
Kembali pada pertarungan Raquille dan World Venerate Ierua, dimana pertarungan antara kedua Venerate tersebut masih berlangsung dengan sangat sengit, Raquille beserta World Venerate dari negeri Ierua itu dengan sigap saling melancarkan serangan serangan mereka masing-masing, baik serangan elemen petir yang dilancarkan oleh Raquille, maupun serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah dari World Venerate tersebut, tidak ada yang dapat melukai siapapun karena dengan sigap keduanya saling menghindar ataupun menabrakkan serangan mereka masing-masing.
“Feuerzauber…”
“Ukh…” Tiba-tiba Steinolf datang dan langsung melancarkan serangan elemen api hingga World Venerate tersebut terhentak ke belakang.
“Akh…” Melihat sebuah kesempatan, Raquille pun langsung mengayunkan palunya dengan kuat menghantam tubuh pria yang merupakan seorang World Venerate itu hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.
“Paman…” Ucap Raquille, melihat Steinolf datang membantunya.
“Kita selesaikan dia bersama-sama,” balas Steinolf, menawarkan kerja untuk mengalahkan World Venerate Ierua tersebut.
**
“Sialan… Jadi kalian berdua ingin bermain curang yah…” Ucap World Venerate Ierua, tampak kesal melihat dirinya kini harus melawan dua orang World Venerate.
**
“Aku tidak peduli jika kau mau mengatakan bahwa kami curang, namun satu hal yang harus kau tahu bahwa ini bukanlah sebuah kompetisi. Tujuan utama kami disini adalah untuk mengalahkan serta mengusir kalian dari wilayah ini,” balas Steinolf.
**
“Kalau begitu, cobalah untuk mengalahkanku,” ucap World Venerate Ierua itu.
Dia kemudian dengan cepat meluncur dengan lurus ke depan sambil hendak melancarkan serangan pada Raquille dan Steinolf.
Melihat pergerakan dari pria tersebut, Raquille pun langsung mengangkat tangannya yang sedang memegang sebuah palu ke atas, hingga dalam sekejap langit yang berada di atas tiba-tiba bergemuruh.
“Ukh…” Saat Raquille mengacungkan palunya tersebut ke depan, seketika sebuah pancaran petir yang besar meluncur dari atas langit langsung menyambar World Venerate yang sedang meluncur ke arahnya.
Akibat menerima serangan tersebut, World Venerate Ierua itu lantas jatuh tersungkur ke tanah. Dengan sigap, Raquille kembali mengambil kesempatan langsung meluncur menghampiri World Venerate itu sambil mengayunkan palu yang dipegangnya ke arah pria tersebut.
Akan tetapi, dengan cepat memutar tubuhnya ke samping kemudian berdiri kembali dan melompat jauh ke belakang. Akibatnya ayunan palu dari Raquille hanya membentur ke tanah, hingga membuat pancaran elemen petir yang besar, membuat tanah yang dihantamkannya seketika terbongkar.
**
“Erdelementzauber…” Disaat perhatian World Venerate tersebut sedang teralihkan ke arah Raquille, Steinolf dengan sigap mengakses kekuatan sihir miliknya, yang membuat dapat mengangkat beberapa bongkahan tanah dari permukaan menggunakan sebuah kekuatan telekinesis, kemudian meluncurkannya ke arah World Venerate Ierua itu.
**
Melihat sebuah serangan meluncur dari arah lain, World Venerate Ierua itu dengan refleks mengayunkan pedangnya menciptakan beberapa serangan tebasan energi berwarna merah, hingga bongkahan-bongkahan tanah yang diluncurkan oleh Steinolf seketika hancur berkeping-keping.
Disaat bongkahan tanah yang terakhir hancur menghantam serangannya, World Venerate itu lantas terkejut melihat Steinolf tiba-tiba berada di belakang bongkahan tanah tersebut.
“Eiszauber… Iceland blizzard…” Steinolf pun langsung melancarkan serangan pusaran elemen es.
“Akh…” World Venerate itu pun seketika terhempas ke jarak jarak yang cukup jauh.
Disaat pria itu sedang terhempas, tiba-tiba Raquille datang menghampirinya sambil melakukan gerakan mengangkat palunya ke atas, yang sontak membuat petir yang berada di langit seketika meluncur ke bawah masuk ke dalam palu milik pemuda Elfman itu.
“Terima ini!” Teriak Raquille menghantamkan palunya pada World Venerate Ierua itu.
Pria yang merupakan World Venerate itu dengan kerasnya menghantam permukaan, membuat tanah disekitarnya terangkat ke atas. Dalam keadaan yang lemah pria itu terkapar, namun masih tetap bersikeras mempertahankan kesadaran dirinya.
Melihat hal tersebut Raquille kembali mengangkat palu ke atas, menyerap petir masuk ke dalam palunya lagi untuk melancarkan serangan agar dapat dapat mengakhiri World Venerate itu.
“I defteri ekdosi… Agaon the roaring one…” Akan tetapi, walau dalam keadaan yang lemah, World Venerate itu tiba-tiba mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.
Seketika pancaran energi berwarna merah dalam skala yang besar memancar keluar menyelimuti tubuh World Venerate tersebut.
“Ukh…” Disaat yang bersamaan proses pengaktifan kekuatan pelepasan kedua tersebut sontak menciptakan sebuah tekanan kekuatan yang besar, hingga membuat Raquille yang berada di dekat World Venerate tersebut seketika terhempas.
“Tuan muda…” Dengan sigap Steinolf menahan Raquille yang sedang terhempas.
**
Ketika proses pengaktifan kekuatan pelepasan kedua tersebut selesai, World Venerate itu kini berdiri tegak dengan dilapisi oleh zirah berwarna merah di seluruh tubuhnya serta memegang sebuah tombak ganjur yang sering digunakan oleh prajurit berkuda.
**
Ketika World Venerate Ierua itu masih belum bergerak untuk menyerang, Raquille beserta Steinolf dengan sigap meluncur untuk melancarkan serangan terlebih dahulu.
Akan tetapi, saat Raquille dan Steinolf berada satu titik di depan sambil hendak melancarkan serangan bersama-sama, World Venerate itu tiba-tiba bergerak dengan cepatnya, layaknya menghilang dari tempatnya berada.
“Akh…” Dalam sekejap serangan proyeksi energi berwarna merah secara beruntun diterima oleh Raquille dan Steinolf secara bersamaan.
Masih kuat menahan serangan tersebut, Raquille dan Steinolf kini meningkatkan fokus mereka melihat ke sekitaran untuk memastikan posisi dari World Venerate Ierua itu.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Ketika World Venerate itu tiba-tiba muncul di depan Steinolf sambil mengacungkan tombak ganjur miliknya, dengan refleks Steinolf pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi dari kekuatan sihirnya.
“Uakh…!” Namun, saking besarnya tekanan kekuatan dari serangan World Venerate tersebut, membuat perisai proyeksi dari Steinolf seketika hancur serta menghempaskan pria itu ke jarak yang jauh.
“Paman…!” Teriak Raquille, melihat Steinolf dengan mudah terhempas menerima serangan dari World Venerate Ierua itu.
Raquille dengan sigap langsung melancarkan serangan elemen petir yang diserap sebelumnya ke arah World Venerate tersebut.
Akan tetapi, karena pergerakan yang sangat cepat, World Venerate itu seketika menghilang dari serangan Raquille.
“Ukh…” Raquille seketika menerima serangan tebasan proyeksi energi berwana merah ketika dalam sekejap World Venerate itu muncul tepat di belakang pemuda Elfman itu.
Belum menyerah, Raquille yang sedang terhempas kembali meluncur ke arah World Venerate tersebut untuk berusaha menyerangnya balik.
Melihat pemuda Elfman itu meluncur ke arahnya, dengan cepat World Venerate itu langsung melancarkan serangan proyeksi tebasan energi merahnya dalam skala yang besar.
Dengan sigap, Raquille menghindari serangan tersebut, kemudian langsung mengayunkan palunya.
“Ukh…” Namun, dengan mudah World Venerate tersebut mendahului serangan Raquille hingga membuat pemuda Elfman itu terhempas ke arah Steinolf.
***
Di sisi lain, Hyphilia yang sedang melawan Venerate Ierua, tidak menyadari bahwa serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah yang diluncurkan oleh World Venerate yang sedang dilawan oleh Raquille, sedang menuju ke arahnya.