
“Tentu saja… Lagipula pertarungan kita sebelumnya dihentikan oleh pemimpin negeri Fuegonia itu,” balas Sheafear dengan suara menggema sambil memunculkan pedang senjata sucinya, bersiap bertarung melawan pemuda Elfman yang sedang melayang di depannya.
“Kalau begitu, coba rebut harta karun yang berada pada kami, serta coba paksa aku untuk mengakses dimensi yang kau inginkan itu,” ucap Raquille, menantang raja negeri Ierua sambil memunculkan pedang sebjata sucinya juga, yang sempat dicabut oleh pemuda Elfman itu sebelumnya.
“Jadi kau sudah tahu mengenai hal itu yah…” Respon Sheafear, sedikit terkejut ketika mendengar bahwa Raquille juga sudah mengetahui mengenai ras Elfman World Venerate yang harus mengakses dimensi Valenhall.
“Setidaknya ini menjadi lebih mudah, karena aku sudah tidak perlu lagi menjelaskan kepadamu ketika telah mengumpulkan ketiga belas harta karun itu,” lanjut sang raja Ierua berkata, kemudian dengan cepat langsung meluncur mendekati Raquille, sambil melancarkan serangan proyeksi energi dari pedang senjata suci milknya.
Dengan sigap pun Raquille membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan proyeksi energi juga dalam skala yang besar, hingga serangan dari kedua World Venerate itu saling bertabrakan, dan sontak menciptakan efek ledakan yang besar, di langit pulau Vann.
Setelah melancarkan serangan proyeksi energi secara bersamaan, Raquille dan Sheafear kemudian saling beradu serangan ayunan pedang mereka satu sama lain, hingga tabrakan dari serangan tersebut sontak menciptakan pancaran proyeksi energi, serta tekanan kekuatan yang besar.
Hantaman pedang Raquille dan Sheafear yang memancarkan tekanan kekuatan sontak langsung dapat dirasakan oleh para Venerate yang sedang berperang dibawah, karena kedua pedang tersebut sama-sama memiliki kekuatan yang mampu untuk mengendalikan para Venerate bangsa Friedenic.
**
“Sepertinya kau sudah bisa menangani kemampuanku bocah Elfman,” ucap Sheafear ditengah-tengah pertarungan mereka yang saling melancarkan serangan ayunan pedang.
“Karena itu, dengan percaya diri aku harus mengatakan bahwa tidak ada Venerate lain yang mampu mengalahkanku untuk kedua kalinya… Dan itu juga termasuk dirimu, Yang mulia Sheafear…” Balas Raquille.
**
Sementara Raquille dan Sheafear saling beradu serangan di langit pulau Vann, tampak Claus meluncur dari kereta rusa yang ditungganginya ke arah dua World Venerate tersebut.
“Ukh…” Akan tetapi, Giantman tersebut, tiba-tiba menerima serangan dari arah samping, yang langsung membuatnya seketika terhempas menabrak permukaan dengan keras.
Dengan cepat, Claus pun kembali berdiri kemudian untuk melihat Venerate yang telah melancarkan serangan kepadanya.
“Jadi kau berada disini yah… Bangsa api gadungan…” Ucap Claus, melihat Barbiond yang ternyata melancarkan serangan ke arahnya.
“Maaf Giantman… Setidaknya lawan saja aku, karena aku masih belum menemukan lawan yang sepadan,” ucap Barbiond, menantang Giantman tersebut sambil memunculkan sebuah gada yang merupakan senjata suci miliknya.
“Baiklah… Aku akan meladenimu,” balas Claus, menerima tantangan dari pemimpin negeri Fuegonia itu.
“Breaker wind… Wind barrier…” Dengan cepat Barbiond mengakses kekuatannya, menciptakan sebuah pusaran angin disekitar Claus, hingga membuat Giantman itu sulit bergerak, seperti Sheafear sebelumnya.
Walaupun sulit untuk bergerak, namun dengan megandalkan kekuatan fisiknya yang jauh lebih kuat dibandingkan semua ras keturunan campuran lain, Claus pun mampu mengibaskan gadanya, hingga pusaran angin yang diciptakan oleh Barbiond seketika lenyap.
Dalam sekejap Giantman itu meluncur mendekati Barbiond, kemudian dengan sekuat tenaga mengayunkan gada milknya.
“Breaker wind…” Melihat serangan yang akan dilancarkan oleh Claus, Barbiond pun dengan refleks langsung melancarkan serangan proyeksi elemen angin.
“Ukh…” Ketika kedua serangan tersebut saling bertabrakan, Barbiond maupun Claus pun seketika terhempas secara bersamaan, karena tidak mampu menahan tekanan kekuatan mereka yang saling memantul ke arah mereka sendiri.
Ketika gada milik Claus menghantam Barbiond, tiba-tiba World Venerate Fuegonia itu hancur menjadi bongkahan es, yang membuat Claus terkejut bahwa ternyata Barbiond sempat menggunakan tubuh pengganti untuk mengelabuinya.
Claus pun meningkatkan fokusnya sambil memperhatikan ke sekitaran, mencoba menemukan tubuh asli dari World Venerate Fuegonia itu.
“Breaker lightning…” Tiba-tiba Barbiond muncul dari arah samping Giantman itu sambil melancarkan serangan proyeksi elemen petir.
Dengan sigap, Claus mengakses kekuatannya, memunculkan sebuah dinding yang terbentuk dari tanah untuk menahan serangan proyeksi elemen petir tersebut.
“Akh…” Dengan kuat Claus kemudian mengibaskan gada miliknya, yang sontak melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, hingga langsung diterima oleh Barbiond.
“Uakh…” Namun, disaat bersamaan Claus sontak menerima serangan proyeksi elemen petir bertekanan tinggi dari atas langit, yang sempat dilancarkan oleh Barbiond sebelum terhempas.
Karena sama-sama menerima serangan yang besar satu sama lain, mereka pun keadaan mereka pun menjadi melemah hingga secara bersmaan harus berdiam diri terlebih dahulu untuk memulihkan keadaan.
“Aku memang terlalu meremehkanmu… Ternyata pengendali musim sepertimu bisa menggunakan serangan elemen lebih handal dibandingkan para Venerate penyihir,” ucap Claus, nampak terkesima dengan kemampuan yang dimiliki oleh Barbiond, yang mampu melancarkan serangan selagi dirinya sedang tersudut.
“Aku juga tidak menyangka bahwa kekuatan dari ras Giantman ternyata bukan hanya sebuah kekuatan fisik saja,” balas Barbiond, tampak terkesima kekita Claus melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar ke arahnya.
Setelah berhasil memulihkan keadaan meraka masing-masing, Barbions maupun Claus pun meluncur secara bersamaan kemudian saling melancarkan serangan mereka secara bergantian.
***
Di sisi lain, terlihat Arn yang kini telah berada di atas sebuah bukit sambil melihat pertarungan para Venerate kubuh barat melawan para Venerate. Disamping para Venerate saling berhadapan satu sama lain, pria yang berada dipihak kubuh barat itu nampak hanya berdiam saja karena sebelumnya merasa kecewa dengan penolakan Raquille untuk mengikuti apa yang diinginkan olehnya.
Sambil memperhatikan pertarungan Raquille dan Sheafear yang berada di udara, terlihat Arn memunculkan tombak senjata sucinya, lalu menggengam erat senjatanya tersebut.
***
Kembali pada pertarungan Raquille dan Sheafear, yang nampak masih seterah akibat pemuda Elfman itu kini telah mampu mengimbangi kemampuan berpedang dari sang raja negeri Ierua tersebut.
Disamping saling melancarkan serangan proyeksi dari pedang mereka masing-masing, Sheafear mengakses kekuatan dari senjata sucinya tersebut untuk mengendalikan para Venerate bangsa Friedenic.
Akan tetapi, karena lawannya menggunakan senjata suci dengan kemampuan yang mirip, membuat teknik yang dilancarkannya tersebut, seketika langsung dibatalkan oleh kekuatan dari pedang yang dipegang Raquille.
“Sepertinya akan sulit untuk merebut harta karun yang dipegang oleh kalian,” ucap Sheafear.
“Maka dari itu, hentikalah apa tujuan itu,” balas Raquille.
“Percuma saja kau mengatakan hal itu, karena aku sudah membulatkan tekad untuk tetap konsisten pada tujuanku,” ucap Sheafear, tidak terpengaruh dengan ucapan dari pemuda Elfman tersebut.