The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 178 - Pertarungan antara pasukan Ierua dan pasukan Blueland



Tiba-tiba Raquille mendarat di depan Steinolf yang hampir saja diserang oleh World Venerate dari negeri Ierua sebelumnya.


“Paman, apa kau baik-baik saja?” Tanya Raquille.


“Iya, aku hanya tidak sadar serangan dari World Venerate itu tadi,” jawab Steinolf.


Raquille kemudian mengangkat tangan kirinya ke depan, membuat palu bergagang pendek, yang menghantam World Venerate Ierua sebelumnya, kembali ke tangannya.


“Raquille Noroh…” Ucap pria yang merupakan World Venerate Ierua itu, tampak terkejut melihat kedatangan Raquille.


Dengan sigap, pria tersebut kembali berdiri dan mengangkat salah satu tangannya ke atas mengumpulkan energi alam dalam jumlah yang besar. Dalam sekejap energi yang dikumpulkannya tersebut berubah menjadi kobaran api berbentuk seekor kuda raksasa.


“Stailc lasrach… Fire horse…” Pria itu kemudian meluncurkan serangan elemen apinya tersebut ke arah Raquille dan Steinolf yang berada di depan.


Dengan ekspresi santai Raquille mengangkat tangan kirinya yang sedang memegang sebuah palu ke atas. Dalam sekejap sambaran petir dari langit meluncur masuk ke dalam palu yang dipegang oleh pemuda Elfman itu.


Raquille kemudian mengacungkan palu tersebut ke depan meluncurkan sambaran petir yang diserap masuk ke dalam palu itu ke arah serangan elemen api yang dilancarkan oleh World Venerate Ierua tersebut.


Saking kuatnya tekanan kekuatan dari tabrakan dua serangan elemen alam tersebut, hingga dalam sekejap menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar serta hempasan angin yang kuat.


Raquille kemudian berlari ke arah World Venerate Ierua tersebut sambil mengibaskan palu ke depan, menciptakan sebuah beberapa serangan elemen petir yang dengan cepat meluncur ke arah World Venerate tersebut.


Dengan sigap pria yang merupakan World Venerate itu menghindari setiap serangan elemen petir dari Raquille sambil memunculkan sebuah pedang senjata sucinya.


World Venerate Ierua itu kemudian mengibaskan secara beruntun pedang miliknya, meluncurkan beberapa serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah ke arah Raquille.


Dengan sigap juga Raquille pun menghindari setiap serangan tersebut sambil terus meluncur ke arah World Venerate Ierua itu.


Raquille bersama World Venerate Ierua itu kemudian saling melancarkan serangan secara bergantian. Seketika pancaran elemen petir serta energi berwarna merah memancarkan ketika keduanya saling menabrakkan senjata suci mereka masing-masing.


“Palu Fenjolnir… Aku tidak menyangka senjata suci itu bisa dipegang oleh bocah ingusan sepertimu,” ucap World Venerate tersebut, mengenali palu yang digunakan oleh Raquille serta sedikit meremehkan pemuda Elfman itu.


“Jangan panggil aku bocah ingusan, tuan… Panggil aku Raquille…” Pemuda Elfman itu pun sontak membalas ucapan dari World Venerate itu sambil menepis pedang yang dipegangnya.


“Ukh…” Raquille seketika mengibaskan palu yang dipegangnya hingga menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat hingga World Venerate tersebut langsung terhempas ke jarak yang jauh.


***


“Uakh…” Di sisi lain terlihat, Venerate Ierua dengan mudah menghempaskan salah satu Venerate dari Blueland.


Tak berapa setelah itu, tiba-tiba sebuah pasak-pasak es meluncur ke arah Venerate tersebut hingga membuatnya dengan refleks langsung menghindar.


Disaat yang bersamaan Hyphilia pun muncul di depan Venerate tersebut, bersiap untuk melawannya.


“Putri Hyphilia, kukira kau telah menjanda selama sepuluh tahun lamanya… Tapi tenang saja, jika kami mengambil alih negeri Blueland, aku pasti akan mengambilmu menjadi pasanganku,” ucap Venerate tersebut kepada Hyphilia.


Hyphilia mengayunkan pedang esnya tersebut, namun dengan sigap langsung dihindari serta ditepis oleh Venerate tersebut hingga terlepas dari tangannya. Hyphilia kemudian menciptakan sebuah tombak dari kekuatan elemen esnya dan dengan cepat mengayunkan beberapa serangan ke arah Venerate tersebut.


Akan tetapi, serangan dari Elfman perempuan itu dengan mudah langsung dihindari oleh Venerate tersebut. Merasa percuma melancarkan serangan kepadanya, Venerate Ierua itu pun langsung memegang erat tombak es Hyphilia kemudian menghancurkannya berkeping-keping menggunakan kekuatan proyeksi energi yang dilapisi pada tangannya.


“Sepertinya kau tidak mahir dalam pertarungan jarak dekat…” Ucap Venerate Ierua itu sambil memegang erat kedua tangan Hyphilia.


“Siapa yang bilang seperti itu?” Balas Hyphilia kemudian langsung menyundulkan kepalanya pada kepala Venerate tersebut.


Akan tetapi, Hyphilia malah merasakan sakit akibat menyundulkan kepalanya dikerenakan Venerate telah meningkatkan pertahanan fisiknya agar bisa mengungguli kekuatan fisik dari ras keturunan campuran.


Tiba-tiba Haltryg muncul dari arah belakang Venerate tersebut dan dengan cepat meluncurkan sebuah sambaran petir yang langsung melewati kepala dari Venerate Ierua itu.


****


“Dimana ini?” Venerate itu pun terkejut menyadari dirinya tiba-tiba telah berpindah tempat.


Bahkan di Hyphilia yang sebelumnya ditangkap olehnya kini sudah tidak berada di depannya lagi.


“Eh…” Ketika mendengar suara raungan yang cukup keras, Venerate itu sontak menoleh ke arah belakang.


Dengan mata yang melotot, Venerate itu pun terkejut melihat segerombolan makhluk buas berukuran raksasa sedang berlari menuju ke arahnya.


“Kenapa dengan kekuatanku?” Venerate Ierua itu pun seketika terkejut tiba-tiba kekuatannya tidak bisa digunakan.


****


Ternyata Venerate Ierua itu kini sedang berada dalam kekuatan ilusi dari Haltryg ketika dirinya sebelumnya menerima sebuah serangan elemen petir dari pemuda itu.


“Uwaah…!” Venerate itu pun tiba-tiba berteriak dengan keras hingga pegangan tangannya pada tangan Hyphilia langsung terlepas dan seketika jatuh terkapar tak sadarkan diri.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Hyphilia, tampak bingung melihat Venerate Ierua itu tiba-tiba tak sadarkan diri menerima teknik dari Haltryg.


“Aku membuatnya terpengaruh ke dalam sebuah ilusi… Setidaknya dari keenam teknik sihir, sihir persepsi yang bisa ku kuasai dengan baik,” jawab Haltryg.


Sihir persepsi yang dibahas oleh pemuda tersebut merupakan salah satu dari enam teknik sihir yang biasa dikuasai oleh para penyihir Venerate, baik yang berasal dari negeri Blueland, maupun penyihir Venerate yang berasal dari negeri yang lain.


Sihir persepsi sendiri adalah sebuah teknik dimana mampu mengubah visualisasi keadaan yang berada disekitar sudut panjang musuh layaknya merupakan sebuah kenyataan. Selain itu, sihir persepsi juga mampu mempengaruhi serta mengendalikan pikiran, cara pikir, serta tindakan dari musuh itu sendiri.


“Setidaknya terima kasih sudah mau membantuku,” ucap Hyphilia.


“Tapi kakak, aku juga mau jujur bahwa selama ini aku sebenarnya sangat mengagumimu… Aku juga tidak masalah jika harus menjadi simpananmu walaupun usia kita jauh berbeda,” ucap Haltryg, sedikit menggoda Elfman perempuan itu kemudian langsung meninggalkannya.


“Dasar pemuda jaman sekarang… Mereka suka sekali menggoda perempuan yang jauh lebih tua dibandingkan dengan mereka.” Mendengar godaan dari pemuda itu, Hyphillia pun lantas kesal sambil menghentakkan kakinya ke tanah karena merasa harga dirinya sebagai perempuan berumur tiga puluhan tahun seperti dipermainkan oleh beberapa pemuda.