
“Tunggu…” Ternyata Arvhen yang menerima serangan dari Raquille sebelumnya masih bisa bertahan.
Pria itu perlahan-lahan kembali berdiri walaupun dengan keadaan yang lemah.
“Percuma saja kau melawanku… Dengan keadaanmu yang sekarang tidak menutup kemungkinan bahwa aku bisa dengan mudah menghabisimu,” Ucap Raquille, mengancam pemimpin negeri Graina itu yang masih memaksakan diri untuk mencoba melawannya.
“Heh, selama ratusan tahun aku hidup, baru kali ini ada seseorang yang berhasil membuatku seperti ini…”
“Aku tidak menerima kekalahan ini… Lebih aku mati saja daripada harus menerima hal seperti ini,” ucap Arvhen sambil mengangkat salah satu tangannya ke arah hulu-hulu ledak yang berada di dalam ruangan itu.
“Hei, apa yang mau kau lakukan?” Merasa bahwa tindakan yang hendak dilakukan oleh pria itu akan sangat berbahaya, Raquille sontak berlari ke arahnya.
“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Arvhen langsung melancarkan serangan proyeksi cahaya ke arah hulu-hulu ledak tersebut.
Merasa bahwa percuma saja menghalangi serangan itu karena sudah terlambat, Raquille langsung memakai kekuatan makhluk suci dengan memunculkan sebuah pancaran proyeksi energi berwarna emas yang dalam sekejap meluas keluar bangunan tersebut hingga ke arah para Venerate Midauz yang sedang bertarung dengan Venerate Graina.
Dalam sekejap pula serangan Arvhen yang meluncur tersebut menghancurkan hulu-hulu ledak itu sekaligus hingga menciptakan sebuah ledakan yang amat dahsyat, meluluhlantakkan seisi kota Lynerbyich, serta tempat yang berada di sekitarnya.
Tidak sampai disitu saja, pancaran hempasan angin yang kuat juga menyebar sampai ke jangkauan yang sangat jauh.
***
Ledakan yang dahsyat itu juga menciptakan sebuah tekanan kekuatan yang besar hingga dapat dirasakan oleh para World Venerate yang berada di negeri-negeri yang berdekatan dengan negeri Graina.
***
“Apa-apaan tekanan kekuatan ini?” Rumen yang sedang berada di kota Vosmoc, negeri Pavonas sontak terkejut merasakan tekanan kekuatan dari ledakan tersebut.
Erissa dan juga Ienin sebagai World Venerate, berada di kota yang sama juga terkejut merasakan tekanan kekuatan itu.
***
Para World Venerate yang berada di salah satu kota di negeri Pavonas, yang jaraknya sangat dekat dengan kota Lynerbyich, juga seketika terkejut merasakan tekanan kekuatan dari ledakan dahsyat itu.
****
Beruntungnya Raquille yang sebelumnya berada di dekat hulu-hulu ledak itu, lebih cepat mengirim semua Venerate yang berada pada jangkauannya ke dalam dimensi yang sebelumnya dimasuki oleh Arvhen.
“Haah… Haah…” Setelah menggunakan teknik yang besar tersebut, pemuda Elfman itu kehabisan banyak energinya hingga membuatnya sulit untuk berdiri.
“Tempat apa ini?” Ucap Kyreas, bertanya-tanya tentang tempat dimana dia berada sekarang.
Disamping terkejut berada di tempat yang sangat aneh, para Venerate Midauz maupun Graina tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Dimensi tempat mereka berada tampak merefleksikan keadaan di dunia nyata. Mereka semua dapat melihat ke segala sisi bagaimana kota Lynerbyich kini telah hancur serta rata dengan tanah akibat ledakan yang dahsyat sebelumnya.
Para Venerate bersyukur bisa selamat karena Raquille bisa mengirim mereka lebih cepat ke dimensi tersebut sebelum ledakan itu terjadi.
Akan tetapi, radius proyeksi energi yang dipancarkan Raquille sebelumnya tidak bisa menjangkau semuanya. Masih banyak prajurit Midauz dan Graina, serta orang-orang yang berada luar sana tidak bisa selamat karena tidak berada di dalam jangkauan kekuatan pemuda Elfman itu.
Raquille pun merasa bersalah pada orang-orang yang tidak bisa diselamatkannya, walaupun sebenarnya dirinya sudah berusaha semampunya.
“Sial… Senjata itu malah hancur lebur sekarang.” Disamping itu, Arvhen yang ternyata masuk ke dalam dimensi tersebut tampak mengeluh setelah menghancurkan hulu-hulu ledak itu dengan tangannya sendiri.
Kau lihat siapa yang masih bisa berdiri dengan tegap sekarang… Akulah yang menang dasar ras campuran.” Arvhen membahas tentang siapa memenangkan pertarungan mereka sebelumnya, layaknya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih bahwa nyawanya telah diselamatkan oleh pemuda Elfman berada di depannya itu.
Namun, semua Venerate Graina enggan untuk bergerak karena telah sadar bahwa pemimpin mereka tersebut hanya mementingkan dirinya saja.
Mereka malah berbalik pihak tidak mau melakukan perintah dan menentang pemimpin mereka sendiri.
“Kenapa kalian semua cepat serang mereka!” Ucap Arvhen dengan nada suara tinggi.
“Aku tahu, jadi kalian sudah tidak mau mendengar perintahku yah…”
“Kalau begtu biar kulakukan sendiri…”
Arvhen maju mendekati dan melancarkan serangan proyeksi pada Raquille yang telah terkapar tidak sadarkan diri.
“Uakh…!” Saat itu juga, Arvorys langsung mendahului Arvhen menyerang, hingga pemimpin negeri Graina itu pun terhempas.
“Hentikan itu Arvhen… Aku tidak akan membiarkanmu melukainya,” ucap Arvorys berdiri di depan Raquille, menghalangi pemimpinnya sendiri yang ingin menyerang pemuda Elfman itu.
Melihat hal tersebut para Venerate Midauz pun terkejut, tidak bahwa World Venerate Graina itu akan menentang pemimpinnya.
“Sialan kau, Arvorys… Jangan menghalangiku!”
Arvorys tidak gentar walaupun harus menentang pemimpinnya itu. Dia tetap tidak mau menyingkir sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Disaat Arvorys menghalangi Arvhen, Raquille pun akhirnya tersadar dan perlahan-lahan mulai berdiri kembali. Pemuda itu dalam sekejap memancarkan pancaran kobaran api berwarna merah yang sama-samar disekitarnya hingga luka yang sebelumnya diterimanya tiba-tiba sembuh.
Akan tetapi, sesuatu yang aneh terjadi pada pemuda Elfman itu. Kedua matanya kini berubah warna menjadi warna merah, dia juga nampak terlihat telah kehilangan kesadaran dengan memasang wajah tanpa ekspresi.
“Ini gawat…” Tiba-tiba seorang wanita cantik memiliki rambut serta mata berwarna emas muncul di belakang para Venerate.
Hal tersebut sontak membuat semuanya terkejut dan langsung menengok ke belakang melihat wanita misterius itu.
“Siapa kau?” Tanya Kyreas.
“Singkat saja… Namaku adalah Xirdinth, makhluk suci yang mendiami dimensi ini,” jawab wanita itu, yang ternyata merupakan makhluk suci berwujud seorang manusia.
“Makhluk suci katamu?” Kyreas pun terkejut tidak menyangka bahwa wanita itu merupakan salah satu makhluk suci.
“Maaf karena aku tidak bisa menjelaskannya… Kalian harus segera pergi dari tempat ini.”
Makhluk suci bernama Xirdinth itu kemudian memunculkan sebuah pancaran proyeksi energi emas yang membuat semua Venerate yang ada dalam sekejap menghilang selain Raquille dan Arvhen.
“Heh, jadi kau masih mau bertarung lagi… Kalau begitu majulah… Lagipula dulu pernah ada Venerate dengan kemampuan elemen api yang berusaha melawanku, namun tetap saja mengalami kekalahan,” ucap Arvhen, menantang Raquille.
“Uakh…!” Tanpa menggubris ucapan pria itu, Raquille dalam sekejap bergerak mendekati Arvhen dan langsung melancarkan serangan elemen api berwarna merah dalam skala yang besar, hingga pria itu terhempas.
“Akh…!” Tanpa ampun, Raquille bergerak menghampiri Arvhen dan kembali melancarkan serangan elemen api secara berturut-turut.
Arvhen terkapar di tempat yang aneh merupakan sebelumnya dia berdiri.
Sekali lagi Raquille datang menghampirinya, melancarkan serangan elemen api, namun langsung dihindari oleh pria itu.
Arvhen dan Raquille sama melancarkan serangan mereka hingga saling bertabrakan, namun serangan elemen api Raquille langsung mendominasi serangan elemen anginnya hingga lenyap.
Arvhen yang tampak ketakutan perlahan-lahan melangkahkan kakinya ke belakang sembari Raquille terus mendekatinya.