The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 310 - Gadis yang cukup polos



Raquille serta para Venerate negeri Pavonas seketika terkejut ketika melihat Venerate tingkat atas dari pasukan Tengal, yang tidak lain merupakan Zchaira, terbang dan mendarat tepat di depan kota Vegoblashchenks, beberapa kilometer dari tempat mereka semua berada.


Selain Raquille yang berada pada tingkatan yang sama, semua Venerate Pavonas yang merasakan tekanan kekuatan yang memancar dari gadis tersebut.


**


“Tuan Haniwa… Ayo ikut bersamaku,” ucap Raquille, mengajak Haniwa untuk menemui Venerate musuh yang berada di depan mereka.


Raquille pun berjalan bersama Haniwa, melewati semua Venerate Pavonas yang nampak bersiaga dengan kedatangan dari gadis tersebut.


“Cukup diam disini… Biar aku yang menemuinya,” ucap Raquille, memberi perintah kepada para Venerate Pavonas untuk menahan serangan karena mengetahui bahwa Venerate yang mampu mengimbangi gadis tersebut hanyalah dirinya.


“Phyton, ayo ikut aku sekarang…” Ketika berpapasan dengan Phyton, Raquille lantas mengajak keponakannya tersebut untuk ikut bersamanya.


“Baik kakak…” Respon Phyton, lantas mengikuti Raquille dan Haniwa mendekat ke arah Zchaira.


**


“Apa-apaan ini? Kenapa kalian hanya diam, padahal Venerate musuh sudah berada di depan kita?”


Di sisi lain, Verre pun nampak kesal melihat semua Venerate Pavonas hanya berdiam saja ketika salah satu Venerate musuh mereka telah berada di depan kota Vegoblashchenks.


“Kakak… Tunggu disini…” Ketika Verre hendak mengikuti Raquille dan yang lain menemui Zchaira, tiba-tiba saudara perempuan dari pemuda itu langsung menahannya untuk tidak berbuat hal yang berada diluar perintah dari pemimpin mereka Raquille.


“Sial…” Verre pun mengumpat karena tidak mau menolak ucapan dari saudaranya.


**


Sementara itu, Zchaira yang berdiri dan hendak dihampiri oleh Raquille, Haniwa serta Phyton, sontak memasang ekspresi wajah serius.


**


“Ternyata benar itu dia…” Ucap Haniwa, tidak percaya bahwa memang benar bahwa gadis yang diketahuinya sekarang merupakan salah satu dari World Venerate negeri Tengal.


*


“Bagaimana ini? Pria itu datang kemari…” Akan tetapi, diluar dugaan Zchaira yang memasang ekspresi wajah serius ternyata merasa canggung ketika melihat Raquille perlahan-lahan datang menghampirinya.


**


Sampai Raquille dan yang lain telah berada di depannya, gadis tersebut tetap menahan ekspresinya, layaknya ingin menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa ragu untuk berhadapan dengan mereka, khususnya Raquille.


“Hai nona cantik… Kita bertemu lagi,” ucap Raquille dengan tersenyum, menyapa gadis itu sambil sedikit menggodanya.


“Benar, kita bertemu lagi…” Zchaira pun memasang senyuman tipis sambil merespon sapaan dari Raquille.


“Eh…”


Tiba-tiba gadis itu sedikit bingung ketika melihat Haniwa yang berada disamping Raquille, dimana Zchaira lantas menatap Haniwa dengan seksama karena merasa bahwa dia nampak mengenal pemuda itu.


“Haniwa…”


“Aku tidak salah kan, kau benar adalah Haniwa...” Ucap Zchaira.


“Kau benar nona... Ini aku Haniwa... Senang bisa bertemu kembali denganmu Zchaira...” Balas Haniwa sambil tersenyum.


“Aku tidak percaya, ternyata kau selama ini berada di negeri Pavonas...” Zchaira pun berjalan mendekati Haniwa sambil tersenyum, serta merasa senang bisa melihat orang yang dikenalnya berada di wilayah yang bukan merupakan negeri asal mereka.


“Aku tahu kau waktu itu memang diculik oleh Venerate Pavonas...”


“Senang bisa bertemu denganmu kembali...”


Karena sangat merasa senang bisa bertemu kembali dengan pemuda itu, Zchaira sampai menggenggam kedua tangannya, dan melompat-lompat dengan ceria, tanpa memperdulikan bahwa keadaan mereka kini berada dalam pihak bertentangan.


“Aku juga kakak...” Ucap Haniwa, membiarkan Zchaira terlebih dahulu melepaskan rasa senangnya, walau mengetahui bahwa gadis tersebut merupakan World Venerate dari pihak musuh.


**


“Kakak, aku tidak yakin perempuan yang cukup polos itu adalah World Venerate,” ucap Phyton dengan suara berbisik kepada Raquille, melihat tingkah gadis yang berada di depannya tersebut.


“Entah apa yang terjadi, tapi suka sifat menggemaskannya itu...” Respon Raquille, namun memiliki pemikiran yang sedikit berbeda dengan keponakannya.


“Ternyata aku sudah salah membahas hal itu denganmu,” gumam Phyton, tidak menyangka bahwa Raquille ternyata malah terpesona dengan gadis itu.


**


“Apa yang dilakukan oleh dewi merak?”


“Tenang saja... Mungkin pria yang sedang bersamanya itu adalah kenalannya, namun aku yakin bahwa nona Zchaira tetap akan menangani mereka.”


Di atas tembok kota Vegoblashchenks, tampak lima Venerate Tengal sedang memperhatikan Zchaira melompat-lompat, dimana salah satu dari mereka lantas mempertanyakan gadis tersebut karena terlihat tidak berhati-hati dengan para Venerate musuh, namun Venerate bernama Shalkishu lantas menjelaskan kepada rekan-rekannya untuk tidak perlu mementingkan hal tersebut karena Zchaira tidak akan lengah hanya karena menemui kenalannya di pihak musuh.


**


“Sineto... Jika kuperhatikan lagi, ternyata perempuan yang bersama Haniwa pernah kita temui saat berada di negeri Lightio.”


“Benar juga... Namun, jika kuingat dia waktu itu tidak sekuat sekarang... Walaupun hanya memancarkan tekanan kekuatan aku merasakan bahwa dia mampu melenyapkan kita dalam sekali serang.”


Sementara itu, dua Land Venerate Pavonas yaitu Viecion dan Sineto ternyata mengetahui Zchaira yang pernah ditemui mereka, dan bahkan tidak percaya bahwa gadis tersebut membuat mereka sangat merasa segan dengan merasakan tekanan kekuatannya yang tidak sekuat yang mereka ketahui.


**


Setelah merasa senang sampai membuatnya melompat-lompat kegirangan, Zchaira tiba-tiba melepaskan kedua tangan Haniwa kemudian mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.


Hal itu lantas membuat Haniwa pun menjadi tegang serta bersiaga karena menyadari bahwa Zchaira tetap saja harus menganggapnya sebagai musuh.


“Maaf, karena aku sedikit lepas kendali ketika bertemu dengan orang yang kenal dekat denganku...” Ucap Zchaira.


**


“Bersiaplah... Jika diantara mereka ada yang mencoba untuk menyerang, maka kita harus berusaha membantu nona Zchaira,” ucap Shalkishu, memerintahkan keempat rekannya untuk bersiaga terhadap tiga Venerate Pavonas yang menemui Zchaira.


**


“Apa kalian kemari untuk mencoba menyerang kami?” Tanya Zchaira.


“Tentu saja... Tapi sebelum itu, kami harus menahan penyerangan karena mengetahui bahwa warga yang berada di dalam kota itu sedang ditawan oleh kalian... Lebih baik lepaskan orang-orang yang tak berdosa, kita bertarung secara adil, bagaimana?” Jawab Raquille, kemudian memberikan saran kepada gadis itu agar bisa melepaskan para warga yang sedang ditawan.


“Tentu saja hal itu tidak bisa kulakukan... Karena menawan para warga kota itu membuat kalian tidak berkutik, bukan begitu...”


Zchaira dengan sigap mengakses kekuatan sihir miliknya, memunculkan sebuah tongkat sihir, yang seketika langsung diacungkannya ke arah Raquille, Haniwa serta Phyton.


Ketika Haniwa dan Phyton hendak bersiaga untuk melawan Zchaira, tiba-tiba saja Raquille langsung mengangkat tangannya, mengisyaratkan kepada Haniwa dan Phyton untuk tetap tenang.


“Nona cantik... Tenang saja, untuk saat ini kami tidak akan melakukan penyerangan sebelum berhasil membebaskan para warga kota... Aku tahu bahwa meskipun warga kota Vegoblashchenks sedang ditawan, namun kau sebagai pemimpin tidak akan membiarkan mereka disakiti...” Ucap Raquille.