
“Senjata itu adalah sebuah hulu-hulu ledak dari kristal berpijar yang berasal dari negeri Fuegonia… Mereka membuatnya dan menyimpannya di kota Lynerbyich.”
Seketika semua orang yang berada di ruangan itu pun langsung terkejut mendengar pernyataan dari Raquille.
“Apa? Kristal berpijar…?” Begitu juga dengan Egata yang terkejut mendengar hal itu, karena mengetahui dengan pasti bagaimana dampak dari ledakan kristal tersebut.
“Kyreas, kita tidak bisa menunggu lagi… Kali ini kita harus turun tangan sendiri untuk menyerang Graina,” ucap Egata pada pemimpin negeri Midauz.
“Iya, aku mengerti,” respon pria bernama Kyreas tersebut dengan ekspresi datar.
“Hei, aku sedang serius bodoh. Kenapa kau bercanda?!” Egata sontak membentak dengan nada suara tinggi pada pemimpin Midauz, ketika melihat pria itu merespon ucapannya dengan ekspresi datar, layaknya tidak memperdulikan hal tersebut.
“Apa? Aku juga mendengar, kau pikir aku sedang bercanda?”
“Iya, setidaknya perlihatkan ekspresi yang lebih menyakinkan jika kau juga serius mendengarnya…”
“Memangnya ekspresi apa yang harus kuperlihatkan padamu… Apakah seperti ini… Atau seperti ini…” Pria bernama Kyreas itu memperlihatkan berbagai ekspresi kepada Egata, layaknya seperti sedang mengejek perempuan itu.
Raquille pun menjadi sedikit risih saat melihat perdebatan kekanak-kanakan dari kedua pemimpin negeri Midauz tersebut.
*
“Apa-apaan mereka berdua? Ini bukan saatnya untuk bercanda… Mengapa sikap mereka berdua seperti itu?” Ucap Raquille dalam hati.
**
“Mohon maaf tuan dan nyonya… Tapi sepertinya kalian berdua tidak usah berdebat seperti ini…”
“Kyreas, sudah lebih dari satu milenium aku bersamamu, tapi kau masih tidak bisa mengubah kepribadianmu itu…”
“Bagaimana denganmu? Kau juga sama… Masih pemarah sama seperti dulu.”
Akan tetapi, kedua orang itu tidak menghiraukan bahkan mendengar perkataan dari Raquille.
“Hentikan omong kosong kalian…!” Teriak Raquille saking kesalnya melihat perdebatan mereka hingga tak pemuda Elfman itu pun mengeluarkan tekanan kekuatannya.
Sejenak juga warna mata pemuda itu berubah menjadi merah ketika amarahnya memuncak.
Egata dan Kyreas pun sontak terdiam mendengar teriakan Raquille. Para Venerate yang lain pun menjadi terkejut dan seketika menjadi waspada terhadap pemuda itu.
“Maafkan kami nak, aku sudah lupa untuk membaca keadaan,” ucap Kyreas.
“Iya, maafkan aku juga karena sudah berteriak pada kalian berdua… Aku hanya ingin tahu bahwa kita sedang dalam situasi yang genting. Aku juga khawatir memikirkan orang-orang yang datang bersamaku ke Graina. Entah bagaimana nasib mereka setelah ditangkap oleh prajurit negeri itu,” balas Raquille.
“Tapi, apa kalian memiliki tempat istirahat? Aku sedikit merasa tidak enak badan setelah melarikan diri dari Graina.” Raquille tiba-tiba memegang kepalanya, dirinya merasa sangat pusing hingga membuatnya sulit untuk menyeimbangkan tubuhnya.
Karena sudah tidak tahan lagi, seketika pemuda Elfman itu jatuh terkapar di lantai. Perlahan-lahan matanya mulai tertutup hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.
****
Sontak pemuda Elfman itu pun langsung tersadar kini telah berada di sebuah tempat yang dikelilingi oleh magma yang panas, layaknya di dalam sebuah kawah gunung berapi.
“Kenapa aku berada di tempat ini?” Raquille merasa heran tidak sedang memimpikan sesosok makhluk misterius yang biasa dimimpikannya ataupun ras Elfman lain saat sedang tertidur.
“Ini berbahaya… Kekuatan api amarahku mulai aktif kembali…”
“Hei nak…” Tiba-tiba terdengar suara sesosok makhluk besar yang membuat Raquille pun menoleh ke belakang.
Dia sedikit terkejut ketika melihat seekor naga bersisik merah kekuningan yang tiba-tiba berada di belakangnya.
“Greogym…” Ucap Raquille menyebut nama dari makhluk suci tersebut.
“Sudah sekitar sepuluh tahun aku tidak melihatmu… Kemana saja kau selama ini?” Tanya naga itu.
“Bahkan Reonnog dan Xadrom juga menanyakan pertanyaan yang sama sepertimu,” ucap Raquille memberikan jawaban yang tidak ditanya oleh naga itu.
“Karena mereka juga sudah tidak pernah melihatmu selama ini…!” Ucap naga itu dengan nada suara tinggi ketika merasa Raquille tampak bercanda dengannya.
“Lupakan saja… Ada sesuatu yang penting, yang harus kukatakan padamu… Bahwa kekuatan api amarah yang ada pada dirinya akan kembali bangkit lagi…”
“Iya aku tahu… Tapi, kenapa? Aku selama ini tidak terpancing amarah yang besar?” Mendengar hal tersebut Raquille tidak terkejut karena telah menduganya terlebih dahulu, namun dia merasa penasaran bagaimana hal tersebut bisa terjadi.
Naga bernama Greogym itu pun kemudian menjelaskan pada pemuda Elfman tersebut bahwa sebelumnya dia telah menerima sebuah serangan yang membuat jiwanya menjadi lemah.
Mendengar hal itu raquille pun mengingat kembali saat dirinya diserang oleh Arvhen sebelum dia melarikan diri dari negeri Graina.
Ketika jiwanya menjadi lemah, maka kekuatan dari api amarah akan mencoba memperkuat kembali jiwanya, dan saat kekuatan tersebut sedang melakukan hal tersebut, pemuda itu akan kehilangan akalnya hingga bisa saja menjadi brutal.
“Ingat perkataanku, jangan sampai kau menerima serangan seperti itu untuk kedua kalinya…” Ucap naga tersebut.
Raquille menganggukan kepalanya paham dengan penjelasan naga itu. Dia juga seketika mengingat tentang kejadian saat dirinya membantai para rekan Guardian akibat kehilangan akalnya oleh kekuatan yang dimilikinya tersebut.
“Aku secara tidak sengaja merasakan bahwa kekuatanmu mulai bangkit sebelumnya, maka aku langsung berinisiatif untuk menemuimu lewat alam bawah sadar ketika dirimu tak sadarkan diri…”
“Tetap dengarkan apa yang kukatakan jika kau tidak mau sesuatu yang buruk terjadi…”
****
“Haah…” Setelah penjelasan terakhir dari naga tersebut, Raquille tiba-tiba kembali tersadar telah terbaring di sebuah ranjang.
Pakaiannya yang sebelumnya diubah menyerupai gaya pakaian negeri Morseli kini telah kembali pakaian semulanya.
“Tuan Raquille, kau sudah sadar…” Tak berapa lama, Yugro datang menghampirinya.
“Kau sebelumnya tiba-tiba pingsan setelah memarahi dua World Venerate Midauz…”
Pemuda itu bangun dari ranjang tempatnya berbaring lalu mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh naga bernama Greogym itu saat berada di alam bawah sadar.
“Ngomong-ngomong tuan Yugro, bagaimana kau bisa berada di tempat ini?” Setelah selesai memikirkan tentang masalah sebelumnya, pemuda itu kemudian bertanya pada Yugro mengenai mengapa pria itu berada di negeri Midauz.
“Aku juga tidak tahu… Setelah Vampireman itu menggunakan tekniknya, aku tiba-tiba sudah berada di negeri ini dalam sekejap… Awalnya aku juga disangka sebagai prajurit kubuh timur, tapi untungnya lebih cepat dikenali sebagai prajurit Fuegonia.”
“Bagaimana dengan dua orang lainnya?” Tanya Raquille tentang dua Venerate Fuegonia yang juga menghilang seperti pria Fuegonia itu.
“Aku juga tidak tahu… Aku tidak melihat mereka setelah berada di negeri ini… Kurasa mereka menghilang di tempat yang lain,” jawab Yugro.
“Begitu yah… Aku juga yakin kalau mereka muncul tidak jauh denganmu.” Raquille mengambil kesimpulan bahwa bisa saja teknik dari Vampireman itu akan mengirim dua orang lainnya ke wilayah yang tidak jauh dengan Yugro.