
Raquille pun sontak tidak bisa berkomentar apa-apa lagi karena harus menghormati persetujuan dari kakak sepupunya tersebut yang tidak terlalu masalah dengan keputusan Erissa.
“Baiklah… Apakah para Continent Venerate yang baru saja bergabung tidak mempermasalahkan wilayah yang akan dipimpinnya?” Tanya Erissa.
“Bagaimana dengan anda tuan Clava? Apakah anda merasa keberatan harus memimpin wilayah bagian utara Briseria?” Erissa pun kemudian menanyakan khusus kepada Clava yang juga mendapatkan sebuah wilayah yang memang besebelahan dengan wilayah yang akan dipimpin oleh Hyphilia, dimana memiliki keadaan iklim yang hampir sama persis.
“Tidak masalah dewi merak… Aku bersedia melakukan apapun itu sesuai dengan keputusanku yang menerima untuk bergabung ke negeri ini,” jawab Clava, tidak mempermasalah keputusan dari sang pemimpin agung negeri Pavonas tersebut.
Mendengar hal tersebut, Erissa pun lantas tersenyum karena merasa senang bahwa Continent Venerate yang berasal dari negeri Serepusco itu akan mendedikasikan dirinya di negeri baru yang dirinya tempati.
“Baiklah… Kalau begitu, khusus untuk kita para Venerate tingkat atas, aku ingin agar kita semua saling mengenal satu sama lain…” Ucap Fairyman perempuan itu.
“Kita akan mulai memperkenalkan diri kita masing-masing dimulai dariku… Walaupun aku sering dipanggil sebagai dewi merak di negeri ini ataupun sekitarnya, namun aku ingin sekali memperkenalkan identitasku yang sebenarnya…”
“Namaku adalah Erissa Flamo dari negeri Neodela… Ada satu hal yang ingin kukatakan kepada kalian semua bahwa sebenarnya aku merupakan salah satu ras keturunan campuran generasi kedua bernama Fairnyxman, dimana ayahku merupakan Fairyman sedangkan ibuku merupakan Nyxman,” lanjut Erissa, memperkenalkan dirinya serta mengatakan sebuah fakta bahwa dirinya merupakan keturunan dari dua ras keturunan campuran yang berbeda.
Disamping memperkenalkan identitasnya, Erissa pun sedikit mengingat mengenai masa lalunya, dimana salah satu Fairyman atau Fairnyxman perempuan itu merasa sedikit sedih ketika mengingatnya kembali.
Erissa pun lantas terdiam, membuat Raquille yang melihatnya mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan itu. Raquille pun sontak berdiri, yang membuat semua Venerate di dalam ruangan itu langsung menatapnya.
“Baiklah… Waktunya aku untuk memperkenalkan diri…” Ucap Raquille mengunjuk dirinya sendiri memperkenalkan diri dengan alasan untuk membuat semua Venerate tidak akan kebingungan melihat Erissa tiba-tiba terdiam merasa sedih.
“Perkenalkan semuanya, namaku adalah Raquille dari clan bangsawan negeri Blueland, yaitu clan Noroh… Aku juga ingin mengatakan sebuah fakta dimana aku merupakan Elfman pria dengan ukuran tubuh paling kecil dibandingkan yang lain…”
“Aku mungkin mengalami hal itu akibat sebuah kelainan genetik karena kedua orangtuaku merupakan saudara kandung.”
Semua Venerate sontak terkejut serta merasa keheranan dengan apa yang dikatakan oleh Raquille. Di sisi lain, Hyphilia pun langsung mengelengkan kepalanya karena tidak menyangka bahwa pemuda Elfman yang merupakan adik sepupunya akan menjelaskan mengenai hal tersebut.
“Tunggu dulu kakak… Jadi selama ini ratu Lorainne dengan raja Razoranos merupakan saudara kandung…” Ucap Phyton, berdiri dari tempat duduknya, terkejut mengetahui fakta bahwa kakek serta neneknya merupakan saudara.
“Tentu saja… Yang mulia Razoranos adalah anak tertua, sedangkan Yang mulia Lorainne adalah anak kedua dari tiga bersaudara… Kau mungkin pernah mendengar bahwa negeri Blueland, khususnya para ras Elfman sudah menerapkan hal itu sejak dulu kala karena jumlah kami yang terbilang paling sedikit dan memang hampir mendekati kepunahan,” ucap Raquille menjelaskan hal tersebut kepada Phyton yang merupakan keponakannya tersebut.
“Aku pernah mendengarnya, tapi tidak menyangka bahwa hal itu memang benar…” Gumam Phyton sambil perlahan-lahan duduk kembali.
Setelah penjelasan Raquille, pemuda Elfman itu menatap ke arah Erissa untuk melihat keadaannya yang sebelumnya nampak menunjukkan ekspresi sedih. Pemuda Elfman itu sebenarnya tidak mengatakan fakta tersebut mengenainya, namun hal tersebut dilakukannya hanya agar membuat Erissa yang kemungkinan mengalami hal buruk dimasa lalu tidak menganggu momen perkenalan mereka masing-masing.
“Baiklah… Selanjutnya…” Ucap Erissa kembali ke ekspresi biasa sambil menatap Zero.
“Sekarang giliranmu untuk memperkenalkan diri tuan Zero…”
Mendengar hal tersebut, Zero lantas berdiri dari tempat duduknya dengan ekspresi serius, membuat semua Venerate yang ada menjadi tegang.
“Perkenalkan namaku adalah Zero Lancheur, berasal dari negeri Calferland… Itu saja… Atau ada yang ingin kalian tanyakan?” Ucap Zero memperkenalkan dirinya secara singkat, kemudian bertanya kepada yang lain mengenai hal yang berkaitan tentangnya.
“Hei Zera… Dengan tampangmu yang menakutkan seperti itu, apakah kau pernah mendapatkan seorang kekasih?” Raquille sontak mengangkat tangannya, menanyakan sesuatu yang cukup sensitif sambil memanggil nama pria itu yang terdengar seperti nama dari seorang perempuan.
“Kekasih… Apa mak…” Ucapan Zero terhenti ketika dirinya seketika mengingat seorang gadis yang lewat dalam benaknya.
Hal itu lantas membuat pria tersebut terdiam dan tiba-tiba langsung meneteskan air matanya, membuat semuanya lantas keheranan.
“Sial…” Zero tiba-tiba mengumpat sambil menghentakkan meja yang berada di depannya, membuat semua Venerate lantas terkejut karena merasa tegang.
Melihat hal tersebut, Vingto yang merupakan rekan dari pria tersebut sontak berdiri untuk memperkenalkan dirinya agar membuat suasanu di dalam ruangan itu tidak menjadi canggung maupun tegang.
“Baik-baik, sekarang giliranku… Perkenalkan nama adalah Vingto dari clan Lancheur yang memimpin wilayah paling indah di negeri Calferland… Aku dan Zero bukan hanya rekan satu clan saja, namun kami adalah saudara sepupu, dimana dia lebih tua setahun dibandingkan denganku… Aku dan Zero tumbuh bersama di daerah Wieritzland, Calferland menjadi Venerate yang kuat,” ucap Vingto sambil tersenyum.
“Walaupun aku sebelumnya Merasa kesal karena dia mendahuluiku menjadi World Venerate…” Lanjut Vingto, tiba-tiba mengubah ekspresinya menjadi kesal.
Sambil perlahan duduk kembali, Vingto menatap Zero dengan ekspresi kesal, membuat pria yang ditatapnya tersebut sontak membalasnya dengan ekspresi yang sama persis.
“Baiklah… Kurasa selanjutnya adalah kau kakak…” Erissa kemudian melanjutkan perkenalan tersebut sambil menunjuk Continent Venerate bernama Gudov yang selanjutnya akan melakukannya.
“Eh… Kupikir para Venerate yang baru saja bergabung akan memperkenalkan diri terlebih dahulu?” Tanya Gudov.
“Kakak… Siapa yang mengatakan hal itu? Setidaknya cepatlah berdiri sekarang…” Ucap Erissa sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut, Gudov lantas berdiri dari tempat duduknya, kemudian melihat semua Venerate yang berada di ruangan tersebut.
“Perkenalkan namaku Gudov, aku berasal dari kota… Vegoblachenks… Kawasan Briseria… Pavonas…” Ucap Gudov memperkenalkan dirinya secara terbata-bata karena tiba-tiba mengingat tentang masa lalunya.
**
“Hei… Apa-apaan ini? Mengapa momen perkenalan ini menjadi seperti sebuah momen untuk mengutarahkan kesedihan…” Gumam Raquille, lantas menjadi canggung ketika melihat Gudov serta beberapa Venerate memasang ekspresi sedih ketika memperkenalkan diri mereka, dimana dirinya mengetahui bahwa mereka disaat yang bersamaan mengingat tentang masa lalu mereka yang kemungkinan mengalami hal buruk atau semacamnya.