The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 276 - Membagikan ketiga belas harta karun



Ketika Elfman perempuan itu mengibaskan pedang yang digenggamnya, seketika sebuah serangan tebasan proyeksi energi berskala besar dilepaskannya, meluncur ke arah sebuah kastil yang merupakan tempat penyimpanan salah satu dari ketiga belas harta karun sebelumnya.


Ketika serangan yang dilancarkan oleh Hyphilia melalui pedang bernama Hilgwyn tersebut menerjang atap kastil yang berada di depannya, dalam sekejap bagian atap dari kastil tersebut hancur berkeping-keping.


**


Sementara itu, para Venerate baik dari kubuh barat, negeri Brizora, maupun negeri Ierua, sontak terkejut ketika melihat serangan berskala besar yang dilancarkan oleh Hyphilia.


***


“Aku tidak menyangka senjata itu masih bisa memiliki serangan yang besar ketika dipegang oleh Continent Venerate,” ucap Haltryg, terkesima melihat serangan yang dilancarkan oleh Hyphilia.


“Kurasa ini belum seberapa… Aku baru melakukan pemanasan, untuk serangan yang selanjutnya aku rasa bisa menghancurkan kastil itu dalam sekejap,” ucap Hyphilia, nampak bersemangat hendak kembali melancarkan serangan dari pedang yang baru saja diterimanya.


“Eh, kakak… Kurasa untuk percobaan kekuatan dari pedang itu bisa kau lakukan nanti saja.” Akan tetapi, Raquille sontak menghentikan Hyphilia untuk melakukan hal tersebut.


“Memangnya kenapa?” Tanya Hyphilia, penasaran tiba-tiba pemuda Elfman itu melarangnya untuk kembali melancarkan serangan.


“Karena serangan yang kau lepaskan itu menarik perhatian semua Venerate yang ada disiini,” ucap Raquille sambil menunjuk semua Venerate yang ternyata sudah berkumpul di belakang mereka semua.


Hyphilia pun terkejut melihat semua orang telah berada di tempat itu, dan langsung mengurungkan niatnya untuk melakukan serangan kedua, karena merasa bahwa diantara mereka, terutama para Venerate Brizora tidak akan senang melihat Hyphilia menghancurkan kastil tua yang berada di tempat itu.


“Mohon maaf semuanya, terutama untuk Yang mulia Harmae… Karena merasa bersemangat ingin mencoba pedang yang diterima ini, aku tidak sadar bahwa telah merusak bangunan yang berada di tempat ini.” Hyphilia kemudian meminta maaf kepada semuanya sambil membukukan badannya.


Para Venerate, terutama dari negeri Brizora lantas tidak memperdulikan hal tersebut, bahkan beberapa dari mereka ingin Elfman perempuan itu kembali melancarkan serangan untuk melihat kekuatan dari pedang tersebut, namun karena perasaan tidak enak akibat hal tersebut, Hyphilia pun enggan untuk melakukannya lagi.


“Kalau begitu pangeran Raquille… Aku ingin kau menutup dimensi yang kau buka… Dan setelah itu, kalian memilih harta karun yang ingin kalian bawa pulang,” ucap Harmae.


“Benar juga… Aku lupa bahwa dimensi itu masih belum ditutup…” Respon Raquille.


“Eh… Apa bisa kita membawanya juga?” Raquille tiba-tiba terkejut, dan lantas bertanya pada ratu Brizora tersebut.


“Tentu saja… Terutama untukmu pangeran Raquille… Kau bisa memilih beberapa harta karun sesuai dengan kebutuhanmu,” jawab Harmae.


Raquille pun merasa senang dengan hal tersebut, namun lebih memilih agar rekan-rekannya, para Venerate Blueland yang mengambil beberapa dari harta karun tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, Raquille meminjam kembali pedang yang sudah diberikan kepada Hyphilia untuk menutup dimensi yang dibukanya.


Pemuda Elfman itu menngakses kekuatan dari pedang tersebut, hingga membuat portal yang menghubungkan dimensi tersebut perlahan menutup dan akhirnya lenyap.


Setelah portal tersebut ditutup oleh Raquille, ketiga belas harta karun yang berada di sekitar satu per satu dari benda tersebut diambil oleh beberapa Venerate.


Selain mendapatkan pedang Hilgwyn dari Raquille, Hyphilia juga menerima seekor kuda yang merupakan satu-satunya makhluk hidup dari ketiga belas harta karun tersebut, yang sebelumnya juga pernah ditunggangi olehnya.


Hyphilia tiba-tiba terkejut menyadari bahwa kuda yang diterimanya ternyata bisa menjadi tenang saat dipegang olehnya, tanpa menggunakan cincin dari salah satu harta karun.


“Padahal saat mencoba menangkapnya aku bahkan harus setengah mati mengejarnya, dan pada akhirnya tidak bisa menaklukan hewan ini,” gumam Raquille, tidak menyangka bahwa kuda itu ternyata menyukai Hyphilia.


“Aku rasa kuda ini sudah berada dalam pengaruh kekuatan dari senjata suciku,” ucap Hyphilia, menjelaskan bahwa kekuatan dari rantai pisau senjata sucinya yang sebelumnya dilingkarkan pada kuda tersebut membuat hewan itu bisa patuh kepada Hyphilia.


**


Sedangkan sebuah kuali, cawan serta wadah keramik akan diambil oleh Sheafear untuk menggunakan kekuatan dari ketiga benda itu yang kemungkinan bisa menyembuhkan penyakit ataupun membuat keadaan dari sang ratu Ierua menjadi lebih baik.


Pedang yang memiliki kekuatan elemen api berwarna hitam dikembalikan kepada Phyton sebegai senjata suci miliknya, sebuah belati dari ketiga belas harta karun tersebut diambil oleh Barbiond, karena pemimpin negeri Fuegonia itu nampak menyukai belati tersebut, dan untuk sisa harta karun yang lain diambil oleh Harmae untuk disimpan di neger Brizora.


Tujuan dari Harmae memberikan beberapa harta karun pada yang lain agar untuk mengantisipasi jikalau ada yang ingin kembali mengumpulkannya untuk mengakses dimensi yang sebelumnya dibuka oleh Raquille.


Walaupun makhluk hitam yang berada di dalam dimensi tersebut sebelumnya telah lenyap, namun Harmae khawatir jikalau di dalam dimensi tersebut masih terdapat makhluk lain yang berbahaya bagi mereka.


***


Waktu pun berlalu, terlihat Cyffredinol sedang bersama dengan Aisling dan Phyton, dimana pria Elfman itu sebenarnya ingin berpamitan kepada mereka berdua untuk kembali ke negeri Fuegonia.


“Maaf aku harus kembali, karena bagaimanapun juga aku telah menjadi bagian dari negeri Fuegonia,” ucap Cyffredinol.


“Aku mengerti… Lagipula karena sekarang Ierua telah menjadi bagian dari kubuh barat, kau tidak perlu khawatir mengunjungiku ke negeri Ierua…” Ucap Aisling.


“Begitu juga denganku… Aku pasti akan mengunjungimu ke negeri Fuegonia nanti, dan bahkan ke negeri Pavonas untuk menemui Phyton,” lanjut perempuan itu berkata.


**


Tak jauh dari tempat itu terlihat Cadhan bersama dengan Ailis sedang memperhatikan Cyffredinol yang hendak berpamitan dengan Aisling dan Phyton.


“Apa kau masih membenci Cyffredinol?” Tanya Ailis.


“Aku tidak membencinya… Karena mengetahui bahwa Elfman merupakan kunci demi membuka dimensi Valenhall sebelumnya, aku pun memiliki niat untuk mengincarnya…”


“Namun, karena sekarang telah mengetahui bahwa itu adalah tipuan, aku tidak memiliki alasan lagi untuk mengincarnya ataupun ras Elfman lain,” jawab Cadhan.


**


“Kalau begitu, aku pergi dulu…” Ucap Cyffredinol, berpamitan kepada Aisling dan Phyton.


Sebelum pergi meninggalkan pulau tersebut bersama dengan Barbiond, Cyffredinol menyempatkan diri melambaikan tangannya ke arah Ailis dan Cadhan.


**


Melihat lambaian tangan dari Cyffredinol, Ailis sontak membalasnya, sedangkan Cadhan hanya meresponnya dengan menunjukan ekspresi tersenyum.


**


Setelah lambaian tangan dari Cyffredinol, pria Elfman itu kemudian pergi menemui Barbiond, dan bersama-sama terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju ke negeri Fuegonia.


**


“Baiklah… Sekarang giliran kami untuk berpamitan…” Tak berapa lama Raquille dan para Venerate Blueland datang menemui Aisling dan Phyton.