
“Sial…” Keluh Raquille tidak bisa memperkirakan gelang yang meluncur itu.
Karena gelang tersebut kini telah melingkar pada salah satu tangan pemuda Elfman itu, Yankee pun dengan cepat meluncur sambil menganyunkan dua pedang kait yang telah dilapisi oleh proyeksi energinya ke arah Raquille.
“Ukh…” Raquille pun terhempas walaupun sempat menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya.
Tanpa membuang waktu, Yankee dengan sigap kembali meluncur dan langsung menganyunkan pedang kaitnya lagi.
Akan tetapi, kali ini Raquille tidak tinggal diam, walaupun kini tidak bisa mengakses kekuatannya Venerate-nya, namun pemuda Elfman itu masih memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih kuat dari manusia biasa. Dengan kelincahannya Raquille pun melompat, memutar tubuhnya hingga berada di atas Venerate Pavonas itu.
Mengandalkan kekuatan fisiknya Raquille dengan kuat menganyunkan pedangnya pada Yankee.
“Akh…” Venerate Pavonas itu pun dengan sigap menangkis serangan Raquille, namun tetap membuatnya terdorong hingga menghantam tanah dengan keras.
Saat Raquille melanjutkan serangannya, Yankee pun dengan sigap memutar tubuhnya dan langsung berdiri kembali.
Yankee maju menyerang Raquille hingga mereka berdua seketika saling beradu pedang satu sama lain.
***
Di sisi lain, Aguirre tampak bertarung melawan tiga Venerate Pavonas sekaligus. Salah satu Venerate dengan menggunakan tombak melancarkan serangan elemen petir ke arah Aguirre.
“Blitzzauber…” Aguirre seketika membalas serangan Venerate itu dengan melancarkan serangan elemen petir juga.
“Akh…” Serangan Aguirre lebih unggul hingga membuat Venerate itu menjerit ketika menerima serangan dari pria Elfman tersebut.
“Ukh...” Aguirre maju mendekati Venerate tersebut, lalu melayangkan sebuah pukulan yang kuat, membuatnya terkapar tak berdaya.
Selanjutnya, seorang Venerate dengan menggunakan sebuah perisai muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi energi.
Aguirre menepis serangan tersebut dengan mengibaskan pedangnya, menciptakan sebuah kobaran apai yang besar.
Venerate tersebut dengan sigap mengakses kekuatan proyeksi energi ke perisainya hingga menciptakan sebuah perisai proyeksi yang besar menahan kobaran api tersebut.
“Ice shaping… Ice clones slasher…” Setelah kobaran api bersamaan dengan perisai proyeksi dari Venerate itu lenyap, Aguirre dengan cepat menciptakan kloningan dirinya menggunakan kekuatan elemen esnya, yang dimana masing-masing dari kloningannya tersebut memegang sebuah pedang es.
Kloningan es dari Aguirre maju ke arah Venerate tersebut dan secara bersamaan serta berturut-turut melancarkan serangan tebasan tanpa henti.
“Ukh…” Venerate tersebut sontak menjadi tak berdaya menerima serangan beruntun dari kloningan es Aguirre.
Dia pun jatuh terkapar di tanah dan kemudian langsung tak sadarkan diri.
Kemudian Venerate ketiga dengan kemampuan bilah pedangnya yang tiba-tiba bisa memanjang, seketika membuat Aguirre terkejut.
Aguirre menepis bilah pedang dari Venerate tersebut hingga hancur berkeping-keping, namun bilah pedang tersebut masih bisa kembali memanjang.
Dengan sekuat tenaga, Venerate itu langsung menganyunkan bilah panjangnya ke arah Aguirre.
Pria Elfman itu dengan refleks menahan bilah panjang Venerate tersebut menggunakan pedangnya, namun membuatnya terseret dari tempat dimana dia berdiri sebelumnya.
Aguirre sejenak memperlihatkan ekspresi menyeringai kemudian dengan cepat menepis bilah panjang itu hingga kembali hancur berkeping-keping.
“Uakh…!” Aguirre seketika mengibaskan pedang dengan kuat, menciptakan sebuah serangan tebasan elemen api yang besar sampai membuat Venerate itu terhempas ke jarak yang jauh.
“Eh…” Tiba-tiba Aguirre merasakan sebuah tekanan yang sontak membuat pergerakannya menjadi terasa berat.
Ternyata yang melakukan hal tersebut adalah seorang perempuan yang merupakan adik dari Verre, Continent Venerate Erstleland yang ditangkap oleh Vahal, dan sebelumnya pernah bertarung dengan pengguna kekuatan kekangan surgawi.
Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh seorang Venerate Pavonas yang lain untuk menyerang Aguirre.
Dengan menganyunkan sabit rantai yang telah dilapisi oleh proyeksi energi, Venerate itu mengincar bagian leher Aguirre, bertujuan untuk memenggal kepala pria Elfman itu.
Akan tetapi, seketika sabit rantainya seketika jatuh ke tanah karena tidak menyadari bahwa tekanan gravitasi yang berada disekitar Aguirre lebih besar.
“Eh…”
“Feuerzauber…” Dengan cepat Aguirre melancarkan serangan elemen api yang keluar dari dalam mulutnya membuat Venerate itu pun terhempas dan langsung tak sadarkan diri.
Melihat hal tersebut, perempuan yang bisa memanipulasi tekanan gravitasi kemudian menambah tekanan yang berada di sekitar Aguirre.
Hal tersebut membuat pria Elfman itu langsung terkapar saking besarnya tekanan gravitasi yang berada di sekitarnya.
“Apa?” Perempuan itu tiba-tiba terkejut melihat Aguirre tiba-tiba berkeping-keping menjadi bongkahan es.
Tanpa dia sadari, pria Elfman kini telah tepat dibelakangnya. Ketika Aguirre menyentuhnya, sekujur tubuh perempuan itu dalam sekejap langsung membeku.
“Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu,” ucap Aguirre, bermaksud membekukan perempuan itu hanya untuk menahan pergerakannya.
Setelah Aguirre mengalahkan perempuan itu, sebuah serangan proyeksi secara beruntun tiba-tiba meluncur ke arahnya.
Dengan sigap Aguirre langsung menepis semua serangan yang meluncur tersebut menggunakan pedangnya.
Kini seorang Venerate perempuan bernama Areum yang merupakan salah satu anggota pada pertemuan bersama Erissa, nampak menyerang pria Elfman itu.
Berkali-kali perempuan itu melancarkan serangan proyeksi menggunakan sebuah alat musik yang dipegangnya, namun hal tersebut percuma saja karena dengan mudah menepis menggunakan pedangnya sambil berjalan perlahan-lahan mendekati perempuan bernama Areum itu.
Tiba-tiba perempuan bernama Areum itu memperlihatkan ekspresi ketakutan ketika Aguirre akan menganyunkan pedangnya.
Lantas pria Elfman itu pun merasa kasihan dan langsung mengurungkan niatnya untuk menyerang perempuan itu.
“Blitzzauber…”
“Akh!” Namun, saat Aguirre berjalan melewati Areum, tiba-tiba pria Elfman itu menjentikkan jarinya, menciptakan sebuah sambaran petir dari langit yang langsung diterima oleh Areum, hingga membuatnya terkapar tak berdaya.
***
Lalu di sisi lain, Alyara yang sebelumnya bertarung dengan lima Venerate dari bangsa Slivan kini telah mengalahkan tiga diantara mereka.
Dua dari Venerate yang telah dikalahkannya tersebut tidak lain adalah Veicion dan Sineto. Kini yang tersisa hanyalah salah satu Venerate, yang masih saja bersikeras melawan walaupun sudah mencapai batasnya.
“Hentikan Siramarg… Jika waktu itu kau tidak memutuskan meninggalkan negeri Morseli, mungkin kau kini tidak akan menjadi musuhku,” ucap Alyara, menasehati Venerate tersebut, yang ternyata berasal dari negeri Morseli sebelum bergabung ke negeri Pavonas.
“Diam kau, tuan putri bodoh… Cepat maju kemari. Berapa kali pun kau menyerangku, aku masih kuat untuk melawanmu.” Tidak memperdulikan nasehat tersebut, pria bernama Siramarg itu lantas dengan percaya diri menantang Alyara untuk bertarung lagi.
Alyara menerima tantangan tersebut dan dalam sekejap bergerak menghampiri pria itu sambil merangkul pundaknya dari arah depan.
“Maafkan aku Siramarg… Tapi, kekuatanmu denganku yang sekarang sudah jauh berbeda… Bagaimanapun juga Land Venerate mustahil bisa mengalahkan World Venerate,” ucap Alyara, menyatakan bahwa pria itu bukanlah lawan yang sepadan baginya.
“Tidurlah dengan tenang…” Karena dalam keadaan lemah setelah berusaha melawan Alyara, pria itu pun mulai terpengaruh oleh teknik khusus dari putri negeri Morseli itu.
“Eh sial… Aku yakin jika kau bertemu dengan Ienin Sayruz, pasti dia tetap akan menolakmu,” ucap Siramarg kepada Alyara sebelum dia jatuh terkapar.
Setelah Siramarg tak sadarkan diri, Alyara kemudian mengelus kepala pria itu sambil menunjukan ekspresi sedih.