
Hyphilia yang sedang memacu kuda tersebut di udara dalam kecepatan yang sedikit lebih lambat, seketika terkejut ketika melihat sebuah pesawat berada di depannya, yang ternyata merupakan pesawat dari pasukan Ierua yang sebelumnya berangkat menuju ke kepulauan tersebut.
**
“Eh… Itu kuda kilat… Ternyata Elfman itu sudah berhasil menaklukan hewan tersebut,” ucap salah satu Venerate Ierua yang berada di dalam ruang kontrol pesawat tersebut.
**
Pesawat tersebut sontak melancarkan seranga proyeksi energi berskala besar ke arah Hyphilia yang sedang menunggangi kuda yang merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun itu.
Dalam sekejap, Hyphilia pun langsung memacu kuda tersebut untuk bergerak dengan kecepatan setarah dengan cahaya hingga dengan mudah dapat menghindari serangan tersebut.
**
Raquille, Phyton, bahkan para Venerate yang berada di bawah, serta Venerate yang berada di dalam pesawat pasukan Pavonas seketika terkejut ketika mendengar suara tembakan dari sebuah pesawat.
**
Kembali pada Hyphilia yang kini sedang memacu kuda putih yang ditungganginya tersebut dalam kecepatan cahaya.
“Ice shaping…” Dalam kecepatan tersebut, Elfman perempuan itu seketika bergerak menunggangi kuda tersebut, memutari pesawat dari pasukan Ierua berulang kali sambil menciptakan sebuah pasak-pasak es yang berukuran besar.
**
“Apa-apaan ini?”
Pasukan Ierua yang berada di dalam pesawat tersebut seketika terkejut ketika melihat sebuah pasak-pasak berukuran besar dalam sekejap muncul disekitar peasawat mereka.
Seketika pasak-pasak es tersebut secara bersamaan meluncur menghantam pesawat dari pasukan Ierua tersebut.
Para Venerate yang berada di dalamnya seketika keluar, kemudian terbang meluncur ke bawah. Karena merupakan para Venerate tipe penyihir, maka beberapa dari mereka dengan mudah menciptakan sebuah sayap proyeksi agar dapat memiliki kemampuan melayang di udara untuk meluncur ke permukaan.
Para Venerate Ierua pun mendarat ke permukaan, namun disaat bersamaan para Venerate Blueland, termasuk Raquille bersama dengan para Venerate Pavonas seketika datang menghampiri mereka.
“Mohon maaf, tapi harta karun yang berada di tempat ini sudah kami klaim lebih dulu,” ucap Raquille.
“Kalau begitu, kami tidak mempunyai pilihan selain merebut paksa harta karun tersebut dari kalian,” balas salah satu dari Venerate Ierua.
“Ngomong-ngomong, sudah berapa harta karun yang kalian dapat?” Lanjut Venerate tersebut, bertanya kepada para Venerate Blueland dan Pavonas.
“Coba tebak sendiri…” Ucap Raquille, tidak mau memberitahukan jumlah harta karun yang telah dia serta rekan-rekannya dapat.
“Semuanya mohon bantuannya…” Raquille kemudian meinta tolong kepada rekan-rekannya serta para Venerate Pavonas untuk melawan Venerate Ierua yang ingin merebut harta karun tersebut.
Para Venerate yang berada di pihak Raquille, serta beberapa Venerate Pavonas yang sebelumnya berada di dalam pesawat kemudian meluncur dan bertarung melawan para Venerate Ierua.
**
“Kakak, apa yang kau lakukan?” Disamping itu Arn pun nampak kebgingungan ketika dirinya hendak meluncur melawan para Venerate Ierua, namun lantas ditahan oleh pemuda Elfman itu.
“Maaf, tapi apa kau tidak melihat bahwa dua harta karun yang kita dapatkan sedang dipakai olehmu? Kau tetap disini bersamaku saja,” ucap Raquille, tidak mengijinkan pria itu untuk bertarung.
“Eh… Bukankah kau lupa bahwa tingkatan kekuatanku telah meningkat akibat memakai baju zirah sebelumnya… Ayolah, jangan halangi aku yang ingin mengetes kekuatanku sendiri,” ucap Arn, bersikeras tidak mau diam dengan beralasan bahwa dirinya sebenarnya mampu untuk melawan para Venerate musuh itu.
“Walaupun begitu, aku masih tidak mengijinkanmu melawan mereka semua…” Raquille pun tetap pada pendiriannya, tidak memperbolehkan Arn untuk bertarung, walaupun pria itu sudah memberikan alasan bahwa dirinya tidak akan kenapa-kenapa.
**
Beberapa saat kemudian, Venerate Ierua yang melawan Venerate Blueland serta Pavonas seketika dikalahkan karena jumlah mereka ternyata lebih sedikit dibandingkan dengan musuh mereka sendiri.
“Ice shaping…” Raquille seketika mengakses kekuatan elemen es miliknya, menciptakan sebuah borgol-borgol es yang langsung membelenggu masing-masing tangan dari para Venerate Ierua.
“Padahal aku akan menggunakan benda ini untuk menawan,” ucap Phyton, berniat memakaikan gelang kekangan surgawi yang mampu menahan kekuatan dari para Venerate, yang diperlihatkannya, namun Raquille ternyata sudah mendahului pemuda tersebut.
“Simpan saja itu untuk nanti… Kemungkinan kita akan memerlukannya,” ucap Raquille, menyuruh Phyton untuk menyimpan gelang tersebut.
Setelah para Venerate Ierus dikalahkan dengan cepat, terlihat Raquille pun nampak menunjukan ekspresi yang cemas.
“Tuan Raquille, ada apa denganmu?” Melihat ekspresi cemas dari Raquille, Phyton pun sontak bertanya.
“Entah kemana si bibi itu pergi,” jawab Raquille.
“Bibi… Siapa yang kau maksud?” Tidak mendapatkan jawaban yang pasti, Phyton lantas bertanya kembali pada pemuda Elfman itu.
“Maksudku Hyphilia… Sebelum dia berhasil menunggangi kuda putih itu kita tidak melihatnya lagi…” Ucap Raquille dengan ekspresi cemas sambil memperhatikan ke sekitaran tempat mencoba untuk menemukan Hyphilia.
Tak berapa lama, Haltryg pun datang menemui Raquille dan Phyton, karena sepertinya megetahui sesuatu tentang Hyphilia.
“Tenang saja kakak… Kakak Hyphilia baik-baik saja. Aku sempat melihatnya sebelumnya setelah dia menghancurkan pesawat milik mereka,” ucap Haltryg, sambil menunjuk para Venerate negeri Ierua.
Mendengar penjelasan dari pemuda itu, Raquille pun nampak sedikit legah karena mengetahui bahwa Hyphilia masih baik-baik saja, tidak seperti yang dipikirkan olehnya.
***
Di sisi lain, tampak Hyphilia mendarat bersama dengan kuda putih yang ditunganginya. Hyphilia sontak penasaran ketika melihat kuda tersebut membuang nafas panjang karena ternyata bisa merasa lelah setelah bergerak dalam kecepatan yang sangat tinggi sebelumnya.
Hyphilia pun turun dari kuda tersebut kemudian mulai mengelus-ngelus hewan itu.
“Apa kau lelah?” Tanya Hyphilia, yang tentu saja tidak bisa dijawab oleh kuda tersebut.
Elfman perempuan itu kemudian mengakses kekuatan sihirnya untuk berusaha memulihkan keadaan dari kuda yang merupakan salah satu dari tiga harta karun tersebut.
Setelah berhasil memulihkan keadaan dari hewan itu, Hyphilia kemudian mengakses kekuatan sihirnya kembali untuk mengirim kuda itu ke dalam ruang spasial yang bisa diakses olehnya.
“Eh…” Hyphilia seketika sedikit merasa terkejut ketika melihat nampak seorang pria yang berada di kejauhan sedang perlahan-lahan mendekat ke arahnya.
Karena penasaran dengan pria tersebut, Hyphilia pun perlahan-lahan juga langsung berjalan mendekatinya.
**
“Salam tuan…” Ketika datang menghampiri pria yang memiliki rambut panjang berwarna hitam tersebut, Hyphilia sontak langsung menyapanya.
“Apakah kau sudah berhasil menaklukan kuda putih itu?” Tanya pria misterius itu.
“Kau mengetahui tentang kuda itu tuan?” Tanya balik Hyphilia.
“Tentu saja… Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui tentang salah satu dari ketiga harta karun yang sedari dulu sering diperebutkan oleh negeri Brizora serta negeri Ierua,” jawab pria tersebut.
“Maaf, apakah anda adalah penghuni daerah ini?” Tanya Hyphilia.