
“Informasikan kepada seluruh armada agar menahan serangan, kita harus mendarat setidaknya beberapa kilometer dari kota itu,” ucap Raquille, memberikan sebuah perintah kepada para Venerate Pavonas yang berada di ruang kontrol.
Para Venerate pun dengan sigap melakukan proses komunikasi ke semua armada pesawat pasukan Pavonas untuk memberitahukan perintah yang diberikan Raquille.
“Pangeran… Kenapa kita tidak langsung menyerang saja?” Tanya Haniwa penasaran mengapa pemuda Elfman itu lebih memilih untuk mengulur peperangan.
“Sebenarnya aku juga ingin menyerang para penjajah itu, namun ada satu hal yang kupikirkan dan kemungkinan itu akan berdampak cukup fatal…”
Raquille kemudian menjelaskan bahwa dia merasakan sebuah tekanan kekuatan di sekitar kota Vegoblashchenks yang mengartikan bahwa kemungkinan besar kota tersebut kini sedang dilapisi oleh sebuah penghalang proyeksi tak kasat mata, ditambah pemuda Elfman tersebut juga memperkirakan bahwa semua warga kota itu kini sedang ditawan oleh pasukan negeri Tengal.
“Aku bisa saja langsung menghancurkan penghalang itu, namun jika menyerang secara beruntun aku takut bahwa itu akan berdampak pada warga kota…” Ucap Raquille.
“Ternyata kau memikirkan hal seperti itu juga pangeran… Selain kuat kau juga cukup jenius memperkirakan hal itu,” respon Haniwa, memuji Raquille karena tidak menyangka bahwa pemuda Elfman itu mampu memikirkan hal yang bisa berdampak buruk.
“Setidaknya itu adalah hal umum yang memang harus kita lakukan…” Balas Raquille.
**
“Perhatian seluruh armada… Sesuai perintah dari tuan Raquille, kita akan mendarat di dekat kota Vegoblashchenks, dan sementara akan menahan penyerangan…”
Perintah yang diberikan Raquille lantas diinformasikan oleh salah satu Venerate Pavonas yang dapat didengar oleh semua pasukan yang berada di dalam armada pesawat, hingga membuat semua armada pesawat Pavonas tak berapa lama kemudian satu per satu mulai mendarat pada titik beberapa kilometer dari kota Vegoblashchenks.
***
Di dalam kota Vegoblashchenks yang dikuasai oleh pasukan negeri Tengal, tampak di beberapa titik para Venerate negeri tersebut berkumpul untuk melihat armada pesawat Pavonas satu per satu mulai mendarat di dekat kota itu.
***
Di sungai perbatasan, terlihat sebuah kapal penyebrangan yang dimana merupakan kapal yang dinaiki oleh Zchaira serta Rayvor untuk menuju ke kota Vegoblashchenks.
“Sepertinya mereka tahu bahwa kita menawan warga kota itu…” Ucap Zchaira, melihat satu per satu armada pesawat Pavonas mendarat ke permukaan.
***
Beberapa saat kemudian, semua armada pesawat Pavonas telah mendarat ke permukaan, dimana semua pasukan Venerate yang berada di dalamnya, mulai satu per satu keluar, termasuk Raquille dan Haniwa yang berada di dalamnya.
“Semuanya… Kuharap kita membangun tenda pertahanan di tempat ini, karena kita semua akan sedikit menunggu waktu yang tepat untuk bisa menyerang,” ucap Raquille, dengan tegas memberikan perintah kepada seluruh pasukan untuk membangun tenda.
“Siap tuan Raquille…!” Ucap seluruh Venerate Pavonas yang mendengar, dengan senang hati menerima perintah yang diberikan oleh pemuda Elfman itu.
Ketika para Venerate Pavonas sementara membangun tenda-tenda mereka, tiba-tiba seorang pemuda bernama Verre dengan ekspresi serius, datang menghampiri Raquille yang tengah bersama Haniwa.
“Tuan Raquille, apa maksudnya ini? Bukankah kita seharusnya langsung menyerang negeri Tengal saja?” Tanya Verre, merasa bahwa perintah yang diberikan oleh pemuda Elfman itu nampak membuang waktu, khususnya untuk pemuda itu.
Mendengar pertanyaan dari Verre lantas membuat pemuda Elfman tersebut tersenyum tipis, kemudian menatap ke sekitaran, membuat Verre lantas sedikit kesal karena layaknya Raquille tidak menanggapi pertanyaannya tersebut.
“Apa semua yang berada disini mengetahui mengapa kita tidak melakukan penyerangan?” Tanya Raquille pada seluruh pasukan Pavonas.
“Karena kita membuat rencana untuk menyelamatkan para warga kota terlebih dahulu…” Jawab salah satu Venerate, menjelaskan alasan dari perintah Raquille.
Verre pun terdiam mendengar penjelasan dari Raquille, dimana pemuda tersebut baru saja menyadari bahwa perkataan Raquille serta salah satu Venerate yang menjelaskan kepadanya memang benar adanya.
“Baiklah, aku mengerti…” Respon Verre, memahami penjelasan dari Raquille, naun tetap menunjukkan ekspresi wajah kesal ketika pergi meninggalkan pemuda Elfman tersebut.
**
“Ngomong-ngomong jika kita akan memprioritaskan para warga kota, setidaknya kita harus mencoba bernegosiasi dengan negeri Tengal,” ucap Haniwa, memberikan sebuah saran.
“Kau benar tuan Haniwa… Kita memang harus melakukan itu, tapi dengan sedikit gertakan saja…”
Raquille kemudian mengangkat salah satu tangannya ke depan, tepat mengarah pada kota Vegoblashchenks, sambil mengakses kekuatan sihirnya, hingga tangan yang diangkatnya tersebut memancarkan proyeksi energi.
Melihat hal tersebut, Haniwa lantas merasa khawatir karena merasa bahwa Raquille hendak melancarkan sebuah serangan, namun tetap masih percaya bahwa pemuda Elfman itu hendak melancarkan sebuah dengan maksud tertentu.
Dalam sekejap sebuah serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, meluncur dengan cepat ke arah kota Vegoblashchenks, dan ternyata memang benar bahwa terdapat sebuah penghalang proyeksi tak kasat mata berada di sekitar kota tersebut.
**
Beberapa Venerate Pavonas yang melihat Raquille melancarkan sebuah serangan lantas terkejut, termasuk Verre, dimana pemuda itu lantas merasa kesal karena ucapan tampak bertentangan yang apa yang dilakukannya.
Verre pun berjalan menghampiri Raquille, kemudian tanpa pikir panjang langsung menarik kerah baju pemuda Elfman itu.
“Tuan Verre…” Dengan sigap, Haniwa yang sedang bersama Raquille langsung mencoba melepaskan cengkraman pemuda itu dari kerah baju Raquille.
“Hei Elfman, apa-apaan kau? Bukankah kau yang bilang bahwa kita akan menahan serangan…” Tanya Verre dengan tatapan melotot.
“Aku melakukannya dengan alasan agar beberapa Venerate Tengal akan keluar menemui kita… Dan lebih baik singkirkan tangan dariku sekarang juga…” Balas Raquille, menatap tajam Verre sambil mengeluarkan tekanan kekuatannya.
Hal tersebut entah kenapa langsung membuat Verre sedikit merasa terintimidasi hingga melepaskan cengkraman tangannya.
***
“Apa-apaan itu?”
Di dalam kota Vegoblashchenks, tampak Zchaira terkejut melihat sebuah serangan yang diluncurkan oleh Raquille sebelumnya.
“Mungkin mereka melakukan itu agar kita bisa keluar menemui mereka…” Ucap Rayvor.
“Kalau begitu, biar aku saja yang menemui mereka,” ucap Zchaira, kemudian berancang-ancang untuk terbang ke langit.
“Tunggu dulu Zchaira…” Akan tetapi, Rayvor seketika menahan saudaranya tersebut karena sedikit merasa khawatir.
“Kakak… Apa kau lupa bahwa aku sekarang adalah Venerate tingkat atas,” ucap Zchaira, lantas meyakinkan saudaranya tersebut agar tidak perlu khawatir terhadapnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Rayvor pun percaya dengan adiknya dan lantas memperbolehkan gadis tersebut untuk menemui para Venerate negeri Pavonas.