
“Yang mulia, sudah sejak aku penasaran bagaimana awal dari perseteruhan antara negeri Brizora dengan negeri Ierua?” Tanya Raquille.
“Perseteruhan Brizora dan Ierua yah… Sebagai dua negeri yang termasuk dari bangsa Friedenic seperti kalian, perseteruhan antara Brizora dan Ierua memang sudah lama terjadi jauh empat ratus tahun ketika aku masih berusia mudah…” ucap sang ratu Brizora.
“Alasan yang kuketahui dari perseteruhan antara dua negeri ini sebenarnya adalah sebuah perbedaan pendapat…”
Sang ratu Brizora bernama Harmae itu kemudian menjelaskan bahwa negeri Brizora serta negeri Ierua sudah ada dan berdiri sejak era perang besar terjadi, namun jauh sebelum itu juga kedua negeri tersebut sebenarnya berada dalam satu negeri bernama Brizerua.
Negeri Brizerua sebelumnya hidup dengan damai sampai akhirnya sebuah perbedaan membuat sebagian rakyat yang mendiami pulau Brizora pun mulai memisahkan diri dan mendirikan negeri mereka sendiri yang sesuai dengan nama pulau yang mereka tinggali.
Sedangkan untuk negeri Brizerua sendiri harus mengganti nama menjadi Ierua, sama seperti nama pulau utama yang menjadi sisa wilayah mereka.
“Perseteruhan itu sempat berakhir dalam beberapa waktu yang lama, namun hal tersebut kembali terjadi ketika negeri Ierua dengan sembarangan selalu memasuki wilayah pulau Brizora untuk sebuah alasan,” ucap Harmae.
“Apa mungkin mereka ingin mengklaim wilayah Brizora sama seperti yang mereka lakukan pada wilayah kami, Whiteland?” Tanya Raquille.
“Tidak… Bukan itu alasannya. Mereka ingin mengambil sesuatu yang berada di negeri ini,” jawab Harmae.
“Mengambil sesuatu… Apa yang sebenarnya ingin mereka ambil itu?” Raquille pun nampak menjadi penasaran dan terus bertanya setelah mendengar penjelasan dari ratu negeri Brizora itu.
“Mereka ingin mengambil beberapa benda atau harta karun yang tersebar di wilayah negeri ini…”
Mendengar Raquille menjadi penasaran, Harmae kemudian menjelaskan mengenai sebuah harta karun yang berjumlah tiga belas, dimana menyimpan sebuah kekuatan yang besar.
“Ketika ketiga belas harta karun itu dikumpulkan, serta menyatuhkan kekuatannya, maka kalian bisa mengakses sebuah dimensi yang disebut sebagai Valenhall,” ucap Harmae.
“Valenhall… Bukankah itu adalah tempat dimana para dewa bangsa Friedenic tinggal…” Ucap Raquille, tampak terkejut mendengarkan penjelasan Harmae.
Begitu juga dengan Venerate Blueland yang lain tampak terkejut mendengar hal tersebut. Mereka sebenarnya juga mengetahui tentang dimensi Valenhall tersebut karena merupakan bagian dari bangsa Friedenic, baik itu para Elfman maupun ras manusia murni yang tinggal di pulau Whiteland, hanya saja mereka tidak menyangka bahwa dimensi yang ditinggali oleh para dewa Friedenic mampu diakses dengan menggunakan kekuatan dari harta karun yang tersebar di wilayah negeri Brizora tersebut.
“Selain itu bisa mengakses dimensi Valenhall, ketiga belas harta karun itu dapat mengabulkan sebuah permintaan… Karena itu, para prajurit Ierua serta para pemimpin mereka selalu mencari sebagian harta karun itu, sampai membuat mereka memasuki wilayah negeri ini secara sembarangan,” ucap Harmae.
“Sebagian… Apa mungkin harta karun itu tersebut di wilayah luar Brizora?” Tanya Raquille.
“Iya… Beberapa harta karun secara acak bisa juga tersebar di wilayah negeri Ierua itu sendiri juga,” jawab Harmae.
*
Pemuda Elfman itu kemudian berpikir bahwa kemungkinan dia bisa membuat sebuah permintaan untuk membuat rekan-rekan Guardian yang pernah dibunuh olehnya kembali hidup.
**
“Maaf Yang mulia… Apa mungkin aku bisa mencari dan mengumpulkan harta karun itu? Atau apakah kalian memerlukan hal tersebut juga?” Tanya Raquille.
“Kami tidak terlalu memperdulikan hal itu… Memangnya ada apa kau bertanya pangeran?” Jawab Harmae, kemudian bertanya kepada pemuda Elfman itu.
“Jika kalian tidak mau berniat mengumpulkan harta karun itu, maka aku akan mencoba mengumpulkannya, walaupun harus bersaing dengan para prajurit Ierua,” jawab Raquille.
“Raquille apa yang kau katakan? Kita disini bukan untuk itu.” Mendengar ucapan Raquille, Hyphilia sontak langsung mengingatkan pemuda Elfman itu bahwa kedatangan mereka bukanlah untuk melakukan hal tersebut.
“Tapi kakak, jika itu bisa mengabulkan sebuah keinginan maka aku juga mau mengumpulkannya untuk membuat sebuah keinginan…” Ucap Raquille.
Hyphilia pun kemudian hanya terdiam, tidak mau mengatakan apa-apa lagi setelah mendengar bahwa Raquille telah berubah pikiran setelah datang ke negeri tersebut.
“Tenang dulu… Kurasa hal itu bisa membuat pasukan Ierua tidak bisa menyerang wilayah kalian,” ucap Harmae.
“Kenapa bisa seperti itu?” Raquille pun kebingungan mendengar penjelasan dari ratu Brizora itu.
Harmae menjelaskan bahwa jika salah satu harta karun telah dipegang oleh Venerate yang kuat, maka hal itu harus membuat para Venerate tingkat atas Ierua juga turun tangan untuk merebut harta karun yang dipegang oleh Venerate kuat tersebut. Maka dari itu, penyerangan pasukan Ierua ke negeri Blueland akan tertunda dikarenakan para Venerate tingkat atas harus berusaha untuk merebut hal harta karun tersebut.
Raquille pun mengerti dengan penjelasan dari Harmae dan menjadi lebih bersemangat untuk mengumpulkan ketiga belas harta karun tersebut.
“Kalau begitu, kami para Venerate Brizora juga akan membantu kalian mengumpulkan harta karun itu,” ucap Harmae.
“Yang mulia… Terima kasih ingin membantuku,” respon Raquille, nampak merasa senang mendengar bahwa para Venerate Brizora akan membantu pemuda Elfman itu untuk mengumpulkan ketiga belas harta karun tersebut.
Sebelum mereka mulai mencari, Harmae menjelaskan tentang ketiga belas harta karun tersebut, yang terdiri dari sebuah pedang bernama yang memiliki kekuatan elemen api berwarna hitam, papan catur yang terbuat dari emas, dimana semua anak-anak caturnya terbuat dari perak, keranjang makanan yang memiliki sihir untuk dapat menggandakan sebuah barang jika diisi kedalamnya, kereta kuda yang bersinar terang, cawan yang terbuat dari tanduk seekor makhluk suci.
Sebuah belati yang memiliki tingkat ketajaman tinggi, kuali yang dapat memasak berbagai macam masakan, baju zirah yang dapat membuat pemakainya meningkatkan kekuatan pertahanan tubuhnya, batu pengasah pedang, dimana mampu meningkatkan tingkat kejaman pedang menjadi sangat tajam.
Sebuah wadah piring keramik, yang dimana jika seseorang makan di dalam wadah tersebut, maka mereka akan terhindar dari segala macam penyakit dalam hidup mereka, cincin yang memiliki kekuatan tembus pandang, serta membuat pemakainya menyamarkan hawa keberadaanya, jubah yang mampu menyembuhkan berbagai macam luka, serta orang yang memakainya tidak akan sekalipun mendapatkan sebuah luka, dan yang terakhir merupakan seekor kuda yang memiliki kemampuan secepat kilat, serta satu-satunya harta karun yang merupakan makhluk hidup.
Harmae juga menjelaskan bahwa ketiga belas harta karun tersebut selalu muncul dan tersimpan kembali pada tempat yang sama seperti sebelumnya, hanya saja untuk beberapa dari tempat beradanya harta karun tersebut sulit untuk diakses karena memiliki sebuah alasan tertentu, dimana tempat tersebut dijaga oleh makhluk suci ataupun tempat yang memiliki kekuatan sihir yang kuat.