dan yang barusan adalah Cadhan. Bahkan jumlah World Venerate yang dilawan oleh pemuda Elfman itu masih lebih banyak dibandingkan jumlah World Venerate yang dihadapinya saat perang benua Greune sebelumnya.
“Tapi tidak masalah, bahkan jika ada ratusan World Venerate yang menantangku, aku bahkan tetap akan melawan mereka semua… Karena akulah yang merupakan World Venerate terkuat diantara kalian.” Namun Raquille pun langsung menerima tantangan raja Ierua itu sambil dengan percaya diri menyebut dirinya sebagai World Venerate terkuat.
“Anak muda… Bagus juga kepercayaan dirimu itu,” respon Sheafear terhadap pernyataan dari pemuda Elfman itu.
Setelah hal tersebut, Raquille serta Sheafear pun menggenggam erat pedang mereka dengan kedua tangan. Keduanya pun dengan kuat menabrakan pedang mereka secara bersamaan hingga menciptakan pancaran proyeksi energi yang besar di kedua belah sisi, sebuah hempasan angin serta tekanan kekuatan yang kuat.
Mereka berdua kemudian saling beradu serangan langsung, serta serangan proyeksi energi secara bergantian satu sama lain.
Para Venerate yang lain, termasuk Cadhan yang sebelumnya bertarung dengan Raquille hanya bisa terdiam melihat pertarungan dari kedua World Venerate tersebut tanpa memiliki sebuah pikiran untuk berusaha menganggu mereka.
**
“Hebat… Pangeran itu bahkan bisa mengimbangi kemampuan ayah walaupun sedang menggunakan pedang Nuagarach… Apakah mungkin karena dia telah menggunakan pedang Hilgwyn…”
Di tempat itu, tampak putri mahkota Ierua, Hazelise terkejut melihat kemampuan Raquille beradu kemampuan berpedang dengan ayahnya yang sebenarnya memiliki sebuah julukan sebagai raja kesatria.
**
Sheafear melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, namun dengan sigap langsung dihindari oleh Raquille. Pemuda Elfman itu kemudian dengan cepat mengibaskan pedang yang pegangnya, meluncurkan serangan proyeksi energi dalam skala yang hampir sama besarnya, akan tetapi dengan mudah juga dihindari oleh raja Ierua tersebut.
Sampai beberapa kali mereka melancarkan seranga proyeksi energi satu sama lain, Raquille maupun Sheafear dengan mudah terus menghindarinya.
Karena tidak percuma melancarkan serangan seperti itu, kedua World Venerate itu pun kembali beradu serangan ayunan pedang mereka, walaupun tetap saja saling menepis serangan satu sama lain.
Sheafear pun langsung meningkatkan kekuatannya, hingga memancarkan sebuah tekanan kekuatan yang besar. Bersamaan dengan hal itu, Raquille pun tidak mau kalah, dan dengan cepar juga meningkatkan kekuatannya, hingga memancarkan tekanan kekuatan yang besar.
Saking besarnya tekanan kekuatan tersebut, membuat semua Venerate di sekitar tempat tersebut yang merupakan para bangsa Friedenic dengan sendirinya langsung berlutut.
Raquille dan Sheafear terus beradu serangan secara bergantian, serta menabrakan pedang mereka masing-masing. Kedua World Venerate itu tampak tidak mau menyerah walaupun kekuatan serta kemampuan mereka tampak setarah hingga tidak membuat mereka berdua menerima serangan langsung satu sama lain.
“Aku mengerti… Ternyata diantara dua pedang yang kita gunakan ini salah satunya merupakan pemberian dari makhluk bersayap kepada para dewa bangsa Friedenic yang kulihat pada sebuah gambar di sebuah kastil tua sebelumnya,” ucap Raquille.
“Oh, jadi kau telah pergi kesana… Kalau begitu kau sudah mendapatkan cincin yang berada di dalam ruang spasial berlapis itu…”
Sambil bertarung, Raquille dan Sheafear menyempatkan diri untuk membahas tentang sesuatu, namun hal tersebut tidak mampu mengganggu fokus mereka masing-masing yang masih saling melancarkan serangan secara bergantian.
“Memang benar bahwa salah satu dari pedang ini pemberian dari makhluk bersayap itu… Namun, yang membuatku penasaran hingga ingin sekali mengumpulkan ketiga belas harta karun untuk mengakses dimensi para dewa Friedenic adalah untuk mengetahui kebenaran dari makhluk bersayap tersebut,” ucap Sheafear, memberitahukan tujuannya untuk mengumpulkan ketiga belas harta karun.
“Kalau tentang siapa makhluk bersayap itu, aku sebenarnya tahu sebuah fakta tentang mereka.”
“Benarkah itu?” Tanya Sheafear, penasaran setelah mendengar pernyataan dari pemuda Elfman itu.
“Bercanda…” Akan tetapi, Raquille ternyata hanya membohonginya untuk membuat fokus dari raja Ierua itu terganggu.
Raquille seketika mengayunkan pedangnya dari arah bawah ke atas, namun dengan refleks langsung dihindari oleh raja Ierua itu.
Sheafear pun dengan sigap meluncurkan sebuah tendangan yang kuat hingga Raquille terhentak ke belakang. Dengan cepat, Sheafear menepis pedang Raquille, hingga dalam sekejap langsung terlempar dari tangan pemuda Elfman itu.
“Sial…” Umpat Raquille, kehilangan pedangnya.
Raja Ierua itu pun langsung mengaktifkan kekuatan dari pedangnya hingga memancarkan kembali tekanan kekuatan yang besar, membuat Raquille seketika dengan sendirinya langsung berlutut.