The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 87 - Pasukan khusus negeri Tsureya



Raquille dan Zitkavena sontak bersiap menahan serangan yang akan dilancarkan pria itu kepada mereka.


“Hentikan Kurmer…!” Namun, mendadak sang sultan muncul dan langsung berteriak pada pria itu.


“Kakek…” Dia pun menghentikan apa yang akan diperbuatnya, kemudian berlutut dihadapan pemimpin negeri Tsureya itu.


Serentak semua prajurit Tsureya juga berlutut di hadapan sultan mereka tersebut.


“Kenapa kalian berada disini? Dan darimana asal kalian?” Tanya pemimpin negeri Tsureya itu.


“Mohon maaf Yang mulia jika kedatangan tiba-tiba kami ini mengganggu ketenangan di tempat ini…” Ucap Zitkavena.


“Sebenarnya kedatangan kami kemari adalah untuk…”


“Tunggu dulu, lebih baik kita bicarakan hal ini di tempat lain… Ayo ikut aku dulu.” Sultan itu seketika memotong kata Zitkavena sambil mengajak mereka ke tempat lain untuk menjelaskan maksud kedatangan dari dua orang tersebut.


Pria paruh baya itu lalu berjalan lebih dulu meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa pikir panjang, Raquille dan Zitkavena langsung mengikuti pemimpin negeri Tsureya itu dari belakang.


***


Di sebuah ruangan mereka kemudian berbincang tentang maksud kedatangan dari Raquille dan Zitkavena ke negeri tersebut.


“Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Zitkavena Sirozov. Aku berasal dari negeri Nascunia…”


“Tujuan kami datang ke tempat ini sebenarnya untuk meminta bantuan Tsureya melawan negeri Geracie. Kami sadar bahwa jumlah pasukan kami masih belum cukup untuk melawan negeri Geracie. Jadi, aku mohon agar negeri Tsureya juga bisa membantu kami dalam penyerangan kali ini, Yang mulia,” ucap Zitkavena, menjelaskan maksud kedatangannya.


“Hmph… Selama ratusan tahun Geracie telah menjadi negeri lintas benua, dan selama itu juga dominasi mereka terhadap dua benua ini sangatlah besar…”


“Aku sebelumnya tidak mau melepaskan kesempatan untuk menyerang mereka, namun aku sudah tidak mau membuat hal yang percuma seperti itu lagi… Mereka terlalu kuat, aku menolak untuk membantu kalian,” ucap pemimpin negeri Tsureya, langsung menolak permintaan bantuan kubuh barat.


Raquille dan Zitkavena pun seketika terkejut mendengar penolakan dari sultan Tsureya tersebut.


“Tapi Yang mulia…”


“Maafkan aku nona, aku tidak mau lagi berurusan dengan mereka lagi… Kuharap kalian bisa mengerti.”


“Heh… Pantas saja kalian sering dikalahkan oleh negeri itu, ternyata semangat dari pemimpinnya hanya seperti ini.” Raquille pun sedikit menyindir pemimpin negeri Tsureya itu, setelah mendengar penjelasannya.


“Hei, jaga ucapanmu… Beraninya kau mengatakan hal seperti itu pada kakekku.” Pria yang sebelumnya ingin menyerang mereka, seketika langsung terprovokasi oleh perkataan pemuda itu.


Dia kemudian mendekati Raquille lalu mencengkram kerah baju pemuda itu sambi menatap tajamnya.


“Jelas saja itu adalah fakta, apa kau tidak senang?” Tantang Raquille, tidak takut dengan gertakan pria itu.


Nampak kesal mendengar ucapan Raquille, pria itu seketika mengangkat tangannya hendak melayangkan pukulan pada pemuda Elfman itu.


“Kurmer…” Namun, sultan Tsureya langsung saja menghentikan pria itu.


“Hei anak muda, jika kalian membutuhkan bantuan pasukan negeri ini, memangnya apa keuntungannya untuk kami? Jika kau bisa menjawabnya, aku dengan senang hati akan langsung menyetujui permintaan kalian,” ucap sultan Tsureya.


“Baiklah, yang pertama aku yakin hampir seluruh dari pasukan Geracie akan menyerang wilayah Nascunia yang telah direbut kembali…”


Raquille kemudian menjelaskan bahwa semua pasukan Geracie sebagian besar akan terkonsentrasi ke wilayah Nascunia, dan hal tersebut akan memberikan kesempatan kepada negeri Tsureya untuk menyerang wilayah perbatasan benua mereka.


Jika Tsureya berperang bersama dengan kubuh barat, maka hal itu akan membuat negeri tersebut masuk sebagai anggota dari organisasi GANCO.


Rauille juga menjelaskan bahwa dengan masuknya negeri Tsureya ke dalam organisasi GANCO, itu akan membuat mereka dapat terus mempertahankan wilayah yang akan direbut dari Geracie.


“Jadi bagaimana? Usulan ini akan menguntungkan kedua belah pihak kan?” Tanya Raquille.


“Baiklah, aku menyetujui untuk membantu kalian para kubuh barat.” Hingga tak berapa kemudian pria itu langsung menyetujuinya.


“Kurmer, aku ingin kau pergi bersama mereka,” ucap sang sultan, menyuruh pria Tsureya yang bersamanya membantu kubuh barat.


“Baiklah kakek, aku tidak bisa menolak perintahmu.” Ucap pria itu, walau sedikit tidak setuju, namun tidak memiliki pilihan lain untuk menolak pemimpin negerinya tersebut.


“Kalian berdua, ayo ikut dulu denganku sekarang.” Dia kemudian menyuruh Raquille dan Zitkavena untuk ikut bersamanya.


“Tuan Raquille, apa kau yakin jika negeri Tsureya akan masuk ke dalam kubuh barat?” Tanya Zitkavena, berbisik pada Raquille sambil mengikuti pria itu.


“Karena itu setidaknya aku harus menjadi pahlawan dalam perang ini, agar bisa meminta pada organisasi itu untuk menjadikan Tsureya bagian dari mereka,” balas Raquille.


***


Di suatu tempat pria yang bernama Kurmer tersebut bersama dengan Raquille dan Zitkavena menemui para prajurit, yang sebelumnya bersama dengan sultan.


“Sebelum kita berangkat, aku ingin memperkenalkan kalian kepada dua pasukan khusus dari negeri Tsureya… Pasukan yang pertama adalah pasukan Ruhawsari,” ucap Kurmer menunjuk pasukan yang berada di tempat tersebut.


Kurmer menjelaskan bahwa pasukan tersebut memiliki kemampuan yang sama persis seperti para Venerate dari bangsa Slivan. Singkatnya dia juga menjelaskan bahwa beberapa ratus tahun yang lalu negeri Tsureya pernah berperang melawan negeri dari bangsa Slivan, dan berhasil menangkap sebagian kecil dari Venerate bangsa tersebut.


Pasukan khusus Tsureya yang ditunjukkannya tersebut kini hanyalah keturunan campuran antara bangsa Slivan serta bangsa Tsureya.


“Selanjutnya, pasukan kedua adalah pasukan Almasari…” Kurmer menepuk tangannya dua kali, seketika para prajurit bertudung, yang sebelumnya menyerang Raquille dan Zitkavena datang ke tempat itu.


Selain pasukan dari keturunan bangsa Slivan, Tsureya juga memiliki satu khusus lainnya, yaitu pasukan Almasari atau pasukan pembunuh.


Pasukan tersebut memiliki peran penting dalam penyusupan serta pembunuhan secara diam-diam ke pihak musuh, bahkan para prajurit bertudung tersebut memiliki kemampuan untuk menyembunyikan hawa keberadaan mereka sehingga tidak dapat diketahui oleh Venerate lainnya.


Namun, walaupun telah memiliki kemampuan seperti itu, keberadaan pasukan tersebut masih bisa dapat diketahui oleh Venerate seperti ras keturunan campuran, yang memiliki refleks tinggi. Contohnya saat Raquille dengan mudah dapat mengetahui keberadaan mereka yang sedang bersembunyi di balik langit-langit istana sebelumnya.


***


Kemudian di wilayah negeri Midauz, salah satu negeri dari anggota kubuh barat. Di sebuah perbatasan antara wilayah Midauz dengan wilayah yang telah direbut oleh kubuh timur, terlihat segerombolan pasukan sedang menuju ke sebuah benteng yang berada sekitar lima kilometer tepat di depan mereka.


**


“Itu kan… Pasukan Graina…” Salah satu prajurit yang sementara berjaga di sebuah menara benteng tampak terkejut saat melihat gerombolan pasukan yang datang tersebut langsung dikenalinya merupakan pasukan dari negeri Graina, salah satu negeri anggota kubuh timur.


Dengan cepat prajurit itu menuruni menara dan berlari untuk memberitahukan hal yang dilihatnya tersebut.


***


Sementara di salah satu kota yang berada di negeri Frieden nampak diserang oleh armada pesawat kubuh timur hingga porak-poranda.


Di salah satu armada pesawat kubuh timur tersebut tampak dua orang Venerate keluar, yang tidak lain merupakan Achilles dan Cyffredinol, saudara dari Raquille.


***


Informasi tentang penyerangan dari kubuh timur seketika sampai ke ibukota Frieden, yang langsung membuat seluruh pasukan kubuh barat harus bersiap untuk menyerang balik mereka.


Terlihat Aguirre bersama dengan Anselm, World Venerate dari negeri Erstleland, telah siap untuk berangkat ke lokasi peperangan.


Tak berapa lama, seorang prajurit dari Fuegonia datang menghampiri mereka berdua.


“Tuan Aguirre, sepertinya Venerate tingkat tinggi yang menyerang adalah tuan Achilles dan tuan Cyffredinol,” ucap prajurit itu.


“Apa katamu…?” Aguirre seketika terkejut mendengar informasi yang diberikan oleh prajurit tersebut.