
Disaat memasang ekspresi senyuman menyeringai, pria itu seketika terkejut melihat jubah yang direbutnya dari Arn, tiba-tiba telah menghilang.
Dia pun seketika menoleh ke arah Raquille, dan lebih terkejut melihat bahwa jubah tersebut sudah berada di tangan pemuda Elfman itu.
“Bagaimana bisa?” Ucap pria itu, bertanya-tanya bagaimana pemuda Elfman itu mampu mengambil jubah tersebut tanpa disadari olehnya.
“Walaupun hidup sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan, namun aku sering mencuri untuk sebuah hal yang kuinginkan,” jawab Raquille sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.
Setelah berhasil merebut jubah tersebut dari pria itu, Raquille kemudian langsung memakainya. Dengan cepat, pemuda Elfman itu meluncur sambil meluncurkan rantai pisaunya kembali untuk mencoba menyerang kembali raja negeri Ereise tersebut.
Melihat serangan tersebut, raja negeri Ereise itu pun langsung mengangkat salah satu tangannya kemudian menjentikan jarinya, membuat posisinya dan Raquille seketika betukar.
Menyadari posisi mereka telah bertukar, Raquille yang dalam posisi mengangkat salah satu tangannya pun seketika menjentikan jarinya, yang seketika membuat posisi mereka kembali bertukar seperti semula.
Dalam sepersekian detik, pria bernama Modolf itu pun langsung terkejut mengetahui bahwa ternyata pemuda Elfman tersebut mampu melakukan teknik yang digunakan olehnya. Dia pun dengan sigap bergerak melompat ke belakang untuk menghindari ayunan rantai pisau yang dilancarkan oleh Raquille.
“Ukh…” Akan tetapi, walaupun telah berusaha menghindar, namun pria itu tetap saja menerima ayunan rantai pisau yang diluncurkan oleh Raquille, hingga membuatnya terluka.
“Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki kemampuan itu juga,” ucap pria itu.
“Sebenarnya ini hanyalah kemampuan yang hampir mirip… Setelah mengetahui bahwa posisi kita bertukar, aku dengan sigap langsung menggunakan kemampuan perpindahan ruang agar posisi kita bisa kembali bertukar,” balas Raquille, menjelaskan hal tersebut kepada raja negeri Ereise itu.
Mendengar hal tersebut, pria bernama Modolf itu pun langsung memunculkan sebuah tongkat sihir yang merupakan senjata suci miliknya.
Pria itu langsung mengacungkan tongkat sihirnya ke depan, yang seketika memunculkan sebuah pasak-pasak es dalam jumlah yang banyak disekitarnya.
Tanpa berlama-lama lagi, dia pun meluncurkan pasak-pasak es tersebut dengan cepat ke arah Raquille.
Melihat serangan tersebut, Raquille dengan sigap mengayun-ayunkan rantai pisau milik Hyphilia dengan lincah menepis semua pasak-pasak es tersebut hingga hancur berkeping-keping.
“Blitzzauber…” Sambil mengayun-ayunkan senjata suci yang dipegangnya ke tanah, Raquille seketika menyalurkan pancaran proyeksi elemen petir, yang langsung membongkar permukaan disekitarnya hingga mengangkat beberapa bongkahan tanah berukuran cukup besar.
Dengan pergerakan yang cepat serta lincah, Raquille satu per satu mengaitkan bongkahan-bongkahan tanah yang berukuran cukup besar tersebut menggunakan senjata suci milik Hyphilia kemudian meluncurkannya dengan kuat ke arah raja negeri Ereise yang berada di depannya.
Raja negeri Ereise itu pun langsung menciptakan proyeksi elemen api yang seketika memecah menjadi beberapa bagian, menghantam bongkahan-bongkahan tanah yang diluncurkan oleh Raquille.
Ketika serangannya tidak berpengaruh pada pria itu, Raquille seketika meluncur ke depan sambil memutar-mutar rantai pisau yang dipegangnya.
Melihat pemuda Elfman itu meluncur ke arahnya, pria itu dengan sigap mengacungkan tongkat sihirnya ke depan, melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah Raquille.
Dengan lincah, Raquille melompat ke atas pria itu sambil tetap memutar-mutar senjata suci milik Hyphilia yang dipegang olehnya.
“Feuerzauber… Spiral spin fire…” Saat masih melayang di atas pria itu, Raquille sontak melancarkan serangan proyeksi elemen api berbentuk spiral.
Masih tetap melayang tepat di atas, Raquille seketika meluncurkan rantai pisaunya ke arah pria itu, namun dengan sengaja membuat rantai pisau tersebut meleset tidak mengenai pria tersebut.
Dengan cepat, Raquille mengangkat tangannya ke atas, menyerap sebuah pancaran petir yang meluncur dari langit masuk ke dalam tubuhnya.
“Geheimer blitzzauberspruch… Ubegraensede dodbringende lyngnister…” Setelah menyerap elemen petir dari atas langit, Raquille kemudian menyalurkan elemen petir tersebut pada rantai pisau yang masih dipegangnya.
“Uakh…!” Raja negeri Ereise itu pun langsung menerima pancaran proyeksi elemen petir yang dipancarkan melalui rantai pisau, yang bagian ujungnya tersebut menancap di dekatnya.
Akibat menerima serangan yang kuat dari Raquille, pria itu pun terkapar dengan keadaan yang lemah dan tidak memiliki kekuatan lagi untuk bergerak.
Raquille pun mendarat ke permukaan kemudian perlahan-lahan mendekati pria itu untuk memastikan keadaannya.
“Sial… Aku terlalu meremehkan Venerate sepertimu… Ternyata kau memiliki teknik-teknik yang mematikan dibandingkan denganku,” ucap pria itu sambil mengumpat kepada Raquille, tidak menyangka bahwa dirinya yang merupakan World Venerate bisa dikalahkan dengan Venerate yang memiliki tingkatan setarah denngannya.
Tanpa merespon ucapan dari pria itu, Raquille pun berniat untuk mengakhirinya sambil memutar-mutar rantai pisau yang dipegangnya hingga memancarkan proyeksi elemen petir bertegangan tinggi.
**
“Tuan Raquille… Dibelakangmu…” Tiba-tiba Phyton langsung memanggil pemuda Elfman itu untuk memperingati bahwa tepat dibelakangnya tiba-tiba muncul seorang pria lain yang akan menyerangnya.
**
Mendengar ucapan Phyton, Raquille pun sontak menoleh, dan langsung terkejut melihat seorang pria dengan tinggi sekitar dua setengah meter muncul sambil mengayunkan sebuah gada yang dipegangnya ke arah Raquille.
“Ukh…” Walaupun sempat menangkis ayunan serangan tersebut, namun karena tekanan kekuatan yang kuat, membuat pemuda Elfman itu seketika terhempas dan langsung tersungkur.
Dengan sigap, Raquille pun kembali berdiri untuk melancarkan serangan balasan, namun saat melihat orang misterius itu, Raquille pun seketika terkejut bahwa orang tersebut ternyata merupakan orang yang dikenalnya.
“Tuan Claus…” Ucap Raquille, langsung memanggil nama orang tersebut.
“Lama tidak bertemu Raquille… Aku tidak menyangka bisa melihatmu lagi setelah sepuluh tahun lamanya,” ucap pria itu.
Pria bernama Claus tersebut merupakan mantan anggota World Venerate yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin utama dari organisasi Guardian, serta merupakan salah satu ras Giantman yang berasal dari negeri Asimir.
“Tuan Claus… Kemana saja kau selama sepuluh tahun ini? Bagaimana kau bisa berada di tempat ini?” Tanya Raquille, nampak penasaran.
“Sepuluh tahun yang lalu… Setelah kejadian yang kau perbuat, organisasi Guardian harus dibubarkan… Beberapa dari anggota yang tersisa terpaksa harus kembali ke negeri asal mereka… Sementara yang lain, termasuk aku tidak ingin kembali ke negeri asal kami dan lebih memilih untuk berkelana ke tempat yang lain…”
“Raquille, aku mengerti bahwa saat itu kau mungkin terpancing emosi akibat perkataan dari salah satu manusia… Aku mengerti bahwa saat itu juga kau tengah lepas kendali dan secara tidak sengaja membantai rekan-rekan kita…”
“Namun, hal yang kau lakukan tidak bisa dimaafkan… Ditambah keadaan kita sekarang merupakan musuh, maka aku tidak akan segan-segan untuk menyerangmu,” ucap Giantman bernama Claus itu.