
“Sial… Walaupun sudah berada dalam wujud ini, tetapi kau masih saja sulit melawan makhluk ini...” Gumam Raquille.
Ketika sedang mulai kewalahan melawan makhluk tersebut, tiba-tiba Arn datang sambil melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah, yang langsung membuat makhluk hitam raksasa tersebut terhempas ke jarak yang jauh.
“Arn… Apa yang kau lakukan disini?” Ucap Raquille, terkejut melihat Arn datang ke dalam dimensi tersebut, walaupun tanpa sadar pria itu mampu melancarkan serangan yang membuat makhluk hitam tersebut langsung terhempas.
“Maaf kakak, tapi aku harus betanggungjawab atas apa yang kulakukan,” ucap Arn.
“Bukan kau yang melakukannya hal ini… Kau hanya mengancamku hingga membuatku harus membuka dimensi ini… Jadi setidaknya akulah yang harus bertanggung jawab,” balas Raquille.
“Karena itulah kau harus bertanggung jawab untuk menutup kembali portal yang menghubungkan dimensi ini, sembari aku yang akan betanggungjawab untuk menahan makhluk itu,” ucap Arn.
“Tidak bisa… Aku tidak membiarkan kau melawan makhluk itu sendirian, apalagi harus membiarkanmu terkurung di dalam dimensi ini tanpa jalan keluar.” Raquille pun langsung menolak apa yang dikatakan oleh Arn.
Ketika sedang beradu argumen, Arn pun langsung meluncur ke arah makhluk tersebut untuk menyerangnya, namun dengan cepat makhluk hitam itu melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam, yang langsung diterima oleh Arn hingga membuatnya langsung terhempas ke jarak yang jauh.
“Ukh…” Disaat yang bersamaan, Raquille juga mendapatkan serangan makhluk hitam tersebut sampai membuatnya terhempas ke arah yang lain dalam jarak yang jauh pula.
Saat makhluk tersebut meluncur ke arah Arn, pria itu pun dengan sigap meningkatkan kekuatannya, hendak mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua dari tombak yang dipegang olehnya.
“I defteri ekdosi… Utscarer the world carver…” Seketika proyeksi energi berwarna merah memancar dan langsung menyelimuti tubuh Arn, yang juga membuat makhluk hitam tersebut kembali terhempas ke jarak yang jauh.
Setelah pancaran energi berwarna merah yang menyelimuti tubuh Arn perlahan memudar, pria itu pun kembali berubah ke wujud kekuatan pelepasan miliknya, yang memiliki tingkatan kekuatan setarah bahkan lebih kuat dari rata-rata kekuatan tingkatan World Venerate.
Bersama dengan Raquille, Arn pun meluncur sambil melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, serta secara beruntun pada makhluk suci tersebut.
Arn dan Raquille terus melancarkan serangan mereka secara bergantian, membuat makhluk hitam raksasa itu sulit untuk membalasnya, namun usaha mereka berdua tetap tidak mampu menggoyahkan pertahanan kokoh dari makhluk hitam itu.
Perlahan-lahan, Arn serta Raquille terus berusaha menyerang makhkuk hitam tersebut, namun tetap tidak berefek lebih besar, dan malah membuat energi mereka pun langsung terkuras habis.
Disaat Arn telah kelelahan dan kembali ke wujud semulanya, akibat telah banyak menguras energi, tiba-tiba makhluk tersebut dengan cepat melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam kembali ke arah pria itu.
“Awas Arn…!” Karena Arn tidak memperhatikan serangan tersebut, Raquille pun langsung berteriak memperingatinya sambil meluncur ke arah pria itu.
“Uakh…!” Seketika Raquille yang menghadang, menerima serangan tersebut hingga membuatnya langsung kembali ke wujud semulanya dan seketika langsung tak sadarkan diri.
“Kakak…!” Teriak Arn, melihat pemuda Elfman itu mengorbankan dirinya, menerima serangan dari makhluk hitam tersebut.
Raquille jatuh meluncur ke bawah dengan cepatnya tanpa henti, karena dimensi tersebut tidak memiliki sebuah pijakan.
Dengan sigap, Arn pun langsung meluncur mengejar Raquille yang meluncur ke bawah, kemudian langsung memegangi pemuda Elfman tersebut.
“Sial…” Umpat Arn dengan kesalnya karena dirinya sendiri yang lengah membuat Raquille pun harus menerima serangan tersebut, dan lantas membuat kesempatan mereka untuk mengurung makhluk hitam itu untuk saat ini hilang, akibat Raquille satu-satunya Venerate yang mampu menutup portal dimensi tersebut kini telah tak sadarkan diri.
Dengan berusaha keras Arn yang sambil memegangi Raquille, terus menghindari terjangan serangan yang dilancarkan oleh makhluk hitam tersebut.
Sesekali Arn melancarkan serangan proyeksi energi merah miliknya, namun hal tersebut tetaplah percuma karena makhluk yang dilawannya masih tetap mampu untuk menahan serangannya.
***
“Bagaimana ini? Aku yakin mereka juga tidak mampu melawan makhluk itu,” Ucap Hyphilia, nampak khawatir.
“Sepertinya senjata itu bisa membantu kita…” Ketika para Venerate sedang khawatir mengenai hal tersebut, tiba-tiba saja Sheafear langsung terpikirkan sebuah cara untuk melawan makhluk hitam tersebut.
Tanpa pikir panjang, raja Ierua itu langsung meluncur untuk pergi ke suatu tempat untuk mengambil sesuatu.
**
Dalam kecepatan tinggi Sheafear terbang, dan akhirnya sampai ke tempat pasukan Ierua yang sedang menyingkir karena mendapatkan perintah dari Raquille sebelumnya.
“Yang mulia… Ada apa?” Tanya salah satu Venerate Ierua, melihat raja mereka tersebut datang.
“Dimana senjata artileri itu?” Tanya balik Sheafear mengenai senjata penghancur milik negeri Fuegonia.
Ketika salah satu Venerate itu menunjuk letak senjata tersebut, Sheafear pun langsung meluncur ke tempat senjata itu berada.
Dengan sigap, Sheafear mengakses kekuatannya, menyimpan senjata penghancur itu ke dalam ruang spasial miliknya, kemudian kembali meluncur ke tempat para Venerate tingkat atas.
***
Sheafear sampai ke tempat tersebut, kemudian langsung masuk ke dalam portal untuk bertujuan menyerang makhluk hitam tersebut dengan menggunakan senjata penghancur yang diambilnya.
“Yang mulia…!” Teriak Cadhan, melihat raja Ierua masuk kembali ke dalam portal tersebut.
***
Ketika berada di dalam Sheafear pun melihat Arn yang sedang memegang Raquille terus menghindari serangan yang dilancarkan oleh makhluk suci tersebut.
Saat Arn melancarkan serangan yang besar, membuat makhluk tersebut kembali lagi terhempas, Sheafear pun langsung datang menghampirinya.
“Kau…” Ucap Arn melihat raja Ierua itu datang menghampirinya.
“Anak muda… Jangan khawatir, aku memiliki cara untuk menghabisi makhluk hitam itu,” ucap Sheafear.
“Bagaimana caranya?” Tanya Arn, penasaran sambil merasa ragu jika hal yang dikatakan oleh raja Ierua itu benar.
“Cepat mundur ke belakangku sekarang, dan pastikan kau memegang erat Elfman itu karena setelah serangan yang kulancarkan diterima oleh makhluk itu, maka kita akan segera lari keluar dari dimensi ini,” ucap Sheafear, menjelaskannya kepada pria itu.
Mendengar hal tersebut, Arn pun langsung bergerak pergi ke belakang Sheafear, sembari raja Ierua itu fokus pada makhluk hitam yang datang ke arah mereka.
Seketika Sheafear memunculkan senjata artileri yang diambilnya sambil mengakses kekuatannya agar senjata tersebut tetap melayang tepat di depannya.
Sheafear pun menyalurkan energinya dalam jumlah yang banyak, membuat senjata artileri itu tiba-tiba memancarkan pijaran cahaya yang terang.
Dalam sekejap, sebuah serangan proyeksi energi meluncur, dan langsung menerjang makhluk hitam itu, hingga membawanya ke jarak yang jauh.