
“Sepertinya kau sudah tahu banyak fakta mengenai kami,” respon Raquille.
“Terima kasih atas pujiannya, pangeran mahkota… Saya sangat senang mendapatkan pujian dari penyihir hebat seperti anda,” ucap Haniwa.
“Kalau begitu… Silahkan menuju ke wilayah tujuan anda… Serta yang lain, silahkan menuju ke wilayah masing-masing,” lanjut Haniwa sambil membungkukkan tubuhnya, mempersilahkan para Venerate untuk memasuki masing-masing pintu portal tersebut.
“Ayo, semuanya…” Ucap Zero, mengajak Vingto, Cento, Terra serta Plutone masuk ke pintu portal yang menuju ke wilayah Pavonov Tengah.
**
“Kalau begitu sampai bertemu lagi semuanya…”
Kemudian Clava pun berpamitan kepada semua Venerate, lalu bersamaan dengan kedua saudaranya, Arepo dan Mayorio masuk ke dalam pintu portal yang menuju ke wilayah Briseria Barat Laut.
**
“Sampai jumpa semuanya…” Lalu yang terakhir giliran Kemala yang berpamitan kepada Raquille dan para Venerate yang berasal dari negeri Blueland, dimana dirinya kemudian masuk ke dalam pintu portal menuju ke wilayah Briseria Barat Daya bagian timur.
**
Setelah semua Venerate lain telah beranjak menuju ke wilayah mereka masing-masing, tampak Raquille bersama para Venerate yang berasal dari Blueland masih berdiam diri.
“Raquille… Ayo kita masuk…” Ucap Hyphilia, mengajak Raquille untuk menuju ke wilayah mereka.
“Sepertinya aku masih mau berada disini,” ucap Raquille, masih menolak untuk pergi ke wilayah Pavonas yang dipimpin oleh Hyphilia.
“Memangnya ada apa?” Tanya Hyphilia, lantas merasa bingung melihat pemuda Elfman itu masih mau berada di ibukota Pavonas.
“Aku menunggu seseorang untuk memberikan penjelasan kepadanya,” jawab Raquille.
“Apa pria bernama Jack itu?” Tanya Hyphilia sekali lagi, menduga orang yang ditunggu oleh Raquille.
Pemuda Elfman itu lantas mengangguk, merespon bahwa pertanyaan dari kakak sepupunya tersebut memang benar.
“Sepertinya kita harus menunggu sedikit lagi, karena dewi merak sempat menahan beberapa Continent Venerate, termasuk pria bernama Jack itu,” respon Hyphilia, setuju bahwa dirinya akan menunggu Raquille menjelaskan kepada Jack.
“Hei tampan… Bisakah kau menemani kami berkeliling sebentar?” Tanya Hyphilia pada Haniwa dengan menyebut pemuda itu dengan sebutan tampan.
“Eh… Tentu saja tuan putri…” Jawab Haniwa, menyetujui hal tersebut sambil merasa canggung akibat mendengar panggilan tersebut kepadanya.
“Baiklah… Kalau begitu, silahkan…” Lanjut pemuda tersebut, mempersilahkan Raquille dan Venerate lain untuk mengikutinya.
***
Berpindah di ruangan sebelumnya, dimana Erissa bersama dengan tiga Continent Venerate, yaitu Jack, Grossen serta Tianhui sedang membincangkan sesuatu yang cukup penting mengenai negeri Pavonas yang mengalami dua konflik sekaligus bersama dengan negeri Tengal dan negeri Fuegonia.
“Bagaimana keadaan di wilayah Briseria Tenggara?” Tanya Erissa pada Tianhui mengenai keadaan wilayah yang dipimpin oleh pria tersebut, dimana telah berbatasan langsung dengan negeri Tengal.
“Tapi, aku yakin bahwa pasukan Tengal akan kembali menyerang Pavonas lagi, karena informan mengatakan bahwa salah satu World Venerate Tengal akan memimpin penyerangan mereka,” lanjut Tianhui.
“Sepertinya kita juga harus mengerahkan pasukan juga… Aku akan memerintahkan dua World Venerate baru kita untuk menjaga wilayah yang kau pimpin,” ucap Erissa, lantas langsung merespon informasi yang diberikan oleh Tianhui dengan mau memerintahkan Raquille dan Zero secara bersamaan untuk pergi ke wilayah Briseria Tenggara, menahan pasukan Tengal yang hendak menyerang kembali.
“Nona Erissa, tidak perlu berlebihan seperti itu… Aku masih bisa menangani mereka…” Ucap Tianhui, lantas menolak apa yang ingin dilakukan oleh Erissa karena percaya diri bahwa dirinya mampu menangai penyerangan yang akan dilakukan oleh pasukan Tengal.
“Maksudku, lebih baik kita tidak perlu memerintahkan tuan Raquille dan tuan Zero, karena aku merasa ragu jika hal yang lebih buruk dari yang tadi akan terulang lagi,” lanjut Tianhui, menjelaskan bahwa dirinya ragu jika nantinya Raquille serta Zero yang memang tidak akur akan berselisih dan malah membuat pasukan mereka mengalami kekalahan.
Tianhui kemudian menjelaskan bahwa dia akan membuat seolah-olah para pasukan Tengal yang hendak meyerang mengetahui bahwa mereka akan dicegat oleh dua World Venerate sekaligus, sehingga membuat mereka pun menjadi ragu untuk melakukan penyerangan. Tianhui meyakinkan kepada Erissa bahwa dirinya mampu mengalahkan pasukan Tengal tanpa harus bertarung dengan menyebarkan rumor palsu, membuat Erissa pun sedikit mempercayai hal tersebut dan langsung mengurungkan niatnya untuk memerintahkan dua World Venerate baru melakukan tugas pertama mereka di negeri Pavonas.
“Baiklah, kalau begitu kita pindah pada konflik Fuegonia yang bersikeras masuk untuk mengambil bunga Camomile merah…” Ucap Erissa.
“Benar nona Erissa… Setelah mengusir pasukan Fuegonia yang secara sembangan masuk ke dalam wilayah kita, kini dua mantan Continent Venerate kita datang ke kota Machatka,” sambung Grossen sambil memberikan informasi kedatangan dua bekas Venerate negeri Pavonas.
“Mereka adalah nyonya Lubella dan tuan Maurytus…” lanjut Grossen.
“Mereka berdua yah… Walaupun merupakan bekas Venerate Pavonas, namun kita tidak boleh percaya begitu saja, karena pasti mereka datang dengan tujuan seperti pasukan Fuegonia sebelumnya,” ucap Erissa.
“Karena itu, para Venerate kita yang berada di wilayah Timur Jauh bagian utara sangat antisipasi dengan pergerakan mereka,” ucap Grossen.
Mendengar informasi tersebut, Erissa kemudian memerintahkan Jack untuk membantu Grossen menahan kedua Venerate tersebut agar tidak sampai ke tempat tujuan mereka yaitu wilayah Briseria Timur Laut, dimana tempat bunga Camomile secara liar bertumbuh.
Setelah selesai, para Venerate tingkat atas itu kemudian meninggalkan ruangan tersebut untuk kembali ke wilayah mereka.
***
Di sisi lain, tampak Haniwa sedang mengajak Raquille, Hyphilia, Arn, Anhilde dan Asulf berkeliling kastil utama kota Vosmoc.
Ketiga melihat tiga orang yang berada di depan mereka, Raquille sontak tersenyum saat mengenal salah satu dari mereka yang tidak lain merupakan Alyara, putri dari negeri Morseli yang pernah bekerja sama dengannya ketika menyerang kota tersebut sebelumnya.
“Tuan putri… Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu,” ucap Raquille menyapa Alyara yang datang mendekat bersama dengan Anatoliv, salah satu Continent Venerate dan Siramarg, salah satu Land Venerate, sekaligus memiliki hubungan dengan putri Morseli tersebut.
“Begitu juga denganku Raquille… Jadi sekarang kau sudah menjadi Venerate Pavonas, padahal sebelumnya kita datang bersama kemari untuk menyerang,” balas Alyara kemudian, menjabat tangan Raquille sambil tersenyum.
*
“Dia hanya memanggil Raquille… Memangnya seberapa dekatnya bocah ini dengan perempuan itu?” Ucap Hyphilia dalam hati, sedikit merasa cemburu ketika melihat perempuan bernama Alyara itu nampak akrab dengan Raquille.
**
“Pangeran… Sepertinya kalian cukup dekat… Apa kau tidak mau memperkenalkannya dengan kami?” Tanya Hyphilia sambil memasang ekspresi tersenyum.
“Eh…” Mendengar pertanyaan tersebut, Raquille sontak merasa tegang karena pemuda Elfman itu merasakan bahwa tunangannya bersikap berbeda, layaknya merasa sedikit cemburu dengan keakraban dirinya bersama dengan Alyara.