The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 261 - Makhluk hitam raksasa



Dengan sigap Raquille pun langsung mendorong Arn hingga terhempas dengan tujuan menjauhkan pria itu dari tempat tersebut.


“Ukh…” Karena hal itu, Raquille pun langsung dicengkram oleh tangan raksasa hitam tersebut masuk ke dalam portal yang dibuka oleh pemuda Elfman tersebut.


“Raquille…!” Teriak Hyphilia, mengkhawatirkan Raquille yang ditarik masuk oleh tangan raksasa tersebut.


“Hyphilia… Jangan mendekat kesana,” ucap Cyffredinol, langsung menghentikan Elfman perempuan itu yang hendak menolong Raquille.


“Tapi, bagaimana dengan Raquille?”


“Tenang saja… Aku akan pergi mengejarnya…” Disaat itu pun Sheafear pun langsung mengunjuk dirinya untuk masuk ke dalam portal tersebut, mengejar Raquille yang dicengkram oleh tangan raksasa hitam sebelumnya.


Ketika Sheafear meluncur masuk ke dalam portal tersebut, para World Venerate, yaitu Cadhan, Harmae, Magelline, Folvest serta Barbiond langsung mengikuti sang raja negeri Ierua itu masuk ke dalam portal tersebut.


“Cyffredinol… Kalian semua tetap disini…” Sementara itu, Aisling terlebih dahulu memerintahkan para Continent Venerate untuk menunggu di tempat itu, sembari dirinya akan mengikuti para World Venerate lain masuk ke dalam portal tersebut.


“Ibu, tunggu… Kau mau masuk ke dalam portal itu,” ucap Phyton menahan ibunya, karena khawatir ketika melihat Raquille sebelumnya ditarik sesosok makhluk misterius.


“Tenang saja… Ibu akan mencoba menyelamatkan pamanmu itu,” ucap Aisling.


Setelah berkata kepada putranya Aisling pun langsung meluncur masuk ke dalam portal tersebut.


**


Ketika berada di dalam portal tersebut, Aisling serta para World Venerate lain tampak terkejut dengan keadaan yang berada di dalam, dimana sejauh mata memendang mereka semua hanya melihat langit yang cerah tanpa memiliki sebuah pijakan.


“Apakah ini benar merupakan dimensi Valenhall?” Ucap Sheafear, tampak bertanya-tanya mengenai tempat yang mereka datangi.


Disaat bersamaan, para World Venerate pun seketika terkejut melihat sesosok makhluk raksasa hitam, yang sebelumnya mengulurkan tangannya, tampak sedang mencengkram Raquille dengan keadaan tidak sadarkan diri ditangannya.


“Apakah itu para dewa bangsa Friedenic?” Tanya Barbiond, penasaran.


“Entahlah… Tapi, sepertinya kita semua harus melawannya,” jawab Sheafear tidak mengetahui dengan pasti, sambil menyuruh para World Venerate untuk bersiap melawan makhluk hitam raksasa yang berada di depan mereka.


Tanpa pikir panjang Sheafear dan Cadhan seketika langsung meluncur ke depan kemudian mengayunkan senjata suci mereka masing-masing, melancarkan serangan proyeksi secara bersamaan ke arah makhluk hitam tersebut.


Akan tetapi, serangan yang dilancarkan oleh mereka tidak berhasil, layaknya makhluk hitam tersebut terbentuk dari sebuah kepungan asap hitam, yang ketika dua World Venerate Ierua itu melancarkan serangan, sang makhluk hitam tersebut lantas kembali menjadi normal lagi.


“Apa-apaan dia?” Ucap Sheafear, nampak kebingungan ketika lancaran serangannya serta Cadhan tidak berpengaruh pada makhluk tersebut.


***


Disaat itu, Claus yang merupakan satu-satunya World Venerate, yang tidak masuk ke dalam portal tersebut, tampak terlihat hendak meninggalkan tempat tersebut bersama dengan para Continent Venerate negeri Ereise.


“Tuan Claus… Anda mau kemana?” Tanya Cyffredinol, melihat Giantman itu bersama dengan para Continent Venerate Ereise hendak meninggalkan tempat tersebut.


“Sepertinya kami semua sudah selesai dengan urusan di tempat ini… Karena itu kami memutuskan untuk kembali lagi ke Ereise,” jawab Claus, yang tanpa menjelaskan apapun lagi, langsung pergi beranjak bersama dengan para Continent Venerate Ereise.


***


Kembali pada para World Venerate, yang kini sedang bersatu melawan makhluk hitam di dalam portal tersebut, namun satupun serangan yang dilancarkan oleh mereka tidak bisa berpengaruh kepada makhluk hitam raksasa tersebut.


Seketika, makhluk hitam itu melancarkan serangan proyeksi energi, yang seketika langsung menyerap serangan-serangan proyeksi yang dilancarkan oleh para World Venerate tersebut.


Dengan serentak, para World Venerate pun langsung bergerak, dengan kecepatan tinggi menghindari serangan proyeksi tersebut, yang langsung diyakini oleh mereka akan berbahaya jika sampai diterima.


****


Di dalam alam bawah sadar, tiba-tiba Raquille tersadar dan lantas melihat sosok bayangan hitam misterius yang biasa ditemuinya ketika secara tidak sengaja sedang tertidur maupun tidak sadarkan diri.


“Heh, ternyata kau lagi…” Dengan memperlihatkan ekspresi yang biasa-biasa saja karena telah terbiasa melihat sosok tersebut, Raquille lantas langsung mengetahui bahwa dirinya di dunia nyata kini memang sedang tidak sadarkan diri.


“Apakah kau lelah dengan kehidupanmu sekarang?” Tanya sosok misterius itu.


“Kenapa harus lelah? Aku tidak pernah lelah karena memiliki rasa keingintahuan yang tinggi mengenai hal apapun, termasuk ingin mencari tahu siapa kau sebenarnya…” Ucap Raquille, menyangga pertanyaan dari sosok misterius itu.


“Lagipula aku harus tetap hidup untuk menanggung kesalahanku yang pernah kulakukan sepuluh tahun yang lalu… Ataupun bagiku kesalahan yang kuperbuat sekitar sebulan yang lalu,” lanjut Raquille berkata.


“Percuma saja jika kau ingin membuat sebuah permohonan… Karena sedari awal, dimensi Valenhall itu tidak bisa diakses menggunakan ketiga belas harta karun yang tersebar di wilayah Brizerua, apalagi untuk membuat sebuah permohonan…”


“Ketiga belas harta karun itu hanya bisa mengakses sebuah dimensi dimana tinggalnya sesosok makhluk suci yang dahulunya disegel oleh sang penyihir agung, yang merupakan nenek moyang dari para ras Elfman,” ucap sosok misterius itu, menjelaskan bahwa ketiga belas harta karun, serta informasi yang berhubungan dengan benda-benda tersebut ternyata merupakan sebuah hal yang palsu.


“Karena itu aku sebelumnya memutuskan untuk tidak melakukannya… Tapi, karena seseorng memaksaku dengan mengancam, maka aku terpaksa harus mengakses dimensi aneh itu,” respon Raquille sambil menceritakan mengenai Arn yang memaksanya untuk mengakses dimensi yang akan membuat bencana tersebut.


“Tunggu dulu… Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Maksudku bukan fakta dari ketiga belas harta karun, tapi bagaimana caramu bisa mengetahui bahwa aku sebelumnya ingin membuat sebuah permohonan dengan benda-benda itu?” Tanya Raquille, penasaran ketika mendengar bahwa sosok hitam misterius itu mengetahui apa yang hendak dilakukan olehnya, layaknya sosok itu memang selama ini memperhatikannya.


“Jawabannya cukup simpel… Karena aku sebenarnya hidup di dunia kalian menjadi salah satu Venerate yang berada di Lamue,” jawab sosok tersebut, yang ternyata merupakan salah satu Venerate di dunia nyata.


“Terima kasih karena sudah mengatakannya kepadaku… Aku menjadi bersemangat ingin menemukanmu dan membuat perhitungan kepadamu mengenai hal yang kau lakukan terhadapku serta para ras Elfman sampai mereka mendapatkan kutukan tidak bisa tidur selama hidup mereka,” respon Raquille, menantang sosok misterius itu jika dia bertemu dengan wujud asli dari sosok tersebut.


“Jangan khawatir… Ketika waktunya sudah tiba, aku tetap akan menunjukan siapa sebenarnya diriku, dan pada saat itulah, aku yakin kau pasti akan terkejut,” ucap sosok tersebut.