
Padahal belum saja semenit pun berlalu setelah Javor mengirim mereka ke dimensi tersebut, namun kedua World Venerate itu layaknya telah bertarung berjam-jam hingga kehabisan tenaga.
***
“Apa-apaan itu? Mengapa pria itu bisa mengalahkan dua World Venerate sekaligus? Katakan padaku Saulovas?” Tanya World Venerate perempuan kepada Saulovas.
“Heh… Kau mungkin tidak menyangka bahwa dua rekanmu sebenarnya sudah terjebak selama berjam-jam ke dalam dimensi yang dikirim oleh pria itu,” jawab Saulovas, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada dua World Venerate Pavonas itu.
“Aku pun awalnya seperti itu ketika dia mengirimku ke dimensi yang bisa diakses olehnya… Aku bertarung dengan para makhluk menyeramkan yang terus berdatangan sampai membuat energiku terkuras habis,” lanjut Saulovas menjelaskan.
Perempuan itu tampak terkejut mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Saulovas.
“Tapi, dibandingkan memikirkan hal tersebut… Zora, lebih baik kau menyerah saja dan bergabung ke negeri Riemic…” Ucap Saulovas, menawarkan perempuan bernama Zora itu untuk bergabung menjadi bawahannya.
“Heh, apa kau sudah gila… Aku tidak akan berkhianat seperti dirimu,” balas perempuan itu, menolak mentah-mentah tawaran dari Saulovas.
“Heh, lihatlah sekitar… Bagaimana pasukan Pavonas bisa menanga dengan situasi seperti ini.” Saulovas pun kemudian, memperlihatkan keadaan dari para pasukan Pavonas yang sedang bertarung melawan pasukan kubuh barat kepada perempuan bernama Zora tersebut.
Pada sisi pertarungan para Continent Venerate, dimana saat Achilles, Cyffredinol maupun Wilrock bergabung membela para Continent Venerate kubuh barat, hal tersebut nampak membuat kekuatan mereka bertambah. Para Continent Venerate dari negeri Pavonas sendiri satu per satu mulai berguguran, tidak kuat lagi untuk bertarung melawan para Continent Venerate kubuh barat yang kini memiliki jumlah lebih banyak.
Kemudian di sisi lain, pasukan kubuh barat telah mendominasi pertarungan, dimana pasukan Pavonas yang sebelumnya memiliki persenjataan lengkap mulai berkurang satu per satu akibat jumlah pasukan kubuh barat yang semakin bertambah.
Perempuan bernama Zora itu pun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bahkan prajurit World Venerate yang sebelumnya berjumlah empat orang, kini hanya tersisa dirinya sendiri.
“Aku tidak peduli dengan tawaranmu… Walaupun hanya tersisa diriku saja, aku tetap akan melawan kalian para kubuh barat,” ucap Zora dengan tegas.
Perempuan itu kemudian memunculkan sebuah gelang yang bisa membuat para pemakainya tidak bisa mengakses kekuatannya.
Akan tetapi, saat akan melemparkannya ke arah Saulovas, tiba-tiba Javor datang dan langsung merebut gelang itu, lalu memakaikannya pada perempuan itu.
“Ukh…” Zora yang tidak bisa mengaktifkan kekuatannya akibat memakai gelang itu sontak langsung tak sadarkan diri ketika Javor dengan kuatnya melayangkan pukulan kepadanya.
“Untung saja ada kau…” Ucap Saulovas, merasa lega saat Javor dengan tepat waktu datang menolongnya.
“Tuan Saulovas, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Javor.
Saulovas sejenak memperhatikan keadaan di sekitar, melihat pertarungan manakah yang akan mereka bantu kali ini.
Setelah melihat para World Venerate Frieden dengan berusaha keras melawan makhluk suci yang dilawan mereka, pemimpin negeri Riemic itu seketika merasa mereka harus pergi membantu pertarungan tersebut.
“Kita pergi membantu mereka… Akan lebih mudah melawan makhluk suci itu jika kita menggabungkan kekuatan,” ucap Saulovas.
***
Beralih ke pertarungan antara empat World Venerate Frieden yang sedang berhadapan dengan sesosok makhluk suci berwujud manusia tersebut.
Keempat World Venerate Frieden itu secara bergantian melancarkan serangan proyeksi dalam skala yang besar ke arah makhluk suci tersebut, namun masih belum saja bisa mengalahkan makhluk suci tersebut.
“Hebat juga dia…” Ucap Geonard, tidak menyangka bahwa lawan mereka memiliki daya tahan yang sangat besar.
Belum menyerah, kini Vampireman perempuan bernama Deidre dengan sigap melancarkan serangan elemen api berwarna biru, yang langsung digabungkan dengan lancaran serangan elemen angin dari Frodor.
Gabungan serangan tersebut membuat api biru yang dilancarkan oleh Deidre menjadi dua sampai tiga lebih besar dari semula.
Kobaran api biru yang sangat besar serta panas tersebut seketika menyelimuti makhluk suci itu, tetapi dia mengeluarkan suara teriakan, kobaran api itu dalam sekejap langsung lenyap tak bersisa.
“Tekhnika ekzortsista… Soul vanisher slash…” Tiba-tiba Saulovas muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi tebasan makhluk suci itu terhempas.
Tak berapa lama, Javor muncul lalu memunculkan kepungan sebuah asap hitam, berniat untuk menjebak makhluk suci itu ke dalam dimensi yang bisa diaksesnya.
Hal itu sontak tidak berhasil karena dengan mengeluarkan suara teriakannya, makhluk suci itu mampu melenyapkan asap hitam yang mengepungnya.
“Ukh…” Efek teriakan dari makhluk suci itu juga langsung membuat Javor pun terhempas ke arah para World Venerate.
“Apakah benar makhluk suci adalah World Venerate?” Tanya Frodor sambil membantu Javor kembali berdiri.
“Aku juga penasaran mengapa dia sangat kuat… Membuatku bertanya-tanya apakah ada tingkatan Venerate yang bisa melebihi World Venerate?” Ucap Saulovas.
“Memangnya itu mungkin… Tingkatan lebih tinggi dibandingkan World Venerate?” Mendengar penjelasan Saulovas, Frodor nampak tidak mempercayainya.
“Entahlah, dunia ini penuh dengan misteri… Tidak mungkin dewa-dewa yang kita puja hanyalah World Venerate…”
“Daripada memikirkan hal itu, setidaknya kalahkan dulu makhluk yang berada di depan kita itu, baru mencari tahu misteri yang lain…”
“Kalau begitu bagaimana cara kita mengalahkannya?” Tanya Frodor.
“Heh, kerahkan saja tenaga kalian hampir habis… Aku yakin makhluk suci tetap memiliki sebuah batasan,” jawab Saulovas.
Semua World Venerate yang ada nampak tidak memiliki pilihan yang lain selain mengikuti saran yang tidak meyakinkan dari pemimpin negeri Riemic itu.
Mereka pun bersiap mengeluarkan kekuatan terkuat mereka, yaitu kekuatan pelepasan kedua untuk melawan makhluk suci itu.
Dimulai dari Saulovas dan Javor yang mengangkat salah satu tangan mereka mengaktifkan kekuatan dari sebuah gelang yang masing-masing dipakai oleh mereka.
Kemudian Geonard memunculkan sebuah tombak kapak, serta Deidre memunculkan sebuah, yang langsung mengaktifkan masing-masing kekuatan yang berada di dalam senjata suci mereka.
Dilanjutkan oleh Frodor serta World Venerate Frieden yang satunya. Langsung mengaktifkan kekuatan pada senjata suci mereka masing-masing.
“I defteri ekdosi…” Ucap keenam World Venerate secara bersamaan.
***
Beralih ke kota Vosmoc, dimana pasukan Pavonas yang menghalangi Raquille, Aguirre serta Alyara kini semuanya telah berhasil ditumbangkan oleh mereka.
Pasukan yang baru saja datang untuk membantu, tiba-tiba saja langsung melarikan diri mengingat lawan yang berada di depan mereka merupakan para World Venerate.
***
Berpindah ke dalam kastil yang berada di kota tersebut, nampak seorang prajurit mendatangi sebuah ruangan, yang dimana berada para World Venerate Pavonas berada, yang tidak lain adalah Rumen, Ienin dan Erissa.
“Ada sekitar berapa banyak jumlah pasukan kubuh barat yang datang?” Belum saja prajurit itu memberikan informasi, Rumen langsung mendahuluinya dengan sebuah pertanyaan.
“Tiga orang tuan…”
“Tiga orang…?” Ucap Rumen tidak percaya dengan ucapan prajurit itu.
“Tapi, mereka semua adalah World Venerate… Dua diantara adalah seorang pria berambut putih.”
“Hmph… Apa mungkin salah satu diantaranya adalah Elfman yang kau maksud Erissa,” Tanya Rumen pada Erissa.
Namun, Erissa tidak menjawab pertanyaan Rumen karena sedikit gemetaran merasakan keberadaan Raquille.