The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 127 - Gold instrict



“Tuan-tuan… Tolong tahan orang-orang yang mengganas ini…”


“Baik…”


Raquille meminta dua Venerate Midauz yang bersamanya untuk melindungi prajurit-prajurit mereka agar tidak mendapatkan serangan yang fatal dari prajurit yang sedang kerasukan, sementara dirinya akan mencoba untuk menyadarkan Azouraz.


Raquille berlari menuju ke arah ptia Ledyana itu sambil dengan lincah menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh para prajurit yang sedang terpengaruh.


Pemuda Elfman itu melompat menggapai Azouraz, dan langsung mencekik erat leher pria tersebut menggunakan lengannya.


Azouraz yang sedang dalam kendali berusaha melepaskan cekikan pemuda itu, namun dia tidak bisa melakukannya karena kekuatan pemuda Elfman itu jauh lebih besar dibandingkan dengannya.


“Tuan Azouraz tolong diam dulu…” Ucap Raquille, sedikit kesulitan menangani Azouraz yang semakin meronta untuk melepaskan diri.


“Sabotagezauber…” Raquille kemudian mengucapkan sebuah mantra sihir saat menahan Azouraz.


Pria itu seketika tersadar membuat Raquille menjadi legah lalu melepaskan cekikannya.


“Tuan Raquille…”


“Tuan Azouraz… Cepat sadarkan mereka,” ucap Raquille menunjuk para prajurit Midauz yang menggila akibat teknik yang dilakukan oleh Azouraz.


“Teknik ini… Sial, kenapa juga aku harus menggunakannya,” balas Azouraz, mengumpat ketika sadar telah menggunakan teknik tersebut.


“Apa? Memangnya kenapa?” Tanya Raquille, penasaran.


“Aku tidak bisa menyadarkan mereka semua…”


Raquille pun terkejut mendengar pernyataan dari pria Ledyana itu.


“Tapi, bukankah sebelumnya kau menggunakan teknik ini untuk mengendalikan beberapa Venerate Geracie…”


“Teknik ini berbeda… Makhluk astral yang merasuki para Venerate Geracie sebelumnya masih bisa aku kendalikan, namun makhluk-makhluk astral bukanlah tipe yang bisa kami kendalikan…”


“Ledyana sebenarnya sudah melarang penggunaan teknik ini… Tapi, karena berada dalam kendali aku tidak sudah menggunakannya.”


Raquille pun kebingungan harus melakukan apa untuk bisa menyadarkan mereka semua. Pemuda itu berpikir keras mencari ribuan teknik yang berada di dalam memorinya.


“Apa mungkin teknik itu?” Tiba-tiba Raquille terpikirkan tentang sesuatu.


“Tuan Azouraz, tolong tahan mereka…” Raquille meminta Azouraz untuk menahan para prajurit, sama seperti yang dilakukan oleh dua Continent Venerate Midauz.


Azouraz maju menepis serangan prajurit yang akan menyerang rekan-rekan mereka sendiri.


“Gold instrict…” Raquille datang ditengah-tengah dan sejenak memejamkan kedua matanya. Warna kedua matanya tersebut seketika berubah menjadi warna emas ketika dia membukanya.


Disaat yang bersamaan pemuda itu memancarkan sebuah proyeksi cahaya berwarna emas yang luas.


“Wahai arwah-arwah penasaran dengarlah perintahku… Keluarlah dari tubuh mereka semua sekarang juga…”


“Jika tidak aku yang akan mengirim kalian ke tempat dimana kalian berada…”


Raquille mengucapkan kata-kata tersebut, yang sontak membuat semua prajurit Midauz yang sedang kerasukan tiba-tiba menjerit.


Perlahan-lahan makhluk-makhluk astral yang memasuki tubuh para prajurit Midauz keluar dan berterbangan di sekitar mereka.


“Tekhnika ekzortsista… Flame exterminator…” Vlagomir, yang merupakan suami dari Rostyana langsung melancarkan serangan elemen api yang langsung memusnahkan semua makhluk-makhluk astral tersebut.


Semuanya pun lega melihat para prajurit Midauz yang sebelumnya kerasukan akhirnya tersadar kembali.


Perhatian mereka kemudian tertuju pada para prajurit Graina yang sedari tadi berdiam diri memperhatikan mereka saling menyerang.


“Majulah kalian semua sekarang…” Ucap Raquille, menantang semua prajurit Graina yang ada.


Disaat para prajurit Graina hendak maju untuk menyerang, disitu juga tiba-tiba Alyara muncul diantara mereka dengan ekspresi yang mirip seperti Azouraz sebelumnya.


“Alyara Baurtova…” Ucap Vlagomir.


“Sial… Kita harus menjauh… Teknik perempuan sangat berbahaya…” Sambung Continent Venerate Midauz yang satunya.


“Tenang saja, kurasa dia tidak menggunakan teknik itu karena sedang pengaruh kendali orang lain.”


Raquille menjelaskan hal tersebut kepada mereka lalu meluncur mendekati Alyara untuk mencoba menyadarkan putri negeri Morseli itu.


Dia terkejut tidak bisa menggerakkan kedua tangan serta kakinya. Raquille langsung mengambil kesimpulan tersebut, yang malah membuatnya kini menjadi kesulitan.


“Sabotagezauber…”


“Apa?” Raquille terkejut, mantra sihir yang diucapkannya tersebut tidak bisa menyadarkan Alyara, padahal teknik yang digunakannya tersebut sangat ampuh membuat Azouraz tersadar sebelumnya.


Tubuhnya tidak bisa digerakkannya, layaknya tidak bisa merespon perintah dari otaknya.


“Kalau begitu, terpaksa aku melakukan ini…”


“Gold instrict…” Dia memejamkan matanya, kembali mengubah warna kedua matanya menjadi warna emas ketika dia membukanya.


“Alyara Baurtova… Kau tidak bisa melawan perintah mutlakku… Ingatlah siapa dirimu yang sebenarnya…”


Mendengar ucapan Raquille tersebut, Alyara pun seketika jatuh pingsan hingga membuat Raquille akhirnya terbebas dari kendali perempuan itu.


***


Beberapa saat kemudian semua prajurit Graina yang berada di tempat itu telah dikalahkan tanpa sisa.


“Eh… Raquille…” Tak berapa lama, Alyara pun tersadar telah terbaring dipangkuan Raquille.


“Apa yang terjadi?” Perempuan itu bangun dan bertanya kepada pemuda Elfman tersebut.


“Sebelumnya kau menghipnotisku dengan kecantikanmu, hingga aku tidak berdaya berada dihadapanmu,” jawab Raquille dengan kata-kata gurauan.


“Aku serius bertanya…”


“Baiklah… Kau sebelumnya berada dalam kendali seseorang… Aku mencoba untuk menyadarkanmu tapi awalnya tidak bisa…”


“Hingga aku harus menggunakan salah satu kekuatan makhluk suci untuk membuatmu tersadar… Haah… Aku baru tahu Venerate yang berada dibawah kendali, bisa mengendalikan seorang juga.”


“Pasti ini perbuatan Arvhen… Dia sebelumnya menyekapku menggunakan gelang kekangan surgawi… Tiba-tiba dia melepaskan gelang tersebut, dan setelah itu aku tidak dapat mengingat apapun,” ucap Alyara.


“Terima kasih sudah memberikanku informasi itu… Yang pasti aku tahu bahwa aku harus mempertahankan mata emasku ini,” respon Raquille.


“Lebih baik kita bergegas juga…” Lanjut pemuda Elfman itu berkata, menyuruh semuanya untuk ikut bersamanya.


Raquille, Azouraz, Alyara serta dua Continent Venerate Midauz pun lalu bergegas menuju ke sebuah bangunan besar yang berada di tengah kota Lynerbyich.


***


Kelima orang itu tiba-tiba berpapasan dengan Leonkiv dan Zynotyn, dua Continent Venerate Graina yang pertama kali mengetahui bahwa negeri Ledyana serta negeri Morseli.


“Mau kemana kalian?” Tanya salah satu dari mereka.


“Oh, jadi kalian berdua tidak takut dengan kami,” ucap Alyara maju hendak melawan mereka berdua.


“Tunggu tuan putri… Lebih baik kau dan tuan Raquille pergi duluan saja.”


Tapi Azouraz menyarankan dua World Venerate itu untuk tetap maju sembari dia dan dua Continent Venerate Midauz menahan Continent Venerate Graina itu.


Raquille dan Alyara mengerti dan langsung berlari melewati dua Continent Venerate Graina itu.


“Jadi hanya kalian berdua yah…” ucap Leonkiv.


Tanpa pikir panjang, dua Continent Venerate itu berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka yang tersegel di dalam cincin yang dipakai oleh mereka.


“Tuan-tuan… Apakah kalian siap?” Tanya Azouraz pada dua Continent Venerate Midauz.


“Kapanpun kau memintanya,” jawab salah satu dari mereka.


“I defteri ekdosi…” Leonkiv dan Zynotyn sama-sama mengatakan teknik pengaktifan kekuatan pelepasan kedua mereka hingga dengan cepat berubah ke wujud yang berbeda.


Leonkiv dan Zynotyn dengan cepat meluncur ke arah Azouraz dan dua Continent Venerate Midauz.


Untung saja dengan refleks yang cepat Azouraz serta dua Venerate Midauz itu bisa menghindari serangan Leonkiv dan Zynotyn.


Mereka bertiga kebingungan mencari cara melawan dua Venerate Graina itu, pasalnya jika mereka mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua, akan sangat berbahaya bila senjata yang berada di kota hancur oleh serangan yang besar.