
“Mereka datang…” Ucap Azouraz.
Leonkiv meluncur dengan cepat ke arah tiga orang tersebut,
“Tekhnika ekzortsista… Light shield…” Dengan sigap Vlagomir langsung menciptakan sebuah perisai dari kemampuan proyeksi cahayanya.
Leonkiv tidak kehabisan akal, dengan sigap juga Venerate Graina itu langsung melancarkan serangan proyeksi energinya, yang seketika melenyapkan perisai Vlagomir serta membuatnya terpental.
Azouraz dan Continent Venerate Midauz satunya berusaha melancarkan serangan, namun dengan mudahnya dapat dihindari pria Graina itu.
“Ukh…” Leonkiv mencengkram leher Azouraz dan kemudian membantingnya dengan keras ke tanah.
“Akh…!” Azouraz menjerit kesakitan ketika keras membentur tubuhnya.
Leonkiv lalu kembali mengeluarkan serangan proyeksi energinya mementalkan Continent Venerate Midauz yang mencoba menyerang sebelumnya.
Bahkan tanpa bantuan rekannya, Zynotyn, Venerate Graina itu mampu menyudutkan tiga Venerate musuh yang sebenarnya memiliki tingkatan yang setara dengannya.
Kecepatan pergerakan serta refleks dari seorang Venerate yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka pada umumnya akan meningkat dua kali lipat lebih cepat dibanding sebelumnya, maka karena itu serangan kecepatan yang dilancarkan oleh para Venerate musuh akan lebih dulu dirasakan sebelum serangan tersebut menyentuh mereka.
Kekuatan dipihak Midauz kita telah berkurang setelah Azouraz tak sadarkan diri setelah sebelumnya menerima dampak serangan yang keras.
“Sial…” Umpat Vlagomir.
Akan tetapi, kedua Venerate Midauz itu tidak akan patah semangat. Mereka akan terus berusaha untuk menahan dua Continent Venerate Graina itu sampai Raquille berhasil menyegel senjata yang dipersiapkan oleh kubuh timur.
“Valennes... Dengarkan aku…” Vlagomir kemudian membisikan sebuah rencana untuk melawan dua Venerate Graina kepada Continent Venerate bernama Valennes tersebut.
“Rencana apa yang ingin kalian susun itu? Apakah kalian yakin bisa mengalahkanku? Lebih baik pakai saja kekuatan pelepasan kedua kalian,” ucap Leonkiv.
“Itu tidak perlu… Kami bisa mengalahkanmu tanpa harus menggunakan kekuatan pelepasan kedua sekalipun…” Balas Vlagomir.
“Valennes… Ayo…!” Pria Midauz itu berteriak menyuruh rekannya maju menyerang Venerate Graina itu.
Pria bernama Valennes tersebut pertama-tama meningkatkan kekuatannya dan dengan cepat bergerak ke arah Leonkiv.
Melihat pria Midauz itu maju hendak menyerangnya, Leonkiv dengan refleks langsung menghindar. Leonkiv mengeluarkan energi proyeksinya mencoba membalas serangan dari Valennes, namun karena telah meningkatkan kefokusannya, Valennes pun berhasil menghindari serangan yang sangat cepat dari Leonkiv.
Hal tersebut sontak membuat Leonkiv sedikit terkejut hingga Valennes pun langsung memanfaatkan keadaan tersebut. Dengan lincah Venerate Midauz itu bergerak serta memunculkan sebuah rantai dan langsung melingkari tubuh Leonkiv menggunakan rantai tersebut.
“Vlagomir… Lakukan sekarang…!” Teriak Valennes sambil terus menahan Leonkiv menggunakan rantai.
Mendengar isyarat tersebut, Vlagomir pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga energi yang cukup besar, yang berada di alam langsung diserap masuk ke dalam tubuhnya.
“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator holy light…” Vlagomir lalu mengangkat tangannya ke arah Leonkiv dan Vallenes.
Dalam sekejap muncul sebuah pancaran cahaya yang menyilaukan dari arah bagian dua orang tersebut.
“Akh…!” Kilauan cahaya tersebut sontak menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar hingga Leonkiv bahkan Valennes yang menerimanya pun langsung tak sadarkan diri.
Ternyata rencana yang dikatakan Vlagomir sebelumnya yaitu untuk melancarkan serangan tersebut. Vlagomir sebelumnya yakin bahwa serangan itu akan mampu mengalahkan Venerate yang bahkan telah mengaktifkan kekuatan pelepasan mereka, namun kekurangan dari serangan tersebut adalah akurasinya saja.
Serangan yang dilancarkannya tersebut akan mudah untuk dihindari oleh musuh, jadi Vlagomir membutuhkan seseorang untuk bisa berkorban menahan musuh mereka.
Disaat itu juga Valennes langsung menyetujui rencana tersebut karena demi kemenangan mereka, walaupun sebenarnya Vlagomir juga merasa bersalah harus menyerang rekannya itu, namun pria Midauz itu tidak mempunyai pilihan yang lain.
“Apa-apaan ini? Kau mengorbankan rekanmu sendiri demi mengalahkan musuh…?” Ucap Zynotyn, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Zynotyn yang sedari tadi memperhatikan pertarungan tampak terkejut ketika serangan tersebut juga berdampak kepada rekan dari Venerate Midauz itu.
“Haah… Haah… Selanjutnya kau…” Ucap Vlagomir dengan nafas terengah-engah setelah melancarkan serangan yang memakan banyak dari energinya.
“Hmph… Jadi siapa orang yang akan kau korbankan lagi?” Mengesampingkan ekspresi terkejutnya, Zynotyn seketika tersenyum menyeringai ketika mengetahui serangan tersebut akan mudah untuk dihindari, ditambah Venerate Midauz yang berada di depannya itu sudah mulai kelelahan.
“Holy flame strike… Wheel of death…”
Tiba-tiba sebuah serangan berbentuk roda api yang cukup besar meluncur ke arah Zynotyn, yang akan melancarkan serangan kepada Vlagomir.
Dengan refleks, Zynotyn lantas bergerak menghindari serangan tersebut.
Roda api itu pun meluncur melewatinya, terbang meruncing ke udara menabrak sebuah bangunan hingga menciptakan sebuah ledakan yang besar.
**
Sontak ledakan itu menarik perhatian semua Venerate, baik dari pihak Midauz serta pihak Graina, yang langsung menyempatkan sejenak waktu mereka untuk menyaksikannya.
***
“Maaf terlambat…”
Seorang Venerate negeri Brizora bernama Wilrock, yang sebelumnya menghadiri pertemuan di ibukota negeri Frieden muncul di depan Vlagomir.
“Hei, hati-hati dengan seranganmu itu… Untung saja itu tidak meluncur ke bangunan sana…” Ucap Vlagomir langsung memperingati Venerate dari negeri Brizora itu sambil menunjuk tempat disimpannya senjata pasukan kubuh timur.
“Maaf tuan… Aku tidak bermaksud seperti itu… Sebenarnya aku juga sudah mengetahui informasi bahwa kita tidak boleh sembarangan melancarkan serangan yang cukup besar…”
“Aku dengan refleks melancarkannya karena melihatmu hampir saja diserang,” balas pria bernama Wilrock tersebut.
Vlagomir sebenarnya cukup khawatir dengan serangan tersebut, namun setelah memikirkannya lebih lama lagi, pria itu tampak memiliki sebuah ide.
“Tuan… Apa kau masih bisa melancarkan serangan yang tadi?” Tanya Vlagomir.
“Tentu saja… Tapi, serangan itu memiliki resiko yang sangat tinggi,” jawab Wilrock dan juga merasa penasaran dengan pertanyaan Venerate Midauz tersebut.
“Baiklah… Kalau begitu, persiapkanlah sembari aku mencoba untuk membuat agar seranganmu bisa langsung mengenainya… Kita tidak punya waktu lagi…” Setelah mengatakan hal tersebut, Vlagomir dalam sekejap bergerak menghampiri Zynotyn.
Kedua tangan Vlagomir tiba-tiba mengeluarkan pancaran energi proyeksi, yang langsung diarahkannya pada Zynotyn.
Akan tetapi, hal tersebut tidaklah mudah, pria Graina dengan kecepatan pergerakannya dengan mudah terus menghindari serangan yang akan dilancarkan oleh Vlagomir.
Vlagomir tidak menyerah, dia berusaha terus mengarahkan kedua tangannya pada Zynotyn yang susah sekali untuk diprediksinya.
“Flame strike…” Melihat usaha Vlagomir akan sia-sia, Wilrock pun langsung melancarkan serangan elemen api.
“Ukh…” Serangan tersebut dengan cepat meluncur layaknya sebuah peluru, menghantam tubuh Zynotyn.
Walaupun merupakan serangan yang kecil, namun hal tersebut berdampak pada fokus Zynotyn hingga salah satu tangan Vlagomir akhirnya dapat menyentuh pria Graina itu.
“Tuan… Ayo keluarkan seranganmu…” Vlagomir melompat kebelakang menghampiri kembali Wilrock dan menyuruh pria itu membuat serangannya.
Mendengar isyarat tersebut, dengan cepat Wilrock menciptakan roda api yang sama seperti sebelumnya.
“Tekhnika ekzortsista… Astral marking…” Pancaran energi proyeksi yang memancar di kedua tangan Vlagomir digunakannya untuk melapisi roda api Wilrock, dan kemudian mengunci kedua tangannya rapat.
“Holy flame strike… Wheel of death…” Setelahnya, Wilrock langsung meluncurkan roda api tersebut.
Berbeda dengan sebelumnya, kini serangan tersebut langsung mengarah pada Zynotyn, yang bagaimanapun arahnya menghindar, serangan tersebut tetap mengikutinya.
“Ayolah…” Kedua tangan Vlagomir bergetar dengan kencang mengendalikan serangan elemen Wilrock.
“Flame strike…”
Disaat yang bersamaan, Wilrock pun kembali melancarkan serangan peluru apinya, yang langsung membuat fokus Zynotyn terganggu lagi.
“Rasakan ini…!” Teriak Vlagomir, mengendalikan serangan roda api itu hingga akhirnya mengenai Zynotyn.