
Dengan cepat Vyalko kembali berdiri setelah menerima serangan sebelumnya. Dia terkejut saat melihat pemimpin negeri Graina tersebut muncul di tempat itu.
“Jadi sekarang terpaksa aku harus melawan kalian berdua sekaligus.” Walaupun merasa gentar melihat dua World Venerate musuh kini berada dihadapannya, namun Arvhen tetap tidak mau memperlihatkan ekspresinya tersebut.
Pria Geracie itu seketika meningkatkan kekuatannya lagi hingga tubuhnya memancarkan energi listrik yang lebih besar dari sebelumnya.
Melihat Vyalko tampak tidak gentar di depan mereka berdua, Arvhen seketika memasang senyuman menyeringai, merasa tertantang.
“Egata, biar aku saja yang melawannya…” Arvhen menghalangi Egata untuk maju mendekati pria Geracie itu.
Tanpa hitungan ketiga Vyalko dengan sekejap mata menghilang dari tempatnya berdiri. Dia kemudian muncul tepat di belakang Arvhen bersiap menyerang pemimpin negeri Graina itu menggunakan proyeksi energi petir berbentuk tombak.
Akan tetapi ekspresi Arvhen terlihat santai menoleh ke arah Vyalko yang hendak melancarkan serangan kepadanya.
“God lightning… Deadly spear shock…”
Serangan Vyalko seketika menciptakan ledakan dan gelombang kejut yang besar, serta memancarkan pancaran petir di berbagai arah serta cahaya yang sangat menyilaukan.
“Wah… Hebat juga seranganmu barusan, mataku bahkan menjadi perih melihat pancaran cahayanya.”
“Apa…?” Jauh dari perkiraan Vyalko, serangan yang barusan dilancarkannya ke arah Arvhen tidak berpengaruh sedikitpun pada pemimpin negeri Graina tersebut.
“Kau harus mengetahui tempatmu jika harus berhadapan denganku,” ucap Arvhen dengan ekspresi yang serius.
Dengan mengangkat salah satu tangannya dan kemudian sedikit memainkan jari-jarinya, Arvhen membuat Vyalko tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Akh…!” Seketika Vyalko terhempas dengan kencangnya.
“Haah… Haah…”
Vyalko sekali lagi berdiri, dia menyadari bahwa keadaannya beserta para prajurit yang datang bersamanya sudah sangat terpuruk. Satu-satunya cara adalah lari dari tempat atau meminta batuan kepada Spirgios ataupun prajurit World Venerate dari Nascunia.
“Sial, aku ternyata ini adalah pilihanku…” Vyalko kembali meningkatkan kekuatannya lagi.
“I defteri ekdosi…”
Kini pria Geracie tersebut mencoba untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya. Dia lebih memilih untuk terus melawan dua World Venerate Graina itu dan menolak untuk lari meninggalkan para bawahannya.
“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…”
“Akh…”
Akan tetapi, Egata tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan sebuah teknik yang seketika membuat pria itu pun jatuh terkapar tak sadarkan diri.
***
Beberapa saat kemudian, masih berada di wilayah negeri Graina yang kini telah dikuasai oleh pasukan aliansi Nascunia dan Geracie, di atas tembok kota terlihat Spirgios berdiri sendirian menatap pemandangan yang berada di depannya.
“Hei, Yang mulia… Kenapa kau sendirian berada di tempat ini?” Tak berapa lama, Sirozovia datang menghampiri pria itu dan bertanya.
“Kenapa kau kemari?” Raja Geracie itu memasang ekspresi dan bertanya balik melihat Sirozovia datang menghampirinya.
“Heh, aku bertanya kenapa kau berada di tempat ini, tapi kau malah bertanya balik padaku,” ucap Sirozovia.
“Daripada saling bertanya seperti ini, lebih baik kau jawab pertanyaanku sekarang, kenapa kau sampai mau membantu kami melawan Graina? Aku masih merasa curiga tujuan tujuan kalian membantu kami pasti bukan hanya karena masalah saat kau tertangkap sebelumnya kan?” Tanya Sirozovia kembali.
“Aku tahu kau pasti tidak akan percaya dengan jawabanku waktu itu…”
“Tujuan kami datang membantu kalian melawan Graina agar kalian juga nantinya bisa membantu kami melawan untuk Tsureya…”
“Akhir-akhir ini Tsureya menjadi lebih kuat. Akan sulit jika pasukan tidak beraliansi dengan negeri lain untuk melawan negeri itu,” jawab Spirgios.
“Lagipula, semenjak seribu tahun lebih hidupku, baru kali ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya” lanjut pria itu berkata sambil dia menatap Sirozovia yang berada di sampingnya.
“Hei, kenapa kau menatapku seperti itu?”
Sirozovia tidak menanggapi ucapan Spirgios dan hanya merasa risih melihat pria itu menatapnya. Dia tidak paham bahwa Spigios kini telah mulai menyukai perempuan itu.
“Hei nona, aku mungkin ini sedikit aneh, namun aku harus mengatakannya…”
Sirozovia hanya terdiam dengan mata yang melotot melihat sesuatu yang berada di depan.
Melihat hal tersebut Sprigios sontak penasaran dan ikut melihat sesuatu yang dilihat oleh perempuan itu.
“Apa…?” Betapa terkejutnya juga Spirgios melihat armada pesawat tempur pasukan Graina berada di depan mereka sedang mendekat.
“Bagaimana bisa? Apa mungkin pasukan yang dipimpin oleh Vyalko telah dikalahkan?” Ucap Spirgios tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
**
Disaat yang bersamaan terdengar suara sirine di kota untuk memperingati semua pasukan aliansi.
Semua prajurit baik negeri Nascunia maupun Geracie dengan sigap bersiap untuk menanti pasukan musuh yang datang dengan armada mereka.
**
Pada salah satu armada pesawat Graina, terlihat pemimpin mereka Arvhen keluar dan melayang di udara dengan membawa Vyalko.
Arvhen yang mencengkram leher Vyalko seketika melempar pria itu ke arah Spirgios dan Sirozovia.
Dengan sigap Spirgios menangkap Vyalko dan langsung membaringkannya. Sirozovia pun kemudian memeriksa keadaan pria tersebut.
Sirozovia terkejut ketika mengetahui bahwa jantung Vyalko sudah tidak berdetak lagi.
“Aku tidak bisa merasakan denyut nadinya.” Sirozovia lalu mencoba merasakan denyut nadi Vyalko dan memberitahukannya kepada Spirgios.
Mengetahui hal tersebut ekspresi Spirgios menjadi geram. Pria itu lalu menatap Arvhen dengan tatapan yang tajam.
Arvhen yang sedang melayang di udara tersenyum merespon tatapan tajam Spirgios.
Saking emosinya melihat keadaan Vyalko yang sudah tidak berdaya lagi, Spirgios seketika melepaskan serangan elemen api dalam skala yang besar.
Arvhen dengan cepat mengangkat tangannya menciptakan sebuah penghalang hingga serangan elemen api tersebut terbendung dan kemudian lenyap.
Belum sampai disitu, Spirgios tiba-tiba meluncur ke udara dengan kecepatan penuh.
“God flame… Deadly superior rolling punch…” Pria itu kembali melancarkan serangan elemen api yang jauh lebih besar.
“Howling tempest… Invisible tornado…” Arvhen dengan refleks menciptakan serangan elemen angin, hingga serangan Spirgios lenyap diwaktu yang tepat.
Kini pertarungan antar kedua World Venerate pemimpin negeri Geracie maupun Graina tersebut tidak bisa terelakan lagi. Kedua saling melancarkan serangan yang besar satu sama lain.
**
Sirozovia yang sedang berada dibawah hanya bisa terdiam melihat pertarungan dahsyat dari kedua World Venerate tersebut.
“Jadi kau perempuan yang memiliki kekuatan kekangan surgawi.” Tanpa Sirozovia sadari sebelumnya, ternyata Egata sudah berada di dekatnya.
Saat Sirozovia bersiaga tiba-tiba Egata menghilang dari hadapannya.
“Sungguh sial kau harus berhadapan denganku.” Kini Egata telah berada tepat dibelakang Sirozovia dan hendak menyerang perempuan itu.
“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…”
Hampir saja diserang, Auremil seketika datang menyelamatkan Sirozovia dengan menyerang Egata hingga terhempas.
“Zovia, cepat lari dari sini,” ucap Auremil.
“Tapi, bagaimana denganmu? Orang itu adalah World Venerate.”
“Jangan khawatirkan aku, cepat pergi dari sini atau semuanya terlambat,” Auremil sedikit membentak Sirozovia karena masih bersikeras.
Tidak punya pilihan lain karena jika dirinya tertangkap maka semuanya akan berakhir, Sirozovia lantas pergi meninggalkan Auremil berhadapan dengan Egata.
“Baiklah, sekarang saatnya aku untuk menguji nyali,” ucap Auremil.
Terlihat Egata kembali berdiri. Dia kemudian membersihkan pakaiannya yang berdebu akibat mendapatkan serangan dari Auremil sebelumnya.