The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 158 - Raquille vs Rumen



“Sial…” Umpat Aguirre dengan kesal, kekuatan pelepasan keduanya berakhir sebelum bisa mengalahkan pemimpin negeri Pavonas yang berada di depannya itu.


Dalam sekejap bola-bola energi milik Rumen membentuk sebuah formasi kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, langsung menghempaskan Aguirre ke udara.


Dalam sekejap Rumen bergerak mendekati Aguirre yang melayang di udara. Dia kemudian berkonsentrasi menyerap energi alam dalam jumlah yang banyak. Disaat yang bersamaan bola-bola energi dari pria Pavonas itu kembali membentuk sebuah formasi, dan secara bersamaan melancarkan serangan proyeksi energi dalam jumlah yang sangat besar ke arah Aguirre.


“Uakh…” Seketika Aguirre pun terhempas menerima serangan proyeksi energi tersebut hingga ke jarak yang sangat jauh.


“Heh, aku tidak menyangka bisa semudah ini mengalahkan para World Venerate kubuh barat,” gumam Rumen.


***


Dibawah, Raquille yang melihat saudaranya tersebut dikalahkan oleh Rumen nampak terkejut. Pemuda Elfman itu sebenarnya ingin membantu, namun dihadapannya kini telah berada Erissa, yang berada sepihak dengan pemimpin negeri Pavonas itu.


“Apa kau bisa mengalahkannya?” Tanya Erissa.


“Apa maksudmu?” Tanya balik Raquille, tidak paham dengan maksud perempuan itu.


“Aku ingin kau mengalahkannya, karena sebagian besar dari para Venerate Pavonas sudah muak dengan pria itu… Kami sebenarnya ingin melakukan sebuah kudeta untuk menundukkannya, namun kurasa itu masih belum cukup untuk bisa menandinginya,” jawab Erissa, menjelaskan kepada Raquille.


“Mengalahkannya yah… Mungkin kurasa aku bisa melakukannya,” ucap Raquille.


“Aku tidak akan menghalangimu… Jika kau ingin melawannya, maka lakukan sekarang juga,” balas Erissa, mempersilahkan pemuda Elfman itu untuk menyerang Rumen.


Raquille perlahan-lahan berjalan melewati Erissa untuk bersiap melawan pemimpin negeri Pavonas yang sedang melayang di udara tersebut.


“Raquille… Ingatlah satu hal bahwa aku masih belum memaafkanmu tentang kejadian sepuluh tahun yang lalu,” ucap Erissa, membuat Raquille tiba-tiba berhenti.


“Aku tahu… Maka dari itu, aku akan melakukan apa yang kau inginkan, tapi sebelum itu biarkan aku melawan pria itu dulu,” balas Raquille.


“Aku memegang kata-katamu… Aku pasti akan menagihnya ketika saatnya sudah tepat,” respon Erissa.


“Terima kasih… Aku senang selama ini kau masih bak-baik saja.”


Raquille kemudian berkonsentrasi sambil memegang pedang berbilah gandanya dengan kedua tangannya.


“I proti ekdosi… Azuro Stroma the immortal…” Raquille tiba-tiba memisahkan pedang berbilah gandanya menjadi dua, yang sontak mengaktifkan kekuatan dari senjata sucinya tersebut.


“Divine ice mode…” Bersamaan dengan hal itu, pemuda Elfman tersebut juga mengaktifkan kekuatan makhluk sucinya, yang membuat kedua matanya memancarkan cahaya biru yang terang.


Kekuatan yang diaktifkan oleh Raquille bahkan masih dalam tahap pelepasan pertama saja, namun sudah membuat tekanan kekuatannya nampak sangat kuat.


Bersamaan dengan tekanan kekuatan yang memancar dari Raquille, tercipta hempasan angin yang kuat hingga hawa dingin yang mencekam, yang bisa dirasakan oleh Erissa karena berada paling dekat dengan pemuda Elfman itu.


**


Hal tersebut lantas memancing perhatian Rumen yang sedang melayang di udara. Pria Pavonas itu lantas menengok ke arah bawah saat merasakan tekanan kekuatan yang besar.


Dia kemudian mengendalikan semua bola energinya melancarkan serangan proyeksi energi ketika melihat Raquille yang ternyata menjadi sumber dari tekanan kekuatan tersebut.


Serangan proyeksi energi dari Rumen meluncur ke arah Raquille, tetapi dalam sekejap pemuda Elfman itu bergerak dan muncul di dekat pemimpin Pavonas itu.


Raquille mengibaskan salah satu pedangnya ke depan, yang sontak menciptakan pasak-pasak es dalam jumlah yang sangat banyak, meluncur dengan cepat ke arah Rumen.


Secara beruntun Rumen langsung dihujani oleh luncuran pasak-pasak es tersebut hingga terhempas menghantam permukaan dengan keras.


“Menarik…” Ucap Rumen, tampak bersemangat menemui lawan yang cukup bisa membuatnya tersudut.


Pria Pavonas itu dengan cepat meluncur ke arah Raquille kemudian menyerangnya secara langsung.


Melihat serangan tersebut, dengan sigap Raquille menganyunkan salah satu pedangnya, menahan serangan dari Rumen.


Mereka pun kemudian saling menabrakkan serangan langsung secara bersamaan, dimana Raquille yang belum menggunakan kekuatan pelepasan kedua mampu mengimbangi kekuatan dari Rumen.


**


Di sisi lain, para Venerate yang berada dibawah nampak terkejut melihat pertarungan yang sengit dari kedua World Venerate itu, dimana mereka adalah Ienin dan Alyara, Hefaistos dan Tianhui yang sedang bertarung tiba-tiba berhenti untuk menyaksikan pertarungan yang lebih dahsyat itu, Gahaelix dan Silvan yang sudah tidak melakukan apa-apa karena lawan mereka telah dikalahkan, Erissa serta Hefaistos dan Artemis yang sudah sadarkan diri akibat dikalahkan oleh Rumen sebelumnya.


**


Rumen tiba-tiba melancarkan serangan proyeksi energi bersamaan dengan bola-bola energinya, membuat Raquille seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Akan tetapi, pemuda Elfman itu kembali bergerak dengan cepatnya menghampiri Rumen kemudian membalas serangan pria Pavonas itu dengan melancarkan serangan proyeksi tebasan dari kedua pedangnya.


Rumen pun kembali terhempas ke jarak yang cukup jauh, namun masih belum mau menyerah, pria Pavonas itu kembali menyerap energi alam dalam jumlah besar kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar bersamaan dengan bola-bola energinya juga.


Serangan tersebut meluncur dengan cepat ke arah Raquille, membuat pemuda Elfman itu langsung menganyunkan pedangnya, meluncurkan serangan proyeksi tebasan hingga serangan proyeksi energi dari Rumen pun terbelah menjadi dua serta berbelok ke arah lain.


Serangan proyeksi tebasan dari Raquille terus meluncur membelah serangan yang dilancarkan oleh pemimpin negeri Pavonas itu. Dengan cepat Rumen pun menghentikan serangannya kemudian bergerak menghindari serangan proyeksi tebasan dari Raquille.


“Boleh juga kau Elfman… Memiliki kekuatan sebesar ini bahkan belum mengaktifkan kekuatan pelepasan keduamu,” ucap Rumen.


“Tenang saja… Hanya untuk melawanmu aku tidak perlu menggunakan kekuatan pelepasan keduaku…” balas Raquille.


“Sudah cukup main-mainnya, aku akan lebih serius kali ini,” lanjut Raquille, kemudian sejenak berkonsentrasi.


“Divine ice shaping… Mythical ice dragons…” Raquille mengakses kekuatan elemen esnya, menciptakan lima ekor naga berukuran raksasa.


Hanya dengan kepakan-kepakan sayap dari naga-naga es tersebut, sontak menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat, yang dapat dirasakan oleh Venerate-Venerate yang berada di bawah.


“Divine ice spring… Thousand sphere-thorns…” Masih belum puas, pemuda Elfman itu kemudian menciptakan ribuan bola-bola es, melayang di sekitarnya.


Rumen pun terkejut melihat hal tersebut, dimana dia tidak menyangka bahwa pemuda Elfman itu bisa mengeluarkan kekuatan sebesar itu.


“Ayo maju… Apa kau takut melihat naga-nagaku ini,” ucap Raquille sambil menantang pemimpin negeri Pavonas itu.


“Heh, jangan bodoh… Untuk apa aku takut dengan teknik lemah seperti itu?”


Dalam sekejap Rumen pun mengendalikan bola-bola energinya untuk sekali lagi melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar ke arah pemuda Elfman itu.