The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 264 - Masa lalu Arn



“Ayo pergi dari sini…” Ketika melihat sebuah efek ledakan yang sangat besar seketika meluas ke arah mereka, Sheafear dengan cepat kembali menyimpan senjata penghancur tersebut, kemudian menyuruh Arn beranjak dari dalam dimensi tersebut.


Dengan sigap sambil memegang Raquille yang tidak sadarkan diri, Arn pun langsung terbang meluncur bersama dengan Sheafear untuk keluar dari dalam dimensi tersebut.


**


“Semuanya…! Cepat menjauh dari portal itu!” Teriak Sheafear, memperingati para Venerate tingkat tas untuk pergi menjauh dari jangkauan portal yang berada di dekat mereka.


Tanpa pikir panjang, karena melihat ekspresi Sheafear yang tampak meyakinkan, para Venerate tingkat atas pun langsung terbang menjauh dari portal yang dibuka oleh Raquille sebelumnya.


Dalam sekejap efek ledakan yang sangat besar tersebut keluar dari dalam portal menerjang apa yang berada di sekitarnya.


Karena memiliki pancaran tekanan kekuatan serta hempasan angin yang kuat, para Venerate tingkat atas pun langsung terhentak tidak kuat menahan hal tersebut.


–26 Juli 3029–


Waktu pun berlalu, keesokan harinya Raquille tiba-tiba tersadar telah terbaring, dimana terlihat Hyphilia sedang duduk menyilangkan kakinya disamping Raquille untuk menunggu pemuda Elfman itu tersadar.


“Raquille… Akhirnya kau sadar juga…” Ucap Hyphilia, nampak sangat senang melihat Raquille tertidur, hingga membuatnya langsung memeluk pemuda Elfman itu.


“Kakak… Bagaimana dengan makhluk hitam serta dimensi itu?” Tanya Raquille.


“Jangan khawatir… Makhluk hitam tersebut sudah berhasil dimusnahkan berkat raja Ierua itu…” Jawab Hyphilia.


“Tapi, untuk portal yang berada menghubungkan dimensi itu masih belum bisa tertutup, karena tidak ada satupun dari kami yang bisa menutupnya, selain kau Raquille,” lanjut Hyphilia, menjelaskan kepada pemuda Elfman itu.


“Baiklah… Kurasa waktunya aku menutup portal itu…” Respon Raquille, kemudian kembali berdiri.


“Kenapa harus sekarang? Setidaknya beristirahat dulu… Tenang saja, para World Venerate sudah memastikan bahwa makhluk raksasa itu memang benar-benar sudah musnah,” ucap Hyphilia.


“Tidak apa-apa… aku sudah kembali pulih akibat tidak sadar sebelumnya…” Balas Raquille, meyakinkan kepada Hyphilia bahwa keadaannya sudah baik-baik saja, karena para ras Elfman sebenarnya mampu untuk memulihkan keadaan mereka ketika sedang tertidur ataupun sedang tidak sadarkan diri.


“Ngomong-ngomong… Dimana Arn?” Tanya Raquille, memikirkan Arn selain menutup portal yang sebelumnya dibuka olehnya.


“Arn… Kurasa dia sedang menyendiri karena merasa bersalah akibat mengancammu sebelumnya,” jawab Hyphilia.


Sembari Hyphilia menjelaskan mengenai keberadaan Arn, Raquille pun memeriksa leher Hyphilia, dan mendapati bahwa tanda rune yang dibuat oleh Arn ternyata sudah menghilang.


“Jangan khawatir Raquille… Arn sudah menghilangkan tanda itu ketika kejadian sebelumnya berakhir… Dia bahkan langsung meminta maaf karena berbuat seperti itu kepadaku untuk mengancammu,” ucap Hyphilia.


“Syukurlah… Kalau begitu kakak, aku mau menemui Arn untuk berbicara sesuatu kepadanya,” ucap Raquille.


“Raquille… Tolong jangan terlalu memarahinya, karena walaupun juga kalian selama ini sudah saling menganggap seperti saudara satu sama lain,” ucap Hyphilia, berpesan kepada Raquille ketika hendak menemui Arn.


“Jangan khawatir kakak… Aku tidak akan memarahi adikku itu... Walaupun sekarang dia sudah menjadi lebih tua dibandingkan denganku, tapi pada awalnya aku memanglah kakak bagi pria itu,” respon Raquille.


***


Beberapa saat kemudian, setelah berkeliling di padang rumput tersebut mencari Arn, Raquille tiba-tiba melihat pria itu nampak sedang duduk di pinggir danau sedang melamun memikirkan sesuatu.


Tanpa pikir panjang, pemuda Elfman itu datang menghampiri Arn, dan langsung memukul pundak pria itu dengan tujuan hanya untuk bergurau saja.


“Kakak… Kau sudah sadar,” ucap Arn, nampak terkejut serta merasa bersyukur melihat pemuda Elfman yang sudah dianggapnya sebagai saudara itu telah sadarkan diri.


“Kenapa kau berada disini bodoh?” Tanya Raquille.


“Maaf… Karena hal yang kulakukan, aku bahkan tidak merasa enakan untuk bertemu dengan semua Venerate yang ada disini, karena itu sedari kemarin aku terus duduk disini sampai kau akhirnya datang menemuiku sekarang,” jawab Arn.


“Heh, memang pantas kau harus dikucilkan seperti ini karena tidak mendengarkan apa yang kukatakan…”


“Tapi, karena kau merupakan saudaraku, aku tidak akan boleh membencimu bagaimanapun keadaannya… Yang pasti aku sangat membenci ketika kau mengatakan akan mengorbankan dirimu untuk menahan makhluk hitam sebelumnya…”


“Itu akan membuat diriku sia-sia telah menolongmu beberapa tahun yang lalu ketika kau terjebak di negeri Ereise,” ucap Raquille secara panjang lebar, menasehati pria itu.


“Aku juga sangat berterima kasih karena telah menyelamatkanku pada hari itu… Aku tidak menyangka bahwa hari itu kau akan datang menyelamatkanku, padahal aku berpikir hari itu adalah hari terakhirku,” ucap Arn, menceritakan kejadian masa lalu yang menimpahnya.


“Kau tahu Arn… Bukan hanya kau yang menyesal… Aku juga sebenarnya merasa menyesal ketika terlambat datang untuk menyelamatkan rekan-rekanmu, termasuk Freynile pada hari itu…” Balas Raquille, nampak merasa menyesal mengenai kejadian yang menimpa Arn dimasa lalu.


“Kakak… Itu bukan kesalahanmu. Kau bahkan sudah berusaha keras datang kesana untuk menyelamatkanku, namun hanya aku saja yang tidak bisa menerima bahwa selama ini orang yang kucintai sudah tiada…”


Ketika mengatakan hal tersebut, Arn tiba-tiba meneteskan air mata, nampak merasa sedih ketika mengingat kembali kejadian yang terjadi kepadanya saat dirinya kehilangan Freynile, Elfman perempuan yang memiliki hubungan spesial dengannya.


–Mei sampai Juni 3013–


Enam belas tahun yang lalu, dimana Arn yang masih berusia dua belas tahun pertama kali masuk ke akademi sihir negeri Blueland bersama dengan dua saudara kembarnya, Anhilde dan Asulf.


Ketika berada petama kali masuk ke dalam akademi tersebut para murid diwajibkan terlebih dahulu untuk menentukan tingkatan kekuatan mereka agar bisa memasuki kelas-kelas para murid Venerate penyihir sesuai dengan tingkatan kekuatan mereka tersebut.


Ketiga para murid-murid baru akademi sihir menentukan tingkatan kekuatan mereka, Anhilde dan Asulf berhasil mencapai tingkatan Division Venerate, dan sedangkan saudara kembar tertua mereka, Arn berhasil mencapai tingkatan yang lebih tinggi, yaitu District Venerate, tingkatan yang cukup tinggi untuk seukuran murid baru dalam akademi tersebut.


***


Selama beberapa hari masuk ke akademi sihir dan menjalani pelatihan pertama Arn yang menjadi satu-satunya murid District Venerate diantara murid-murid akademi sihir selalu mendapatkan nilai tertinggi saat menjalani pelajaran pertama, hingga membuatnya menjadi terkenal diantara murid-murid yang lain.


***


Beberapa hari kemudian setelah berhasil masuk ke dalam kelas sesuai dengan tingkatannya, Arn yang pada dasarnya merupakan anak yang cukup usil, serta memiliki rasa penasaran yang tinggi, mengajak dua saudara kembarnya untuk berkeliling ke dalam akademi sihir.


Mereka yang penasaran dengan kegiatan para murid-murid di kelas yang lebih tinggi, sontak masuk ke sebuah bangunan yang biasa digunakan oleh para murid-murid kelas Land Venerate untuk berlatih.