
“Ukh…” Raquille terhempas kemudian dengan keras menabrak batu dimana tempat menancapnya sebuah pedang yang sebelumnya dibicarakan oleh Venerate bernama Jack.
“Uwaah…!” Tiba-tiba Raquille terkejut hampir saja menerima luncuran tombak yang dilempar oleh Cadhan.
Karena sempat menabrak batu tempat sebuah pedang menancap, tombak tersebut seketika terpantul berputar-putar ke atas dan kemudian ditangkap oleh Raquille.
Ternyata memang benar bahwa batu tempat menancapnya pedang tersebut tidak akan bisa walaupun sebelumnya, Cadhan melemparkan tombaknya tersebut dengan kekuatan yang hampir saja seperti saat dia melempar dan langsung menghancurkan naga es yang diciptakan oleh Raquille hingga hancur berkeping-keping.
Cadhan pun meluncur ke arah Raquille dan kemudian terlibat adu serangan tombak dengan pemuda Elfman itu. Dengan lincah Cadhan melancarkan serangan ayunan tombak dan dalam jeda waktu yang sangat cepat hingga Raquille pun nampak sangat kesulitan untuk menepis tiap serangan dari perdana menteri Ierua tersebut.
Kemampuan pertarungan jarak dekat Cadhan sebagai kesatria sangat berbeda dibandingkan dengan Raquille yang merupakan penyihir, walaupun sebenarnya memiliki kemampuan cukup hebat dalam memainkan berbagai macam senjata, namun jika dibandingkan dengan perdana menteri Ierua itu, Raquille masih kalah gesit dengannya.
“Hei…” Tiba-tiba Cadhan langsung mengambil paksa tombaknya yang dipegang oleh kemudian dengan brutalnya mengayunkan tombaknya secara bergantian ke arah pemuda Elfman tersebut.
Raquille menghindari serangan ayunan dua tombak Cadhan sambil memunculkan sebuah pasak-pasak es dalam jumlah yang banyak dan langsung diluncurkan olehnya.
Akan tetapi, serangan yang diluncurkan oleh Raquille nampak percuma karena Cadhan degan mudah menepis pasak-pasak es tersebut sambil memutar-mutar salah satu tombaknya.
Karena tidak memegang sebuah senjata, Raquille dengan cepat membentuk dua buah pedang dari kekuatan elemen es miliknya.
Namun, dalam sekejap kedua pedang es itu pun hancur berkeping-keping ketika menghantam tombak dari perdana menteri itu.
Tidak mau menyerah, Raquille dengan cepat mengakses kekuatan elemen esnya menciptakan kembali dua buah pedang es, namun dalam sekejap kembali hancur ketika harus beradu dengan tombak kembar milik Cadhan.
Masih tidak mau percaya bahwa dirinya kalah dalam pertarungan jarak dekat, Raquille terus berulang kali membentuk sebuah senjata menggunakan kekuatan elemen esnya, namun berulang kali terus hancur dikibas oleh ayunan serangan tombak tersebut.
Merasa muak dengan sifat yang sangat bersikeras dari pemuda Elfman itu, Cadhan seketika mengibaskan tombaknya, yang membuat Raquille langsung terhempas walau sudah melindungi dirinya dengan menciptakan sebuah dinding es.
“Akh…” Hal tersebut membuat Raquille pun kembali membentur batu dimana tempat sebuah pedang menancap.
Dengan cepat, perdana menteri negeri Ierua itu memasang kuda-kuda mengambil ancang-ancang untuk melempar dua tombaknya sekaligus. Dalam sekejap, Cadhan dengan sekuat tenaga langsung meluncurkan dua tombaknya ke arah Raquille hingga memancarkan hempasan tekanan kekuatan yang kuat.
Dalam sepersekian detik ketika kedua tombak Cadhan meluncur ke arahnya, Raquille seketika melihat pedang yang menancap di batu tersebut dan tanpa pikir panjang langsung mencoba untuk mencabutnya. Dengan sekejap pedang yang tersebut dicabut oleh pemuda Elfman itu hingga menciptakan sebuah hempasan tekanan kekuatan yang kuat hingga kedua tombak yang diluncurkan oleh Cadhan terhempas ke arah lain.
Disaat yang bersamaan, semua Venerate yang berada di sekitar tempat itu, yang sementara saling bertarung sontak merasakan tekanan kekuatan yang besar, hingga membuat mereka semua terdiam menghentikan pertarungan mereka.
**
“Tidak mungkin… Pedang itu bisa dicabut…” Ucap Cadhan, melihat pedang yang sebelumnya menancap di sebuah batu kini telah berada di tangan pemuda Elfman tersebut.
**
Semua Venerate yang berada di sekitar tempat itu pun seketika terkejut melihat Raquille satu-satunya Venerate pertama serta terakhir yang berhasil mencabut pedang yang menancap di sebuah batu tersebut.
**
Cadhan mengangkat kedua tangannya, membuat kedua tombaknya dengan cepat kembali pada kedua tangannya kembali. Perdana menteri itu pun langsung meluncur ke arah Raquille sambil mengacungkan kedua tombaknya ke depan.
“Uakh…” Ketika Raquille mengayunkan pedang yang dipegangnya, pria itu pun seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh karena tidak kuat menerima sebuah tekanan kekuatan yang besar dari ayunan pedang tersebut.
Tekanan kekuatan yang memancar dari pedang yang dipegang oleh pemuda Elfman itu berlangsung cukup lama, hingga membuat semua Venerate yang berada di tempat itu, baik para Venerate tingkat tinggi seperti Magelline, Aisling, Phyton, Hyphilia yang sedang melawan dua Continent Venerate Ierua, Wilrock, Haltryg, Jack dan Sciath yang sedang melawan tiga Continent Venerate Ierua, bahkan Guilmus dan Reminel yang sedang berhdapan dengan Hazelise dengan sendirinya langsung berlutut.
Begitu juga dengan Cadhan, saat hendak kembali berdiri seketika perdana menteri itu dengan sendirinya langsung berlutut ketika merasakan tekanan kekuatan yang memancar dari pedang tersebut.
**
“Pedang Hilgwyn… Bagi siapa yang bisa mencabutnya, maka mereka secara resmi akan dianggap sebagai pemimpin dari para bangsa Friedenic,” ucap Magelline.
**
Melihat rekan-rekan yang berada di pihaknya juga mendapatkan efek dari pancaran tekanan kekuatan pedang tersebut, Raquille dengan sigap langsung mengendalikan kekuatan senjata itu hingga tidak kembali memancarkan sebuah tekanan kekuatan lagi.
“Heh, kau pikir aku akan menganggapmu sebagai pemimpin dari para bangsa Friedenic walaupun telah berhasil mencabut pedang itu…” Ucap Cadhan.
“Aku juga tidak peduli dengan hal itu… Namun, jika kau ingin mencoba menyerangku lagi, setidaknya majulah kemari karena aku ingin mencoba kehebatan dari pedang ini,” balas Raquille, langsung menantang perdana menteri itu untuk menyerangnya.
Tanpa pikir panjang, Cadhan pun langsung meluncur hendak menyerang pemuda Elfman itu sesuai dengan ucapannya.
Dengan sigap, Raquille langsung mengayunkan pedang yang dipegangnya, yang tanpa sengaja langsung menciptakan sebuah serangan proyeksi energi dalam skala yang besar.
Walaupun sempat menghindarinya, namun Cadhan pun tampak terkejut karena tidak mengira bahwa pedang tersebut akan melancarkan sebuah serangan proyeksi yang besar.
Raquille memasang senyuman menyeringai kemudian langsung beradu serangan dengan perdana menteri Ierua itu.
Berkat menggunakan pedang tersebut, kemampuan bertarung jarak dekat dari pemuda Elfman itu akhirnya bisa meningkat hingga mampu mengimbangi kegesitan Cadhan yang sebelumnya sulit untuk diatasi olehnya.
Dengan lincah Raquille melancarkan serangan ayunan pedang yang dipegangnya hingga membuat keadaan mereka nampak berbalik, dimana Cadhan kini menjadi kesusahan megatasi ayunan serangan dari Raquille, padahal sebelumnya, pria itu dengan gesit mampu menepis setiap serangan pemuda Elfman tersebut.
“Akh…” Seketika Raquille melancarkan serangan proyeksi tebasan energi saat mengibaskan pedangnya, yang membuat hal tersebut langsung menghempaskan Cadhan ke ajarak yang cukup jauh.