
“Tuan Raquille, ini kali pertama aku bertemu denganmu, tapi aku telah menaruh simpati terhadapmu karena berhasil memenangkan peperangan di benua Greune sebagai pahlawan utama,” ucap Barbiond, memberikan pujian kepada pemuda Elfman itu.
“Terima kasih banyak tuan… Walaupun sebenarnya aku juga terkejut mendengar hal tersebut, karena sebenarnya bukan hanya akulah yang berjuang meraih kemenangan itu, tapi karena hal itu Blueland akhirnya bisa dianggap kembali setelah perbuatanku beberapa tahun yang lalu…”
“Aku juga berterima kasih kepada anda dan juga negeri Fuegonia karena selama ini masih peduli pada Blueland disamping negeri-negeri yang lain tampak memusuhi negeriku itu,” ucap Raquille secara panjang lebar mengenai pernyataan pahlawan utama kepada dirinya serta kepedulian Fuegonia yang mau beraliansi dengan Blueland disaat negeri tersebut sedang dimusuhi oleh negeri-negeri yang lain.
“Tidak masalah tuan Raquille... Walaupun pada awalnya kami bertujuan ingin mendapatkan prajurit Elfman, namun selama ini kami tetap selalu menjaga hubungan baik dengan negerimu,” respon Barbiond.
“Maaf tuan, aku ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu… Apakah mungkin aku telah resmi menjadi prajurit Fuegonia setelah mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan utama dalam peperangan sebelumnya?” Tanya Raquille.
“Soal itu aku minta maaf, tapi kurasa anda masih belum bisa menjadi bagian dari kami.”
“Apa? Kenapa? Apakah aku masih belum bisa memenuhi persyaratan untuk menjadi prajurit Fuegonia? Atau apakah mungkin kalian tidak menganggapku karena perbuatanku sepuluh tahun yang lalu?” Raquille terkejut mendengar pernyataan dari Barbiond dan sontak melontarkan beberapa pertanyaan kepada pemimpin negeri Fuegonia tersebut.
“Maksudku bahwa anda belum bisa menjadi bagian dari kami karena ada sebuah alasan… Aku sebenarnya dengan senang hati menerimamu menjadi bagian Fuegonia, namun sepertinya ada seseorang yang sedang merindukanmu,” jawab Barbiond.
“Seseorang yang merindukanku? Apa maksudmu tuan?”
“Dia adalah ibumu, Yang mulia ratu Lorainne…”
“Ibu… Apa mungkin maksudmu bahwa ibuku ingin aku kembali ke negeri Blueland?”
Barbiond pun menganggukkan kepalanya, merespon bahwa pertanyaan dari pemuda Elfman tersebut benar adanya.
“Ditambah lagi orang yang akan mengantarmu kembali pulang kini sudah tiba di kota ini…”
Setelah Barbiond mengatakan hal tersebut, tiba-tiba Ackerlind, saudara perempuan dari pemuda Elfman itu datang menghampiri mereka.
“Halo adik bungsu, sepertinya kau masih sehat-sehat saja… Kau juga tidak terlihat berubah sejak sepuluh tahun yang lalu,” ucap Ackerlind berjalan mendekati Raquille.
“Bagaimana denganmu? Kau juga masih terlihat sama seperti dulu cantik,” balas Raquille sambil sedikit menggoda kepada kakak perempuannya itu.
“Achilles… Kakak Cyffredinol… Sepertinya kalian terlihat betah menjadi prajurit Fuegonia rupanya,” ucap Ackerlind menyapa Achilles dan Cyffredinol, ketika melihat mereka berdua.
“Tapi, mana si gubernur letnan jendral itu? Kenapa dia tidak berada disini?” Tanya Ackerlind sambil melihat ke segala arah, mencari-cari keberadaan dari Aguirre.
“Dia barusan saja pergi…” Jawab Cyffredinol.
“Begitu yah… Padahal aku juga merindukan anak itu.”
Setelah mengetahui bahwa Aguirre telah pergi meninggalkan mereka terlebih dahulu, Ackerlind kemudian memperhatikan Raquille dengan ekspresi wajah heran, membuat pemuda Elfman itu pun nampak menjadi kebingungan dengan ekspresi yang ditunjukan oleh kakaknya tersebut.
“Kakak, kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya Raquille, penasaran.
Raquille pun langsung menunjukkan ekspresi kesal ketika kakaknya tersebut menyinggung tentang tinggi badannya yang walaupun dengan tinggi sekitar seratus delapan puluh delapan sentimeter, namun hal tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan kakak perempuannya tersebut yang memiliki tinggi diatas seratus sembilan puluh sentimeter.
Bahkan jika dirinya disandingkan dengan ketiga kakak laki-lakinya, Cyffredinol, Achilles dan Aguirre, yang memiliki tinggi badan lebih dari dua ratus sentimeter, dirinya akan terlihat seperti anak kecil yang sedang berdiri disamping pria-pria dewasa.
“Hahaha… Karena itu kau sering dianggap sebagai ras Dwarf-Elfman,” ucap Achilles sambil tertawa, meledek tinggi badan dari adik bungsunya tersebut yang pada kenyataannya memang jauh lebih pendek dibandingkan pria-pria Elfman yang lain sampai membuatnya dianggap pencampuran ras antara ras Elfman dan ras Dwarfman, yang memiliki tinggi rata-rata sekitar seratus lima puluh sampai seratus enam puluh sentimeter.
Akan tetapi, walaupun Raquille tidak terlalu mementingkan ejekan tersebut, para Venerate Fuegonia yang berada disekitar situ serta mendengar hal tersebut nampak bereaksi dengan menunjukan ekspresi kesal, pasalnya tinggi badan mereka tampak lebih pendek dibandingkan dengan Raquille sendiri.
“Sudahlah, hentikan itu… Achilles bodoh…” Ucap Raquille, menunjukan ekspresi kesal kepada saudaranya tersebut.
“Kakak, apa kau datang kemari untuk mejemputku kembali ke Blueland?” Tanya Raquille kepada Ackerlind.
“Tentu saja… Aku bahkan sampai langsung menemuimu kemari karena kita harus segera pergi,” jawab Ackerlind.
“Apa? Secepat ini aku harus berangkat lagi…”
“Ibu ingin kau segera kembali… Aku tidak bisa membendung rasa rindu ibu yang ingin melihat putra bungsunya masih hidup selama ini.”
“Ayo… Kita berangkat sekarang,” ucap Ackerlind, berjalan lebih dulu menuju ke pesawat dari prajurit negeri Blueland.
Raquille kemudian menatap dua saudaranya untuk berpamitan kepada mereka sebelum dia berangkat ke negeri asalnya.
“Sampaikan salamku pada kakak Aguirre jika dia bertanya tentangku nanti…”
Achilles dan Cyffredinol pun kemudian menganggukkan kepala mereka merespon ucapan dari Raquille yang harus disampaikan kepada Aguirre.
“Baik semuanya… Aku pergi dulu,” ucap Raquille kemudian pergi menuju ke pesawat prajurit Blueland sambil melambaikan tangannya.
Raquille naik ke dalam pesawat itu dan tak berapa lama kemudian pesawat lepas landas, terbang dalam kecepatan penuh menuju ke negeri Blueland.
***
Selama dalam perjalanan menuju negeri Blueland, Ackerlind bertanya dimanakah Raquille berada selama sepuluh tahun terakhir, dan mengapa dia tidak pernah menunjukan dirinya sampai akhirnya ibu mereka merasakan tekanan kekuatannya sekitar sebulan yang lalu.
Mendengar pertanyaan dari kakak perempuannya tersebut Raquille pun langsung menceritakan kepada Ackerlind bahwa dirinya telah melompati waktu ke sepuluh tahun kemudian akibat memasuki sebuah lubang dimensi saat kejadian pembantaian para anggota organisasi Guardian yang dilakukan oleh pemuda Elfman itu sendiri. dan oleh karena itu, Raquille pun dinyatakan telah menghilang karena selama sepuluh tahun tersebut bisa dikatakan bahwa dirinya memang tidak berada di dalam dunia mereka.
Ackerlind pun terkejut mengetahui bahwa pemuda Elfman yang dilihatnya tersebut merupakan Raquille berumur dua puluh tahun yang sama pada sepuluh tahun yang lalu. Ackerlind juga tidak menyangka bahwa perbedaan usia dirinya bersama pemuda Elfman itu telah berbeda sekitar sembilan belas tahun jauhnya.
***
Setelah melakukan perjalanan dari kota Wattao, negeri Fuegonia menaiki pesawat dengan kecepatan rata-rata seribu kilometer per jam, dalam sekitar tiga jam kemudian Raquille bersama dengan Ackerlind akhirnya sampai di atas kota yang bernama Nuku.