The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 223 - Venerate Fuegonia datang membantu



“Sepertinya kau sudah kehilangan pedangmu...” Ucap Sheafear sambil mengacungkan pedang yang digenggamnya ke arah Raquille.


*


“Apa-apaan ini? Kenapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku? Apa mungkin ini kekuatan yang sama seperti pedang yang kucabut sebelumnya?” Gumam Raquille dalam hati, nampak bertanya-tanya mengapa dia tidak bisa menggerakan tubuhnya.


**


“Kau mungkin masih penasaran... Biar kujelaskan, pedang yang kupegang ini memiliki sebuah kekuatan yang cukup kuat untuk membuat para bangsa Friedenic patuh... Aku juga masih sedikit penasaran mengapa kekuatan pedang ini bisa sama seperti pedang yang kau cabut barusan... Kekuatan dari kedua senjata suci ini saling menangkal satu sama lain...”


“Sejak Ierua dan Brizora masih menjadi satu negeri, pedang yang kupegang ini sudah dipegang oleh para raja yang memimpin sejak dulu kala,” ucap Sheafear, menjelaskan hal tersebut kepada Raquille.


“Lagipula percuma saja aku menceritakan hal itu kepadamu... Kau juga akan segera mati di tanganku hari ini...”


Raja negeri Ierua itu pun memanfaatkan keadaan Raquille yang tidak menggerakan tubuhnya tersebut, untuk segera mengakhiri pemuda Elfman itu. Sheafear mengangkat tinggi-tinggi pedang yang dipegang olehnya sambil berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga bilah pedang tersebut memancarkan pancaran proyeksi energi.


Raquille pun tidak bisa melakukan apa-apa ketika raja Ierua itu mengayunkan pedang yang memancarkan proyeksi energi ke arah, bahkan para Venerate yang berada di sekitar tempat tersebut juga tidak bisa membantu karena mereka juga sedang berada dalam kendali kekuatan dari pedang milik Sheafear, yang membuat mereka juga berlutut, dan tidak bisa menggerakan tubuh mereka.


“Breaker lightning...” Tiba-tiba sebuah sambaran petir secara horizontal meluncur menyambar Sheafear yang hampir saja menyerang Raquille.


“Uakh...” Karena tidak mengiranya, Sheafear pun langsung menerima serangan proyeksi elemen petir tersebut hingga membuatnya langsung terhempas, kemudian terkapar di tanah.


Sheafear pun dengan cepat kembali berdiri, dan langsung mengaktifkan kekuatan yang mampu mengekang pergerakan dari semua Venerate yang berada di tempat itu.


Disaat yang bersamaan tampak Barbiond, jendral gubernur dari negeri Fuegonia mendarat tepat di depan Raquille.


Melihat hal tersebut, Sheafear nampak terkejut karena kekuatan yang mengekang pergerakan dari para Venerate tidak berpengaruh terhadap pria yang berada di depannya tersebut.


“Apa-apaan ini? Kenapa kau tidak bisa berpengaruh?” Tanya Sheafear.


“Sayang sekali Yang mulia Sheafear, aku mengetahui dengan pasti kekuatan dari pedang Nuagarach itu hanya bisa mengendalikan Venerate dari bangsa Friedenic saja. Sedangkan aku bukanlah bagian dari bangsa Friedenic...” Jawab Barbiond.


Sheafear pun hanya bisa terdiam setelah mendengar penjelasan dari World Venerate negeri Fuegonia tersebut. Dia pun merasa kesal karena kini pria itulah yang menjadi penghalang baginya untuk mencoba mengakhiri Raquille.


“Hmph... Benar juga. Aku ingat bahwa kau dan negerimu itu pernah berurusan dengan kami sebelumnya...”


“Untuk apa kau datang kemari? Apakah untuk mencari masalah dengan Ierua lagi?” Tanya Sheafear.


“Bisa dibilang bahwa aku datang sebagai bala bantuan untuk memenuhi panggilan negeri Blueland yang sebelumnya sempat kami tolak...” Jawab Barbiond.


“Lagipula, aku juga tidak akan membiarkanmu menyerang pangeran Raquille, karena bagaimanapun dia pernah menjadi Venerate Fuegonia walaupun hanya sesaat,” lanjut Barbiond berkata.


“Jadi begitu yah... Kalau begitu, majulah dan coba halangi aku,” balas Sheafear menantang World Venerate Fuegonia itu.


“Breaker wind...” Tanpa pikir panjang, Barbiond langsung melancarkan serangan proyeksi hempasan angin yang kuat ke arah Sheafear.


Akan tetapi, dengan mudah raja negeri Ierua itu langsung mengibaskan pedangnya, meluncurkan sebuah proyeksi energi dalam skala yang besar, hingga serangan hempasan angin dari Barbiond pun seketika lenyap.


Sheafear meluncur dengan cepat mendekati Barbiond sambil mengayunkan pedangnya, hendak melancarkan sebuah serangan proyeksi energi.


Hal tersebut langsung membuat Sheafear pun sulit untuk bergerak, karena tidak mampu menahan tekanan yang kuat dari pusaran angin tersebut.


Barbiond melayang ke udara, kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya. Seketika langit yang berada di atas, yang sebelumnya cerah tiba-tiba dalam sekejap berubah menjadi mendung.


“Breaker storm... Consecutive lightning sparks...”


Barbiond mengakses kekuatannya menarik petir yang berada dari atas langit ke arah Sheafear yang masih terkurung di dalam pusaran angin yang diciptakan olehnya.


Dalam sekejap sambaran petir dengan skala yang besar serta bertegangan tinggi langsung menerjang Sheafear yang masih terjebak di dalam pusaran angin.


**


“Ayah...!” Melihat hal tersebut, Hazelise pun langsung berteriak memanggil Sheafear karena khawatir dengan keadaan dari ayahnya tersebut.


**


“Haah... Haah...” Setelah sambaran elemen petir itu berakhir, tampak Sheafear masih bisa bertahan walaupun dalam keadaan yang lemah serta menerima beberapa luka di beberapa bagian tubuhnya.


“Pengendali musim yah... Hebat juga kemampuanmu itu... Aku sangat penasaran apakah kalian bisa merubah musim tanpa harus terpengaruh waktu dimana saat musim lain sedang berlangsung?” Ucap Sheafear sambil bertanya tentang kemampuan dari pria itu.


“Mohon maaf jika harus mengecewakanmu Yang mulia Sheafear, tapi kami kemampuan untuk mengubah musim adalah sebuah teknik yang sangat beresiko... Maka dari itu, kami harus berpikir dua kali serta mencari waktu yang tepat untuk bisa menggunakan teknik kami itu,” jawab Barbiond.


Setelah puas dengan jawaban tersebut, Sheafear yang sedang dalam keadaan lemah setelah menerima serangan dari Barbiond, seketika meluncur ke depan mendekati World Venerate Fuegonia itu.


“Breaker lightning...”


“Ukh...” Karena dalam keadaan seperti itu, Sheafear langsung dengan mudah menerima serangan proyeksi elemen petir yang diluncurkan oleh Barbiond.


Dengan sigap, Barbiond menepis tangan Sheafear hingga pedang yang dipegangnya langsung terlepas dari tangannya.


“Breaker wind...” Barbiond pun langsung melancarkan serangan hempasan angin, membuat raja Ierua itu pun langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh.


“Eh...” Tiba-tiba Barbiond sontak terkejut karena sebuah tombak meluncur ke arahnya, namun masih sempat dihindari olehnya.


Seketika Cadhan meluncur mendekat dan langsung mengibaskan tombaknya ke arah Barbiond. Untungnya Barbiond dengan refleks melompat ke belakang menghindari serangan ayunan tombak yang memancarkan proyeksi energi tersebut.


Cadhan mengangkat salah satu tangannya, membuat tombak yang diluncurkan kepada Barbiond, namun sempat dihindari kembali ke tangannya lagi.


Perdana menteri Ierua itu berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga tubuhnya langsung memancarkan proyeksi energi yang tak henti-hentinya keluar memancar dari tubuhnya.


“Lakukan sekarang...” Melihat Cadhan siap untuk bertarung dengannya, tiba-tiba Barbiond bergumam, nampak seperti berbicara dengan seseorang.


***


Dari kejauhan nampak seorang pria berambut putih dengan memegang sebuah busur panah, yang tidak lain merupakan Cyffredinol tengah membidik Cadhan yang berada puluhan kilometer dari tempatnya berada.


“Ice spring... Million ice thorns...”