
“Jika kalian ingin mengambil salah satu harta karun yang berada di tempat ini, maka kalian harus melawanku terlebih dahulu… Aku tidak peduli walaupun ratu Harmae sudah memberi kalian ijin sekalipun,” ucap perempuan itu.
“Sepertinya ini akan sedikit sulit,” gumam Raquille.
Pemuda Elfman itu seketika memunculkan pasak-pasak es disekitarnya dalam jumlah yang banyak kemudian langsung meluncurkannya ke arah perempuan itu.
Saat pasak-pasak dari Raquille meluncur ke arahnya, perempuan itu langsung melompat ke atas dengan tingginya.
“Feuerzauber… Long way fire…” Melihat perempuan itu berada di udara, Raquille dalam sekejap meluncurkan serangan proyeksi elemen api.
“Wind spell… Holy cyclone…” Melihat serangan elemen api yang dilancarkan oleh Raquille, perempuan itu langsung memutar-mutar tongkat sihir yang dipegangnya, menciptakan sebuah pusaran elemen angin, hingga serangan elemen api dari Raquille pun sektika lenyap.
Belum puas, perempuan itu dengan cepat memunculkan beberapa diagram sihir disekitarnya, yang seketika melancarkan sebuah serangan proyeksi energi secara bersamaan.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Hyphilia serta Haltryg maju ke depan dan dengan cepat juga menciptakan sebuah perisai dari proyeksi energi sihir mereka untuk menahan serangan proyeksi energi beruntun tersebut.
Raquille melompat ke atas kemudian langsung memunculkan palu senjata sucinya, lalu melancarkan serangan proyeksi elemen petir, meluncur dengan cepat ke arah perempuan tersebut.
Tidak sempat menahannya, perempuan itu seketika terhempas menerima serangan elemen petir dari Raquille hingga masuk ke dalam akademi sihir.
**
“Ekh…” Tiba-tiba Arn sejenak memancarkan sebuah pancaran proyeksi energi, hingga membuatnya tiba-tiba memunculkan tombak senjata sucinya yang tersimpan di dalam gelang miliknya, lanyaknya sedang dikendalikan oleh sesuatu.
Arn tiba-tiba menyerang Asulf dan Anhilde, namun kedua saudara kembarnya dengan cepat menghindari ayunan tombak pria itu.
Arn yang nampak dikendalikan seketika meluncur ke arah Hyphilia dan Haltryg sambil menganyunkan tombaknya.
“Akh…” Hyphilia yang merasakan sesuatu di belakang seketika menoleh, karena tidak mengira serangan dari Arn, Elfman perempuan itu pun langsung menerima serangan ayunan tombak dari Arn hingga membuatnya terluka dan jatuh terduduk di tanah.
“Maaf kakak…”
Walaupun meminta maaf, namun Arn yang sedang dikendalikan oleh sesuatu tetap berusaha untuk melancarkan serangan ke arah Hyphilia. Disaat itu pun Haltryg langsung memegang tombak milik Arn kemudian dengan kuat menghempaskannya ke jarak yang cukup jauh.
Arn pun kembali meluncur mendekati Haltyrg sambil berulang kali menganyunkan tombak pada pemuda itu.
“Haltryg, jangan salahkan aku... Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi denganku,” ucap Arn.
Haltryg pun hanya bisa menghindari setiap serangan yang diluncurkan oleh Arn, namun disaat pemuda itu mulai lengah dengan cepat Arn langsung menendangnya dengan kuat hingga terhempas.
Tak berapa lama, Raquille pun muncul menangani Arn. Raquille menepis setiap acungan tombak dari Arn menggunakan palunya sambil berhati-hati karena pria itu sedang dikendalikan oleh sesuatu.
“Kakak, lakukan sesuatu…” Ucap Arn.
“Kalau begitu, diam dulu sebentar,” balas Raquille.
“Bagiamana mungkin aku melakukannya? Aku juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi.”
Raquille dengan sigap bergerak ke bagian belakang Arn, kemudian dengan kuat menahan pria itu.
“Ice cursed…” Raquille memegang kepala Arn sambil menggunakan teknik es terkutuknya, yang seketika membuat Arn lepas dari kendali yang mengekangnya.
Setelah berhasil melepaskan kendali yang mengekang Arn, Raquille pun pergi menghampiri Hyphilia untuk melihat keadaannya.
“Tunggu, aku bisa menyembuhkan lukaku sendiri… Kau fokus dulu pada penyihir yang tadi,” ucap Hyphilia menuyruh Raquille untuk tetap fokus pada Venerate perempuan yang sebelumnya terhempas, karena Elfman perempuan itu merasa bahwa Venerate tersebut belum kalah.
**
Baru saja dibahas oleh Hyphilia, perempuan itu pun akhirnya kembali lagi menemui Raquille dan yang lain.
**
“Aku bahkan bisa memperlihatkanmu hal yang lebih menarik lagi.”
Raquille seketika menciptakan beberapa bola es ditangannya, yang kemudian langsung dilemparkannya ke arah perempuan itu. dalam sekejap beberapa bola es tersebut memecah menjadi beberapa bagian hingga menjadi lebih banyak.
“Ice spring… Sphere-thorns…” Dalam sekejap bola-bola es yang memecah menjadi banyak bagian tersebut berubah menjadi duri-duri es yang tajam di sekitar perempuan tersebut.
“Ukh…” Tidak mengira teknik yang dilancarkan oleh Raquille, perempuan itu lantas menerima tusukan duri-duri tersebut di beberapa bagian tubuhnya hingga terluka.
“Wind spell… Holy wind slashes…” Perempuan itu seketika melancarkan serangan tebasan elemen angin secara beruntun hingga duri-duri es dari teknik milik Raquille seketika hancur berkeping-keping.
“Feuerzauber… Long way fire…” Raquille pun meluncur ke arah perempuan itu sambil meluncurkan serangan elemen apinya kembali.
“Wind spell… Holy cyclone…” Perempuan itu pun dengan sigap melancarkan serangan pusaran elemen angin hingga mengungguli serangan elemen api milik Raquille.
“Apa?” Akan tetapi, perempuan itu seketika terkejut ketika Raquille berubah menjadi bongkahan es ketika serangan elemen angin yang dilancarkan olehnya, diterima oleh pemuda Elfman itu.
“Akh…” Dalam sekejap, perempuan itu tiba-tiba sebuah anak panah es menancap pada bahu bagian kirinya.
Perempuan itu pun seketika terjatuh dan terkapar di tanah. Perlahan-lahan penglihatannya mulai menjadi kabur hingga akhirnya tak sadarkan diri.
**
“Wah… aku tidak menyangka bisa mengalahkan World Venerate,” ucap Raquille yang ternyata masih berada dibawah, yang sedari tadi sedang membidik menggunakan sebuah busur yang diciptakan menggunakan kekuatan elemen esnya.
**
“Beraninya kalian mengalahkan perdana menteri.”
Tak berapa lama, lima tetua dari akademi tersebut muncul bersama para guru-guru akademi yang kemungkinan berada pada tingkatan Land Venerate.
“Perdana menteri…” Ucap Raquille, tampak terkejut mendengar ucapan dari salah satu tetua akademi yang menyebut perempuan itu sebagai seorang perdana menteri.
“Apapun yang terjadi kami tetap tidak bisa membiarkan kalian masuk untuk mengambil salah satu harta karun yang berada di tempat ini,” ucap salah satu tetua akademi, tampak mengetahui tujuan Raquille dan para Venerate Blueland datang ke akademi sihir tersebut.
Kelima tetua beserta para guru akademi dengan cepat bergerak membentuk sebuah formasi, mengelilingi Raquille dan yang lain.
Arn, Anhilde serta Asulf seketika memunculkan senjata suci mereka masing-masing, namun tiba-tiba Raquille langsung mengangkat salah satu tangannya, mengisyaratkan bahwa perlawanan mereka cukup sampai pada perempuan yang disebut perdana menteri tadi.
“Tunggu… Ada panggilan dari kota Lenond.” Untungnya, salah satu guru akademi tiba-tiba datang menghampiri mereka semua sambil mengangkat sebuah alat komunikasi yang dibawahnya.
Para tetua serta para guru akademi sontak mengurungkan niat dan kemudian membongkar formasi yang dibentuk mereka.
“Biar aku yang berbicara.” Salah satu tetua kemudian mengambil alat komunikasi yang dibawah oleh guru itu.
“Ini dengan Stercon,” ucap tetua tersebut.
“Stercon... Ini aku…” jawab sang pemanggil.
“Yang mulia…” Tetua itu lantas terkejut, mengetahui ternyata pemanggil tersebut merupakan ratu Brizora.