The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 115 - Negeri kubuh timur membelot



–13 Juli 3029–


Sehari kemudian, pasukan kubuh barat yang dipimpin oleh Aguirre dan Anselm berhasil mengambil alih semua wilayah yang diduduki oleh pasukan negeri Riemic.


Mereka kemudian secara langsung masuk ke wilayah Riemic untuk melancarkan serangan balasan yang menjadi salah satu rencana dari organisasi GANCO.


Akan tetapi, saat berada di negeri tersebut tidak ada satupun pasukan Riemic mencoba melawan ataupun berusaha untuk mempertahankan wilayah mereka.


Dengan terheran-heran pasukan kubuh barat menyaksikan pasukan negeri Riemic malah menyambut kedatangan mereka dengan baik-baik tanpa melakukan perlawanan.


***


Armada pesawat tempur kubuh barat tiba di kota Nilivus yang menjadi pusat pemerintahan dari negeri Riemic.


Aguirre dan Anselm, serta para bawahan mereka turun dari pesawat tempur sambil memperhatikan para prajurit Riemic yang telah berbaris dengan rapih untuk menyambut mereka.


Layaknya menyambut sebuah aliansi, para prajurit Riemic bahkan menyoraki pasukan kubuh barat.


Melihat hal tersebut, Aguirre serta yang lain tetap bersiaga dengan rencana dari pasukan tersebut. Kubuh barat bahkan telah mempersiapkan diri jika nantinya pasukan musuh tersebut akan melakukan serangan dadakan kepada mereka.


Aguirre memperhatikan gerak-gerik prajurit-prajurit Riemic, dan akan langsung menyerang mereka jika melihat sebuah pergerakan yang mencurigakan baginya.


“Sambutlah presiden persatuan repubik Riemic, Saulovas Revicius,” ketika salah satu prajurit mengumumkan nama pemimpin mereka, seketika Saulovas pun muncul.


Pria itu berjalan menghampiri Aguirre dan Anselm yang berada paling depan diantara barisan pasukan kubuh barat.


“Salam tuan-tuan, maaf membuat kalian bingung dengan sikap baik kami,” ucap Saulovas dengan nada sopan.


“Tuan Anselm dari Erstleland… Tuan Aguirre dari Fuegonia, bahkan pangeran Blueland bisa kukatakan,” lanjutnya menyapa Anselm dan Aguirre.


“Tak usah berbasa-basi, apa sebenarnya tujuan kalian seperti ini?” Tanya Aguirre dengan serius.


“Tuan Aguirre, seperti yang anda lihat kami tidak mau melawan kalian… Lagipula aku sangat segan kepadamu karena bisa dikatakan bahwa kau diakui sebagai salah salah satu World Venerate terkuat di benua Aizolica… Ditambah juga kami tidak mau berurusan dengan ayah anda, jika sesuatu terjadi kepada anda,” jawab Saulovas.


“Heh, walaupun kau begitu, tapi nyatanya kalian sudah berhasil menangkap dan memaksa dua saudaraku menjadi bagian kalian.”


“Soal dua saudara anda, aku juga tahu itu, namun itu semua adalah perbuatan murni dari orang-orang Pavonas, kami tidak ikut andil dalam hal itu.”


“Alasan macam apa itu? Aku sudah muak dengan tingkah kalian… cepat serang aku, atau kuratahkan negeri kecilmu ini.”


Saking kesalnya, Aguirre langsung mengaktifkan tekanan kekuatannya hingga semua Venerate yang berada disekitarnya dapat merasakan hal tersebut.


Beberapa prajurit Riemic yang tidak kuat menahan tekanan kekuatan Aguirre seketika terhempas, namun prajurit Riemic yang masih bisa menahan tekanan kekuatan Aguirre, tidak sedikitpun mencoba melakukan perlawanan.


Entah apa yang terjadi dengan mereka, Aguirre pun yang memperhatikannya seketika berhenti mengeluarkan tekanan kekuatannya.


“Sudah kukatakan bahwa kami tetap tidak akan menyerang kalian,” ucap Saulovas.


“Apa tujuan kalian sebenarnya?” Tanya Aguirre.


“Aku beserta semua pasukan negeri Riemic bertujuan untuk membelot ke pihak kubuh barat, karena itu mari kita bersama melawan Pavonas dan Graina agar benua ini bisa terbebas dari pengaruh kubuh timur,” jawab Saulovas dengan ekspresi yang serius.


Mendengar hal tersebut, semua prajurit kubuh barat sontak terkejut. Mereka kini yakin bahwa pernyataan yang diberikan oleh pemimpin negeri Riemic itu tidak mengada-ngada.


***


Tak lama kemudian, Aguirre, Anselm dan dua Continent Venerate dari Erstleland berkumpul bersama dengan Saulovas dan pria yang sebelumnya bersamanya, yang juga merupakan seorang World Venerate di sebuah ruangan pertemuan.


Ditempat itu juga hadir beberapa prajurit Continent Venerate dari Riemic untuk membahas tentang penyerangan mereka ke wilayah Pavonas.


“Karena itu jika kita berhasil mengalahkan pasukan negeri itu, maka negeri Graina yang menjadi aliansi terakhir mereka secara otomatis akan menyerah juga…”


“Akan tetapi, untuk mengalahkan Pavonas tidak semudah seperti membalikan telapak tangan…” Sambung Saulovas.


“Dibanding negeri-negeri yang lain, Pavonas memiliki jumlah Venerate tingkat tinggi dua kali lipat lebih banyak… Itu juga belum termasuk Venerate yang berhasil mereka tangkap.”


“Jadi mereka memiliki Venerate lebih banyak… Kalau begitu aku jadi tertarik untuk menangkap beberapa diantara mereka,” ucap Aguirre sontak menjadi antusias setelah mendengar penjelasan dari Saulovas.


“Tuan Aguirre, ternyata kau tidak sedikitpun takut ataupun ragu dengan kekuatan negeri itu… Aku menghargainya, tapi kita tetap harus memiliki sebuah rencana jika harus menyerang mereka,” ucap Saulovas.


“Aku paham, kita tetap harus memiliki sebuah rencana untuk menyerang mereka.”


Walaupun antusias dengan penjelasan sebelumnya, namun Aguirre tetap masih memiliki sifat sabaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan adiknya Raquille yang memang memiliki sifat kurang sabaran serta sering melakukan aksinya tanpa sebuah rencana yang matang.


“Kalau begitu rencana utama yang akan kita lakukan yaitu membiarkan pasukan kubuh barat yang lain berhadapan dengan pasukan Pavonas… Dan setelah Pavonas mulai kewalahan, disaat itulah kita datang dan melakukan serangan dadakan…”


***


Berpindah ke tempat lain, dimana kapal pasukan Ledyana yang juga dinaiki oleh Raquille telah berlabuh di sebuah kota pelabuhan yang berada di sebuah negeri yang bernama Morseli, negeri yang berbatasan dengan negeri Ledyana di bagian utara, negeri Graina di bagian timur, serta negeri Pavonas di bagian selatan.



Negeri ini juga mempunyai status yang sama seperti negeri Ledyana, dengan masuk sebagai anggota semi-resmi dari aliansi SGS atau kubuh timur.


Raquille, Azouraz bersama para prajurit Ledyana turun dari kapal mereka kemudian berjalan memasuki kota pelabuhan tersebut.


“Jadi negeri ini juga adalah salah satu anggota kubuh timur, dan akhirnya memutuskan untuk membelot?” Tanya Raquille.


“Benar, negeri Morseli juga memutuskan untuk membelot ke kubuh barat, hanya saja mereka masih belum melakukan sebuah pergerakan hingga pihak kubuh timur berpikir bahwa mereka masih berada di pihak kubuh timur,” jawab Azouraz.


Sambil berbincang tentang pasukan Morseli, mereka pun akhirnya sampai di sebuah bangunan besar yang berada di kota tersebut.


Azouraz mengajak Raquille masuk ke dalam, sedangkan para prajuritnya menunggu diluar.


**


Di dalam Raquille terkejut karena bangunan yang mereka masuki ternyata merupakan sebuah kedai mewah yang tidak ada pengunjungnya sama sekali.


“Hei, apa kita kemari hanya untuk makan? Siapa orang yang akan kita temui?” Tanya Raquille penasaran.


“Tentu saja kita kemari bukan untuk makan… Orang yang akan kita temui merupakan salah satu Venerate terhormat negeri Morseli jadi pertemuannya harus yang terbaik… Sedangkan tempat yang paling bagus di kota ini hanyalah tempat ini,” ucap Azouraz.


Mereka berdua berjalan lebih masuk ke dalam hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan khusus.


Tampak seorang perempuan cantik dengan berpenampilan mengenakan sebuah gaun berlengan panjang, dengan dihiasi ornamen-ornamen batu kristal berwarna-warni.


“Azouraz, kenapa kau lama sekali sampai?” Ucap perempuan itu.


“Maafkan aku, ternyata masalah di negeri Nascunia selesai lebih lama dari perkiraanku.”


*


“Hmph, dia salah satu Venerate terkuat negeri ini yah… Kurasa usianya berada di sekitar dua puluhan… Atau mungkin saja tiga puluhan…”


“Entahlah, penampilan sebenarnya dapat menipu usia.”


Raquille sedikit terkesima melihat perempuan itu sehingga membuatnya menerka-nerka usia dari perempuan tersebut.