
Kembali pada Raquille dan yang lain, dimana Cyffredinol akhirnya berhasil melepas rindunya kepada Phyton, putranya tersebut.
Akan tetapi, pria Elfman itu masih merasa khawatir karena belum menemui ibu dari anaknya tersebut yang merupakan orang yang dicintainya juga.
“Apakah kau mau mengikuti kami pulang Phyton?” Tanya Cyffredinol.
Mendengar hal tersebut, Phyton pun merasa ragu karena sebenarnya sudah terikat janji kepada Erissa menjadi prajurit Pavonas.
“Tuan Cyffredinol… Maksudku ayah, aku memang senang bisa bertemu denganmu, tapi sayangnya aku sekarang sudah menjadi salah satu Venerate negeri ini,” ucap Phyton.
Walaupun merasa sedih harus kembali berpisah dengan putranya tersebut, namun Cyffredinol pun mengerti tentang keadaan dari putranya tersebut.
“Namun, aku harus mengatakan ini kepada kalian yang sebagai Venerate Blueland… Bahwa cepat atau lambat Ierua akan segera menyerang daratan utama Blueland…”
“Aku juga akan berusaha membantu kalian menyerang negeri asalku itu,” ucap Phyton, menjelaskannya kepada tiga Elfman bersaudara itu.
“Ierua yah… Memang sejak Raquille menghilang, negeri itu telah melakukan penyerangan mereka dan berhasil menguasai sebagian pulau Whiteland,” ucap Aguirre.
“Iya, ditambah lagi bahwa ay…”
“Kakak, tahan dulu… Biar hal itu diketahui oleh Raquille sendiri.” Ucapan Cyffredinol sontak dipotong oleh Aguirre karena belum saatnya Raquille mengetahui hal tersebut.
“Hei, apa yang sebenarnya kalian berdua sembunyikan dariku? Katakan Aguirre… Cyffredinol…” Mendengar hal tersebut, Raquille pun menjadi penasaran hingga membuatnya langsung bertanya kepada kedua saudaranya tersebut.
“Kau harus mengetahuinya sendiri ketika berkunjung ke Blueland nantinya… Lagipula aku mau menguji sifat keingintahuanmu itu.” Namun, Aguirre tidak mau menjawab pertanyaan adiknya tersebut dengan memberi alasan hal tersebut harus diketahui oleh pemuda Elfman itu sendiri.
“Sial…” Umpat Raquille, merasa kesal tidak bisa mengetahui apa yang disembunyikan oleh Aguirre dan Cyffredinol.
***
Beberapa saat kemudian, Raquille dan yang lain pun menemui Erissa untuk segera berpamitan dan langsung pergi meninggalkan negeri tersebut karena masalah yang ada di tempat itu sudah diselesaikan.
“Phyton, kuharap kita bisa bertemu lagi dan baik-baik di tempat ini,” ucap Cyffredinol sambil memeluk Phyton, walaupun sebenarnya merasa berat harus berpisah kembali dengan anaknya itu.
“Iya… Kuharap kau juga baik-baik ayah,” balas Phyton, memeluk Cyffredinol dengan erat.
***
“Jadi kau sudah mau pergi?” Tanya Erissa pada Raquille.
“Untuk apa aku tetap berada di tempat ini? Lagipula aku bukan Venerate Pavonas,” jawab Raquille.
“Tapi, apa yang harus kulakukan untukmu sekarang?” Lanjut Raquille, bertanya pada perempuan itu.
“Mungkin nanti jika waktunya sudah tepat,” jawab Erissa, tetap mengatakan hal yang sama tentang pernyataan Raquille tersebut.
“Baiklah kalau begitu… Sampai jumpa lagi pemimpin agung Pavonas yang baru,” ucap Raquille sambil beranjak bersama Aguirre dan Cyffredinol serta melambaikan tangannya kepada Erissa.
**
“Tunggu dulu… Kurasa ada seseorang yang kulupakan.” Ketika mereka sedang berjalan meninggalkan Erissa, tiba-tiba Raquille teringat pada seseorang dan langsung menyuruh kedua saudaranya untuk menunggu.
Raquille berlari ke suatu tempat entah pergi kemana untuk menemui seseorang.
“Aku yakin pasti dia akan menemui tuan putri itu,” ucap Aguirre, menarik kesimpulan bahwa yang akan ditemui oleh Raquille merupakan Alyara.
***
Raquille yang sedang berlari tiba berhenti sejenak karena melihat Alyara bersama dengan seorang pria. Dia kemudian berjalan perlahan untuk mendekati mereka.
“Raquille…” Ucap Alyara melihat pemuda Elfman itu.
“Apa dia orang yang kau sukai itu?” Tanya Raquille, penasaran.
“Tidak… Bukan dia orangnya,” jawab Alyara.
Mendengar hal tersebut Siramarg sontak terkejut hingga menatap Alyara dengan sedikit merasa kesal.
“Tapi, pria ini yang mengubah pandanganku untuk menyukai orang yang benar-benar tulus kepadaku,” lanjut Alyara.
Ekspresi Siramarg yang sebelumnya sedikit kesal tiba-tiba berubah menjadi senang serta tersenyum setelah mendengarkan penjelasan dari putri negeri Morseli itu.
“Baguslah… Aku merasa senang mendengar jika kau merasa bahagia tuan putri,” ucap Raquille.
Pemuda Elfman itu kemudian mendekati Siramarg dengan ekspresi serius, membuat Siramarg kebingungan, dan disaat bersamaan sedikit ketakutan karena mengetahui bahwa pemuda Elfman tersebut adalah World Venerate.
“Hei tuan prajurit… Hanya satu yang ingin kukatakan, walaupun aku belum lama mengenal tuan putri Alyara, tapi aku tidak mau mendengar bahwa kau nanti menyakitinya… Kau harus berjanji padaku untuk terus menjaganya,” ucap Raquille dengan ekspresi wajah yang serius.
“Bagaimana bisa aku menjaganya? Jelas saja Alyara yang harus menjagaku karena dia jauh lebih kuat dibandingkan denganku,” balas Siramarg.
“Aku tidak mau mendengar alasanmu itu… Pokoknya kau harus berjanji,” ucap Raquille dengan tegas.
Siramarg pun lantas menganggukkan kepalanya mengerti dengan ucapan Raquille untuk selalu menjaga putri Morseli itu.
“Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi tuan putri, aku pergi dulu,” ucap Raquille pada Alyara.
“Iya, sampai jumpa…” Balas Alyara.
“Eh…” Raquille tiba-tiba memeluk putri Morseli itu sebelum beranjak dari tempat itu.
Siramarg pun langsung merasa kesal ketika melihat kelakuan Raquille memeluk perempuan yang disukainya.
“Maaf tuan prajurit, setidaknya berikan kesempatan padaku walau hanya kali ini,” ucap Raquille sambil pergi meninggalkan tempat itu.
***
“Ayo kita pergi sekarang…” Raquille kembali menemui Aguirre dan Cyffredinol kemudian mengajak meraka untuk pergi.
“Hei para jangkung… Apa kalian memerlukan tumpangan? Tujuan kami juga akan ke kota Vinks terlebih dahulu.” Ketika ketiga Elfman itu akan segera beranjak, tiba-tiba Hefaistos langsung menawarkan mereka untuk berangkat bersama dengan para Venerate Lightio.
Raquille dan kedua saudaranya sempat ragu ketika Hefaistos menawarkan hal tersebut kepada mereka, namun ketiga Elfman itu pun tetap menerima tumpangan tersebut dan akhirnya pergi meninggalkan kota Vosmoc.
–18 Juli 3029–
Keesokan harinya seluruh pasukan kubuh barat yang terdiri dari negeri Frieden, Erstleland, Brizora, Calferland, Serepusco, Midauz, Nascunia, Fuegonia dan Lightio berkumpul di kota Nerbil mengadakan sebuah pesta kemenangan mereka atas kubuh timur. Tidak lupa juga ditempat itu berkumpul beberapa pasukan yang membantu kubuh barat untuk meraih kemenangan, yang tidak lain adalah pasukan negeri Tsureya, serta negeri kubuh timur yang membelot ke kubuh barat yaitu negeri Riemic maupun Ledyana.
“Semuanya… Hari ini merupakan hari yang paling bahagia bagi kita para pasukan GANCO, karena selama bertahun-tahun akhirnya kita bisa mengalahkan serta membubarkan kubuh timur yang selalu meresahkan kedamaian kita di benua ini,” ucap Geonard, memimpin acara para pasukan kubuh barat.
“Sebelum kita berpesta dengan bahagia aku ingin kita sejenak diam untuk menghormati para pejuang kita, bahkan para pejuang musuh yang gugur di medan perang.”
Dalam arahan dari raja negeri Frieden tersebut, seluruh pasukan Venerate dari berbagai negeri kubuh barat langsung menundukkan kepala mereka kebawah dalam waktu yang cukup lama.