
“Jadi, dimanakah lokasi senjata itu berada?” Tanya Galcael.
“Menurut informasi kemungkinan senjata itu tersimpan di dalam bangunan besar tengah kota itu yang sebenarnya merupakan sebuah museum,” jawab Barnedict sambil menunjuk sebuah bangunan yang tinggi menjulang ke langit, yang terletak tepat di kota itu.
“Bangunan itu yah… Apa kalian yakin kalau senjata itu disembunyikan dalam bangunan tersebut… Sepertinya itu terlalu mencuri perhatian karena,” ucap Galcael, merasa kurang percaya bahwa bangunan tersebut merupakan tempat penyimpanan senjata yang mereka cari.
“Walaupun merupakan sebuah museum, tapi aku yakin kalau bangunan itu cuma menjadi salah satu pintu masuk ke tempat penyimpanan senjata tersebut,” ucap Barnedict.
“Baiklah jika memang kau yakin dengan hal itu… Kita akan mulai bergerak malam hari ini.” Venerate bernama Galcael tersebut lantas percaya dengan perkataan dari Barnedict, dan langsung mengusulkan untuk segera bergerak memastikan jalan masuk dari tempat penyimpanan dari senjata yang hendak mereka cari tersebut.
Ketika akan berranjak dari dermaga tersebut, para Venerate Ierua itu tiba-tiba merasakan tekanan kekuatan yang kuat, bahkan terasa lebih besar dibandingkan kekuatan milik mereka sendiri.
Hal tersebut lantas membuat semuanya menoleh ke arah langit, membuat mereka pun langsung terkejut melihat seorang Venerate yang sedang terbang mendekat ke kota tersebut dari arah barat sambil memancarkan kobaran api dalam skala yang cukup besar.
Disaat yang bersamaan, para warga yang melihat Venerate Fuegonia yang tengah meluncur tersebut juga nampak terkejut.
“Ternyata negeri Fuegonia tidak menganggap enteng setelah premier daerah ini sempat merasakan tekanan kekuatan kita beberapa hari yang lalu,” ucap Aisling.
“Lebih dari itu… Sepertinya Venerate itu adalah Boulet Bluntill, salah satu premier Fuegonia juga… Orang itu terkenal karena memiliki sebuah kekuatan penghancur yang bisa membuat World Venerate kesulitan,” sambung Barnedict, memberitahukan identitas dari Venerate yang sedang terbang di atas langit kota Realmton tersebut.
“Jadi dia hanya Continent Venerate?” Tanya Galcael, penasaran.
“Kemngkinan begitu, karena yang kuketahui terakhir kali dia dikenal sebagai salah satu Continent Venerate Fuegonia,” jawab Barnedict.
***
Berpindah pada Venerate yang bernama Boulet itu, dimana setelah sampai dikota tersebut, dia seketika mendarat di sebuah kediaman khusus dari premier daerah Rocode, serta clan Fungle.
Tak berapa lama, Valenvatia, ketua clan Fungle beserta para Venerate dari clan Fungle datang menghampiri pria itu.
“Selamat datang tuan Boulet… Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu anda untuk membantu kami disini,” ucap Valenvatia.
“Tidak masalah nyonya Valenvatia… Sebenarnya aku ingin meminta maaf karena sebelumnya masih berada di benua Antikara, aku baru saja mendengarkan informasi mengenai penyusup berada di kota ini… Setelah mendengarnya aku dengan terburu-buru datang kemari tanpa membawa pasukan Fuegonia yang lain,” balas Boulet.
“Tenang saja tuan Boulet, lagipula empat premier dari daerah Vanishcort, Dorabral, pulau Prince Warden, serta dari kota Wattao sudah datang kemari.”
“Jadi mereka sudah datang terlebih dahulu… Aku jadi legah mendengarnya.”
“Kalau begitu, mari kita bertemu dulu dengan mereka.”
Valenvatia bersama dengan para Venerate clan Fungle kemudian mengajak pria bernama Bloulet tersebut untuk menemui para premier dari daerah Fugonia yang lain.
***
Berpuluh-puluh kilometer di lembah sungai yang sangat luas tersebut, tampak salah satu kelompok pasukan negeri Blueland, yang dipimpin oleh Aguirre bersama dengan Raquille terlihat berada di sebuah pegunungan sambil memperhatikan keadaan kota yang berada di bawah mereka.
Ketika memperhatikan bahwa kota yang berada di bawah tersebut ternyata dijaga oleh para Venerate, Aguirre serta para Elfman yang lain sontak memunculkan senjata suci mereka masing-masing untuk mencoba para Venerate Fuegonia yang berada di dalam kota tersebut.
“Ada apa lagi?” Tanya Aguirre.
“Kita tidak perlu melakukan cara kasar jika untuk menguasai kota itu kakak…” Jawab Raquille.
“Ice shaping…” Seketika Raquille mengakses kekuatan elemen es miliknya hingga menciptakan sebuah burung-burung es dalam jumlah yang banyak, kemudian dengan cepat terbang menuju ke kota yang berada di bawah.
***
Ketika burung-burung tersebut terbang menyebar ke seluruh kota, para warga yang ada pun nampak terkejut melihat burung-burung es tersebut.
Hal itu pun langsung memancing perhatian dari para Venerate Fuegonia yang berada di sekitar kota untuk datang melihat gerombolan burung-burung es yang terbang menyebar hampir di setiap sudut kota tersebut.
Satu per satu dari para Venerate Fuegonia langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api ke arah burung-burung es yang diciptakan oleh Raquille tersebut, namun dengan lincah burung-burung es itu terbang menghindari serangan proyeksi elemen api itu.
***
“Teknik pembentukan menggunakan elemen es yah… Apa mungkin kau memaduhkan kemampuan elemen es ras Elfman dengan kekuatan sihir?” Tanya Aguirre, ketika memperhatikan burung-burung es yang diciptakan oleh Raquille.
“Bukan hanya itu saja… Aku bahkan memiliki sihir elemen es yang lain…” Jawab Raquille.
“Ice aura… Cold chill…” Raquille sontak mengakses kekuatan sihirnya kembali, hingga membuat burung-burung es yang terbang hampir di setiap sudut kota itu tiba-tiba berubah menjadi uap es.
**
Lama-kelamaan uap es tersebut menyatuh menjadi tebal hingga langsung menutup pandangan mata orang-orang yang berada di kota tersebut.
Para warga yang berada di dalam kota seketika satu per satu mulai pingsan ketika menghirup dan merasakan kedinginan oleh temperatur rendah es yang merupakan teknik sihir dari Raquille tersebut.
Mengetahui bahwa uap es tebal itu nampak berbahaya bagi mereka, para Venerate Fuegonia secara menggunakan teknik elemen api mereka untuk membuat lingkungan di dalam kota tersebut menjadi hangat.
Akan tetapi, kemampuan mereka masih kurang unggul dibandingkan kemampuan dari Raquille, yang membuat hawa panas di dalam kota tersebut seketika kembali berubah menjadi dingin lagi.
Karena dalam waktu lama uap es yang tebal itu terus berlangsung, membuat para Venerate Fuegonia pun kebanyakan menghirupnya, hingga membuat mereka satu per satu jatuh terkapar tidak sadarkan diri sampai tidak ada yang tersisa dari mereka yang masih terjaga.
**
Setelah mengetahui bahwa semua Venerate Fuegonia telah dikalahkan, Raquille pun langsung menghilangkan uap es tebal yang menutupi kota tersebut.
Dengan hal tersebut, para Elfman kemudian mulai bergerak memasuki kota tanpa sebuah perlawanan, kemudian mulai menawan para Venerate Fuegonia yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
Dalam waktu yang singkat pasukan Blueland itu pun berhasil menguasai kota tersebut tanpa harus melakukan sebuah pertarungan dengan para Venerate Fuegonia.
***
Sementara itu, di kota-kota lain yang berada di lembah sungai tersebut, terlihat bahwa pasukan Elfman menggunakan cara biasa dengan melawan para Venerate Fuegonia yang ada.