The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 206 - Kuda kilat



Setelah keluar dari dalam pesawat pasukan Pavonas, Raquille yang sedang terbang di udara sontak mendarat di sebuah padang rumput yang terdapat banyak kawanan kuda. Raquille pun berjalan diantara kawanan kuda sambil memperhatikan hewan-hewan tersebut, berharap menemukan sebuah petunjuk, setidaknya hal tersebut merupakan sebuah ciri-ciri khusus yang dapat membedakan kuda yang mereka cari dengan kuda-kuda yang lain.


Akan tetapi, setelah beberapa lama terus berjalan dan memperhatikan satu per satu kuda yang ada, Raquille pun nampak muak serta merasa kesal karena kawanan kuda tersebut hanya nampak seperti kuda biasa.


“Hei kawan… Apakah ada salah satu diantara kalian yang memiliki perbedaan, setidaknya dalam kecepatan berlari?” Ucap Raquille, yang anehnya bertanya kepada seekor kuda yang sedang menatapnya.


Namun, kuda yang ditanyainya tersebut tentu saja tidak bisa menjawab pertanyaan dari Raquille, dan hanya terus menatap pemuda Elfman itu sambil menggoyangkan mulutnya karena sedang mengunyah rumput.


Kuda itu kemudian dengan santai pergi meninggalkan Raquille, yang membuat pemuda Elfman itu langsung merasa heran sendiri bahwa dirinya sebelumnya sudah berbicara dengan hewan yang tentu saja tidak bisa mengerti bahasanya.


“Duarrr...!”


Raquille tiba-tiba berteriak dengan kuat untuk mengagetkan para kawanan kuda yang ada, hingga mereka panik dan langsung berlari tanpa arah yang jelas.


Ketika suasana di padang rumput itu telah menjadi kacau karena kawanan kuda-kuda yang ada seketika berlati tanpa arah yang pasti, saling bertabrakan satu sama lain, Raquille seketika terbang kemudian melayang di udara sambil memperhatikan satu per satu kuda-kuda itu berlari, berharap menemukan seekor kuda yang dapat berlari setidaknya lebih cepat dari kuda-kuda yang ada.


“Haah…” Raquille pun merasa kecewa karena ide yang sebelumnya diucapkan oleh Hyphilia dan sebelumnya sempat disangga olehnya, ternyata memang tidak berhasil.


***


“Halo…!” Di sisi lain, tampak Haltyrg juga melakukan hal sama pada kawanan kuda yang lain, namun hal tersebut tetap saja tidak bisa membuahkan hasil.


***


Ternyata mereka semua yang berada diantara kawanan kuda, ternyata melakukan hal yang sama seperti Raquille dan Haltryg, namun tetap saja tidak bisa menemukan kuda yang memiliki kecepatan berlari di atas rata-rata.


***


Kembali pada Raquille, dimana pemuda Elfman itu masih tidak mau menyerah untuk terus berusaha menemukan kuda yang merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun yang berada di tempat itu.


“Gold instrict mode…” Pemuda Elfman itu seketika mengaktifkan kembali kekuatan insting emas miliknya untuk mencoba merasakan tekanan kekuatan yang bahkan sulit untuk dirasakan oleh Venerate yang lain.


Seketika Raquille pun tersenyum ketika kekuatannya tersebut dapat berfungsi dengan baik, berbeda saat dirinya masuk ke dalam dimensi spasial sebelumnya, saat mencari sebuah cincin salah satu dari ketiga belas harta karun.


Pemuda Elfman itu sontak memperhatikan keadaan di sekitar, dan tiba-tiba melihat sesuatu yang mencurigakan di tanah.


Dalam sudut pandang dari Raquille, dia mampu membedakan jejak kaki dari para kawanan kuda yang sudah menumpuk. Pemuda Elfman itu lantas sedikit penasaran ketika dalam sudut pandangnya tersebut melihat sebuah jejak kaki dengan hawa yang nampak berbeda dengan yang lain.


Tanpa pikir panjang, Raquille berjalan mengikuti jejak kaki dari seekor tersebut, hingga tanpa disadari dirinya telah masuk ke dalam sebuah gua.


Raquille terus berjalan mengikuti jejak kaki tersebut hingga masuk lebih dalam pada gua tersebut. Raquille terus berjalan mengikuti jejak kaki tersebut hingga mendapatkan pintu gua yang lain.


Setelah keluar dari dalam gua tersebut, Raquille tiba di sebuah padang rumput yang berada di seberang pulau. Pemuda Elfman itu nampak sedikit kesal karena merasa seperti mendapatkan lelucon praktik dari kuda pemilik jejak kaki tersebut, dimana dia kembali bertemu dengan kawanan kuda yang lain.


Raquille pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga dapat melihat jejak kaki tersebut nampak masih sangat panjang melewati padang rumput tersebut.


Tidak mau menyerah, Raquille terus berjalan diantara kawanan kuda mengikuti arah jejak kaki tersebut, hingga tiba-tiba melewati Haltryg yang berada di padang rumput tersebut.


“Kakak, sedang apa kau?” Tanya Haltryg, nampak penasaran sambil mengikuti Raquille.


Walaupun nampak heran karena hanya melihat jejak kaki kuda yang sudah menumpuk di tanah, namun Haltryg tetap mempercayai pemuda Elfman itu dan terus mengikutinya dari arah belakang.


**


Saat sampai di padang rumput yang selanjutnya, Raquille dan Haltryg sontak terkejut ketika melihat seekor kuda putih tengah berada di padang rumput tersebut sendirian.


“Haltyrg… Apa mungkin itu adalah kudanya?” Tanya Raquille.


“Aku rasa benar itu memang dia,” jawab Haltryg, merasa yakin bahwa kuda yang mereka cari kini benar berada di depan mereka tersebut.


Raquille dan Haltryg sejenak saling menatap kemudian kembali melihat kuda putih tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi, Raquille dan Haltryg pun langsung meluncur dengan cepat ke depan hendak menangkap kuda tersebut.


Dalam sepersekian detik, ketika Raquille dan Haltryg semakin mendekat, kuda itu sejenak menatap mereka berdua, dan dalam sekejap bergerak dengan kecepatan yang sangat tidak normal.


Seketika kuda putih tersebut menghilang dari hadapan Raquille dan Haltryg, membuat mereka pun langsung jatuh tersungkur ke tanah.


Raquille dan Haltryg dengan sigap kembalo berdiri sambil menatap ke sekitaran tempat, berusaha mencari keberadaan dari kuda putih tersebut.


“Dimana dia? Apakah itu kemampuan berpindah ruang?” Ucap Haltryg, bertanya-tanya mengenai kemampuan dari kuda tersebut, yang tiba-tiba menghilang dari hadapannya.


“Tidak… Ternyata memang benar bahwa kecepatan kuda itu setarah dengan cahaya,” jawab Raquille.


Disaat yang bersamaan, kuda putih itu tiba-tiba kembali muncul di padang rumput tersebut. Raquille dan Haltryg pun dengan sigap kembali meluncur hendak menangkap kuda tersebut.


Akan tetapi, mereka kecepatan mereka masih kalah jauh dengan kuda tersebut, hingga membuat mereka pun jatuh tersungkur kembali ketika kuda tersebut bergerak menghindari mereka.


“Urgh…” Raquille pun langsung merasa kesal karena kembali gagal untuk menangkap kuda tersebut.


“Ice aura… Cold chill…” Raquille seketika mengakses teknik elemen es miliknya menciptakan sebuah kabut disekitar yang langsung membuat tempat itu menjadi dingin.


Hal yang dilakukan olehnya tersebut, bertujuan untuk membekukan kuda tersebut agar tidak mampu untuk bergerak lagi.


Akan tetapi, walaupun tubuh dari hewan itu sempat membeku, namun kuda tersebut langsung mengeluarkan panas tubunya hingga kembali bisa menggerakan tubuhnya kembali.


“Sial…” Raquille pun langsung mengumpat ketika melihat kuda putih itu kembali menghilang di depannya.


“Kakak…”


“Ekh…” Ketika Haltryg memanggilnya, Raquille pun sontak menoleh dan seketika terkejut melihat tubuh pemuda itu telah menjadi kaku karena membeku akibat menerima efek dari tekniknya.


“Bagaimana ini?” Tanya Haltryg.


“Gunakan teknik elemen api untuk memanaskan tubuhmu agar bisa kembali bergerak lagi,” jawab Raquille.