
“Divine ice… Dragon roar…” Seketika salah satu naga es yang diciptakan oleh Raquille bergerak ke depan pemuda Elfman itu kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya.
Hanya dengan satu serangan dari naga es tersebut mampu mengimbangi serangan dari Rumen yang padahal sudah secara bersamaan dengan melancarkan serangan bersama bola-bola energinya.
Hingga beberapa saat kedua serangan tersebut saling bertabrakan, tercipta sebuah hempasan angin serta pancaran butiran-butiran debu es jatuh menghujani kota Vosmoc.
Dengan sigap Raquille kemudian mengendalikan kelima naga es meluncur ke arah Rumen. Salah satu naga es tersebut dengan kuat menyeruduk Rumen menggunakan tubuh raksasanya, hingga pemimpin negeri Pavonas itu seketika terhempas ke arah bawah.
Naga es lain pun mendahului Rumen dari arah bawah lalu mengibaskan sayapnya, membuat pria Pavonas itu terhempas kembali ke arah atas.
Belum kunjung selesai, naga es ketiga langsung menyeruduknya kembali hingga ke arah yang lain. Selanjutnya, naga es yang keempat mengibaskan salah satu tangannya, menghempaskan Rumen sampai ke arah Raquille.
Melihat pemimpin negeri Pavonas itu meluncur dengan cepat ke arahnya, Raquille dengan sigap meluncur melewati Rumen sambil mengacungkan kedua pedangnya.
“Elfman sword technique… Successive shock slashes…”
“Akh…!” Rumen pun seketika menerima serangan proyeksi tebasan bersamaan dengan aliran energi listrik secara beruntun.
“Divine ice… Dragon roar…”
Belum puas menyerang pria Pavonas itu, kini naga es yang terakhir langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya, membuat Rumen seketika terhempas menabrak permukaan dengan kerasnya.
**
Para Venerate yang melihat pertarungan tersebut, tampak terkesima dengan kerja sama antara Raquille bersama dengan kelima naga es ciptaannya. Mereka tidak percaya Rumen bisa dibuat tersudut oleh kemampuan dari pemuda Elfman tersebut.
***
“Sial…” Raquille yang sedang melayang di udara, tiba-tiba melontarkan kata umpatan ketika melihat pemimpin negeri Pavonas itu masih bisa bertahan dan berusaha kembali berdiri setelah menerima serangan beruntun darinya.
Melihat Rumen kembali terbang ke udara untuk mencapainya, Raquille seketika mengendalikan ribuan bola-bola esnya, meluncurkannya ke arah Rumen.
**
“Apa-apaan benda ini?” Ucap Rumen, penasaran dengan ribuan bola es yang melayang disekitarnya.
“Eh…” Tiba-tiba pemimpin negeri Pavonas itu, merasakan sebuah firasat buruk saat berada diantara bola-bola es tersebut.
Dengan sigap Rumen menggerakkan bola-bola energinya melancarkan serangan proyeksi energi ke arah ke beberapa bola-bola es tersebut.
Lantas bola-bola es tersebut langsung menumbuhkan duri es yang panjang, hingga Rumen pun dengan refleks langsung menghindarinya.
Rumen meluncur keluar dari kepungan bola-bola es tersebut sambil mengendalikannya, menyerang beberapa benda tersebut menggunakan bola-bola energinya.
Mirip seperti sebuah labirin, pemimpin negeri Pavonas itu sontak dibuat bergerak berbelok-belok untuk keluar dari kepungan benda ciptaan Raquille tersebut. Bukan itu saja, Rumen pun dibuat kesulitan ketika duri-duri dari bola-bola es tersebut terus tumbuh secara dinamis.
Hingga tak berapa lama, Rumen pun akhirnya bisa keluar dari kepungan bola-bola es tersebut dan dengan cepat meluncur ke arah Raquille.
Pria itu memfokuskan energi ke tangannya kemudian meluncurkan serangan proyeksi energi ke arah Raquille.
“Uakh…!” Dalam sekejap bola-bola es Raquille muncul di depannya dengan telah membentuk sebuah pertahanan yang rapat, membuat serangan yang dilancarkan oleh pria Pavonas itu sontak memantul pada dirinya sendiri.
Rumen terhempas menerima serangannya, namun dengan cepat bergerak ke arah Raquille kembali.
Ketika bola-bola es Raquille menghalanginya untuk meluncur ke arah pemuda Elfman itu, Rumen pun dengan sigap melancarkan serangan proyeksi energi, yang membuatnya kini berhasil menghancurkan ribuan bola es tersebut yang telah berbaris membentuk sebuah penghalang.
Raquille terkejut melihat bola-bola esnya dengan sekejap lenyap, hingga membuat serangan proyeksi Rumen lolos meluncur ke arahnya.
“Divine ice… Dragons roar…” Dengan sigap Raquille mengendalikan naga-naga esnya hingga datang menghampirinya kemudian melancarkan serangan proyeksi energi secara bersamaan dari dalam mulut naga-naga tersebut.
Tabrakan kedua serangan yang masif dari dua arah berbeda tersebut sontak membuat ledakan yang sangat besar, berefek sampai ke kota Vosmoc yang berada dibawahnya.
**
Dengan sigap Erissa mengangkat tongkatnya menciptakan sebuah penghalang bagi para Venerate yang tidak sadarkan diri agar mereka tidak menerima efek dari ledakan yang sangat dahsyat tersebut.
Akibat hal itu, bangunan-bangunan yang berada di ibukota negeri Pavonas pun hancur berkeping-keping, namun semua orang tetap selamat karena Erissa langsung melindungi mereka sebelum terlambat.
**
“Haah… Haah…” Akibat naga-naga es Raquille melancarkan serangan begitu besar, membuat energi dari pemuda Elfman itu terkuras jauh lebih banyak.
Hal tersebut membuat kedua pedang Raquille kembali bersatu seperti semula, hingga akhirnya pemuda Elfman itu tidak bisa lagi mengakses kekuatan yang lebih besar.
“Kurasa waktumu habis,” ucap Rumen mengetahui bahwa batas kekuatan dari senjata suci pemuda Elfman itu sudah berakhir.
“Akh…” Dalam sekejap Rumen melancarkan serangan proyeksi energi, membuat Raquille seketika terhempas ke jarak yang jauh.
Rumen kini menuntut balas kepada Raquille dengan langsung melancarkan serangan proyeksinya kembali ketika Raquille terkapar.
Tidak mau kalah, Raquille kembali berdiri dan dengan cepat mengganti pedang berbilah gandanya menjadi ke sebuah pedang yang pernah digunakannya saat berhadapan dengan Bohrneer sebelumnya.
Pemuda Elfman itu mengacungkan pedang tersebut ke arah serangan proyeksi Rumen. Serangan tersebut dengan mudah terserap masuk ke dalam pedang milik Raquille, namun Rumen tidak menyerah dan terus melancarkan serangan proyeksi energi itu dalam waktu yang lama.
“Akh…” Kapasitas serapan proyeksi energi dari pedang Raquille pun tiba-tiba mencapai batas, hingga serangan yang masih meluncur ke arahnya sontak langsung diterima oleh pemuda Elfman itu.
Dengan perlahan Rumen terbang kebawah menghampiri Raquille yang telah terkapar dengan keadaan yang lemah.
Ketika Rumen mendekati Raquille tiba-tiba penglihatannya sejenak menjadi sedikit kabur, membuatnya sejenak kebingungan dengan hal tersebut.
“Waktunya untuk mengakhirimu… Jangan khawatir, aku tetap mengapresiasi kemampuanmu yang hebat sebelumnya,” ucap Rumen sambil mengangkat salah satu tangannya ke arah Raquille.
Dalam sekejap sebuah proyeksi energi dilancarkan oleh Rumen ke arah Raquille. Setelah proyeksi energi tersebut lenyap, Raquille pun sudah tidak bersisa lagi.
**
Akan tetapi, anehnya pemuda Elfman itu terlihat sedang terkapar dengan keadaan lemah di tempat yang tak berjauhan dengan posisi dari Rumen.
“Apa-apaan dia?” Melihat Rumen melancarkan serangan sebelumnya, pemuda Elfman itu nampak kebingungan.
**
“Akhirnya aku bisa melakukannya…” Di sisi lain, tiba-tiba Erissa pun memasang senyuman tanpa diketahui maksud dari ekspresi tersebut.
Ternyata Erissa sudah mempengaruhi pikiran dari pemimpin negeri Pavonas itu ketika sebelumnya penglihatan Rumen tiba-tiba menjadi kabur. Erissa memanipulasi pikiran dari Rumen, hingga membuat pria Pavonas itu seolah-olah telah melenyapkan Raquille.