The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 130 - Mata dari makhluk suci



Alyara dan tiga World Venerate Graina tiba-tiba sudah tidak berada lagi di depan pemuda Elfman itu.


Tampaknya Alyara sudah membawa Arvhen serta dua World Venerate lainnya ke dalam dimensi yang dapat diakses oleh perempuan itu.


Percaya bahwa Alyara tidak akan kenapa-napa Raquille pun masuk lebih dalam ke bagian bangunan tersebut.


**


Dia kemudian sampai di ruangan luas tempat disimpannya hulu-hulu ledak yang akan dipakai para pasukan kubuh timur untuk menyerang kubuh barat.


“Geheimer eissiegel-zauberspruch…” Pemuda Elfman itu memunculkan diagram sihir tepat dibawahnya lalu memejamkan kedua matanya.


Dia kembali mengucapkan kata-kata yang sulit untuk dimengerti sama seperti teknik penyegelan yang sempat gagal sebelumnya.


****


Di dalam dimensi lain, Arvhen serta dua World Venerate Graina masi dengan santai berdiri sambil memperhatikan sekitar tempat tersebut.


“Arvhen… Sepertinya kita memang dibawah ke dimensi yang berbeda dengan dunia nyata,” ucap Arvorys.


“Ini pasti kekuatan mata berwarna merah dari perempuan itu…” Lanjut pria itu berkata.


Arvorys pun menjelaskan bahwa putri Morseli yang berada di depan mereka tersebut mengalami kebutaan disaat dirinya baru saja lahir.


Maka dari itu, orang tua perempuan tersebut mentransplantasikan sepasang mata untuknya dari sesosok makhluk suci agar dia melihat mendapatkan penglihatan.


*


Disamping itu, dalam benak Alyara, dia kembali mengingat ingatan masa lalunya, dimana memiliki sepasang mata dari makhluk suci tersebut selalu membuat hidupnya tersiksa.


Alyara dapat melihat makhluk-makhluk astral yang berada di disekitarnya tanpa menggunakan sebuah kemampuan khusus. Hal tersebut selalu membuatnya diteror oleh makhluk-makhluk tersebut, hingga Alyara pun menjadi sangat ketakutan.


Orangtuanya tidak membiarkan hal tersebut begitu lama, hingga akhirnya mereka memberikan beberapa perhiasan untuk menangkal kekuatan mata tersebut menjadi layaknya mata manusia normal.


**


“Sebenarnya aku tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar dari dimensi ini,” ucap Arvorys.


“Jalan keluarnya tentu saja ada di depan kita,” balas Arvhen.


Ketiga World Venerate itu pun pertama-tama mengeluarkan tekanan kekuatan mereka dan secara bersamaan meluncur ke arah Alyara.


Saat mendekati Alyara, tiba-tiba sesosok makhluk menyeramkan berukuran besar muncul di depan mereka dan langsung melancarkan sebuah serangan.


Arvhen dan yang lain dengan sekejap menghindar karena merasa serangan tersebut akan berakibat fatal bagi mereka.


“Apa-apaan makhluk ini?” Ucap Arvhen, sedikit terkejut melihat makhluk raksasa yang berada di depannya.


“Howling tempest...” Akan tetapi, pemimpin negeri Graina itu tidak merasa gentar, dia seketika mengaktifkan kekuatannya hingga hempasan angin yang sangat kuat keluar dan menerbangkan pepohonan kering yang berada disekitar mereka.


Arvhen maju mendekati makhluk menyeramkan itu dan melancarkan serangan elemen angin bertekanan tinggi, hingga dalam sekejap makhluk menyeramkan tersebut lenyap tak bersisa.


Alyara tersenyum melihat Arvhen melenyapkan makhluk tersebut, ternyata makhluk yang sama persis kembali muncul dengan jumlah yang banyak.


“Sialan... Kukira makhluk ini hanya satu.” Arvhen terkejut melihat makhluk lebih banyak kembali muncul.


“Arvorys... Ruskhym... Apa kalian hanya mau menonton saja? Cepat bantu aku melenyapkan makhluk-makhluk ini.”


Dua World Venerate Graina itu pun maju membantu Arvhen membasmi makhluk-makhluk menyeramkan tersebut.


Mereka melancarkan serangan proyeksi yang cukup kuat, melenyapkan satu per satu makhluk yang melindungi Alyara.


Akan tetapi, makhluk menyeramkan itu terus saja bermunculan walaupun tiga World Venerate Graina itu tetap terus melenyapkan mereka.


“Percuma saja kalian melakukan itu… Makhluk-makhluk yang berada di dimensi ini akan terus bermunculan sesuai keinginanku,” ucap Alyara.


“Arvhen, tunggu dulu… Jangan bertindak gegabah. Percuma saja kita melawan makhluk-makhluk ini.” Lantas Arvorys langsung memperingati pemimpin negeri Graina itu untuk tidak membuang energinya dengan percuma.


“Kalau begitu bagaimana caranya kita keluar dari tempat ini?” Tanya Arvhen dengan nada suara tinggi, mulai merasa emosi.


“Tenang dulu… Memiliki salah satu anggota tubuh dari makhluk suci pasti akan berat baginya…”


“Dia pasti akan memerlukan banyak energi untuk mengakses tempat ini,” ucap Arvorys.


“Sial… Sampai dimana kau mengetahuinya?” Alyara terkejut ternyata pria itu bisa mengetahui banyak tentang salah satu kelemahan dari pengguna kekuatan makhluk suci.


“Aku tidak mau mengulur waktu lagi… Akan kuakhiri kalian semua di tempat juga.”


Dalam sekejap makhluk-makhluk yang sebelumnya bermunculan bergabung menjadi satu hingga ukuran serta tekanan kekuatan menjadi lebih besar dari sebelumnya.


“Aku tahu ini sangat berbahaya… Kita harus segera mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua secepatnya,” ucap Arvorys.


Arvhen dan dua World Venerate Graina itu kemudian berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka.


Disaat yang bersamaan, makhluk raksasa tersebut maju ke arah mereka dan langsung mengibaskan salah satu tangannya.


“Ukh…” Akan tetapi, Alyara merasakan sakit yang hebat dikedua matanya tersebut sampai mengeluarkan sedikit darah.


Hal itu sontak membuat teknik Alyara lenyap dan membuat mereka semua kembali ke tempat semula.


Arvhen serta dua World Venerate Graina itu pun mengurungkan niat untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan mereka.


“Heh… Ternyata ini lebih cepat dari yang kuduga,” Ucap Arvhen sambil tersenyum menyeringai melihat Alyara hanya bisa memejamkan kedua matanya karena telah mencapai batasnya.


“Kalian urus dia. Aku mau menghalangi Elfman yang tadi.” Arvhen pun pergi dari tempat itu membiarkan Arvorys dan Ruskhym menangani yang Alyara.


“Maaf tuan putri, kau sudah membuat kami sedikit kesusahan… Terimalah ajalmu sekarang.”


Arvorys dan Ruskhym maju hendak menyerang Alyara, namun tiba-tiba Azouraz dan yang lain datang menahan serangan mereka.


Arvorys dan Ruskhym sontak terkejut dan langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak.


“Continent Venerate…? Apa kalian yakin ingin menghalangi kami?” Tanya Arvorys.


Para Continent Venerate tersebut tidak menjawab pertanyaan Arvorys dengan kata-kata, namun merespon meresponnya dengan langsung bersiaga.


“Tuan-tuan tolong tahan mereka sebentar… Aku mau menolong putri Morseli itu.” Azouraz yang mengetahui bahwa Alyara tidak bisa membuka matanya sontak langsung membantu dengan memungut dan memakaikan beberapa perhiasan yang digunakan Alyara untuk menyegel kekuatan matanya.


Setelah selesai Alyara pun membuka kedua matanya yang akhirnya telah kembali seperti semula.


“Dimana Arvhen?” Tanya Alyara terkejut tidak melihat pemimpin negeri Graina itu diantara Arvorys dan Ruskhym.


“Apa kau bertarung dengan orang itu sebelumnya?” Tanya balik Azouraz.


“Iya…”


“Tuan Raquille dalam bahaya… Kita harus membantunya.”


Mendengar jawaban Alyara, Azouraz pun hendak bergegas untuk mengejar Arvhen, namun hal tersebut tidaklah mudah karena sekarang dua World Venerate yang berada di depan telah mengeluarkan teknik bayangan-bayangan mereka.


Azouraz dan yang lain pun tidak bisa lewat, selain harus mengalahkan lebih dulu dua World Venerate itu.


***


Tampak Raquille masih sedang berkonsentrasi mengucapkan sebuah mantra yang panjang untuk menyegel hulu-hulu ledak yang berada di depannya.


“Akh…” Tiba-tiba Arvhen datang mengganggu konsentrasi Raquille dengan langsung menusukan sebuah belati yang telah dilapisi energi proyeksinya ke bagian belakang.


Tidak membuahkan hasil kembali, Raquille kini malah terluka karena tidak sadar pemimpin negeri Graina itu berada di belakangnya sebelumnya.