
Arvhen terlihat kembali masuk kedalam sebuah ruangan untuk menemui Alyara yang sedang disekapnya.
“Apa lagi kali ini?” Tanya Alyara dengan raut wajah serius.
“Tuan putri… Saatnya aku mau memakai jasamu untuk melawan pasukan Midauz yang segera lagi akan datang,” jawab Arvhen sambil melepaskan semua rantai borgol yang membelenggu tangan serta kaki Alyara.
Walaupun tidak memiliki kekuatan Venerate, dengan kesempatan itu Alyara langsung berdiri dan mencengkram kerah baju pria itu.
“Tentu saja aku akan langsung menolaknya.”
“Benarkah?” Arvhen tiba-tiba melepaskan gelang yang dipakai oleh Alyara.
“Apa kau bodoh melepaskan benda itu dariku?” Alyara mata Arvhen untuk mencoba mengendalikan World Venerate Graina itu.
“Eh…” Namun, Arvhen tetap saja tidak dapat dikendalikannya.
“Sudah kukatakan padamu benarkah kau akan menolak?”
Tiba-tiba salah satu tangan Arvhen menyala. Pria itu langsung mencengkram kepala Alyara, yang sontak membuat Alyara pun terdiam.
“Kau pikir hanya kau yang mempunyai kemampuan mengendalikan para Venerate…” Ucap Arvhen dengan memasang ekspresi senyuman menyeringai.
Kini ekspresi Alyara pun menjadi datar setelah berada dibawah kendali dari pemimpin negeri Graina itu.
***
Beberapa jam setelahnya, di kota Lynerbyich, para pasukan negeri Graina sudah bersiap menanti kedatangan pasukan Midauz.
Delapan Continent Venerate Graina yang sebelumnya menyergap Raquille di kota itu terbang ke langit mendekati armada pesawat pasukan Midauz.
Empat dari mereka langsung membentuk formasi dan berkonsentrasi hendak melancarkan sebuah serangan.
“Tekhnika ekzortsista… Holy light punisher…” keempat Continent Venerate itu langsung melancarkan serangan proyeksi cahaya dalam skala besar mengarah ke armada pesawat Midauz.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Tanpa perkiraan mereka semua, Raquille dalam sekejap muncul dan menciptakan perisai proyeksi raksasa hingga serangan yang diluncurkan oleh para Venerate Graina tidak bisa mengenai armada pesawat Midauz.
Raquille kemudian mengangkat tangan kirinya lalu menyerap petir bertekanan tinggi dari langit masuk ke dalam tubuhnya hingga membuat kedua matanya pun memancarkan cahaya yang terang.
“Geheimer blitzzauberspruch… Ubegraensede dodbringende lyngnister…” Sembari menyerap petir dari langit, tangan kanan Raquille diangkatnya ke arah Continent Venerate Graina lalu melancarkan petir yang diserapnya tersebut kepada mereka.
“Tekhnika ekzortsista… Holy shield protector…” Keempat Venerate Graina yang lain dengan sigap juga membentuk sebuah formasi menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menghalangi serangan elemen petir dari Raquille.
Serangan elemen petir tersebut masih tetap bertahan dilancarkan oleh pemuda Elfman itu, dikarenakan dia juga masih tetap terus menyerap petir dari langit.
**
Kyreas yang masih berada di dalam salah satu armada pesawat tempur Midauz, tampak tersenyum memperhatikan Raquille menyerang para Continent Venerate Graina.
“Boleh juga Elfman itu… Tubuhnya layaknya dijadikan sebuah perantara untuk membelokan petir yang berasal dari langit,” ucap Kyreas terkesima dengan kemampuan Raquille.
“Kau benar… Mungkin karena kemampuan mereka, Blueland menjadi salah satu negeri yang sering disegani oleh negeri-negeri yang lain,” sambung Egata, yang juga memikirkan hal yang sama seperti Kyreas.
**
“Geheimer windzauberspruch… Mikill vindvirvelschild… High push shot…” Raquille tiba-tiba menghentikan serangan elemen petir tersebut, dan dalam sekejap menggantinya menjadi serangan elemen angin.
Pusaran angin raksasa yang diciptakan oleh pemuda Elfman itu seketika meluncur dengan kencang mendorong kedelapan Continent Venerate itu hingga ke permukaan.
**
“Itu isyaratnya… Semua bersiap keluar untuk menyerang,” ucap Rostyana memberikan perintah pada semua pasukan Midauz melalui layar komunikasi.
Dengan serentak semua prajurit Venerate Midauz dalam berbagai tingkatan meluncur ke bawah dan langsung menyerang para prajurit Graina yang datang menghampiri mereka.
Peperangan antara negeri Midauz dan negeri Graina pun akhirnya dimulai. Para Venerate dari kedua belah pihak saling melancarkan serangan mereka masing-masing.
Hal tersebut karena seperdua dari para Venerate Midauz merupakan sebangsa dengan para Venerate Graina sehingga perbedaan teknik yang mereka lancarkan tidak jauh berbeda dengan pasukan musuh mereka itu.
Akan tetapi, hal yang nantinya akan membedakan keadaan dari kedua negeri itu adalah jumlah dari Venerate tingkat atas Midauz yang kini lebih banyak jumlahnya dibanding Venerate tingkat atas dari negeri Graina.
Mengingat sebagian Venerate tingkat atas Graina sebelumnya sudah dikalahkan oleh pasukan Midauz saat pengambil alihan wilayah Midauz.
**
Semua Venerate tingkat atas Midauz yang terdiri dari empat Word Venerate serta … Continent Venerate datang menghampiri Raquille yang masih melayang di udara.
“Dimana letak senjata itu?” Tanya Kyreas.
“Disana… Di dalam bangunan besar itu,” jawab Raquille menunjuk bangunan besar yang berada di tengah kota Lynerbyich.
“Ayo…” Ucap Kyreas, memerintahkan semua Venerate tingkat atas untuk menuju ke bangunan tersebut.
Namun, saat mereka hendak bergerak tiba-tiba sebuah pancaran cahaya muncul yang langsung membuat pandangan semuanya menjadi silau.
Ternyata sumber cahaya yang menyilaukan itu berasal dari para Continent Venerate Graina yang sedang berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua yang tersegel di dalam perhiasan yang mereka gunakan.
“I defteri ekdosi…”
Serentak kedelapan Continent Venerate itu pun merubah wujud, yang membuat para Venerate tingkat atas Midauz menjadi bersiaga.
“Aku mohon jangan ada diantara kalian yang menggunakan kekuatan pelepasan kedua juga… Kita harus berusaha bertahan agar Venerate-Venerate itu tidak melancarkan serangan yang besar ke arah bangunan itu,” ucap Raquille.
Para Venerate pun paham, namun hal tersebut merupakan sesuatu yang sedikit berat bagi mereka.
Kedelapan Continent Venerate Graina yang dalam perubahan wujud mereka masing-masing dalam dengan kecepatan yang telah meningkat tajam menyerang beberapa Continent Venerate Midauz hingga terhempas.
Venerate Midauz yang lain seketika menghindar ke jarak yang cukup jauh saat para Continent Venerate Graina hendak melancarkan serangan.
“Tuan Elfman… Lebih baik kau segera bergegas ke bangunan itu… Biarkan kami yang menangani mereka,” ucap Kyreas.
Pemimpin negeri Midauz itu bersama Egata kembali maju untuk menyibukkan kedelapan Venerate tersebut sembari Raquille pergi ke tempat tujuan mereka bersama dengan dua Venerate Midauz yang lain.
***
“Flame projection…”
Dibawah Yugro yang bertarung disisi Midauz tampak menyerang beberapa Venerate Graina hingga tak berdaya.
“Eh…”
Tiba-tiba Yugro serta para prajurit Midauz terhenti ketika merasakan tekanan kekuatan yang kuat dari seorang Venerate, yang tidak lain merupakan Azouraz.
Pria Ledyana itu berjalan perlahan diantara prajurit-prajurit Graina dengan ekspresi wajah datar. Tampaknya pria itu juga sudah berada dibawah kendali Arvhen.
Melihat pria itu maju mendekati prajurit Midauz, para prajuirt Graina pun sontak menjauh dari tempat itu.
Azouraz seketika mengeluarkan sekelompok makhluk astral yang dengan sekejap merasuki sebagian prajurit Midauz hingga membuat mereka menyerang rekan-rekan mereka sendiri.
Yugro serta prajurit tingkatan Land Venerate dengan mudah dapat menghindari makhluk astral yang inign merasuki mereka.
Akan tetapi, mereka terdesak ketika rekan-rekan mereka yang telah kerasukan mencoba untuk menyerang.
Disaat itu juga Raquille dan dua Continent Venerate Midauz datang menolong dengan mengeluarkan tekanan kekuatan mereka hingga prajurit yang kerasukan pun terhempas.
“Tuan Azouraz…” Ucap Raquille terkejut melihat pria itu berada di pihak Graina.
Namun, Raquille langsung mengetahui bahwa pria itu telah dikendalikan oleh seseorang dengan melihat wajahnya yang tidak memilih ekspresi.