The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 289 - Portal penghubung ke seluruh wilayah



“Kurasa kau harus cepat menjelaskan apa yang terjadi… Lagipula dia sempat menjadi rekan kita saat menyerang negeri Ierua sebelumnya,” respon Hyphilia sambil memberikan saran kepada adik sepupunya tersebut.


**


Setelah perkenalan diri dari Jack dan sontak membuat semua orang terkejut dengan fakta yang dimiliki oleh pria itu, Erissa kemudian menunjuk tiga Continent Venerate terakhir untuk memperkenalkan diri mereka secara bergantian.


Dimulai dari seorang pria bernama Ashur yang berasal dari negeri Wandaria, yang berada di benua Antikara bagian selatan. Para Venerate yang baru saja bergabung ke negeri Pavonas sedikit merasa bingung serta penasaran, dimana pria bernama Ashur tersebut hanya memperkenalkan namanya saja tanpa menggunakan nama clan asalnya.


Ketika melihat para Venerate tersebut nampak penasaran, Ashur kemudia sedikit menjelaskan bahwa dirinya tidak berasal dari clan besar negeri Wandaria, maka dari itu dirinya hanya ingin memperkenalkan dirinya saja sebagai Ashur.


Selanjutnya giliran dari seorang perempuan bernama Kemala Kencanadewa, dimana perempuan tersebut berasal dari salah satu pulau bernama Tasiklesa dari negeri kepulauan Gumuntara yang berada di bagian tenggara benua Antikara.


Setelah perempuan bernama Kemala tersebut memperkenalkan dirinya, kini giliran Continent Venerate terakhir yang bernama Li Tianhui, dimana pria itu menjelaskan baha dirinya berasal dari negeri Tianlong yang berada di kawasan benua Antikara bagian timur, berdekatan dengan kawasan Briseria Pavonas, namun dipisahkan oleh satu negeri diantaranya.


***


“Terima kasih sudah memperkenalkan diri kalian masing-masing, sekarang kita sudah saling mengetahui satu sama lain… Walaupun dalam momen perkenalan ini kita semua sempat merasa terkejut karena beberapa dari kita memberikan sebuah fakta yang cukup mencengangkan…” Ketika semua Venerate tingkat atas telah selesai memperkenalkan nama mereka masing-masing, Erissa lantas berterima kasih kepada semuanya.


“Kalau begitu kuharap kita semua bisa berkerja sama untuk mengembangkan negeri ini menjadi lebih baik lagi… Satu hal lagi yang harus kukatakan khusus kepada dua World Venerate yaitu pangeran Raquille dan tuan Zero bahwa kuharap kalian berdua bisa sedikit akur karena jika harus jujur sebenarnya aku tidak akan bisa menangani kalian berdua jika saling berselisih nantinya,” lanjut Erissa berkata kepada seluruh Venerate yang ada, serta secara khusus memperingati dua World Venerate yang memang tidak saling akur setelah pertemuan mereka kembali di negeri tersebut.


Mendengar hal tersebut, baik Raquille maupun Zero lantas terdiam karena sedikit menyetujui sang dewi merak, pemimpin agung dari negeri Pavonas itu.


Akan tetapi, disamping pertemuan yang mereka adakan tersebut, Raquille serta Zero sedikit merasa heran, dimana para Continent Venerate yang ada di ruangan tersebut, termasuk Hyphilia dan dua Continent Venerate yang bari saja bergabung telah mendapatkan tugas sebagai pemimpin wilayah, sedangkan kedua pria itu nampak tidak diberikan tugas khusus dari Erissa.


“Tunggu dulu Erissa… Bagaimana dengan kami? Apakah aku serta pria Calferland ini akan menjadi wakil pemimpin negeri, pemerintahan atau semacamnya?” Hal tersebut lantas membuat Raquille pun bertanya.


“Kalian tidak perlu berada dalam posisi resmi apapun karena semua organisasi pemerintahan, keagamaan maupun sebagainya berada dibawah pimpinan dari pemimpin agung Pavonas… Kalian bebas akan tinggal di daerah manapun dalam negeri ini sebagai prajurit terkuat,” jawab Erissa kepada Raquille dan Zero.


“Ini diluar ekspektasi… Para World Venerate Blueland selain raja ataupun ratu di Blueland setidaknya memiliki peran sebagai perdana menteri ataupun pemimpin wilayah, namun disini aku bahkan secara tidak langsung akan menganggur,” gumam Raquille.


“Walaupun memiliki peran tidak resmi, namun para World Venerate Calferland setidaknya bertugas menjadi dewan dari dua bangsa besar…” Sambung Zero juga bergumam, memikirkan hal yang sama seperti Raquille.


“Baiklah… Jika semuanya sudah jelas kita bisa bubar sekarang… Kurasa beberapa Continent Venerate harus menunjuk portal bagi para pemimpin baru untuk langsung menuju ke wilayah mereka,” ucap Erissa.


“Sementara itu, tuan Tianhui, tuan Jack dan tuan Grossen… Kuharap kalian bisa tinggal di ruangan ini terlebih dahulu,” lanjut Erissa.


***


Beberapa saat kemudian, salah satu Continent Venerate Pavonas bernama Kemala mengantarkan Raquille serta para Venerate yang baru saja bergabung menuju sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sembilan belas pintu portal, dimana setiap pintu tersebut menuju ke tuju belas daerah serta dua kota federal yang tersebar di seluruh wilayah negeri Pavonas yang luas tersebut.


“Jadi karena negeri ini sangat luas, jadi kalian sudah mengantisipasinya dengan membuat sebuah portal…” Ucap Raquille.


“Padahal aku sebelumnya telah berpikir untuk membuat hal seperti ini,” lanjut pemuda Elfman itu berkata.


“Portal ini baru saja diciptakan setelah satu-satunya Venerate penyihir bergabung ke negeri ini… Portal ini masih belum sempurna karena tidak bisa bertahan lama akibat penyihir tersebut tidak memiliki kekuatan lebih untuk terus mempertahankannya… Lagipula dia masih berada dalam tingkatan Land Venerate…” Ucap Kemala, menjelaskan hal tersebut kepada Raquille serta para Venerate yang ada.


“Itu benar sekali… Tapi, aku juga merasa senang ketika melihat kalian akhirnya bergabung ke negeri Pavonas, wahai tuan-tuan dan nona-nona penyihir dari negeri Blueland.”


Baru saja dibahas, Venerate penyihir tersebut seketika muncul menghampiri mereka, dimana penyihir tersebut tidak lain merupakan Haniwa, Venerate yang berasal dari negeri Lightio.


“Jadi kau penyihir itu… Tapi, dengan tingkatan Land Venerate ternyata kau bisa menciptakan portal jarak jauh seperti ini,” ucap Raquille, memuji pemuda tersebut.


“Terima kasih wahai pangeran mahkota…” Respon Haniwa sambil menyebut Raquille dengan jabatannya di negeri Blueland.


Disaat yang bersamaan, ketika Raquille memuji pemuda tersebut, tiba-tiba saja pintu-pintu portal yang berada di dalam ruangan tersebut tertutup, menandakan bahwa hal yang dijelaskan oleh Kemala sebelumnya memang benar.


“Sepertinya aku tidak bisa memujimu karena hal itu mungkin akan menjadi kesialan,” gumam Raquille.


“Hei… Ada apa ini?” Zero lantas kebingungan melihat portal tersebut tiba-tiba tertutup.


“Mohon maaf, sepertinya aku memang tidak bisa mempertahankannya dalam waktu lama,” ucap Haniwa.


Melihat hal tersebut Raquille pun langsung mengakses kekuatan sihirnya, memunculkan sebuah diagram sihir yang langsung terkoneksi dengan pintu-pintu yang berada di depannya.


“Projektionszauber…” Dengan menyalurkan energi sihirnya melalui digram proyeksi tersebut, Raquille menciptakan kembali sebuah portal yang terhubung ke wilayah-wilayah di seluruh negeri Pavonas.


“Jangan khawatir… Portal ini hanya bisa tertutup kembali ketika diriku tertidur maupun tidak sadar,” ucap Raquille.


“Bagus sekali pangeran mahkota… Aku juga mendengar bahwa para ras Elfman memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri mereka tetap terjaga, kalau begitu portal ini akan tetap aktif selama kau masih terjaga,” respon Haniwa nampak senang mendengar penjelasan Raquille, dimana dirinya tidak perlu lagi untuk mengumpulkan energi yang kembali mengaktifkan portal-portal tersebut.