The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 175 - Mantan murid terkuat akademi sihir



“Tuan Raindlas, kumohon keluarkan aku dari tempat ini,” jawab pemuda bernama Haltryg.


“Hei bocah, sudah kukatakan padamu bahwa aku tidak pernah mengijinkan para murid keluar, terutama untuk para murid-murid yang berasal dari Whiteland,” ucap tetua yang merupakan ras Elfman tersebut.


“Tapi aku adalah murid Continent Venerate,” balas Haltryg.


“Sekalipun kau adalah Continent Venerate, tapi kau tidak bisa menembus penghalang yang kami buat… Bagaimana bisa kau mengusir pasukan Ierua yang sedang menduduki Whiteland.”


Mendengar penjelasan tersebut, pemuda bernama Haltryg itu menjadi terdiam serta merasa kesal tidak bisa mendapatkan ijin untuk meninggalkan akademi sihir tersebut, pasalnya dirinya yang sebenarnya ingin kembali ke wilayah Whiteland lantas tidak bisa pergi karena disekitar akademi sihir yang berada di pulau terpencil itu tampak ditanam sebuah sihir penghalang yang membuat semua murid di dalamnya tidak bisa keluar, sekalipun untuk pemuda tersebut yang bahkan berada di tingkatan Continent Venerate.


“Ekh…” Tiba-tiba Haltryg bersamaan dengan tetua tersebut merasakan tekanan kekuatan yang besar.


Dalam sekejap murid akademi serta tetua tersebut bergerak keluar dari ruangan mereka. Mereka yang kini berada di luar bangunan akademi berkumpul bersama dengan tiga tetua akademi lain yang merupakan ras Elfman, yang juga merasakan tekanan kekuatan besar mendekat ke akademi tersebut.


Dengan raut wajah yang gugup, kelima Venerate tersebut yang terdiri dari empat tetua serta satu murid akademi itu nampak bersiaga dengan sesuatu yang mendekat ke akademi sihir itu.


Tiba-tiba dengan cepat sesuatu yang bercahaya meluncur dan langsung menembus penghalang di sekitar akademi sihir tersebut dengan mudahnya.


Haltryg bersama dengan bersama dengan kelima tetua akademi sihir saking terkejutnya hanya bisa terdiam ketika cahaya tersebut meluncur melewati mereka. Dengan perlahan-lahan mereka menoleh ke belakang untuk mengetahui apa sebenarnya cahaya yang datang tersebut.


“Akhirnya aku bisa melihat kembali tempat ini…” Ketika cahaya itu perlahan-lahan mulai memudar, ternyata sesuatu yang datang ke akademi sihir itu tidak lain merupakan Raquille.


Pemuda Elfman itu menoleh ke arah Haltryg dan lima tetua sambil memasang ekspresi senyuman di wajahnya.


“Hei, para pak tua…” Ucap Raquille, memanggil kelima tetua ras Elfman tersebut, yang bahkan sebenarnya terlihat memiliki penampilan umur sama seperti dirinya, walaupun telah berusia sekitar setengah abad.


“Raquille…” Ucap sang tetua kepala, terkejut tidak menyangka bahwa sesuatu yang datang tersebut merupakan pemuda Elfman itu.


“Wah… Kalian tidak berubah yah, setelah sepuluh tahun berlalu…” Raquille datang mendekati para tetua itu kemudian satu per satu mulai menjabat tangan mereka.


“Salam tuan…” Raquille lalu menjabat tangan Haltryg sambil tersenyum, walaupun belum pernah mengenal pemuda tersebut.


Tak berapa lama, Hyphilia juga datang dan mendarat di akademi sihir tersebut, membuat para tetua berserta Haltryg pun kembali terkejut.


“Putri Hyphilia…” Ucap sang tetua kepala melihat Elfman perempuan itu datang setelah Raquille.


“Oh, tuan Raindlas senang bertemu dengan anda…” Hyphilia pun pergi mendekati Elfman bernama Raindlas tersebut kemudian menjabat tangannya.


“Senang bertemu kembali dengan kalian juga para tetua…” Setelah selesai dari Raindlas, Hyphilia lalu menjabat satu per satu tangan keempat para tetua yang lain.


“Senang bertemu denganmu tuan,” ucap Hyphilia ketika menjabat tangan Haltryg walaupun baru kali bertemu dengan pemuda itu.


**


“Aku sebelumnya sempat terkejut merasakan tekanan kekuatan yang besar mendekati akademi ini,” ucap Raindlas.


“Ngomong-ngomong, ada apa kalian datang kemari? Termasuk anda tuan muda…” Tanya Raindlas, penasaran dengan tujuan dari kedua Elfman itu datang ke akademi sihir tersebut.


“Kedatangan kami sebenarnya kemari adalah untuk mencari murid terkuat di akademi ini untuk bergabung bersama kami menyerang pasukan Ierua yang sedang menduduki sebagian wilayah Whiteland,” jawab Raquille.


“Murid terkuat… Menyerang pasukan Ierua…” Ucap Raindlas, agak sedikit terkejut mendengar jawaban dari Raquille.


“Yah… Tentu saja kita harus segera mengusir pasukan negeri itu karena tujuan mereka adalah menyerang pulau utama Blueland,” ucap Raquille, menjelaskan lebih detail mengapa dia datang untuk menemui murid terkuat akademi, yang sebenarnya berada di dekat pemuda Elfman itu.


*


“Mereka mau menyerang pasukan Ierua… Terlebih lagi siapa Elfman ini, kenapa dia dengan mudah bisa menembus penghalang yang berada di sekitar akademi sihir ini?” Gumam Haltryg dalam hati, bertanya-tanya melihat pemuda Elfman yang berada di depannya tersebut.


**


“Maaf tuan… Kau mencari murid terkuat di dalam akademi ini kan… Kurasa kau sedang mencariku, karena hanya akulah murid Continent Venerate satu-satunya di akademi sihir ini,” ucap Haltryg.


“Bagus sekali… Salam kenal Haltryg aku adalah Raquille… Karena waktu kita tidaklah banyak, ayo lebih baik kita segera berangkat,” balas Raquille.


“Tunggu dulu tuan, aku tidak bisa keluar dari tempat karena ada sebuah yang menghalagiku untuk pergi,” ucap Haltryg.


“Penghalang yang tadi yah… Kurasa itu sudah hancur setelah kuterobos dengan paksa,” ucap Raquille.


“Apa? Semudah itu…” Haltryg pun terkejut mendengar penjelasan dari pemuda Elfman itu hingga membuatnya menatap para tetua untuk menjelaskan hal tersebut.


“Walaupun penghalang ini diciptakan oleh kami berlima, tapi dengan mudah satu orang World Venerate saja bisa menghancurkannya,” ucap sang tetua kepala, menjelaskan kepada pemuda itu bahwa penghalang yang diciptakan oleh kelima tetua tersebut bisa dengan mudah dihancurkan ataupun dibatalkan oleh satu orang World Venerate, karena kekuatan dari satu orang World Venerate relatif lebih besar dibandingkan lima orang Continent Venerate sekalipun.


“Ngomong-ngomong, pria Elfman yang kau lihat ini sebenarnya adalah Raquille dari clan Noroh, satu-satunya murid akademi sihir yang dulunya pernah mencapai tingkatan World Venerate, menandingi kami para tetua,” ucap Raindlas, menjelaskan hal tersebut kepada Haltryg.


“Apa? Bukankah Elfman itu sudah tiada?” ucap Haltryg, terkejut sambil bertanya karena setahunya bahwa pemuda Elfman itu telah dinyatakan meninggal sepuluh tahun yang lalu.


“Mungkin kau belum tahu berita akhir-akhir ini bahwa peperangan di benua Greune telah dimenangkan oleh kubuh barat dan pria Elfman inilah yang menjadi pahlawan utama dipihak kubuh barat…”


“Dan karena hal tersebut, organisasi GANCO, kubuh barat kemudian memasukan negeri Blueland sebagai anggota mereka,” ucap Raindlas secara panjang lebar menjelaskan hal tersebut kepada Haltryg.


Pemuda itu tidak hentinya terkejut mendengar penjelasan dari tetua kepala tersebut mengenai Raquille. Dia hanya bisa terdiam sambil memperhatikan pemuda Elfman yang berada di depannya itu.


“Jika kau sudah tahu, apakah kita pergi sekarang juga?” Tanya Raquille.


Haltryg pun langsung menganggukkan kepalanya, setuju dengan tawaran yang diberikan oleh pemuda Elfman itu.


“Para tetua, apakah kalian ingin pergi juga?” Tanya Raquille kepada para tetua.


“Kami harus menjaga tempat ini… Kurasa aku bisa percaya bahwa pasukan Ierua bisa dikalahkan serta diusir dari pulau Whiteland karena salah satu World Venerate Blueland akan melawan mereka,” jawab Raindlas.