
Frodor meningkatkan kekuatannya lalu meluncur ke arah Gazou. Begitu dengan World Venerate Pavonas itu, dengan cepatnya juga langsung meluncur ke arah Frodor.
Mereka berdua pun saling mengadukan tombak kapak mereka masing-masing hingga pancaran petir serta hempasan angin yang kuat memancarkan dari tabrakan serangan mereka berdua.
***
Kemudian armada pesawat tempur Frieden mendapatkan kesempatan untuk bisa mendarat. Dengan serentak semua prajurit yang berada di dalam pesawat keluar menyerbu pasukan Pavonas.
Mereka menyerang pasukan Pavonas, mendominasi pertarungan, dengan cepat mengalahkan dua puluh lima persen pasukan yang ada.
Akan tetapi, sebuah bongkahan-bongkahan es yang cukup besar tiba-tiba bermunculan hingga menghempaskan para prajurit Frieden.
Disaat yang bersamaan, sebuah serangan elemen api dalam skala besar meluncur kea rah pasukan Frieden.
“Awas!” Teriak salah satu prajurit Frieden memberi peringatan pada para rekan-rekannya atas serangan yang meluncur ke arah mereka.
Disaat serangan elemen api itu hampir saja diterima oleh pasukan Frieden, tiba-tiba saja Aguirre muncul menolong mereka dengan mengeluarkan proyeksi energi berwarna merah hingga serangan tersebut dalam sekejap langsung lenyap.
“Untung saja aku sempat datang menyelamatkan mereka… Kalau tidak serangan kalian akan membunuh sebagian besar dari mereka, kakak-kakak.”
Dari kejauhan terlihat saudara dari pria Elfman itu yaitu Achilles dan Cyffredinol mendekat perlahan-lahan dengan ekspresi wajah datar.
“Hmph… Sepertinya kalian sedang berada di dalam kendali orang lain,” ucap Aguirre, langsung mengetahui bahwa kedua saudaranya itu sedang dikendalikan.
Tanpa pikir panjang Achilles maupun Cyffredinol masing-masing membentuk sebuah tombak dari kekuatan elemen es mereka, lalu meluncur mendekati Aguirre.
Dengan sigap, Aguirre menciptakan sebuah pedang dari kekuatan esnya dan menangkis serangan kedua saudaranya.
Aguirre menepis senjata-senjata es Achilles dan Cyffredinol dengan lincah, kemudian mengayunkan ke arah Achilles terlebih dahulu.
Disaat Achilles menghindar, Aguirre langsung mengubah arah serangannya pada Cyffredinol, namun dengan cepat langsung ditahan oleh saudaranya itu.
Achilles dan Cyffredinol secara bergantian melancarkan serangan kepada Aguirre, tetapi dengan mudah langsung dihindari oleh pria Elfman itu. Aguirre melancarkan serangan balik, dengan cepat kedua saudaranya langsung menghindar.
Serangan yang dilancarkan secara bergantian oleh mereka hanya bisa mengenai senjata mereka masing-masing.
Merasa kurang efektif menggunakan senjata yang dia pakai, Aguirre dalam sekejap mengubah pedang esnya menjadi kapak berukuran cukup besar.
Dengan satu kibasan dari kapak es tersebut, Cyffredinol dalam sekejap langsung terhempas walaupun sempat menangkisnya.
Aguirre kembali mengibaskan kapaknya kini mengarah kepada Achilles, tetapi serangan tersebut langsung dapat dihindari hingga hanya menghantam tanah saja.
Hal tersebut sontak menciptakan hempasan angin yang kuat serta tanah yang dihantam pria Elfman itu pun retak.
Aguirre mengangkat kapak esnya hendak kembali mengincar para saudaranya, namun sebuah bola esnya tiba-tiba meluncur di dekatnya.
Bola es tersebut dalam sekejap berubah menjadi bongkahan duri es yang sangat tajam, tetapi untung saja Aguirre langsung merunduk hingga benda tersebut tidak mengenainya.
Aguirre mengibaskan kapak esnya menghantam bongkahan duri es tersebut hingga hancur berkeping-keping.
Pria Elfman itu tiba-tiba terkejut melihat Cyffredinol dari kejauhan telah mengubah tongkat esnya kini menjadi sebuah busur panah.
**
Cyffredinol dengan kecepatan yang tidak lazim terus-menerus memunculkan serta meluncurkan lebih dari satu anak panah es kea rah Aguirre.
**
Dengan lihai Aguirre mengayunkan kapak esnya menepis semua anak panah es yang meluncur ke arahnya.
Sambil melakukan hal tersebut, Aguirre perlahan-lahan mendekati Cyffredinol.
“Ice cursed… Absolute command…”
Ternyata serangan Cyffredinol yang diarahkan kepada Aguirre hanya untuk membuat perhatiannya tidak terpusat kepada Achilles.
Saudaranya tersebut muncul dan langsung melancarkan sebuah serangan hingga Aguirre pun terhempas.
Dengan cepat Aguirre kembali berdiri, akan tetapi tiba-tiba pria Elfman itu merasakan tubuhnya menjadi kaku. Kapak esnya yang dipegangnya langsung terjatuh hingga pria itu perlahan-lahan mulai berlutut.
“Sial… Ini teknik es terkutuk,” keluh Aguirre nampak mengetahui efek dari serangan yang dilancarkan Achilles kepadanya.
Cyffredinol kembali mengubah busur esnya menjadi sebuah tombak dan bersamaan dengan Achilles maju mendekati Aguirre.
Keduanya mengarahkan tombak es mereka yang kini telah dilapisi oleh proyeksi energi mereka berdua ke arah Aguirre, namun untung saja Anselm muncul dan langsung melancarkan serangan dorongan yang begitu kuat hingga kedua Elfman itu terhempas ke jarak yang cukup jauh.
“Tuan Aguirre, kau tidak apa-apa?” Setelah menghempaskan Achilles dan Cyffredinol, Anselm menghampiri Aguirre dan bertanya tentang keadaan dari Elfman itu.
“Aku barusan menerima teknik yang merepotkan dari saudaraku… Tuan Anselm, apakah kau bisa menahan mereka, tapi kumohon jangan terlalu menyakiti mereka?”
“Tenang saja, aku tahu mereka saudaramu… Lagipula jika mereka tersadar, itu akan membuat pasukan menjadi lebih kuat lagi,” ucap Anselm, siap menahan dua Elfman itu sembari Aguirre mencoba membebaskan dirinya dari teknik milik Achilles.
Achilles dan Cyffredinol kembali maju dan kini bertarung melawan Anselm. Mereka berdua secara bergantian melancarkan tombak mereka, namun dengan sigap langsung dihindari oleh World Venerate Erstleland itu.
Anselm menggunakan teknik yang membuat pergerakan Achilles dan Cyffredinol tiba-tiba terhenti. Anselm menggunakan teknik dorongannya lagi hingga membuat dua Elfman itu kembali terhempas.
***
Di sisi lain, pasukan Erstleland, Fuegonia dan Riemic yang tiba langsung membantu pasukan Frieden yang sedang dengan pasukan lagi.
***
Di udara, salah satu Venerate Erstleland yang pernah menghadiri pertemuan di kota Nerbil datang bersama tujuh Continent Venerate yang berasal dari negeri Riemic membantu para Continent Venerate Frieden.
“Venerate Riemic… Apa yang kalian lakukan?” Ucap salah satu Continent Venerate Pavonas, terkejut melihat para Venerate Riemic membantu para Venerate dari Frieden.
Venerate-Venerate Riemic langsung menyerang mereka tanpa memberikan jawaban mengapa mereka membantu para Venerate Frieden.
***
Pada pertarungan antara World Venerate Frieden melawan Pavonas, tiba-tiba Saulovas bersama dengan Javor muncul dan membantu para World Venerate Frieden.
“Saulovas… Apa kau sudah gila? Kenapa kau membantu mereka?” Ucap salah satu World Venerate, terkejut melihat pemimpin negeri Riemic itu membantu para kubuh barat.
“Mohon maaf jika aku membelot di saat-saat terakhir… Tapi, aku telah tersadar sudah memihak ke kubuh yang salah,” balas Saulovas.
***
Beberapa saat kemudian, Vahal yang sebelumnya sempat pingsan setelah menerima serangan dari Raquille kini mulai tersadar.
“Lama tidak berjumpa denganmu tuan…” Saat membuka matanya, pria Pavonas itu terkejut dengan mata melotot melihat Elfman yang mengalahkannya pada dua belas tahun silam.
“Kau…” Melihat Raquille berada di depannya, Vahal seketika teringat tentang kejadian dua belas tahun yang lalu, dimana dia mendapatkan serangan yang cukup fatal dari pemuda Elfman itu hingga membuat cidera.
“Seharusnya aku sudah membunuhmu waktu karena sudah membuat Bohrneer dan Heinz kehilangan orang tua mereka,” ucap Raquille membentuk sebuah pedang dari kekuatan esnya.
“Tunggu tuan Elfman… Kau sudah salah paham, sejak hari itu aku sudah sangat bersalah…” Ucap Vahal, tiba-tiba mengungkapkan bahwa telah menyesal tentang kejadian dua belas tahun silam.
“Begitukah? Kau pikir aku bisa dibohongi olehmu… Aku bisa merasakan bahwa kau sudah berbohong.” Namun Raquille tidak bisa dibohongi karena sedang mengaktifkan kekuatan mata emasnya yang dapat merasakan kebenaran yang dikatakan oleh seseorang.