The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 106 - Para prajurit dirasuki



Sekitar empat puluh kilometer ke arah timur laut, terdapat sebuah kota yang kini telah diduduki oleh pasukan Graina dan bersama pasukan aliansi mereka, negeri Tsureya dan Ledyana.


Para prajurit Nascunia yang sebelumnya telah mengalami kekalahan dan tidak sempat untuk mundur, dikumpulkan ke satu tempat.


Tak berapa lama kemudian, tiga Venerate yang merupakan pimpinan dari masing-masing pasukan aliansi tersebut datang menghampiri para prajurit Nascunia.


“Tuan Arvorys, biarkan aku saja yang mengakhiri mereka disini… Lagipula mereka tidak akan mau bergabung dengan kita.” Salah satu Venerate dari negeri Tsureya sontak meminta ijin kepada Venerate Graina yang selaku pemimpin dari pasukan aliansi mereka untuk menghabisi para prajurit Nascunia.


“Tunggu dulu…” Disaat Venerate Tsureya tersebut telah mengaktifkan kekuatannya, tiba-tiba Venerate dari negeri Ledyana langsung menghentikannya.


“Daripada harus membunuh mereka semua, lebih baik kita mengendalikan saja mereka… Kita lebih baik beristirahat karena hari sudah mulai gelap,” ucap Venerate dari Ledyana tersebut sambil melihat matahari yang berada di langit kini mulai tenggelam.


Mendengar ucapan tersebut lantas pemimpin pasukan yang berasal dari Graina langsung mempersilahkan Venerate Ledyana itu.


“Akan kumulai…” Ucap Venerate itu yang kemudian terlihat berlutut.


Dia lalu memejamkan kedua matanya dan menggosokkan salah satu tangannya ke tanah. Terdengar Venerate itu mengucapkan sebuah rapalan mantra dengan Bahasa yang sulit untuk dimengerti oleh semua orang yang berada di tempat itu.


Seketika sebuah diagram cahaya merah tercipta disekitar Venerate tersebut, yang seketika mengeluarkan sebuah kepungan asap hitam naik ke udara.


Melihat hal tersebut semua orang pun tercengang. Para prajurit Nascunia yang juga merasakan hal yang sama nampak pasrah melihat nasib mereka nantinya saat menerima teknik dari Venerate Ledyana itu.


Kepungan asap hitam yang naik ke udara itu terjun memecah menjadi banyak menuju para prajurit Nascunia. Asap-asap tersebut dihirup oleh semua prajurit Nascunia sampai membuat mereka seketika tidak bisa bernapas, hingga tersungkur tak sadarkan diri.


Tak perlu menunggu waktu yang lama semua prajurit Nascunia tersadar dan kembali berdiri. Venerate Ledyana itu pun tersenyum sinis melihat warna bola mata para prajurit kini berubah menjadi merah.


“Dengarkan perintahku sekarang. Serang semua prajurit Nascunia yang melarikan diri,” ucap Venerate Ledyana itu memberikan perintah kepada para prajurit Nascunia yang dikendalikannya.


Dengan cepat prajurit-prajurit yang dikendalikannya tersebut bergerak meninggalkan tempat tersebut.


“Kekuatan kalian akan semakin meningkat ketika malam hari tiba,” gumam Venerate tersebut setelah para prajurit Nascunia pergi.


***


Berpindah ke kota dari pasukan Nascunia, di atas tembok kota terlihat dua prajurit yang sedang berjaga tiba-tiba melihat rekan-rekan mereka yang sebelumnya tertangkap kini telah kembali.


“Itu orang-orang kita…” Ucap salah satu prajurit, nampak senang melihat rekan-rekannya masih bertahan.


“Akh…!” Akan tetapi, baru saja mereka merasa senang, tiba-tiba beberapa prajurit rekan mereka tersebut dengan seketika telah berada di depan kedua prajurit itu dan langsung melumpuhkan mereka.


***


“Eh, apa yang terjadi?”


Sementara itu, Sirozovia yang sedang berada di sebuah ruangan bersama dengan saudaranya, Auremil. Tiba-tiba mereka berdua keributan di sekitar kota.


“Apa Graina menyerang lebih dulu lagi?”


Setelah memperkirakan bahwa keributan tersebut merupakan serangan dari musuh mereka, kedua orang itu pun seketika keluar.


**


Diluar betapa terkejutnya mereka melihat prajurit-prajurit Nascunia yang telah dikendalikan menyerang rekan-rekan prajurit mereka sendiri berserta warga-warga awam yang berada di dalam kota.


“Apa-apaan semua ini?” Ucap Auremil.


Salah satu prajurit yang dikendalikan tiba-tiba saja muncul hendak menyerang Sirozovia yang berada di depannya.


“Kyahh…!” Teriak Sirozovia terkejut melihat prajurit tersebut hendak menyerangnya.


Dengan sigap Auremil pun langsung melancarkan serangannya pada prajurit tersebut hingga terhempas.


Prajurit yang sempat diserang oleh Auremil sebelumnya seketika kembali untuk melancarkan serangannya kembali.


Namun, dengan mudah Auremil dapat mengatasinya. Dengan lincah pria itu menyerang titik vital prajurit tersebut dan menendangnya hingga tersungkur ke tanah.


Bukannya menjadi tidak berdaya, prajurit tersebut perlahan kembali berdiri hingga membuat Auremil dan Sirozovia pun kebingungan melihatnya.


Tiba-tiba sepasang kepala prajurit tersebut tumbuh sepasang tanduk hitam. Kuku-kuku jarinya pun memanjang dan meruncing, hingga membuat penampilannya menjadi menyeramkan.


Auremil dan Sirozovia terkejut tak bisa berkata apa-apa melihat perubahan dari prajurit itu.


“Tekhnika ekzortsista… Blast projection…” Tidak mau serius untuk menyerang, Auremil lantas hanya melancarkan sebuah serangan yang hanya membuat prajurit itu terhempas jauh dari jangkauan mereka.


Setelah prajurit tersebut terhempas jauh, mereka melihat bahwa prajurit yang lain juga mengalami perubahan yang sama seperti prajurit sebelumnya.


“Sepertinya mereka semua telah dirasuki,” ucap Auremil.


“Apa? Dirasuki…?”


“Aku yakin Venerate Graina yang melakukan hal ini… Mereka melakukan ini agar kita kebingungan untuk mengatasinya.”


“Kalau begitu kita harus menetralisirkan mereka semua,” ucap Sirozovia.


“Benar juga. Aku rasa hanya itu pilihannya.”


Setelah mereka selesai berdiskusi, Auremil dan Sirozovia sontak bergerak untuk melakukan rencana mereka.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Keduanya secara bersamaan mengucapkan kata yang sama hingga memunculkan proyeksi cahaya dari bawah para prajurit yang dikendalikan.


Prajurit-prajurit yang berada di dalam proyeksi cahaya tersebut seketika terdiam, namun tak berapa lama dengan mudah mereka meloloskan diri karena teknik tersebut tidak berpengaruh apa-apa.


Salah satu prajurit yang berhasil lolos dan melompat ke arah Sirozovia mengayunkan cakar tajamnya pada perempuan itu.


“Zovia… Cepat menghindar…!” Teriak Auremil, melihat prajurit itu hendak menyerang saudaranya.


Karena berada sedikit jauh, Auremil tidak bisa tepat waktu untuk melindungi saudaranya tersebut yang hanya bisa tercengang melihat sebuah serangan.


“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…” Untung saja Venerate Nascunia bernama Silvensi datang dengan tepat waktu dan langsung melancarkan serangan proyeksi cahaya pada prajurit yang akan menyerang Sirozovia hingga lenyap tak bersisa.


“Semuanya jangan tahan kekuatan kalian. Mereka semua sudah tidak mempunyai harapan… Kita harus melakukannya agar tidak ada lebih banyak korban yang berjatuhan,” ucap pria itu memberikan perintah untuk mengakhiri para prajurit yang telah terkendali tersebut.


Semua prajurit Venerate serta Auremil yang mendapatkan perintah dengan terpaksa harus melancarkan serangan pemusnah seperti yang dilakukan oleh pria bernama Silvensi tersebut.


Sirozovia hanya bisa terdiam melihat prajurit-prajurit Nascunia melancarkan serangan mereka, memusnahkan satu per satu rekan-rekan mereka hingga tak bersisa.


Hingga setelah semua prajurit yang menjadi brutal musnah, perempuan itu pun tertunduk menangisi kekejaman yang terjadi akibat perbuatan dari musuh mereka.


***


“Hmph… Jadi jalan keluar kalian seperti itu yah…” Di kota tempat pasukan musuh berada, Venerate Ledyana yang masih berada di dalam lingkaran cahayanya dengan tersenyum sinis mengetahui bahwa prajurit yang dikendalikannya telah dihabisi oleh rekan-rekan mereka sendiri.


Dengan licik Venerate tersebut kembali merapalkan sebuah mantra hingga memunculkan kepungan asap hitam kembali, yang langsung meluncur menuju kota tempat pasukan Nascunia.


***


Para prajurit berpikir bahwa semuanya telah berakhir, namun nyatanya kepungan asap hitam yang meluncur sebelumnya sampai ke kota mereka.


Hal yang sama pun terjadi, asap hitam itu memecah menjadi banyak mencari tubuh manusia yang akan dimasuki oleh mereka.


Sebagian prajurit terhirup oleh asap-asap tersebut dan langsung mengubah mereka menjadi sosok yang menyeramkan, sama seperti prajurit-prajurit sebelumnya.