The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 111 - Spirgios terdesak



Di sisi lain, para prajurit aliansi mengalami kesulitan akibat serangan dari armada pesawat Graina yang terus saja menghujani mereka dengan tembakan.


Satu per satu dari mereka mulai berguguran akibat serangan yang sangat sulit untuk dihindari.


Disaat para prajurit tersebut mulai putus ada dengan keadaan mereka, tiba-tiba Silvensi, World Venerate Nascunia datang membantu.


Pria itu langsung melancarkan serangan ang membuat beberapa armada pesawat tempur tersebut hancur.


***


“Akh…!”


Kembali pada Auremil yang sedang melawan Egata. Pria Nascunia itu tidak bisa berkutik menandingi kekuatan serta kemampuan dari Egata.


Egata berjalan perlahan-lahan melewati Auremil yang sedang terkapar, namun pria Nascunia seketika langsung menggenggam erat kaki perempuan tersebut.


“Berhenti…” Ucap Auremil.


Egata pun merasa risih melihat kakinya digenggam oleh Auremil. Perempuan itu lantas meletakkan salah satu tangannya ke arah Auremil dan hendak melancarkan serangan untuk mengakhiri pria itu.


“Hentikan…!” Tiba-tiba Sirozovia kembali dan langsung menendang wajah Egata.


“Ukh…” Egata yang tidak sempat merespon sontak menerima serangan tersebut.


“Kakak kau tidak apa-apa?” Dengan sigap Sirozovia langsung membantu saudaranya tersebut untuk berdiri.


“Dasar Para Continent Venerate sialan, kenapa kalian terus saja mengagetkanku…” Keluh Egata.


Sedikit kesal dengan serangan sebelumnya, Egata pun kini menjadi lebih serius, dia mulai berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga pancaran cahaya memancar di kedua tangannya.


“Ini gawat… Zovia kita harus melakukan sesuatu,” ucap Auremil, sadar akan bahaya melihat Egata kini menjadi lebih serius.


Pria itu langsung membisikkan rencananya untuk melawan World Venerate tersebut kepada Sirozovia.


“Kakak, apa kau yakin bisa menahannya?” Tanya Sirozovia, sedikit terkejut mendengar rencana saudaranya tersebut.


“Tenang saja, rencana ini pasti akan berhasil,” jawab Auremil.


Setelah siap dengan rencana mereka, Auremil seketika maju ke arah Egata untuk menyerang. Sedangkan Sirozovia berdiam di tempat untuk berkonsentrasi mengaktifkan kekuatannya.


Auremil berencana mengalahkan World Venerate Graina tersebut dengan cara melumpuhkan kekuatannya menggunakan kekuatan makhluk suci yang dimiliki oleh Sirozovia.


Pria itu akan berusaha menyibukkannya Egata agar Sirozovia bisa mengambil celah untuk menyerang perempuan tersebut.


“Akh…!” Auremil terus berusaha menyerang Egata, namun perempuan Graina tersebut dengan sigap menyerang lebih cepat darinya.


Beberapa kali Auremil mencoba menyerangnya, dia tidak mampu untuk mengimbangi kekuatan perempuan Graina tersebut.


Tidak mau menyerah Auremil terlihat mengangkat salah satu tangannya dan kemudian mencoba berkonsentrasi.


Terlihat pancaran cahaya keluar dari sebuah cincin yang dipegangnya.


“Kekuatan ekdosi…” Ucap Egata kini menjadi lebih siaga.


Disaat perhatian Egata tertuju pada Auremil, seketika Sirozovia bergerak mendekati perempuan itu.


Egata yang menyadarinya seketika mencengkram leher Sirozovia dan langsung membantingnya.


“Percobaan yang bagus…” Ucap Egata, sedikit memuji apa yang akan dilakukan oleh Sirozovia.


“Yah… Memang benar…” Sirozovia pun membalas ucapan perempuan itu dengan senyuman.


Sontak kedua tangan Sirozovia memancarkan cahaya putih. Hal tersebut sontak membuat cengkraman tangan Egata melemah hingga Sirozovia dapat melepaskannya.


Egata dengan refleks mencoba melancarkan sebuah serangan, namun anehnya kekuatannya tidak bisa dikeluarkan.


“Apa-apaan ini?” Egata yang terkejut hanya bisa melotot setelah kejadian sebelumnya.


“Kurasa efek kekuatan makhluk suci yang kumiliki sudah bisa kau rasakan,” ucap Sirozovia, menjelaskan hal yang terjadi pada World Venerate itu.


Tidak mau membuang waktu, Sirozovia mendekati Egata dan langsung melancarkan pukulan serta tendangan secara bertubi-tubi hingga perempuan itu merasa kesakitan dan tidak bisa membalasnya akibat keadaan fisiknya yang tiba-tiba melemah.


Pada serangan Sirozovia yang terakhir, Egata seketika tersungkur dan membuatnya langsung tidak sadarkan diri.


“Tinggal satu orang lagi… Lebih baik kita membantu si raja Ger…” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, seketika Sirozovia terkejut ketika Spirgios terhempas ke arahnya.


Dengan sigap Sirozovia dan Auremil langsung mendekati Spirgios untuk melihat keadaannya.


“Hei, kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi?” Tanya Sirozovia tampak khawatir.


“Kenapa kalian berada disini? Cepat lari, pemimpin Graina itu bukanlah World Venerate sembarangan,” ucap Spirgios.


Baru saja Spirgios memperingati Sirozovia dan Auremil, tiba-tiba pemimpin Graina itu sudah berada di depan mereka.


“Wah… Wah… Ternyata kekuatan kekangan surgawi memang tidak boleh diremehkan,” ucap Arvhen melihat keadaan Egata yang sudah tidak sadarkan diri.


Dengan kesalnya Sirozovia maju menyerang Arvhen, namun perempuan itu langsung terkejut saat Arvhen menghilang layaknya sebuah ilusi.


“Apa…?”


“Jadi kau perempuan yang memiliki kekuatan itu yah…” Arvhen yang sebelumnya menghilang dari hadapan mereka, tiba-tiba kembali muncul.


“Lebih baik kau ikut denganku, sebelum semua orang-orangmu gugur ditanganku,” ucap Arvhen memberi pilihan kepada Sirozovia.


“Tak akan kubiarkan…!” Mendengar tawaran tersebut, Auremil pun menjadi geram.


Pria itu seketika mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya. Sontak makhluk-makhluk astral berwarna putih muncul dan berterbangan mengelilinginya.


“Wah… Sepertinya kau mau serius,” ucap Arvhen.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Auremil seketika mengarahkan semua makhluk-makhluk astralnya maju menyerang Arvhen.


Makhluk-makhluk astral tersebut melancarkan serangan proyeksi tebasan secara bergantian. Akan tetapi serangan-serangan tersebut tampak percuma dikarenakan dengan kelincahannya, Arvhen dapat dengan mudah menghindarinya.


Auremil tidak mau menyerah, makhluk-makhluk yang dikendalikannya dengan cepat membentuk sebuah formasi, mereka kemudian melancarkan serangan proyeksi energi yang cukup besar hingga membuat Arvhen menerima serangan tersebut, dan membuat terhempas.


“Kuakui peliharaan-peliharaanmu itu cukup hebat, namun kau juga harus memperhatikan keadaan sekitar.” Arvhen yang sebelumnya terhempas menerima serangan Auremil, tiba-tiba saja telah berada tepat dihadapannya.


“Ukh…” Pemimpin negeri Graina itu sontak mencengkram leher Auremil hingga membuatnya tidak bisa berkutik.


Dengan cepat makhluk-makhluk astral Auremil maju mendekat hendak membantu tuan mereka.


“Howling tempest… Invisible slashes…” Namun Arvhen langsung mengantisipasinya dengan serangan tebasan yang tak kasat mata hingga semua makhluk-makhluk astral tersebut lenyap.


Arvhen kemudian membanting Auremil ke bawah hingga membuat pria Nascunia itu seketika tak sadarkan diri.


Setelah mengalahkan Auremil dengan mudah, pandangan Arvhen kini tertuju pada Sirozovia yang sedang bersama Spirgios.


“Sirozovia, lebih baik kau pergi dari sini… Orang itu bukanlah tandinganmu,” ucap Spirgios.


“Tidak… Aku yakin bisa mengalahkannya dengan kekuatanku.”


Sirozovia langsung menolak ucapan Spirgios. Perempuan itu berdiri dan mengaktifkan kekuatan makhluk sucinya, dan untuk melawan Arvhen.


Sirozovia seketika maju, perempuan itu berusaha keras melancarkan pukulan ke arah Arvhen, namun satu pun serangannya tidak bisa mengenai pemimpin negeri Graina tersebut.


Tidak kehabisan akal, Sirozovia sontak memancarkan proyeksi energinya, yang seketika membuat Arvhen tiba-tiba lenyap.


“Sirozovia, hati-hati orang itu menggunakan teknik mirip seperti sebuah ilusi. Kita tidak bisa mengetahui dimana wujud aslinya.” Melihat hal tersebut Spirgios sontak langsung memperingati Sirozovia.


“Howling tempest… Invisible slashes…” Baru saja memperingati tentang Arvhen, pria itu seketika muncul dan langsung melancarkan serangannya.


“Akh…!” Sirozovia menerima serangan tersebut hingga membuatnya terkapar.


Disaat perempuan itu tak bisa berkutik, Arvhen mendekatinya dan langsung mencengkram leher serta mengangkatnya.


“Lepaskan dia…!”


Spirgios dalam keadaan lemah berusaha untuk berdiri. Pria itu berlari ke arah Arvhen dan kemudian menyundulnya.


“Ukh…” Arvhen yang tidak menyadarinya seketika terhempas oleh sundulan kepala Spirgios.


“Ayo kita lanjutkan pertarungan kita…” Dengan ekspresi kesal, raja Geracie itu meningkatkan hingga membuat tubuhnya memancarkan kobaran api yang cukup besar.


“Howling tempest mode…” Begitu juga dengan Arvhen yang kini mulai terlihat serius untuk melawan kembali Spirgios.