
“Entah apa yang terjadi, tapi kita sepertinya harus melawan mereka… Kakak, Harry apa kalian siap?” Tanya Raquille.
Tanpa harus menjawab, Hyphilia dan Haltryg pun langsung memunculkan senjata suci mereka masing-masing. Hyphilia memunculkan dua pisau yang memiliki bilah berbentuk busur, yang kedua gagang dari pisau tersebut dihubungkan oleh sebuah rantai yang panjang, sementara Haltryg memunculkan sebuah kapak berukuran cukup besar.
Palu milik Raquille yang sebelumnya dilemparkannya seketika meluncur ke arahnya dan ditangkap oleh pemuda Elfman itu.
**
Dalam sekejap ketiga Venerate tingkat atas negeri Brizora itu langsung meluncur ke arah Raquille, Hyphilia dan Haltyg sambil menganyunkan senjata suci mereka masing-masing.
Dalam sekejap pula, Raquille, Hyphila dan Haltryg langsung menangkis ayunan serangan dari ketiga Venerate tingkat atas Brizora itu hingga menciptakan sebuah hempasan serta tekanan kekuatan yang kuat di sekitar mereka.
Arn serta Asulf yang berada di belakang mereka nampak kesulitan menahan diri mereka serta Anhilde yang masih tidak sadarkan diri agar tidak terhempas oleh hempasan angin yang kuat dari tabrakan serangan para Venerate tingkat atas tersebut.
Raquille, Hyphilia dan Haltryg seketika menepis serangan dari ketiga Venerate Brizora tersebut. Raquille dengan kuat melempar palunya ke depan menghantam pria yang disebut sebagai tuan muda tersebut hingga terhempas.
Haltryg seketika meganyunkan kapaknya ke arah Venerate Brizora yang berhadapan dengannya. Walaupun sempat menangkis ayunan kapak Haltryg menggunakan tombaknya, namun Venerate Brizora itu tetap terhempas akibat sulit menahan tekanan kekuatan dari serangan pemuda tersebut.
Sedangkan untuk Hyphilia, Elfman perempuan itu dengan sigap meluncurkan kedua pisau yang terhubung oleh sebuah rantai panjang secara acak ke arah Venerate Brizora yang dilawannya.
“Ukh…” Akibat sulit menangani luncuran pisau-pisau yang dilakukan oleh Elfman perempuan itu, Venerate Brizora tersebut lantas beberapa kali menerima serangan tebasan hingga membuat beberapa bagian tubuhnya seketika terluka.
“Windzauber…” Dengan sigap Hyphilia melancarkan serangan hempasan elemen angin yang kuat hingga membuat Venerate yang dihadapinya sontak terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Raquille, Hyphilia dan Haltyg masing-masing meluncur ke arah Venerate yang mereka lawan.
Palu dari Raquille kembali ke tangannya lagi kemudian mengayunkannya ke arah Venerate yang sebelumnya diseranga olehnya.
Dengan cepat Venerate tersebut kembali berdiri, lalu mengaktifkan kekuatan dari pedangnya hingga memancarkan proyeksi elemen petir yang cukup besar.
Dia kemudian mengayunkan pedangnya bertabrakan dengan palu yang diayunkan oleh Raquille, hingga menciptakan pancaran elemen petir bertegangan tinggi karena kekuatan dari masing-masing senjata suci dari Raquille serta Venerate Brizora itu sama-sama memiliki kemampuan elemen petir.
Raquille kemudian meladani pria itu untuk beradu serangan. Secara bergantian, mereka berdua melancarkan serangan, menangkisnya serta menghindarinya.
**
Di sisi lain, Haltryg berhadapan dengan Venerate Brizora yang menggunakan sebuah tombak. Dengan lincah, walaupun senjata yang digunakannya merupakan sebuah senjata yang berukuran besar serta berbobot cukup berat, namun pemuda itu nampak dengan mudah melancarkan serangan secara cepat ke arah Venerate yang dilawan olehnya.
**
Sedangkan di sisi Hyphilia, Elfman perempuan itu kembali dengan acak meluncurkan kedua pisaunya secara berulang-ulang kali hingga membuat Venerate Brizora yang sedang berhadapan dengannya terus saja mendapatkan luka akibat sulit untuk menepis ayunan serangannya.
“Hei, kau ini memang cantik, tapi kenapa kau suka sekali menyiksa orang seperti ini?” Ucap Venerate yang sedang berhadapan dengan Hyphilia, nampak mengeluh karena Elfman perempuan itu terus saja melancarkan serangan yang sulit ditangani olehnya.
Hyphilia tidak menghiraukan ucapan dari Venerate tersebut dan tetap terus melakukan gaya serangannya.
Tiba-tiba Hyphilia meluncurkan salah satu pisaunya ke arah lain, dan bukan mengarah ke Venerate Brizora yang dihadapinya tersebut.
**
Ketika Venerate yang dihadapanya menganyunkan sebuah serangan, Raquille dengan cepat langsung menepisnya ke atas, dia dengan cepat memunculkan pancaran elemen petir pada palunya tersebut sambil menganyunkannya ke arah Venerate tersebut.
“Eh…” Dengan ekspresi heran, Raquille pun kebingungan, palu yang dipegangnya tiba-tiba telah menghilang dari tangannya.
“Lightning strike…”
“Ukh…” Melihat kesempatan dimana Raquille merasa kebingungan kehilangan palunya, Venerate yang berhadapan dengannya seketika melancarkan serangan proyeksi elemen petir, yang langsung diterima oleh pemuda Elfman itu serta membuatnya seketika terhempas.
**
Kembali ke sisi Hyphilia, dimana ternyata palu milik Raquille yang tiba-tiba menghilang sebelumnya ternyata dengan sengaja dikaitkan oleh Hyphilia ke senjata miliknya. Rantai pisau yang mengait palu milik Raquille tersebut sontak diluncurkannya dengan kuat hingga dengan keras menghantam Venerate Brizora yang dilawannya sambil memancarkan pancaran elemen petir bertegangan tinggi.
Venerate yang dilawan oleh Elfman perempuan itu kemudian jatuh terkapar dan dalam sekejap tak sadarkan diri.
Setelah mengalahkan Venerate tersebut Hyphilia kemudian meluncurkan rantai pisaunya yang masih terikat dengan palu milik Raquille ke arah Venerate yang disebut sebagai tuan muda tersebut.
Akan tetapi, sadar dengan luncuran serangan itu, Venerate tersebut dengan cepat menangkap senjata milik Hyphilia itu lalu menariknya dengan kuat hingga Elfman perempuan itu meluncur ke arahnya.
“Lightning strike… Holy slash…”
Disaat pria itu sedang melancarkan serangan tebasan yang memancarkan elemen petir, tiba-tiba Hyphilia hancur menjadi bongkahan es, membuat pria tersebut pun langsung kebingungan.
“Ekh…” Disaat yang bersamaan, palu milik Raquille yang masih terikat bersama rantai pisau milik Hyphilia seketika bergerak melilit pria tersebut.
“Akh…” Dalam sekejap, palu yang layaknya memiliki kepribadian itu langsung memancarkan pancaran elemen petir bertegangan tinggi, hingga pria itu dapat merasakannya dan sontak jatuh berlutut.
Dengan cepat palu yang masih terikat dengan rantai pisau tersebut melepaskan pria itu, namun disaat yang bersamaan Hyphilia tiba-tiba muncul di depan pria itu.
“Ice shaping… Ice giant humanoids…” Dalam sekejap, Hyphilia mengakses kekuatan elemen es miliknya, menciptakan sesosok makhluk es berukuran besar.
Seketika makhluk es itu langsung melancarkan sebuah pukulan hingga Venerate tersebut terhempas ke jarak yang jauh.
Tak berapa lama kemudian, Raquille datang menghampiri Hyphilia bersamaan dengan palu milik pemuda Elfman tersebut yang membawa senjata suci milik Elfman perempuan itu.
Palu tersebut dengan sendirinya melepaskan ikatannya pada rantai pisau milik Hyphilia kemudian jatuh ke tangan Elfman perempuan itu, sembari palu tersebut kembali ke tangan Raquille.
**
Venerate yang dihempaskan oleh Hyphilia sebelumnya kembali berdiri kemudian mengangkat pedangnya ke atas, dalam sekejap sebuah sambaran petir dari langit meluncur menyambar Venerate tersebut hingga memancarkan pancaran elemen petir.
“Holy lightning strike…”
Pria itu seketika meluncur ke depan, membuat Hyphilia langsung mengendalikan makhluk es ciptaannya untuk menghadang pria tersebut, tetapi hanya dengan mengacungkan pedangnya ke depan, seketika makhluk es tersebut hancur berkeping-keping, dilewatinya.