The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 252 - Keinginan yang tidak bisa terwujud



“Memang sebenarnya sejak awal aku sudah merasakan bahwa keinginanku itu tidak akan bisa terwujud, karena bagaimanapun juga hal yang memang terasa mudah pada ujung-ujungnya memang akan menipu…”


“Kurasa aku memang aku tidak bisa mengembalikan rekan-rekanku kembali…” Gumam Raquille dalam hati, merasa percaya dengan peringatan yang dikatakan oleh Harmae untuk tidak mengakses dimensi Valenhall, jika saja ketiga belas harta karun yang ingin dikumpulkan oleh pemuda Elfman itu telah berhasil terkumpul.


**


“Baiklah Yang mulia… Aku percaya dengan apa yang kau katakan itu, jadi aku memutuskan untuk tidak akan membuka dimensi itu…” Ucap Raquille, walaupun sebenarnya merasa sedikit kecewa karena keinginannya tidak akan terwujud.


“Ternyata kau bisa mengambil sebuah keputusan yang benar… Jangan khawatir, walaupun kau pernah melakukan kesalahan dimasa lalu, namun setidaknya kau tetap harus mempertahankannya agar tidak melakukannya lagi,” respon Harmae sambil memberikan saran kepada pemuda Elfman itu.


Mendengarkan pernyataan tersebut, Raquille pun lantas menganggukkan kepalanya, karena mengerti dengan hal tersebut.


“Namun, walau aku telah diincar oleh para World Venerate Ierua itu, tapi aku tetap akan berjuang untuk menghentikan tujuan mereka,” ucap Raquille.


“Baiklah… Terserah padamu, karena kami sebenarnya memang memerlukan kekuatanmu untuk melawan mereka juga,” balas Harmae.


***


Berpindah pada Folvest yang kini berada di depan sebuah kastil tua, yang sebelumnya pernah dimasuki oleh Phyton.


“Ini kastil tempat cawan tanduk makhluk suci itu disimpankan…” Gumam Folvest.


“Tapi setidaknya aku harus mencoba mencari tuan Raquille disini… Siapa tahu dia memang berada di dalam…” Ucap Folvest, sebenarya merasa ragu bahwa Raquille kemungkinan tidak berada di dalam, namun sang pangeran Brizora tetap ingin mencari Raquille di dalam, walaupun pemuda Elfman itu sejak dari tadi sudah menemui ibunya.


“Eh…” Ketika hendak masuk ke dalam kastil, tiba-tiba pria itu mendengar suara seseorang yang sedang berbicara.


Merasa penasaran, Folvest pun bergerak ke sisi samping kastil. Pria itu lantas mendapati bahwa ternyata Hazelise berada di tempat itu, dan sedang berbicara sendiri dengan menunjukan ekspresi yang kesal.


**


“Awas saja Elfman perempuan itu, jika aku sedang tidak memakai gelang ini, pasti akan sudah menghabisimu dan merebut pangeran Raquille dari tanganmu…” Gumam Hazelise, nampak masih merasa kesal saat Hyphilia merasa cemburu ketika perempuan itu merangkul Raquille sebelumnya.


**


“Dia kan tuan putri dari negeri Ierua…” Ucap Folvest, langsung mengenali Hazelise sebagai putri dari Ierua.


Karena masih sempat mendengar gumamam dari Hazelise, Folvest pun perlahan-lahan berjalan mendekati perempuan itu.


“Hei, tuan putri… Sepertinya kau masih saja terobsesi dengan pria tampan seperti tuan Raquille…” Ucap Folvest datang menghampiri Hazelise.


“Kau Folvest kan… Sedang apa kau disini? Lagipula apa pedulimu dengan itu?” Hazelise lantas terkejut melihat pria itu datang menemuinya, sambil mengenai kebiasaan dari perempuan tersebut.


“Setidaknya lihat aku… Bisa dibilang aku juga tidak kalah tampan dengan pria Elfman itu,” ucap Folvest dengan percaya.


Mendengar ucapan dari Folvest, Hazelise pun langsung menunjukan ekspresi wajah yang kesal.


“Dasar bodoh… Enyah saja kau dari sini…”


Tiba-tiba Hazelise meluncur ke arah Folvest, yang membuat pria itu dengan sigap memunculkan pedang senjata sucinya untuk bersiap menangkis serangan yang akan dilancarkan oleh perempuan itu.


Tiba-tiba saat hampir mendekati Folvest, Hazelise berhenti karena tidak bisa melancarkan sebuah serangan akibat dirinya yang sekarang lebih lemah dari Venerate yang berada pada tingkatan awal.


Perempuan itu pun langsung mengangkat salah satu tangannya ke depan, memperlihatkan sebuah gelang kekangan surgawi yang dipakainya kepada Folvest.


“Aku tidak mau memakai gelang ini… Bisakah kau melepaskannya untukku?” Ucap Hazelise, meminta pria itu melepaskan gelang yang dipakainya.


“Kenapa dengan gelang ini?” Karena tidak mengetahui fungsi dari gelang itu, Folvest pun langsung melepaskan gelang itu dari tangan Hazelise kemudian memperhatikannya.


“Itu adalah hadiah untukmu…”


“Eh… Apa-apaan maksudmu?” Tanya Folvest, tidak paham mengapa perempuan itu memberikan gelang tersebut kepadanya sebagai hadiah.


“Tak usah bertanya… Ini kuberikan hadiah tambahan untukmu…”


“Uakh…” Karena gelang kekangan surgawi itu telah terlepasn dari tangan Hazelise, putri Ierua itu seketika langsung melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, hingga membuat Folvest pun terhempas ke jarak yang jauh, karena tidak mengiranya.


**


Pria itu terus terhempas, hingga jatuh tepat diantara Raquille, Harmae, Barbiond, serta Magelline yang tengah berada di tempat yang sama.


“Folvest…” Seketika Harmae pun langsung terkejut melihat putranya tersebut tiba-tiba terkapar tepat di depannya.


“Siapa yang melakukan ini?” Tanya Harmae.


“Putri Ierua itu melancarkan serangan secara tiba-tiba…” Jawab Folvest.


“Maksudnya Hazelise… Bagaimana bisa?” Magelline pun merasa bingung mengetahui bahwa Hazelise bisa melancarkan sebuah serangan yang besar, padahal setahunya perempuan itu sedang memakai gelang yang mampu menahan sebuah kekuatan dari Venerate.


Kebingungan Magelline lantas langsung terjawab ketika melihat Folvest memegang sebuah gelang kekangan surgawi yang sebelumnya dilepaskan dari tangan Hazelise.


“Hahaha… Ternyata walaupun kau adalah World Venerate, tapi ternyata kau juga bisa dibodohi seperti itu…”


Disaat yang bersamaan, Hazelise mendarat tepat di depan Folvest yang sedang terkapar.


“Ayo coba serang aku… Atau mungkin ada yang ingin membantunya,” ucap Hazelise, menantang Folvest serta para Venerate yang berada di sekitar pria itu.


“Eh…” Ketika menyadari bahwa para Venerate yang berada di depannya merupakan para World Venerate, Hazelise pun langsung terkejut.


“Maafkan aku karena sebelumnya aku sempat menyerang tuan muda Folvest… Kumohon ampuni aku… Kalau begitu, silahkan pakaikan kembali gelang itu ke tanganku.” Merasa takut melihat empat World Venerate musuh di depannya, Hazelise pun langsung berlutut hingga memberikan kedua tangannya sekaligus untuk mempersilahkan mereka memakaikan gelang kekangan surgawi yang sempat terlepas dari tangannya itu.


Mendengar hal tersebut, Raquille pun langsung mengambil gelang yang dipegang oleh Folvest, kemudian memakaikannya kembali pada Hazelise.


“Pangeran… Mohon maaf, aku sebenarnya tidak bermaksud untuk menantangmu… Tolong jangan sakiti aku,” ucap Hazelise sambil dengan cepat memeluk Raquille dengan erat.


“Iya-iya, aku mengerti… Setidaknya tolong lepaskan aku sekarang,” balas Raquille sambil mencoba melepaskan pelukan erat dari putri Ierua itu.


“Tuan muda… Tolong maafkan aku atas perbuatanku sebelumnya… Aku hanya merasa kesal ketika mendengar ucapanmu tadi.” Setelah pelukan Hazelise terlepas, putri Ierua itu langsung meminta maaf kepada Folvest sambil memegang tangan pria itu.


“Sudah-sudah pergi saja sana… Lagipula jika kita bertarung dengan serius kau tetap akan kalah dariku,” ucap Folvest sambil mendorong Hazelise hingga terduduk di tanah.


Melihat hal tersebut, dengan sigap Raquille pun langsung membantu putri Ierua itu untuk kembali berdiri.