The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 311 - Menyerahkan diri



“Apa dia mencoba membujukku atau semacamnya?” Gumam Zchaira dalam hati, sedikit terkejut dengan pernyataan dari pemuda Elfman tersebut, namun gadis itu harus tetap bersiaga karena kemungkinan hal tersebut hanyalah sebuah jebakan dari pasukan Pavonas.


**


“Tentu saja aku tidak akan membiarkan warga kota ini mengalami hal buruk, walaupun mereka berada dalam negeri musuh…” Ucap Zchaira.


Raquille dan Haniwa sontak memperlihatkan ekspresi tersenyum setelah mendengar pernyataan yang diberikan oleh gadis tersebut.


“Namun… Aku tetap tidak akan bisa melepaskan mereka, sebelum kalian melakukan sebuah kesepakatan dengan kami, khususnya aku yang sedang kalian temui,” lanjut Zchaira berkata, menginginkan sebuah syarat kepada Raquille dan yang lain, sambil mengacungkan tongkat sihir yang digenggamnya.


“Ternyata memang tidak akan semudah ini yah…” Gumam Raquille.


“Kalau begitu apa kesepakatan, atau syarat yang harus kami penuhi wahai nona dewi merak?” Raquille kemudian bertanya mengenai hal yang dikatakan oleh Zchaira sambil memanggilnya dengan sebutan yang sering dipanggil oleh para Venerate negeri Tengal.


“Aku akan melupakan penyerangan ini jika saja kalian rela menyerahkan beberapa Venerate tingkat atas yang datang kemari…”


Raquille, Haniwa, serta Phyton pun lantas terkejut mendengar syarat yang diucapkan oleh Zchaira, dimana mereka tidak menyangka bahwa kemungkinan besar negeri Tengal melakukan penyerangan untuk mengincar beberapa Venerate kuat dari negeri Pavonas.


“Menyerahkan para Venerate tingkat atas… Bukankah pasukan Tengal bahkan sudah menawan salah satu Continent Venerate kami, tuan Tianhui…” Ucap Haniwa.


“Jadi namanya adalah Tianhui… Kalau begitu, kalian tinggal beberapa lagi Venerate yang harus kalian serahkan… Aku merasakan tekanan kekuatan yang besar dari gerombolan pasukan disana, mungkin saja beberapa diantara mereka bisa bergabung dengan negeri Tengal,” balas Zchaira, sambil membahas mengenai pasukan Pavonas yang berkumpul beberapa kilometer dari kota Vegoblashchenks.


Mendengar hal tersebut, Raquille pun nampak memikirkan sebuah solusi untuk mengganti persyaratan menyerahkan beberapa Venerate tingkat atas Pavonas yang diberikan oleh Zchaira.


“Nona dewi merak jika kau tidak keberatan, kau bisa membawaku sebagai ganti persyaratan yang kau bilang… Jika kau menyetujuinya, maka kalian harus pergi dari wilayah ini, serta menyerahkan kembali para Venerate kami yang kalian tawan,” ucap Raquille, sontak menawarkan dirinya sendiri sebagai ganti Venerate yang diincar, serta para Venerate dan warga yang sementara ditawan di dalam kota Vegoblashchenks.


Seketika Haniwa dan Phyton yang sedang bersama pemuda Elfman itu langsung terkejut mendengar pernyataan tersebut.


“Kakak… Apa yang kau katakan?”


“Phyton… Kurasa ini satu-satunya cara agar tidak ada korban berjatuhan,” ucap Raquille.


Dia itu kemudian berlutut sambil mengangkat kedua tangannya ke depan, ke arah Zchaira, yang nampak memasang ekspresi kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh pemuda Elfman tersebut.


*


“Apa-apaan dia? Memangnya dia serius mengatakan hal itu…” Gumam Zchaira dalam hati, bertanya-tanya mengenai rencana tersembunyi yang akan dilakukan oleh pemuda Elfman tersebut ketika gadis itu menyetujuinya.


**


“Dewi merak, aku tahu kau pasti tidak percaya dengan yang kukatakan… Tapi, ingatlah bahwa aku melakukan ini dengan tujuan agar semua orang yang berada di negeri Pavonas bisa baik-baik saja… Aku tidak akan berbohong dengan pernyataan akan menyerahkan diriku sendiri,” ucap Raquille dengan ekspresi serius.


“Jika kau tidak berbohong, maka negeri Tengal akan mendapatkan keuntungan daripada harus menyerang wilayah negeri lain… Kurasa aku memang harus menyetujuinya,” ucap Zchaira, sontak menyetujuinya walau masih merasa curiga dengan hal yang akan terjadi ke depannya.


Akan tetapi, ekspresi Zchaira seketika berubah ketika merasakan sesuatu sedang mendekat ke arahnya, dimana hal itu langsung membuat gadis tersebut dengan sigap memutar-mutar tongkat sihirnya sambil mengakses kekuatan sihirnya disaat bersamaan.


Tanpa diduga salah satu Continent Venerate Pavonas, yaitu Verre meluncur dengan kecepatan tinggi, mengibaskan tombak yang dipegangnya hingga memancarkan sebuah proyeksi energi dorongan tak kasat mata.


Serangan yang dilakukan oleh Verre seketika membongkar permukaan yang berada di dekat Zchaira, namun gadis tersebut yang sebelumnya telah mengantisipasinya, langsung menciptakan sebuah perisai dari proyeksi energi sihirnya, hingga serangan tersebut tidak berdampak cukup besar kepadanya, walau tampak sedikit terhentak ke arah belakang.


Raquille, Haniwa serta Phyton pun seketika terkejut, tidak menyangka bahwa pemuda itu akan menyerang Zchaira secara tiba-tiba.


**


“Ah, sial… Beraninya kalian mempermainkanku…” Umpat Zchaira, sontak memasang ekspresi wajah kesal karena secara tiba-tiba mendapat serangan dari salah satu Venerate Pavonas.


“Kakak… Tunggu dulu… Ini bukan seperti yang kau kira, kami sebenarnya tidak bermaksud untuk menyerang…”


“Hentikan Haniwa… Ternyta kalian memang ingin melakukan hal licik, baiklah kalau begitu majulah jika kalian ingin menyerangku,” ucap Zchaira, memotong ucapan Haniwa karena merasa kesal akibat Verre secara tiba-tiba telah mencoba menyerangnya.


“Heh… Memangnya perempuan lemah sepertimu bisa melakukan apa? Aku yakin kau pasti hanya beruntung bisa menahan seranganku,” balas Verre, nampak meremehkan Zchaira, walaupun merasakan tekanan kekuatan dari gadis tersebut setara dengan tingkat World Venerate.


“Kalau begitu coba kau pastikan saja, jika ucapanmu itu benar,” ucap Zchaira dengan mata melotot, merespon ucapan yang meremehkan dirinya, hingga langsung menantang pemuda itu untuk menyerangnya.


Tanpa pikir panjang, Verre dengan sigap meluncur sambil mengayunkan tongkatnya, yang disertai pancaran energi dorongan tak kasat mata dalam skala yang besar.


Akan tetapi, dengan santainya Zchaira menggerakan tongkat sihirnya menangkis serangan dari Verre, tanpa membuatnya bergeming sedikitpun, walau tekanan dari serangan pemuda itu tampak sangat besar hingga membongkar permukaan disamping kiri serta kanan gadis tersebut.


Zchaira tersenyum sejenak, kemudian langsung menepis serangan Verre yang ditahannya, hingga memunculkan efek tekanan kekuatan yang besar, membuat Verre seketika terhempas ke jarak jauh.


“Selanjutnya… Apakah kau pria Elfman?” Zchaira kemudian mengacungkan tongkat sihirnya ke arah Raquille, Haniwa serta Phyton untuk menantang mereka bertarung.


“Aku baru sadar ternyata kau pengguna tangan kiri sama sepertiku…”


Akan tetapi, ketiga pemuda itu hanya diam, dimana Raquille hanya mengatakan sesuatu yang tidak penting saat menyadari bahwa Zchaira memegang tongkat sihirnya dengan tangan kiri.


“Belum ada peserta selanjutnya, karena aku masih bisa melawanmu…”


Tiba-tiba Verre meluncur kembali dnegan kecepatan tinggi ke arah Zchaira untuk mencoba menyerang gadis tersebut.


Dengan sigap pun Zchaira seketika bergerak sedikit ke sisi kanan, kemudian dalam sepersekian detik mengangkat tongkat sihirnya ke atas yang seketika memancarkan proyeksi energi dalam skala yang besar, lalu mengibaskannya ke arah Verre yang dengan tepat waktu telah berada disampingnya.


“Uakh…!”


Dalam sekejap serangan yang dilancarkan oleh gadis tersebut langsung membuat Verre yang merupakan seorang Continent Venerate terkapar tak sadarkan diri.