The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 68 - Perselisihan antar kubuh barat



Dari balik pancaran sinar yang sangat menyilaukan dari serangan elemen petir World Venerate Calferland itu, terlihat Raquille dengan sigap mendekati serangan tersebut dan menepisnya meluncur ke tempat lain menggunakan proyeksi energi sihirnya agar tidak menyambar kota yang berada dibawahnya.


“Apa...?” Pria bernama Zero itu seketika terkejut melihat serangannya tersebut dengan mudahnya diatasi oleh Raquille.


“Hei, sebenarnya kau berada di pihak mana?” Dengan tatapan tajam pria itu bertanya pada Raquille, nampak kesal setelah melihat perbuatan pemuda Elfman itu.


“Maaf, tapi aku tidak akan membiarkanmu membahayakan orang-orang yang tidak berdosa walau mereka berada di pihak lawan sekalipun,” jawab Raquille.


“Heh... Sudah kubilang selesaikan dulu peperangan ini baru kau bisa mengoceh sepuasnya.” Namun, Zero tetap pada pendiriannya untuk menundukkan kubuh timur tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada para manusia yang tidak berdosa.


Pria itu seketika menyerap petir yang muncul dari langit masuk kedalam tubuhnya hingga kedua matanya memancarkan sinar berwarna biru.


“Breaker lightning...” Seketika Zero melancarkan serangan proyeksi elemen petir kembali mengarah pada para pasukan Gimoscha yang berada di kota Reom.


Namun, dengan sigap Raquille langsung menepis serangan pria itu kembali ke arah lain.


“Breaker lightning...” Kesal karena terus-terusan menepis arah serangannya, pria itu seketika melancarkan serangannya ke arah Raquille tanpa pikir bahwa pemuda Elfman tersebut merupakan aliansinya.


“Abwehrzauber… Eldritch shield…” Melihat pria itu kini meluncurkan serangan ke arahnya, dengan refleks Raquille seketika menciptakan sebuah lingkaran sihir menahan serangan elemen petir tersebut.


“Feuerzauber... Spiral spin fire...” Raquille kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen api berbentuk spiral hingga Zero seketika terhempas jauh dari kota Reom.


**


“Apa-apaan mereka berdua itu? Kenapa mereka bertarung satu sama lain?” Acadiuno pun terheran-heran menyaksikan perselisihan antara dua World Venerate kubuh barat tersebut.


“Sepertinya mereka berdua memiliki pemahaman yang berbeda,” kata Giano, pria yang disebut sebagai Yang mulia oleh Acadiuno.


**


Belum puas melihat Zero terhempas akibat serangannya, Raquille kemudian memunculkan kapaknya dan mengubah ukuran senjata tersebut menjadi lebih besar. Pemuda itu lalu dengan cepat meluncur hendak menyerang prajurit World Venerate Calferland itu.


Zero yang melihat pemuda itu dengan cepat meluncur ke arahnya tidak tinggal diam, seketika petir dari atas langit menyambar tubuhnya kembali. Pancaran petir tersebut mengalir sampai kedua ujung tangannya hingga berubah menjadi dua buah kapak sepanjang seratus lima puluh sentimeter.


Saat kedua World Venerate saling berhadapan satu sama lain, mereka seketika saling mengayunkan senjata mereka secara bersamaan hingga efek tabrakan tersebut menciptakan gelombang kejut, pancaran petir dan hempasan angin yang sangat kuat.


Efek dari tabrakan serangan antara dua World Venerate itu langsung mengguncangkan sekitaran tempat tersebut sehingga orang-orang yang berada di dalam armada pesawat serta di dalam kota Reom sampai dapat merasakannya.


Para warga yang masih terjebak di liar kota Reom seketika berbondong masuk melewati para penjaga gerbang untuk mencari tempat berlindung dari hempasan angin yang kuat akibat serangan tersebut.


Tanpa berpikir bahwa mereka berada di pihak yang sama, kedua orang itu pun saling melancarkan serangan mereka secara bergantian.


***


“Clava, hentikan mereka...” kata Arepo.


“Kau pikir aku mampu menghentikan dua World Venerate yang saling bertikai.”


***


“Vingto, ini tidak bisa dibiarkan. Pasukan Gimoscha pasti akan memanfaatkan keadaan ini.” Disisi lain, prajurit Calferland nampak khawatir melihat pertaturangan Raquille dan Zero.


“Kita tidak bisa melakukan apa-apa, kita hanya bisa melihat pertarungan mereka saja... Yang lebih kukhawatirkan jika World Venerate Gimoscha menyerang, kita berakhir.”


“Semua berpegangan, Gimoscha menyerang...” Baru saja itu mengatakan hal tersebut, tiba-tiba salah satu prajurit Calferland yang mengemudikan pesawat berteriak saat melihat para pasukan Gimoscha melancarkan serangan ke arah mereka.


Hal itu langsung membuat beberapa pesawat dari pasukan Calferland seketika hancur dan jatuh.


Melihat beberapa pesawat mereka jatuh menerima serangan, Clava dan Vingto seketika keluar dan melayang di atas ibukota Gimoscha.


Di saat yang bersamaan, Neptuno bersama dengan salah satu prajurit Continent Venerate Gimoscha terbang mendekati dan melancarkan serangan mereka pada dua orang yang keluar dari pesawat tersebut.


“Clava Armadura, mari kita lanjutkan pertarungan kita kembali,” ucap Neptuno.


“Hasilnya akan tetap sama...” Respon Clava menepis serangan prajurit Gimoscha itu.


**


“Ergine, kau terlihat lebih cantik setelah terakhir kali kita bertemu...” Ucap Vingto, sedikit memuji prajurit perempuan Gimoscha yang menyerangnya itu.


“Aku tidak menyangka ternyata matamu jeli juga,” respon perempuan bernama Ergine menerima pujian dari pria Calferland tersebut.


***


“Yang mulia Giano, aku akan mengatasi dua World Venerate itu,” ucap Acadiuno.


“Tenang saja, kau tetap disini saja. Aku mau mengetes kemampuan dari dua World Venerate muda itu.” Namun, pria bernama Giano langsung memerintahkan Acadiuno untuk tetap ditempatnya karena pria itu sendiri yang akan mengatasi Raquille dan Zero secara bersamaan.


Seketika pria itu memecah menjadi butiran-butiran cahaya dan dalam sekejap menghilang dari tempat tersebut.


***


Saat Raquille dan Zero maju secara bersamaan hendak melancarkan serangan mereka, tiba-tiba butiran-butiran cahaya mendadak muncul diantara mereka berdua dan berubah menjadi pemimpin negeri Gimoscha tersebut.


“Breaker wind... Strong pushing...” Dia kemudian melancarkan serangan elemen angin yang kuat hingga menghempaskan dua orang itu.


Walaupun masih bisa berdiri setelah sempat terhempas, namun hal tersebut mendadak membuat kedua orang itu nampak terkejut.


“Kau kan Janus, raja negeri Gimoscha,” kata Zero langsung mengenali identitas pria tersebut.


“Oh, jadi dia pemimpinnya? Kalau begitu, jika aku mengalahkanmu pasti pasukan Gimoscha akan segera menyerah.” Tidak mau membuang waktu, Raquille seketika maju sambil mengayunkan kapak ke arah pria itu.


Namun, saat Raquille menebasnya, pria itu sontak memecah kembali menjadi butiran cahaya dan melayang dengan cepat berpindah ke bagian belakang pemuda Elfman itu.


“Breaker flame...” Dia kemudian kembali ke wujud semula dan melancarkan serangan proyeksi elemen api hingga membuat Raquille terhempas menabrak Zero.


“Sialan kau...” Zero yang tersungkur akibat ditabrak oleh Raquille seketika mendorongnya dan kembali berdiri.


“Hei, kau ingin menundukkan Gimoscha kan? Bagaimana jika kita bekerja sama melawannya? Jika kita berhasil mengalahkannya, pasti seluruh pasukan Gimoscha akan menyerah,” tanya Raquille, menawarkan kerja sama untuk melawan pria yang berada di depan mereka itu.


“Kurasa itu adalah ide yang bagus... Lagipula pria yang berada di depan kita adalah keturunan dari leluhur yang paling dibenci oleh bangsa Seremoschan, khususnya Calferland dan Serepusco.” Tanpa pikir panjang Zero sontak menerima tawaran dari pemuda Elfman itu.


“Baiklah kalau begitu, mohon kerja samanya...” Ucap Raquille, kembali berdiri.


“Heh... Kau juga, jangan menyusahkanku nanti,” balas Zero.


Seketika kedua orang itu meningkatkan kekuatan mereka. Raquille nampak memancarkan uap es dari tubuhnya, sedangkan Zero terlihat memancarkan energi listrik dari tubuhnya.


Mereka berdua pun nampak siap berkerja sama untuk melawan pria yang berada dihadapan mereka.


“Majulah kemari... Aku ingin melihat sampai dimana kalian bisa bertahan melawanku,” ucap Giano dengan percaya diri menantang dua World Venerate itu untuk maju secara bersamaan.