
“Apa alasanmu melakukan hal itu Cadhan?” Tanya Sheafear, nampak penasaran.
“Untuk mengakses Valenhall…” Jawab Cadhan.
“Apa katamu?” Sheafear pun lantas terkejut setelah mendengar jawaban yang diucapkan oleh perdana menteri Ierua itu.
“Aku tahu bahwa anda sangat menginginkan untuk pergi ke tempat itu selama ini,” ucap Cadhan.
“Yang mulia, cara yang selalu kita lakukan, dan selalu gagal untuk mengakses Valenhall dikarenakan masih sesuatu yang kurang…”
“Yang mulia ternyata selama ini harta-harta yang kita kumpulkan untuk mengakses tempat tersebut masih kurang satu… Jelasnya harta tersebut sebenarnya berjumlah empat belas dan bukan hanya berjumlah tiga belas saja,” ucap Cadhan, menjelaskannya kepada raja Ierua itu.
Ketiga belas harta yang dibahas oleh Cadhan sebagian besar merupakan sebuah benda yang memiliki sebuah kekuatan yang cukup besar di dalamnya, dan jika kekuatan yang berada di dalam ketiga belas harta tersebut disatukan pada sebuah altar, maka hal tersebut akan mengakses sebuah dimensi yang bernama Valenhall, dimana tempat tersebut merupakan tempat tinggal bagi para dewa dari bangsa Frieden, yang sejak zaman dahulu dipercaya oleh bangsa tersebut.
Sheafear yang mendapatkan bantuan dari Cadhan mengumpulkan ketiga belas harta tersebut, namun disaat mereka akan mempersatukan kekuatan dari harta-harta tersebut, secara tiba-tiba ketiga belas harta itu dalam sekejap menghilang dan kembali tersebar ke seluruh kawasan Brizerua, wilayah yang meliputi negeri Ierua dan negeri Brizora.
Mereka terus mengumpulkan benda tersebut, namun hasilnya tetap sama, yang bahkan hanya membuat negeri Ierua kembali berkonflik dengan negeri Brizora dikarenakan para prajurit Ierua dengan sembarangan memasuki wilayah negeri Brizora untuk mencari sebagian dari harta tersebut.
“Kalau begitu dari mana kau mendapatkan informasi bahwa harta itu sebenarnya berjumlah empat belas?” Tanya Sheafear.
Cadhan pun menceritakan bahwa saat dia membaca beberapa buku yang ditulis pada zaman kuno, dia mendapatkan informasi bahwa harta keempat belas tersebut sebenarnya merupakan seorang World Venerate yang hidup pada zaman dahulu dan memiliki kekuatan sihir murni.
Dari informasi yang dia dapatkan bahwa keturunan dari World Venerate tersebut, yang juga memiliki tingkatan setarah dengannya mampu untuk mengganti perannya mengakses kekuatan dari ketiga belas harta untuk membuka portal menuju Valenhall.
“Yang mulia, aku membaca sebuah fakta bahwa World Venerate tersebut menikahi serta memiliki keturunan dari salah satu ras Elf murni,” ucap Cadhan.
“Jadi maksudmu, dia adalah nenek moyang dari ras Elfman…” Sheafear pun lebih terkejut ketika mengetahui alasan dari perdana menteri Ierua itu ingin menyerang negeri Blueland, yang ternyata ingin menangkap salah satu World Venerate yang merupakan ras Elfman dari negeri tersebut.
“Ada beberapa ras Elfman selain Razoranos Noroh yang berada dalam tingkatan World Venerate… Mereka tidak lain adalah si ratu Elfman, perdana menteri mereka, dan dua pangeran Elfman mereka,” ucap Cadhan, menyebut bahwa Lorainne, Ruvaen, Aguirre dan bahkan Raquille mampu menjadi perantara untuk mengakses Valenhall.
“Memang tidak salah mempercayakanmu mengambil keputusan sendiri… Kurasa penyerangan ke pulau utama Blueland harus dilakukan secepatnya,” ucap Sheafear, nampak tersenyum setelah mendengar penjelasan dari perdana menterinya tersebut.
“Sesuai yang anda katakan Yang mulia… Aku akan segera memerintahakan pasukan Ierua untuk mempercepat prosesnya,” respon Cadhan.
Disaat raja serta perdana menteri itu sedang merasa senang ingin secepatnya memerintahkan pasukan Ierua yang berada sebelumnya di wilayah Whiteland untuk menyerang pulau utama Blueland, tiba-tiba Aisling dan putri Ierua bernama Hazelise datang dalam ruangan tersebut.
“Haah… Padahal aku baru saja ingin bertemu dengan pangeran itu… Ini membuatku kesal harus kembali lagi,” ucap Hazelise, tampak sedikit mengeluh.
“Eh… Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Cadhan, terkejut melihat kedua perempuan itu datang.
Begitu juga dengan Sheafear, yang padahal sebelumnya Cadhan telah menjelaskan bahwa mereka pergi ke wilayah Whiteland.
“Mohon maaf kami kembali lagi, tapi pasukan Ierua yang menyerang Blueland telah berhasil dikalahkan oleh mereka… Kami juga terpaksa harus kembali demi bernegosiasi agar pasukan kita tidak ditawan oleh pasukan Blueland,” ucap Aisling.
“Sial… Bagaimana pasukan kita bisa dikalahkan? Apakah para Elfman telah datang membantu?” Umpat Cadhan merasa kesal, kemudian bertanya tentang penyebab kekalahan pasukan Ierua.
“Bahkan Elfman yang kulihat hanyalah pangeran mahkota mereka… Mungkin saja para Venerate Whiteland bisa menang karena pangeran Elfman itu bersama dengan mereka,” jawab Aisling.
“Jadi bocah Elfman yang menghilang itu penyebabnya,” respon Cadhan.
“Yang mulia… Bagaimana pendapatmu? Apakah kita harus meminta bantuan kubuh utara untuk menyerang kembali mereka?” Lanjut Cadhan, bertanya kepada Sheafear.
Sheafear sejenak terdiam memikirkan keputusan yang akan dilipih olehnya, apakah akan langsung menyerang negeri Blueland atau masih tetap harus menahan hal tersebut sedikit lama.
“Melihat keadaan kita yang sebenarnya memiliki dua musuh yang berada di kubuh yang sama, kurasa saran memang benar… Tapi, aku setidaknya memiliki sebuah rencana membuat hubungan Brizora dan Blueland menjadi kacau… Lagipula sebelum negeri Elfman itu bergabung ke kubuh barat, Brizora juga merupakan negeri yang menganggap negeri itu adalah musuh mereka,” ucap Sheafear sambil tersenyum.
***
Beralih ke pulau Whiteland, dimana Raquille, Hyphilia, Haltryg serta ketiga saudara kembar kini telah bersiap untuk menuju ke negeri Brizora.
“Kalau begitu kami duluan…” Ucap Arn.
Pria itu bersama bersama dengan dua saudara kembarnya kemudian memunculkan sayap proyeksi dari kekuatan sihir mereka dan terlebih dahulu terbang menuju negeri Brizora.
“Semoga kalian bisa berhasil,” ucap Steinolf.
“Tenang saja paman… Aku berjanji Ierua pasti akan menerima pelajaran karena berani menganggu kita para Blueland…” Balas Raquille.
“Baiklah, kalau kami juga pergi dulu menyusul Arn dan yang lain.” Raquille pun berpamitan kepada World Venerate wilayah Whiteland itu kemudian bersama dengan Hyphilia dan Haltryg seketika terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju ke negeri Brizora.
***
Beberapa saat kemudian, Arn, Anhilde serta Asulf sampai duluan di kota Lenond, ibukota dan pusat pemerintahan dari negeri Brizora.
Mereka bertiga mendarat di depan gerbang masuk, yang merupakan kompleks kediaman dimana pemimpin negeri Brizora berada.
Dalam sekejap, sekelompok prajurit Venerate dari negeri tersebut muncul dan langsung mengepung mereka tepat di depan gerbang masuk.
“Mohon maaf karena kami datang secara tiba-tiba… Perkenalkan, aku adalah Arn Skoedir, Venerate dari wilayah Whiteland negeri Blueland,” ucap Arn, memberikan informasi kepada para prajurit Brizora agar mereka tidak salah paham mengiranya bersama dua saudaranya sebagai musuh.
Seketika pintu gerbang di depan mereka pun terbuka dengan sendirinya, yang langsung memperlihatkan seorang pria dengan mengenakan baju zirah serta memegang sebuah pedang di tangannya, nampak berjalan mendekat dengan ekspresi serius.